Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Prediction Future Of Aishwarya


__ADS_3

Ravettha menerima kesepakatan tersebut dan berencana mencari ketiga buku yang telah ditugaskan oleh gurunya.


Mereka berdua berlari di arah yang sama meninggalkan bangunan tua tersebut.


Ravettha mencoba untuk menggunakan 'Eye Sighting' miliknya.


Ia melihat ketiga buku tersebut yang tersebar di ketiga tempat.


Sementara itu, pria bertopeng tersebut menggunakan indra penciuman dan intuisinya.


"Kau sudah menemukannya?" Tanya Ravettha yang melirik ke arah pria bertopeng tersebut.


"Ya. Terdapat ketiga buku yang memiliki perbedaan aura yang sangat kuat. Buku yang pertama terdapat di rumah penyihir agung. Buku kedua berada di dalam sebuah perpustakaan kecil di desa Stymford. Sedangkan buku ketiga berada di sebuah Hutan Corvette. Apa langkah selanjutnya?" Ucap pria bertopeng.


"Kita cari buku pertama terlebih dahulu. Kau akan membantuku hingga selesai, bukan?" Tanya Ravettha dengan tersenyum kecil.


"Tentu. Mari ikuti saya. Saya akan menunjukkan tempatnya." Ucap pria bertopeng tersebut.


"Yang Mulia! Sepertinya, pria bertopeng ini memiliki niat tersembunyi saat menolong anda. Jangan percaya dengannya! Apalagi dia memakai topeng yang berlambang aneh! Tidak akan kubiarkan seseorang melukai anda!" Ucap Rufino dengan tegas.


"Ya, baiklah. Mohon bantuannya, Rufino." Ucap Ravettha dengan senang.


Ravettha mengikuti pria bertopeng dan pergi menuju rumah penyihir agung yang dikatakan oleh pria bertopeng tersebut.


Rumah penyihir agung tersebut tidak terlalu jauh dari bangunan tua yang telah mereka berdua tinggalkan.


Rumahnya sangat sederhana, dan terlihat sangat kecil dari luarnya saja.


"Ini adalah rumah penyihir agung tersebut. Sepertinya ia sudah menyadari kehadiran kita. Kita harus berhati-hati supaya tidak terkena perangkapnya." Ucap pria bertopeng tersebut.


Mereka berdua berjalan memasuki rumah tersebut.


Rumah yang terlihat sangat kecil dari luarnya menjadi jauh lebih besar dan luas setelah dimasuki.


Rumah tersebut dilengkapi dengan peralatan sihir dan buku-buku tentang sihir.


"Woah! Sangat besar dan luas!" Pikir Ravettha.


"Selamat datang di kediamanku! Ada masalah apa hingga kalian kemari?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul.


Ia adalah pemilik rumah ini, yang merupakan penyihir agung tersebut.


Saat berada di rumah tersebut, ia dapat melihat letak buku yang ia sedang cari tersebut.


"Permisi... Apakah anda mengetahui buku yang berjudul 'Prediction Future Of Aishwarya'?" Tanya Ravettha.


"Ya. Kau ingin merebutnya dariku, bukan? Sayangnya aku tidak akan memberikannya kepadamu dengan mudah." Ucap penyihir agung tersebut dengan tersenyum senang.

__ADS_1


Saat penyihir tersebut melangkahkan satu kakinya, sebuah dimensi melingkupi dan mengganti ruangan rumahnya menjadi tempat yang kosong tanpa gravitasi.


"Sudah lama tidak ada yang berkunjung ke tempat bersantaiku. Sekarang aku kedatangan tamu istimewa. Sungguh menarik!" Ucap penyihir agung tersebut.


"Langsung ke intinya saja! Kalahkan aku dan kau akan mendapatkan buku yang kau cari tersebut. Bagaimana? Menarik bukan?" Tanya penyihir agung tersebut.


"Ah, aku lupa! Aku tidak peduli dengan jawabanmu, kau harus mengalahkanku atau kau akan terkurung disini selamanya. Dan juga, temanmu yang bertopeng itu tidak diperbolehkan untuk berpartisipasi dalam permainan ini." Ucap penyihir agung dengan tersenyum licik.


Dengan seketika, terdapat pembatas yang mengelilingi tubuh pria bertopeng.


Pembatas itu adalah sebuah pembatas yang akan menyerap kekuatan target yang berada di dalamnya jika terus menyentuh pembatas tersebut.


Hanya ada satu cara yang bisa dilakukan pria bertopeng tersebut, yaitu berdiam diri dan hanya menyaksikan yang terjadi dari dalam pembatas tersebut.


"Huh! Menyebalkan! Jika aku dapat membantunya saat ini, mungkin aku bisa mendapatkan suatu keuntungan dari anak itu. Sialnya, hari ini tidak mendapatkan mangsa yang bagus untukku!" Pikir pria bertopeng tersebut.


Sementara itu, Ravettha yang sedang memperhatikan penyihir agung tersebut menyadari sesuatu.


"Hm... Anda sudah mengetahui seluruhnya, ya? Baiklah." Ucap Ravettha yang tiba-tiba menjadi sangat bersemangat.


"Apa maksudmu?" Tanya penyihir agung tersebut yang sedikit kebingungan.


"Lupakan." Ucap Ravettha.


"Baiklah. Mari kita mulai! Aku tidak akan memberikan keringanan hukumannya, loh!" Ucap penyihir agung tersebut.


Ravettha mengeluarkan 'Megaflare' miliknya dan mengenai tepat berada di jantungnya.


'Megaflare' tersebut langsung membakar seluruh tubuh yang telah menjalar melalui jantungnya ke seluruh pembuluh darahnya.


Hal itu membuat penyihir tersebut memuntahkan sebagian darahnya.


Sebagian darah yang telah dimuntahkan berubah menjadi berwarna putih bercahaya dan menyatu kembali dengan tubuhnya sehingga dapat mengubahnya menjadi suatu penambah kekuatan penyihir tersebut.


"Sungguh menarik! Mengubah luka menjadi penambah kekuatan. Biasanya penambah kekuatan tersebut akan meningkatkan kekuatan penggunanya secara drastis." Pikir Ravettha.


"Jika melukainya kembali, hanya akan mengubahnya menjadi tambahan energi. Dengan kata lain, hanya ada dua cara. Pertama, menduplikat seluruh miliknya. Kedua, menonaktifkan seluruh kekuatannya. Ketiga, mengendalikan seluruh miliknya. Ketiga hal tersebut, lebih efisien daripada selalu menyerangnya tanpa henti karena hanya akan membuang waktu dan tenaga." Pikir Ravettha.


"Hanya segini kekuatanmu? Fu, Fu, Fu. Sepertinya aku salah menilaimu. Kau bukanlah anak istimewa yang diramalkan tersebut. Kasihan sekali!" Ucap penyihir agung tersebut dengan tersenyum licik dan merendahkan Ravettha.


"Pft. Apakah anda sungguh berpikir bahwa saya adalah anak yang diramalkan tersebut? Anda keliru besar!" Ucap Ravettha.


"A-Apa? Kau meragukan kemampuan ramalanku? Yang benar saja!" Ucap penyihir agung tersebut dengan dipenuhi amarahnya yang siap meledak.


"Menurut anda?" Tanya Ravettha kembali yang sengaja memancing penyihir tersebut supaya kesal dan menjadi dipenuhi amarahnya yang meledak-ledak.


"K-K-Kau! Kau membuatku marah! Mati saja kau disini! Lagipula kau sudah tidak berguna lagi di dunia ini! Hahahaha!" Ucap penyihir agung tersebut yang telah dipenuhi amarah.

__ADS_1


"Gawat! Anak itu benar-benar akan dibunuh oleh penyihir gila itu! Aku harus menolongnya! Tapi bagaimana caranya?! Ayolah berpikir!" Ucap pria bertopeng yang telah dikelilingi pembatas milik penyihir agung.


Pria bertopeng tersebut berpikir keras tentang bagaimana ia dapat keluar dari pembatas yang mengelilinginya.


"Kau tidak akan bisa menang!" Ucap penyihir agung tersebut dengan mengeluarkan beberapa 'Black Hole' yang sangat besar dan melemparkannya ke arah Ravettha.


Ravettha langsung menghindarinya karena ia tahu itu berbahaya.


Walaupun telah menghindari serangan milik penyihir tersebut, ia tetap mengambil beberapa serpihan kekuatan yang telah dikeluarkan oleh penyihir tersebut secara diam-diam.


Tidak ada satupun yang yang menyadari hal tersebut.


Ravettha yang telah mengambil beberapa serpihan kekuatan 'Black Hole' tersebut berhasil menduplikat seluruh kekuatan milik penyihir tersebut dengan kekuatan yang lebih besar.


Ia menyimpan seluruh kekuatan tersebut dan hanya menggunakan kekuatan miliknya.


"'Demon Sword'! Mari kita kalahkan penyihir itu bersama-sama!" Ucap Ravettha kepada 'Demon Sword' miliknya.


Ia menggenggam erat 'Demon Sword' miliknya dan mengayunkan satu serangan yang lebih fatal.


Kefatalan tersebut akan berdampak pada musuh tersebut sehingga mengakibatkan kekurangan kekuatan, energi, stamina, darah, dan daya tahan tubuh yang menurun drastis.


"Ugh! Serangan apa ini? Mengapa berdampak sangat buruk kepadaku? Aku yang tidak terkalahkan ini akan kalah untuk pertama kalinya karena anak kecil?" Pikir penyihir agung yang lemas hampir tidak berdaya karena terkuras banyak miliknya yang telah ia kumpulkan sejak kecil.


Ia memaksa untuk bangkit dari rasa sakitnya dan menghadap Ravettha.


"Siapa kau sebenarnya? Mengapa kau sangat kuat?" Tanya penyihir agung yang sangat penasaran.


"Siapa aku itu bukanlah urusanmu. Serahkan saja kepadaku buku 'Prediction Future Of Aishwarya'!" Ucap Ravettha dengan tegas dan tatapan yang tajam.


"Yah... Kuakui kau cukup kuat. Sesuai kesepakatan awal tadi, kau kubebaskan dan kuberikan buku yang kau cari itu." Ucap penyihir agung dengan menonaktifkan dimensi miliknya sehingga mereka bertiga kembali pada semulanya, yaitu di dalam kediaman penyihir agung tersebut.


Ia mencari buku tersebut dan memberikannya kepada Ravettha tanpa adanya kepalsuan dalam isi buku tersebut.


"Terimakasih. Kalau begitu, aku dan temanku akan pergi dahulu. Selamat tinggal!" Ucap Ravettha dengan senang.


"Baiklah. Semoga kita tidak bertemu lagi." Ucap penyihir agung tersebut.


Ravettha mengajak pria bertopeng keluar dari kediaman penyihir tersebut.


"Syukurlah, kau berhasil mengalahkannya. Sia-sia aku berpikir hanya untuk menyelamatkanmu!" Ucap pria bertopeng tersebut.


Ravettha mendengarnya tersebut menjadi terkejut setelah mendengar hal tersebut.


"Terimakasih sudah mengkhawatirkanku." Ucap Ravettha dengan senang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2