Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Pintu Penyamaran


__ADS_3

Setelah 'Scotply' mengeluarkan kemampuannya, mereka akhirnya bisa berpindah tempat dan waktu sesuai perintah yang diberikan oleh Nathan.


Sesampainya disana, mereka melihat banyak kejadian yang tidak seharusnya mereka lihat.


Terlihat puing-puing bangunan dimana-mana dengan sisa tulang para iblis yang mulai membusuk.


Bau menyengat tercium dengan sangat jelas dari tempat Scotply, Nathan, Scott, Raja Kourtnef, Raja Haxley, Joeyladh, Irene, dan Blacky berada.


"Para Iblis lemah sudah dikalahkan dengan mudah? Siapa yang melakukannya? Eh! Tunggu!" Ucap Joeyladh dengan melihat-lihat para mayat iblis yang tergeletak di tanah.


"Kurasa mereka berdua yang melakukannya." Ucap Raja Kourtnef dengan menatap sebuah pertarungan sengit yang terjadi di antara Heilox dan Dewa Iblis.


"Apa? Siapa yang sedang melawan Dewa Iblis? Kenapa dia terlihat tidak asing bagiku?" Tanya Nathan dengan penuh pertanyaan di dalam kepalanya.


"Kau ini jadi bodoh, ya? Dia Ravettha!" Ucap Scott dengan berlari menuju Ravettha dan berencana untuk menenangkannya.


"Bukan! Dia bukan murid yang kukenal." Ucap Raja Kourtnef dengan tatapan matanya yang tajam memperhatikan perbedaan fisik, kekuatan, gaya bicara muridnya yang pernah ia temui dengan yang sekarang.


"Bukan murid yang kau kenal? Lalu siapa dia? Jangan katakan bahwa ucapan Quinasy benar!" Ucap Raja Haxley yang terkejut dengan perkataan Raja Kourtnef.


"Kurasa Quinasy benar tentangnya. Bukankah dia pernah mengatakan nama 'Heilox'? Mungkin saja dia yang sedang mengendalikan tubuh Ravettha. Ravettha yang kukenal memiliki sifat yang terorganisir dan memiliki watak yang keras kepala, dia tidak akan bergerak jika dia tidak menginginkan sesuatu." Ucap Raja Kourtnef dengan mengingat satu persatu kesan yang ditimbulkan oleh muridnya.


"Jika dia teroganisir dan memiliki watak yang keras kepala, besar kemungkinan dia sudah menginginkan hal ini terjadi. Buktinya saja dia sudah menghancurkan tempat ini, membunuh kaum kita, dan menculik sebagiannya." Ucap Joeyladh.


"Aku sangat yakin bahwa semua ini bukanlah tujuan utamanya." Ucap Raja Haxley.


"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" Ucap Irene dengan sangat penasaran.


"Saat perundingan pertama kali dilakukan, aku melihat dirinya yang sangat tenang seolah ia tidak serius dalam menanggapi hal tersebut. Hal itulah yang memperkuat pemikiranku sehingga aku selalu mempertanyakannya." Ucap Raja Haxley.


"Satu-satunya mencari kebenaran adalah dengan menanyakannya langsung ke orangnya." Ucap Scott.

__ADS_1


"Kau benar! Lagipula, kita juga akan turun tangan dan mengerahkan tenaga kita. Bukankah begitu, teman-teman?" Tanya Nathan.


"Kourtnef! Haxley!" Teriak Raja Leighton dari balik pintu tempat penyamaran.


"Kourtnef! Kau mendengar suara yang memanggil kita berdua? Apa aku sedang berhalusinasi?" Tanya Raja Haxley dengan mencari-cari sumber suara tersebut.


"Mereka ada disebelah kananmu! Quinasy dan Leighton masih hidup!" Ucap Raja Kourtnef dengan menunjuk ke arah kanan tubuh Raja Haxley.


"Hah? Benarkah?" Tanya Raja Haxley dengan memutar kepalanya sesuai perkataan Raja Kourtnef.


"Iya." Ucap Raja Kourtnef dengan menganggukkan kepalanya.


Perkataan Raja Kourtnef akhirnya dipercayai oleh Raja Haxley.


"Pssst! Jangan berisik dan masuklah kemari! Cepat! Kita sudah tidak punya waktu dan pintunya akan segera tertutup!" Ucap Ratu Quinasy sedangkan Raja Leighton sedang membukakan pintu tempat penyamarannya.


Raja Kourtnef, Raja Haxley, Scott, Nathan, Scotply, Joeyladh, Irene, dan Blacky langsung memasuki pintu tersebut dengan bergerak secepat mungkin.


Raja Kourtnef, Raja Haxley, Scott, Nathan, Scotply, Joeyladh, Irene, dan Blacky menjadi sangat terkejut dengan hal tersebut.


"Tunggu! Kukira kalian telah mati ternyata kalian ada disini! Apa kalian berdua yang menyelamatkan mereka?" Tanya Raja Haxley.


"Tidak. Awalnya aku diserang Heilox dengan akar-akar pohonnya, sementara itu Leighton terkena hempasan kekuatan Dewa Iblis dan kami berdua langsung mati. Kupikir kami benar-benar telah mati, tetapi tidak dan begitupun dengan yang lainnya. Karena itulah kami semua tidak tahu siapa yang melakukannya kepada kami." Ucap Ratu Quinasy dengan mencoba untuk menggenggam tangan Raja Kourtnef dan Raja Haxley sebagai bukti bahwa mereka masih hidup.


"Mereka benar-benar belum mati! Bahkan jiwa mereka masih menyatu dengan tubuhnya." Ucap Raja Haxley dengan menggunakan mata penglihatan khususnya.


"Hm... Baiklah! Karena kau mengatakannya, kami percaya bahwa kalian masih hidup, tetapi apa yang sedang kalian lakukan disini?" Tanya Raja Kourtnef.


"Kami hanya menunggu waktu dikeluarkan dari tempat ini karena ada simbol aneh tepat di leher kami. Jika kami melanggarnya, kami akan mengalami lagi kematian dari kutukan yang ada di simbol ini." Ucap Raja Leighton dengan menunjukkan simbol yang terdapat di lehernya.


"Simbol apa ini? Terlihat sangat kuno!" Ucap Raja Kourtnef dengan terkejut karena ia melihat salah satu simbol yang menurutnya sangat kuno.

__ADS_1


"Memang benar sangat kuno. Ah! Benar! Itu dia! Semua yang ada disini memiliki simbol yang sama dan terlihat sangat kuno. Semua itu ada hubungannya dengan Heilox!" Ucap Ratu Quinasy dengan kembali bersemangat dan penuh percaya diri.


"M-Maksudnya? Heilox berasal dari zaman dahulu?" Tanya Nathan dengan sangat penasaran.


"Benar! Aku pernah mendengar hal ini dari nenek moyangku. Aku yakin dia adalah pelaku dari semua ini!" Ucap Ratu Quinasy dengan sangat yakin pada dirinya dan juga pendapatnya.


"Bisakah anda ceritakan apa yang kau dengar dari nenek moyangmu tentang Heilox?" Tanya Joeyladh dengan sangat penasaran.


"Tentu saja, tetapi aku tidak mendapatkan banyak hal karena yang kutahu dia adalah seorang sahabat dari tiga sahabat yang selalu akrab. Kedua sahabatnya adalah Kenesis dan Ortiz. Semua itu berubah menjadi lautan berdarah karena kematian Heilox yang disebabkan oleh suatu alasan." Ucap Ratu Quinasy dengan mengingat kembali cerita tersebut.


"Sejujurnya cerita yang kau baru saja ceritakan tidaklah lengkap, tetapi ku hargai kau karena sudah berusaha mengingatnya." Ucap Raja Kourtnef yang telah mendengarkan cerita Ratu Quinasy dengan seksama.


"Lalu bagaimana jika mereka semua berbohong dan mengarang cerita?" Tanya Joeyladh.


"PLAK!"


"Tutup mulutmu sekarang juga! Kau harus ingat Joey jangan memperbesar masalah! Mengerti?" Tanya Irene yang telah memukul kepala Joeyladh supaya ia mengingat kesalahan yang telah ia buat.


"Aduh! Kan aku hanya bertanya bahwa itu kemungkinan terburuknya." Ucap Joeyladh dengan memeriksa bekas pukulan di kepalanya.


"Tidak masalah. Lagipula cerita itu juga tidak wajib dipercaya, jadi sesuai keinginan kalian saja." Ucap Ratu Quinasy.


"Kalau begitu semua yang ada disini sudah jelas! Kita hanya perlu meminta penegasan tentang alasan Heilox atau Ravettha melakukannya, bukan?" Tanya Scott yang berencana untuk mengakhiri percakapan dengan Raja Leighton dan Ratu Quinasy.


"Kau benar. Ayo kita segera keluar!" Ucap Nathan yang setuju dengan perkataan Scott.


"Ya, baiklah. Sampai jumpa lagi, Quinasy dan Leighton! Jaga mereka untukku, ya?" Tanya Raja Haxley dengan melambaikan tangan.


Raja Quinasy dan Raja Leighton hanya tersenyum dan mengangguk setuju untuk melindungi para iblis yang terdapat bersamanya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2