
"Sepertinya hanya rencana itu yang dapat membantu kita. Baiklah! Mari kita coba rencana itu!" Ucap Heilox dengan melepaskan kendali atas tubuh Ravettha secara paksa.
Kenesis dan Ortiz yang telah mengetahui bahwa Heilox telah melepaskan kendali atas tubuh pinjamannya langsung menarik jiwa asli Ravettha sehingga mereka dapat saling berbicara satu sama lain.
"Hoam! Tidak kusangka ada yang menarik jiwaku kembali dan menyuruhku untuk memegang kendali atas tubuhku sendiri." Ucap Ravettha dengan menguap karena tertidur selama Heilox memegang kendali.
"Bukankah itu adalah hal yang biasa?" Tanya Ortiz dengan rasa penasaran.
Heilox yang telah melepas kendali langsung mengaktifkan seluruh indera milik Ravettha supaya dapat terhubung dengan jiwanya.
"Tidak, tidak, tidak. Semua buku yang menjelaskan tentang 'Summons' belum ada yang mengatakan bahwa mereka bisa memanggil jiwa yang masih hidup. Biasanya hanya jiwa yang sudah mati dan terkurung di suatu tempat. Kebanyakan kasus mengatakan bahwa jiwa Kegelapan akan meminjam tubuh, mengambil kendali secara paksa yang dapat dimanfaatkan olehnya untuk mencapai suatu tujuan, tetapi kalian tidak. Kalian membangunkanku yang sedang tertidur karena bosan menunggu giliranku. Sungguh mengesankan! Aku harus mencatatnya di buku jurnal pengamatanku!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat saat menulis hasil pengamatannya.
"Baiklah. Bisakah kami meminta sedikit waktu untuk berbicara sebentar?" Tanya Kenesis dengan memperhatikan Ravettha yang masih sibuk menulis di bukunya.
"Oh! Tentu! Karena kau yang memintanya dahulu, itu artinya ada hal penting yang harus segera kita bicarakan, bukan?" Tanya Ravettha dengan langsung menutup dan mulai memberikan perhatian penuh pada lawan bicaranya dengan harapan ia tidak mendengarkan hal yang membosankan dan tidak penting.
"Terimakasih! Aku tahu kau adalah Ravettha Toftrelnd Seinoray, salah satu penjelajah dimensi pada saat ini. Masalahnya ada di misi yang sedang kau jalani. Kami memang tidak ada kewajiban untuk melarangnya melakukannya dan juga lebih tepatnya kami tidak tahu misi apa yang sedang kau jalani. Jadi, kami hanya ingin memintamu untuk tidak merusakkan dunia kami." Ucap Kenesis sebagai perwakilan dari para kaumnya.
Ravettha yang mendengarnya hanya bisa diam dengan menyembunyikan isi pikiran dan senyumannya supaya tidak ada yang mengetahuinya, kecuali dirinya sendiri.
"Aku tidak tahu bagaimana caramu mengetahui identitasku. Mungkin karena seseorang atau para kenalanmu. Aku jadi heran mengapa kalian memintaku seperti itu terutama..." Ucap Ravettha yang sengaja menghentikan perkataannya dan berjalan menghampiri Dewa Iblis yang masih terikat oleh rantai milik Kenesis.
"PUK!"
Ia menepuk punggung Dewa Iblis yang merupakan tempat alat penyadap sekaligus alat peretas milik Nathan.
__ADS_1
"Jadi seperti itu, ya? Hm... Kalian tahu apa ini?" Tanya Ravettha dengan menggenggam alat milik Nathan yang sama sekali belum dirusak olehnya.
"KRING!!!"
Suara pertanda bahaya telah berbunyi dengan sangat keras sehingga membuat Nathan, Scott, Raja Kourtnef, Raja Haxley, Joeyladh, Irene, dan Blacky terkejut, kecuali Scotply karena ia tidak diprogram untuk merasakan berbagai emosi maupun perasaan.
Scotply hanya diprogram untuk menerima dan melaksanakan perintah dari majikannya, yaitu Nathan dan Scott.
"Suara apa itu, Nathan?" Tanya Scott dengan menghampiri Nathan yang sedang memeriksa pengamanan data di dalam alat penyadap dan peretas miliknya.
"Dia telah mengetahuinya. Bukan! Dia sudah lama mengetahuinya!" Ucap Nathan dengan sedikit panik tentang suatu hal.
"Tunggu! Apa maksudnya, Nathan?" Tanya Raja Haxley dengan sangat penasaran karena melihat Nathan yang sedang panik.
"Jika dia telah membongkarnya dan menunjukkannya di depan umum. Bukankah ini adalah waktu yang sangat tepat untuk menggiring para domba masuk ke dalam jebakan?" Tanya Raja Haxley.
"Wow! Ini sangat menarik! Sepertinya aku tahu apa yang sedang dipikirkannya!" Ucap Raja Kourtnef dengan menunjukkan ekspresi yang sangat bangga kepada muridnya tersebut.
"Lalu... Apa dari kalian bisa menebak Ravettha ada di pihak mana? Aku tidak peduli jika dia tidak memihak kita, tetapi aku akan selalu berada di pihaknya!" Ucap Scott dengan sangat yakin bahwa ia telah memutuskan suatu keputusan yang sangat tepat dan bijak.
"Ya, kurasa kau ada benarnya juga. Kami semua akan selalu ada di pihakmu, muridku!" Ucap Raja Kourtnef dengan mewakili yang lainnya.
Sementara itu, Heilox, Kenesis, dan Ortiz yang tidak pernah melihat alat tersebut menjadi sangat terkejut dan mulai bertanya-tanya tentang asal-usulnya serta kegunaannya.
Sedangkan Dewa Iblis menjadi sangat kesal karena ia merasa dikhianati oleh banyak orang dan hal tersebut membuatnya frustasi dan kecewa.
__ADS_1
"Hei, nak! Lama tidak bertemu sejak saat itu, bukan? Beri tahu aku siapa yang menempelkannya di punggungku!" Ucap Dewa Iblis dengan membujuk Ravettha supaya mau mendengarkan perkataannya.
"Ravettha! Jangan dengarkan dia! Masalah akan menjadi lebih merepotkan jika dia sudah benar-benar marah besar!" Ucap Kenesis, Ortiz, dan Heilox secara bersamaan.
"Baiklah. Karena keputusan berada di tanganku, maka..." Ucap Ravettha dengan sengaja menghentikan perkataannya untuk melihat respon dan harapan dari kedua belah pihak.
Sesuai keinginan Ravettha, kedua belah pihak sudah saling yakin dengan harapannya.
Bersamaan dengan munculnya keyakinan atas terkabulnya harapan mereka, kecemasan juga saling menyelimuti dan memberikan pikiran negatif apabila harapan mereka tidak terwujudkan.
"Aku memilih mereka bertiga, Heilox, Kenesis, dan Ortiz!" Ucap Ravettha dengan menunjuk ke arah ketiga sahabat itu.
Terlihat dengan sangat jelas bahwa kekecewaan yang disebabkan karena merasa dikhianati oleh para rakyatnya membuat Dewa Iblis semakin muak dengan semua orang.
Hal itulah yang membuat Ravettha senang dan puas karena ia telah berhasil mendapatkan ketujuh pengakuan dari para raja dan ratu secara tidak langsung.
"Ding~!"
Sebuah notifikasi dari jendela pesan telah berbunyi.
Ravettha yang mendengarnya langsung membuka dan membaca isi pesan tersebut.
"Selamat kepada peserta ujian di Tower Oltorn, Ravettha Toftrelnd Seinoray! Anda telah berhasil menyelesaikan misi khusus yang sangat spesial ini! Anda juga telah berhasil menyelesaikan seluruh misi di masing-masing lantai yang totalnya mencapai 13 lantai! Anda mendapatkan hadiah dari misi di lantai 13, yaitu pemulihan energi, 99.989 koin perak, 175.900 koin emas, dan 'Artefak Pengakuan Raja Dan Ratu Iblis'. Anda akan mendapatkan ingatan tentang masa lalu anda sebesar ⅓ setelah membuka hasil rekaman 'Pengakuan Para Raja Dan Ratu Iblis'. Catatan: ⅔ dari ingatan Anda masih terkunci. Jika anda ingin mendapatkannya, anda harus mengikuti aturan dari sistem selanjutnya. Untuk melihat ⅓ ingatan Anda yang sudah terbuka, anda hanya perlu menekan tombol 'Seeing And Listening' yang ada di bagian bawah layar." Bunyi isi pesan tersebut.
BERSAMBUNG
__ADS_1