
"Sebentar lagi waktu istirahat akan habis. Sorayna kau mau masuk ke kelas atau tidak? Jika kau tidak mau, kami bisa meminta izin dengan guru." Ucap Levord.
"Belum masuk?" Tanya Sorayna.
"Kau tidak hilang ingatan, bukan? Tentu saja belum masuk. Jadi bagaimana menurutmu?" Tanya Levord.
"Tidak. Aku tidak hilang ingatan. Aku akan masuk ke kelas. Ayo kita pergi bersama!" Ucap Sorayna.
"Kau tidak perlu memaksakan diri. Kau bisa istirahat saja. Aku akan menemani jika kau mau." Ucap Ravettha.
"Ide yang bagus, Rave." Ucap Levord.
"Tunggu... Rave itu nama panggilan dari Ravettha, kan?" Tanya Kalvetno kepada Levord.
"Tepat sekali." Ucap Levord.
"Tidak perlu. Aku akan ikut kelas selanjutnya." Ucap Sorayna.
"Baiklah." Ucap Ravettha.
Mereka berempat segera meninggalkan kamar asrama Sorayna dan Ravettha.
Saat sedang menuju kelas mereka, Ravettha mendengar sesuatu dari semak-semak di dekat taman.
"Kalian mendengar sesuatu dari semak-semak itu?" Tanya Ravettha dengan tangannya yang menunjuk ke arah semak-semak.
"Tidak." Ucap Levord, Sorayna, dan Kalvetno bersamaan.
"SRAK."
Bunyi yang berasal dari semak-semak.
"Kalian mendengarnya?" Tanya Ravettha.
"Mungkin itu hanya burung yang sedang bersembunyi. Ayo ke kelas sebelum terlambat." Ucap Kalvetno.
"Baiklah. Mungkin bukan apa-apa." Ucap Ravettha.
Mereka berempat tidak mempedulikan suara yang berasal dari semak-semak tersebut dan pergi meninggalkan hal tersebut begitu saja.
"Waktu istirahat akan berakhir 10 detik lagi. Kita tidak boleh terlambat masuk kelas." Ucap Sorayna.
Mereka berlari secepatnya agar dapat tiba tepat waktu saat bel berbunyi.
"KRING!"
Bunyi bel yang menandakan waktu istirahat telah habis.
Tepat saat bel berbunyi, mereka berempat sudah sampai di kelas tepat waktu.
Saat mereka tiba di kelas, kelas mereka sangat ramai dengan aktivitas yang biasa dilakukan anak-anak seumurannya, yaitu bermain.
"Huft. Untungnya kita sudah sampai di kelas." Ucap Levord dengan napas terengah-engah.
"Kita sudah aman, bukan?" Tanya Sorayna.
__ADS_1
"Sepertinya begitu." Ucap Kalvetno.
"Pelajaran selanjutnya adalah olahraga. Ganti pakaian kalian sebelum gurunya masuk atau kita akan kena hukuman!" Ucap Ravettha.
"Nanti saja. Aku masih lelah setelah berlari." Ucap Sorayna.
"Benar." Ucap Levord dan Kalvetno.
"Aku tidak mau bertanggung jawab jika kalian kena hukuman." Ucap Ravettha.
Ravettha langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian seragam olahraganya.
Tepat saat selesai Ravettha mengganti pakaiannya, guru pelajaran olahraga tersebut datang.
"BRAK!"
Guru tersebut membuka pintu kelas dengan sangat bersemangat.
"Anak-anak, siapa yang sudah tidak sabar untuk mengikuti pelajaran ibu?" Tanya ibu guru pelajaran olahraga.
Guru tersebut terkejut melihat seluruh anak murid barunya yang belum memakai seragam olahraga di jam pelajarannya, kecuali satu orang anak.
Ia pun yang sebelumnya senang dan bersemangat berubah menjadi menunjukkan amarahnya.
"Kenapa kalian belum mengganti pakaian olahraga kalian?" Tanya ibu guru pelajaran olahraga dengan sangat kesal, tetapi ia menutupi amarahnya dengan menunjukkan ekspresi ramahnya.
Semua murid merasakan amarah dari gurunya tersebut.
Mereka semua langsung mengganti pakaiannya sebelum kemarahan gurunya yang akan datang selanjutnya.
"Baik, bu." Ucap seluruh anak murid.
"Ravettha, maukah kau menungguku?" Tanya Sorayna.
"Tentu. Dengan senang hati." Ucap Ravettha.
"Terimakasih. Aku akan melakukannya dengan cepat agar tidak lama." Ucap Sorayna dengan senang.
Ia menggunakan kekuatan pengubah penampilannya karena kekuatannya telah bertambah walaupun sangat sedikit.
Ravettha tidak berkata satu kata pun.
"Selesai. Ravettha, temani aku ke kelas menaruh pakaian, lalu kita ke lapangan." Ucap Sorayna.
"Baiklah." Ucap Ravettha.
Mereka berdua pergi menuju kelasnya.
Jalan menuju kelas mereka sangat sepi karena sedang belajar di kelas.
"Ravettha, ayo lebih cepat lagi sebelum terlambat, waktu kita tinggal 10 detik lagi!" Ucap Sorayna.
"Hei, apa yang sedang kau lakukan?" Tanya Sorayna yang melihat Ravettha sedang melakukan sesuatu yang muncul di tangannya.
"Teleport." Ucap Ravettha.
__ADS_1
Sorayna menjadi kebingungan dengan yang dilakukan oleh Ravettha.
Setelah Ravettha mengucapkan kata "Teleport", mereka berdua berpindah tempat kurang dari sedetik.
Saat berpindah tempat, Sorayna sangat terkejut karena terlalu cepat dan tanpa persiapan.
Mereka tiba di lapangan dengan waktu kurang dari sedetik.
"Ravettha! Kau mengagetkanku saja!" Ucap Sorayna.
"Kau tidak perlu ke kelas lagi. Kita sudah di lapangan sekarang." Ucap Ravettha.
"A-Apa?!" Ucap Sorayna yang tidak mengerti maksud dari perkataan Ravettha.
"Bajuku gantiku tidak ada? Kau benar. Kita sudah di lapangan. Kita belum terlambat, kan?" Tanya Sorayna.
"Baju gantimu sudah masuk ke dalam tasmu dan kita belum terlambat. Sebaiknya kita segera berkumpul bersama teman sekelas kita yang disana." Ucap Ravettha dengan tangannya yang menunjuk ke arah teman-temannya yang sedang berkumpul di dekat gurunya.
"Baiklah." Ucap Sorayna.
Mereka berdua menghampiri teman-temannya yang sedang berkumpul.
"Anak-anak, silahkan berkumpul, lalu buat barisan!" Ucap ibu guru pelajaran olahraga.
Seluruh murid segera membuat barisannya dengan cepat.
"Perkenalkan nama ibu adalah Emmeline Honoria Penelope. Kalian bisa panggil ibu Emmeline. Ibu adalah guru olahraga. Hari ini kita akan belajar di lapangan. Siapkan diri kalian dan jangan lupa ganti pakaian kalian." Ucap ibu Emmeline dengan menghitung total semua anak muridnya.
"Kalian sudah membuang waktu yang sangat banyak. Sebagai hukumannya kalian harus menyelesaikan tugas yang berupa 'Nightmare Labyrinth'. Tugas kalian adalah mengambil masing-masing harta karun yang tersembunyi dan keluar dengan selamat." Ucap ibu Emmeline.
'Nightmare Labyrinth' adalah sebuah labirin yang digunakan untuk membuat sebuah ilusi yang berupa mimpi buruk bagi yang memasukinya.
Mimpi buruk yang terdapat disana berbagai macam sesuai dengan ketakutan terdalam dan terbesar yang dimiliki seseorang.
"Batas waktunya adalah 1 jam. Apabila kalian gagal apapun alasannya, kalian akan mendapatkan hukuman tambahan dari ibu. Mengerti?" Ucap ibu Emmeline.
"Baik, Bu." Ucap seluruh anak murid.
"'Nightmare Labyrinth' ini akan menjadi pembelajaran pertama kalian di pelajaran olahraga. Disini kalian bisa menggunakan kemampuan yang kalian miliki." Ucap ibu Emmeline dengan menyiapkan 'Nightmare Labyrinth'.
"Tunggu apa lagi? Cepat masuk sebelum waktunya habis!" Ucap ibu Emmeline.
"Dengan begini, akan memudahkan penilaian kemampuan. Mari aku lihat seberapa kuat kalian bertahan." Pikir ibu Emmeline dengan senyumnya yang licik.
Seluruh murid tersebut langsung pergi menuju 'Nightmare Labyrinth' tersebut.
Saat mereka memasuki 'Nightmare Labyrinth', mereka disambut dengan kabut tebal sehingga membuat mereka terpisah dengan yang lainnya.
"Sebenarnya tempat apa ini? Kenapa banyak sekali kabut?" Tanya salah satu murid.
"Aku kurang tahu. Yang pasti, disini terdapat banyak jebakan tersembunyi." Ucap salah satu murid lainnya.
"Sepertinya kau benar. Kita harus berhati-hati dan mencari harta karun dengan cepat sebelum waktunya habis." Ucap salah satu murid.
BERSAMBUNG
__ADS_1