
Setibanya di lantai utama, Kalvetno, Sorayna, dan Levord, langsung berjalan keluar dari markas, sayangnya mereka harus menunda pencariannya untuk beberapa menit kedepan.
"Aku ada urusan sebentar. Kalian tunggu aku saja disini!" Ucap Vicenzo yang berlari, lalu menuruni 36 anak tangga layaknya orang yang sedang terburu-buru.
Ia menemui dua tawanan barunya, yaitu Namiya dan anak buah Namiya.
Keadaan dua tawanan tersebut semakin memburuk diakibatkan tidak adanya suplai makanan dan minuman, lingkungan yang tidak bersih, dan hewan pengerat serta serangga pengurai sedang berkumpul di setiap sudut sel demi memperebutkan makanan.
Dirinya yang sendiri menyaksikan beragam kegiatan tersebut hanya mengabaikannya dan berfokus pada apa yang ingin ia lakukan.
"Aku sedang berbaik hati sekarang! Akan kuberikan satu kesempatan untuk yang terakhir kalinya! Jadilah senjata cadangan kami!" Ucap Vicenzo dengan nada yang dingin.
Terlihat sangat jelas sikap ketegasan aslinya dari perkataan yang telah diucapkan.
Berbanding terbalik dengan kedua tawanan tersebut, Namiya dan bawahannya sama sekali tidak terpengaruh oleh perintah Vicenzo.
Mereka berdua justru berinisiatif untuk mengelabui Vicenzo melalui strategi liciknya.
"Baik." Ucap Namiya dan bawahannya secara bersamaan.
"CRACK! KRIEETTT!"
Suara sel pintu penjara yang berisik tersebut membuat kedua tawanan tersebut tersenyum senang dan berterimakasih kepada Vicenzo dengan cara menekuk seluruh badannya.
Vicenzo yang melihatnya hanya bisa menghargai hal tersebut walaupun ia tahu bahwa hal tersebut bukanlah untuknya.
Ia langsung mendekatkan dirinya, menyentuh masing-masing satu pundak tawanannya, dan memberikan peringatan awal bagi mereka.
__ADS_1
"Bagus! Jangan pernah sekalipun berpikir untuk memanfaatkan kesempatan yang telah kuberikan!" Bisik Vicenzo dengan sorot mata yang penuh keseriusan.
Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Vicenzo dengan cepatnya membuka kunci pengekang yang ada di leher Namiya dan bawahan Namiya.
Meskipun pengekangnya telah dilepaskan, kedua tawanan tetaplah menjadi tawanan.
Vicenzo memasukkan kedua tawanan tersebut ke dalam 'Prison Pill', dimana para tawanannya dikurung di dalam sebuah penjara berbentuk bola dengan dilapisi oleh warna putih.
Perbedaan 'Prison Pill' dengan 'Common Prison' hanya terletak pada fungsi perpindahan medium.
'Prison Pill' dapat digunakan untuk menstransfer para narapidana ke tempat lain dengan dilengkapi pengamanan lebih ketat daripada 'Common Prison'.
Pengamanan 'Prison Pill' dirancang khusus menjadi lebih ketat bertujuan sebagai bentuk penanggulangan terhadap menghilangnya narapidana ke tempat yang sulit terjangkau.
Vicenzo yang telah menyelesaikan urusannya di markas miliknya tersebut langsung menghampiri ketiga temannya yang masih tetap menunggu di pintu luar.
"Kupikir kau akan lama!" Ucap Sorayna yang hampir terlihat tidak dapat mengontrol emosinya.
Namiya yang sedang menatap ke arah luar jendela 'Prison Pill' menjadi sangat senang karena ia benar-benar merasa sedang berada di pihak keberuntungan.
"FUFUFU! Percuma saja! Haruskah aku memanggilmu dengan 'Pewaris Tuan Besar'? Panggilan itu sangat tidak cocok untukmu! Disini kau adalah target mereka, bukan aku! Aku sungguh penasaran, apakah kau bisa lari menyelamatkan diri seperti sedia kala? Aku merasa sangat beruntung kali ini! Benar-benar pemandangan yang harus dinantikan! Tidak sia-sia aku menerima misi ini!" Pikir Namiya dengan terus tertawa kecil dan tangan kirinya yang merenggang demi berusaha menutupi seluruh wajahnya walaupun tidak sepenuhnya tertutup.
Sementara itu, sang Bawahan Namiya yang berada tepat di hadapannya memperhatikan penyebab sang Majikannya tertawa riang karena bagi dirinya, tawa kecil yang keluar tersebut sangatlah jarang ditunjukkan kepada para bawahannya.
"Vicenzo! Apa kau mengambil barang yang tertinggal di dalam tadi?" Tanya Kalvetno dengan penuh penasaran.
"Tidak. Lebih tepatnya dapat kita sebut sebagai bantuan cadangan." Ucap Vicenzo yang telah memasukkan 'Prison Pill' ke dalam tas penyimpanannya secara diam-diam.
__ADS_1
"Aku masih tidak mengerti, sepertinya kau sangat suka dengan rancangan, ya?" Tanya Kalvetno dengan berbicara sembarangan.
"Em? Bukankah kau juga suka dengan strategi?" Tanya Vicenzo dengan membalas kembali pertanyaan yang telah diberikan kepadanya.
Kalvetno sangat ingin menjawab pertanyaan tersebut dengan lelucon konyol yang dapat mencairkan suasana, sayangnya ia berpikir dua kali untuk melakukan yang pertama kali ia pikirkan.
"Aku setuju dengan perkataan Vicenzo yang membahas tentang kapan kita dapat memulai pencariannya. Kita kemari hanya untuk mengambil detail informasi dan sebagai bonusnya, kita mendapatkan persenjataan lengkap dengan bahan bakarnya dari Vicenzo. Kupikir ini bukan saatnya untuk bercanda gurau di tengah jalan!" Ucap Levord dengan penuh ketegasan terhadap dirinya.
"Ya! Kau benar! Rute yang paling terdekat adalah melewati 'Paesly', bukan?" Tanya Sorayna dengan mengingat kembali isi peta yang pernah diperlihatkan kepadanya.
"Itu benar. Sayangnya senjata kita tidak akan berguna jika kita kesana." Ucap Vicenzo dengan mengukur tingkat kesulitan perjalanan baik dengan menggunakan teleportasi, transportasi, ataupun hanya berjalan kaki.
"Apa maksudnya? Senjata kita tidak berguna karena banyak rintangan atau karena senjata kita hanya akan tidak berfungsi saat berada disana? Mengapa kita harus menggunakan cara lain jika yang ada di depan mata itu mudah?" Tanya Kalvetno yang sangat siap jika hasil rencananya dipakai ataupun dikombinasikan dengan rencana lainnya.
"Pilihan kedua. Aku senang kalian bertanya alasannya! Kalian tahu? Ketiga wilayah yang ada di 'Igbonefo Stardust' memiliki persamaan dalam tingkat kesulitannya. Aku yakin di 'Bulnouf' memiliki apa yang kita butuhkan untuk kedepannya. Jika kalian merasa keberatan, kita bisa membicarakannya sekarang karena di antara kita sama-sama anggota, bukan pemimpin!" Ucap Vicenzo dengan mengulurkan kedua tangannya.
"Persetan dengan diskusi! Aku ingin cepat sampai ke tujuan!" Gerutu Sorayna yang memalingkan wajahnya dari ketiga temannya.
Vicenzo, Kalvetno, dan Levord dapat mendengar gerutu Sorayna secara bersamaan sehingga membuat Vicenzo harus mengulang kembali pertanyaannya.
"Apa di antara kalian ingin mengeluarkan pendapat?" Tanya Vicenzo dengan menarik perhatian ketiga temannya agar dapat bekerja sama dengan baik kedepannya.
"Bukankah dengan kata lain kau mengatakan bahwa rute terdekat lebih buruk dibandingkan rute terjauh? Aku setuju padamu saat kau menanyakan pendapat kami. Kita bersama ingin mendapatkan keuntungan secepat mungkin dan mendapatkan jaminan keselamatan. Kurasa aku mulai mengerti dengan bala bantuan yang kau maksud itu!" Ucap Kalvetno dengan jari telunjuknya yang sedang menunjuk ke arah 'Prison Pill', sayangnya ia tidak melihat kehadirannya.
"Loh? Bukankah bola terbang itu melayang disana? Kita tidak sedang kehilangannya, kan?" Tanya Kalvetno yang terkejut sekaligus terlihat panik tanpa alasan.
"Tenanglah, Kalvetno! Vicenzo yang telah menyimpannya untuk kita bersama. Aku juga yakin jika ia sudah memperhitungkan keselamatan kita bersama di luar sana. Apa semuanya sudah siap berangkat?" Tanya Levord dengan membuka pintu portal menuju 'Bulnouf' sesuai peta yang ada di dalam kepalanya.
__ADS_1
"Tentu saja! Tunggu disana dan kami akan membawamu pulang, Ravettha!" Ucap Sorayna, Vicenzo, dan Kalvetno dengan sangat antusias.
BERSAMBUNG