Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Kediaman Keluarga Ghoustord


__ADS_3

Di sebuah tempat yang jauh dari keramaian, terdapat sebuah mansion yang terlihat tua dan menyeramkan dari luarnya.


Selain terlihat tua dan menyeramkan, terdapat rumor yang telah melegenda sejak 1.000 abad yang silam.


Rumor tersebut mengatakan bahwa siapapun yang memasuki kediaman keluarga Ghoustord akan mengalami kesialan yang datang bertubi-tubi hingga kematian menjemputnya.


Oleh karena itu, banyak warga yang tidak berani memasuki kediaman bahkan wilayah tersebut karena pernah terjadi banyak kasus akibat tidak percaya dan melanggarnya.


Seorang pelayan berjas hitam memasuki sebuah ruangan yang terdapat majikannya.


Majikannya sedang duduk santai dengan membaca buku dan menikmati minuman kesukaannya.


"Tuan muda, hamba telah menemukan mangsa yang tepat. Apakah anda akan mengizinkan hamba untuk menangkapnya?" Tanya pelayan berjas hitam dengan sangat formal dan sopan.


"Ya. Aku mengizinkanmu untuk menangkapnya hidup-hidup dan bawa dia kemari!" Ucap Tuan muda.


"Terimakasih, Tuan muda." Ucap pelayan berjas hitam.


Pelayan tersebut langsung keluar dari pintu ruangan tersebut dengan memakai sarung tangan hitamnya.


Ia mulai mencari keberadaan mangsanya untuk segera ditangkap.


"Mari kita lihat! Apakah kau akan berhasil keluar dari genggamanku?" Tanya Tuan muda dengan tersenyum licik.


Sementara itu, Ravettha yang telah mengamati kelebihan dan kelemahan dari pelayan berjas hitam yang telah ia temui sebelumnya tersebut merasakan ada seseorang yang datang.


"Sudah kuduga... Ia pasti akan menyembunyikan seluruh aura dan kekuatannya untuk berkamuflase dan memanipulasi keadaan!" Pikir Ravettha dengan bersembunyi di tempat lainnya dan menyiapkan beberapa senjata untuk menyerangnya.


Seseorang tersebut semakin cepat dalam menghampiri Ravettha.


"Aku menemukanmu!" Ucap pelayan berjas hitam tersebut yang tiba ditempat persembunyian Ravettha.


Sayangnya ia tidak menemukan siapapun disana.


"Ah! Ternyata anda sangat menyukai permainan petak umpet, ya? Aku juga menyukainya loh!" Ucap pelayan berjas hitam dengan tersenyum senang.


Pelayan tersebut mencarinya dengan sangat teliti.


Ia membongkar dan membuka satu persatu tempat yang dapat menjadi tempat persembunyian.


"Ketemu!" Ucap pelayan tersebut.

__ADS_1


"Tidak ada?" Tanya pelayan tersebut yang kecewa karena belum menemukannya.


Sebuah suntikan telah disiapkan dan langsung diluncurkan oleh Ravettha melalui tempat persembunyian.


Saat suntikan tersebut sedang menuju targetnya, Ravettha langsung berpindah ke tempat persembunyian lainnya.


"CTAK!"


Suntikan tersebut justru patah karena sebuah kekuatan yang dikeluarkan oleh pelayan tersebut.


Kekuatan tersebut termasuk terlarang karena menggunakan sihir yang lebih gelap dan memiliki efek samping yang besar bagi target yang terkena serangannya.


"Jika dia hanyalah pelayan iblis yang kuat, itu artinya ia juga kuat! Apalagi dia belum mengeluarkan semua kekuatannya dan juga dia belum serius untuk mengalahkanku. Tunggu... Jika dia belum serius sampai saat ini, itu artinya bukan membunuh yang jadi tujuan utamanya, melainkan menangkapnya hidup-hidup! Sungguh menarik!" Pikir Ravettha yang kembali bersemangat.


Ravettha langsung pergi menuju kediaman keluarga Ghoustord untuk mengamati keadaan disana.


"Hei, kau mau kabur begitu saja? Tidak bisa begitu dong! Kita kan belum menyelesaikan permainan ini! Jika kau memutuskan untuk kabur lebih jauh lagi, aku akan mematahkan kakimu loh!" Ucap pelayan tersebut dengan mengeluarkan pisau buah yang tumpul.


Pisau tersebut adalah pisau yang biasa ia pakai untuk membunuh lawannya dengan dilumuri racun.


Racun tersebut akan masuk ke dalam darah target sehingga target tersebut hanya dapat menuruti perintah penggunanya.


Pelayan tersebut langsung melemparkan pisau ke arah Ravettha.


Ia langsung membuat dua buah bayangan yang masing-masing memiliki tugas berbeda.


Bayangan pertama ditugaskan untuk mengurus pelayan tersebut.


Bayangan kedua ditugaskan untuk mengamati keadaan dan menyerap seluruh informasi yang ada di kediaman Ghoustord.


Ravettha yang asli memutuskan untuk mengurus seluruh rencana, respon, dan tindakan selanjutnya untuk menyelesaikan tugasnya.


"KRAKK!!!"


Pisau yang telah dilemparkan justru ditangkap dan dikembalikan kembali kepada pemiliknya.


Karena Ravettha asli hanya menugaskan dua buah bayangan, tentunya ia juga telah memperkuat kedua bayangan tersebut dari segi ketahanan, kekuatan, penyerangan, dan kecerdasan.


"Apa? Dia menangkis dan melemparnya begitu saja? Dasar naif! Kau salah langkah, nak!" Ucap pelayan tersebut.


"Oh ya? Mari kita lihat siapa yang salah langkah!" Ucap Ravettha asli yang sedang mengatur dan mengamati keseluruhan pergerakan baik itu dari pihaknya dan juga pihak musuh.

__ADS_1


"Aku sudah menemukan seluruh informasi yang dibutuhkan!" Ucap bayangan kedua kepada Ravettha asli dengan mentransfer seluruh file yang berisikan informasi yang telah ia dapatkan.


"Kerja bagus!" Ucap Ravettha asli dengan membuka seluruh file tersebut tanpa adanya kehilangan berkas file sedikitpun.


Ia langsung memberikan perintah yang hanya bisa didengar oleh kedua bayangannya saja.


"Bayangan pertama, gunakan 'Holy Magic' untuk mengalahkan sihir gelapnya, jangan lupa untuk melindungi dan mempertahankan tubuhmu!" Ucap Ravettha asli kepada bayangan pertamanya.


"Baik." Ucap bayangan pertamanya dengan menjalankan seluruh perintah dari Ravettha asli.


"Bayangan kedua, masuk ke mansion itu dengan mengubah wujudmu menjadi angin panas yang menghembus dengan cepat terlebih dahulu! Jika kau berhasil, kau bisa melanjutkan rencana yang berikutnya!" Ucap Ravettha asli kepada bayangan kedua.


"Baiklah." Ucap bayangan keduanya yang langsung mengubah wujudnya dan melaksanakan perintahnya.


"Semoga berhasil!" Ucap Ravettha asli.


Bayangan pertama langsung menyerang pelayan tersebut dengan menggunakan 'Death Blade'.


'Death Blade' langsung mengeluarkan 105 pedang dan meluncur ke targetnya dengan kecepatan 970 m/s.


"Cepat sekali! Bahkan pedang yang kulatih dari kecil tidak secepat itu! Jika aku telat, nyawa menjadi taruhannya! Siapa sebenarnya anak ini?" Pikir pelayan tersebut dengan terkejut sekaligus menghindari pedang yang telah diluncurkan.


"Ternyata anda sangat handal dalam menghindar, ya?" Tanya bayangan pertama dengan tersenyum ramah.


"Kau sedang memujiku? Terimakasih." Ucap pelayan tersebut dengan mengeluarkan 'Devil Surface'.


"Bagus! Akhirnya kau masuk keperangkapku!" Pikir Ravettha asli yang sedang mengamatinya.


Bayangan pertama langsung mengeluarkan 'Holy Light Vibration'.


Kemampuan tersebut dapat memblokir, membunuh, dan menghapus seluruh kekuatan gelap baik itu dari kekuatan yang telah dikeluarkan oleh musuh maupun kekuatan milik musuh.


"Uhuk! Uhuk!! P-Panas... Apa ini kekuatan cahaya? D-Dia lebih hebat dari perkiraanku!" Lirih pelayan tersebut.


Tubuhnya perlahan-lahan langsung terurai hingga tidak tersisa beserta seluruh miliknya.


"Ternyata berguna juga untuk koleksi arwah! Hm..." Pikir Ravettha asli dengan tersenyum licik.


"Kerja bagus, bayangan pertama! Karena kau sudah menyelesaikan tugas ini, maka kau kutugaskan untuk membantu bayangan kedua. Usahakan tidak ada yang menyadari keberadaan, identitas, dan kekuatanmu! Selamat bertugas dan semoga beruntung!" Ucap Ravettha asli.


"Ya." Ucap bayangan pertama dengan menganggukkan kepalanya dan langsung pergi ke tempat kejadian.

__ADS_1


"Waktu sudah berjalan sejak satu jam yang lalu, bagaimana dengan yang lainnya, ya?" Gumam Ravettha karena teringat murid lainnya yang juga mengikuti pelatihan terakhir dari gurunya.


BERSAMBUNG


__ADS_2