
Saat ia telah melangkahkan kakinya keluar dari 'Black Hole Portal' milik Tuan Alastor tersebut, ia memasuki sebuah tempat yang berbeda dari tempat sebelumnya dan duduk di tengah-tengah tumbuhan.
Disekitarnya dikelilingi oleh berbagai macam tumbuhan yang hidup berdampingan untuk mendapatkan terangnya sinar bulan.
Tanaman itu rata-rata berjenis Scoltaruf.
Jenis tanaman tersebut dapat dibagi menjadi Preald Scoltaruf, Noresy Scoltaruf, Meiglend Scoltaruf, dan Fourlyt Scoltaruf.
Tanaman berjenis Scoltaruf hanya membutuhkan sinar bulan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangbiakannya.
Saat Ravettha memandangi tanaman tersebut, ia dikagetkan dengan bunyi notifikasi pesan sistem tersebut.
"Ding~!"
"Pemberitahuan: Anda telah memasuki lantai ke-9! Misi di lantai ini adalah temukan dan dapatkan pengakuan dari Tesla Higlert Avondale. Hadiah dari misi ini adalah 20.000 koin emas, 30.000 koin perak, dan 'Pengakuan Tesla Higlert Avondale'." Bunyi pesan sistem tersebut.
"Tesla Higlert Avondale? Siapa dia? Tunggu... Pengakuan darinya? Pengakuan apa? Lebih baik aku mencarinya, bukan? Baiklah!" Pikir Ravettha.
"Anda akan mengetahuinya sendiri." Bunyi pesan sistem tersebut yang kembali muncul.
Karena penasaran, ia langsung mencari petunjuk untuk mencari orang tersebut.
Ia menemukan sesuatu yang aneh.
Terdapat seseorang yang sedang memperhatikannya dari arah yang jauh.
"Hoo... Sudah dimulai, ya? Baiklah! Kuharap kau tidak mengecewakanku!" Tanya seseorang dengan senyuman liciknya.
Ravettha yang menyadari hal itu langsung mendatangi orang tersebut berada dengan kecepatan yang cepat.
Sayangnya, saat ia hampir mendekati orang tersebut, ia justru terikat oleh sesuatu dengan sengaja.
Tanaman tersebut dengan cepat langsung mengikat erat tubuh Ravettha.
Itu adalah tanaman Preald Scoltaruf.
Tanaman yang tersebut adalah tanaman yang memiliki tangkai dan akar yang sangat panjang yang masing-masing organ tumbuhan tersebut memiliki duri beracun disekitarnya.
Duri tersebut akan mencerna dan menyerap kekuatan targetnya tanpa memandang siapapun targetnya, baik itu yang kuat atau yang lemah.
Tanaman tersebut juga merupakan hasil eksperimen dari seorang ilmuwan terkenal di lantai kesembilan.
Ilmuwan tersebut bernama Tesla Higlert Avondale.
Seorang ilmuwan yang telah berjasa besar bagi para penduduk di lantai kesembilan.
Ia telah menghasilkan banyak temuan, seperti 'Tumbuhan Penghisap', 'Hewan Pemusnah', 'Mesin Pengrusak', 'Kotak Darah', dll.
Temuannya sangat berguna bagi penduduk di lantai kesembilan karena mereka sangat menyukai 'Kegelapan'.
'Kegelapan' adalah satu kata yang digunakan para penduduk untuk menggabungkan seluruh arti 'Kejahatan', 'Kebrutalan', dan 'Perkelahian' menjadi satu.
Walaupun sangat menyukai 'Kegelapan', mereka tetap dapat hidup rukun seperti penduduk biasanya.
"Fu, fu, fu...! Kau berani sekali untuk mendatangiku langsung, ya?" Tanya orang tersebut dengan menatap tajam ke arah Ravettha dan senyum liciknya yang terlihat jelas.
"Apakah dia seorang ilmuwan? Dia sangat tergila-gila dengan penelitian dan eksperimen rupanya! Menarik!" Pikir Ravettha.
Tanaman tersebut semakin mengikat tubuh Ravettha dengan sangat erat.
"Tetaplah disini! Aku akan bersiap-siap untuk melakukan eksperimen selanjutnya! Akan kubuat karya terindah selanjutnya! Hahaha!" Ucap orang tersebut dengan sangat senang.
__ADS_1
Selagi orang tersebut sibuk berbicara tentang keinginan dan ambisinya, Ravettha menggunakan kesempatan tersebut untuk melepaskan diri dari tanaman tersebut.
Saat Ravettha menyentuh duri-duri tersebut, ia menjadi curiga karena tidak ada satupun duri yang tajam dan beracun.
Walaupun tidak tajam maupun beracun, tanaman tersebut memiliki aliran mana sihir yang lumayan besar untuk ukurannya yang kecil.
Ravettha yang menyadari hal tersebut, menggunakan kembali kesempatan berharga dengan menyerap dan menyimpan seluruh kekuatan tumbuhan yang ada disekitarnya bahkan tumbuhan yang terdapat saat ia memasuki lantai kesembilan.
"Mengapa ia tidak meningkatkan ketajaman dan racun di dalam diri ini jika ia yang membuatnya? Atau ia sengaja ingin menyiksa target percobaannya perlahan-lahan?" Pikir Ravettha dengan menyingkirkan seluruh tanaman yang mengikatnya dengan sangat mudah.
"Oh, ya?" Tanya Ravettha yang menatap kepergian orang tersebut untuk membawa barang kebutuhan eksperimennya.
"Apa kau barusan mengatakan sesuatu?" Tanya orang tersebut yang menoleh ke arah Ravettha dan menunjukkan senyuman liciknya.
"Pft!" Ucap Ravettha yang tiba-tiba menahan tawa setelah mendengar perkataan yang diucapkan oleh orang tersebut.
"Tidak ada yang lucu, tahu! Aku heran denganmu walaupun kau sudah bebas dari jeratan tanaman itu, kau tetap bisa bersikap santai dan seolah-olah tidak akan terjadi apa-apa padamu!" Ucap orang tersebut.
"Kau tahu? Hal itu membuatku membencimu! Oleh karena itu, aku berubah pikiran dari menyiksamu sebagai bahan eksperimenku menjadi contoh bahan eksperimen terbaik jika aku berhasil melakukannya padamu. Jadi, jangan kecewakan aku, ya?" Tanya orang tersebut.
"Bagaimana jika tidak mau melakukannya?" Tanya Ravettha yang sedang menguji kemampuan orang tersebut.
"Kau tidak mau menuruti perkataanku, ya? Baiklah, tidak masalah." Ucap orang tersebut dengan tatapan yang serius.
Dibalik tatapan seriusnya itu, ia sudah menyiapkan segala rencana karena ia tahu bahwa Ravettha akan melakukan hal yang telah ia rencanakan.
Sayangnya, ia justru tidak tahu bahwa orang tersebut justru telah terjebak sangat dalam oleh rencana milik Ravettha.
Ravettha yang telah mengetahui semua yang direncanakan oleh orang tersebut menjadikan rencana sangat mudah untuk dilakukan tanpa sadar bahwa orang tersebut sudah masuk rencananya.
"Apakah anda benar bernama Tesla Higlert Avondale?" Tanya Ravettha.
"Benar. Kenapa?" Tanya Tuan Tesla.
"Aku tidak peduli kau mau memanggilku dengan menggunakan nama atau tidak. Satu hal yang pasti! Kau sudah kutandai sebagai bahan eksperimenku kali ini. Jadi, kau tidak akan bisa lari kemana-mana!" Ucap Tuan Tesla.
Ravettha hanya diam dan sedikit tersenyum yang sudah ia sembunyikan dengan baik senyumannya.
Sementara itu, Tuan Tesla sedang sibuk mengurusi perlengkapan untuk melakukan eksperimennya.
Ravettha menggunakan rencananya kali ini untuk menjebak Tuan Tesla menjadi semakin dalam.
Ia pergi meninggalkan Tuan Tesla dengan diam-diam dan menyembunyikan seluruh jejaknya tanpa tersisa sama sekali.
Saat Ravettha sudah siap dengan rencana selanjutnya, Tuan Tesla kembali dari tempatnya setelah menyiapkan keperluannya.
Ia terkejut karena melihat bahan eksperimennya menghilang dengan sekejap tanpa petunjuk dan jejak satupun.
"Ho... Sampai kapan kau akan bersembunyi seperti pengecut? Karena kau yang menentukannya, maka aku akan dengan senang hati untuk menangkapmu!" Ucap Tuan Tesla yang sedang memainkan pisau bedahnya dengan diputar-putar dan tersenyum licik karena sudah mencarinya selama satu jam.
Ia melangkahkan kakinya dengan tenang dan tanpa suara untuk mencari Ravettha, sayangnya tidak berhasil ketahuan tempat persembunyiannya.
"Ho... Lumayan pintar juga bahan eksperimenku ini, ya? Kau bahkan bisa bersembunyi di tempat persembunyian dengan baik! Bagus! Bagus! Ini semakin menarik!" Ucap Tuan Tesla yang tiba-tiba tertarik untuk langsung membuat bahan eksperimennya dengan cepat.
"Ah... Kau tahu? Aku mulai lelah mencarimu. Bagaimana jika dengan ini? Ini akan menjadi cepat untuk menangkapmu!" Ucap Tuan Tesla yang tersenyum licik dan mengeluarkan sebuah kemampuan mengendalikan para tanaman berjenis Scoltaruf untuk menangkap Ravettha.
Kemampuannya tersebut dapat mengubah seluruh tanaman yang ada menjadi sangat kuat dari biasanya.
Tumbuhan tersebut rata-rata menjadi kehilangan kendali, mereka hanya bergerak sesuai perintah dari tuannya saja.
Tumbuhan tersebut berpencar untuk mencari Ravettha dan bergerak dengan cepat untuk menangkapnya.
__ADS_1
Mereka terdapat lebih dari 7.000 buah tanaman yang telah dikendalikan.
Ravettha yang menyadari hal tersebut sama sekali tidak terkejut dengan hal itu, ia justru mengawasi Tuan Tesla dari suatu tempat yang sangat tersembunyi dan tidak bisa ditemukan oleh siapapun kecuali dirinya.
Tanpa disadari oleh Tuan Tesla, Ravettha justru melanjutkan rencana selanjutnya.
Ia melihat kelemahan milik Tuan Tesla dengan menggunakan 'Eye Sighting' miliknya yang telah meningkat kemampuannya.
"Apa? Kelemahannya terdapat di pusat otaknya? Yang benar saja! Kupikir dia tidak memiliki kelemahan! Di pusat otak, ya? Sungguh menarik!" Pikir Ravettha yang pada awalnya sedikit terkejut dengan yang ia lihat dan merasa tertarik untuk menundukkannya.
Ia menjalankan rencana barunya yang telah dipersiapkan dengan matang dan berjalan keluar dari tempat persembunyiannya dengan menggunakan 'Devil Shadow'.
Ia menyusup ke tempat laboratorium milik Tuan Tesla dan membuat beberapa ramuan yang sangat beracun.
Ramuan tersebut dapat merusak seluruh jaringan di pusat otak dan di seluruh jaringan tubuh.
Ramuan itu juga dapat langsung menghentikan seluruh kegiatan sel-sel jaringan dengan waktu kurang dari satu detik.
Setelah membuat ramuan-ramuan tersebut, ia mencampurkannya dengan seluruh makanan yang tersisa di lemari khusus penyimpan makanan , seluruh makanan yang tersisa di dalam laboratorium, dan diseluruh wilayah sekitar di lantai kesembilan.
Setelah menyelesaikannya, ia kembali bersembunyi dan melihat seluruh reaksi dan tindakan yang dilakukan oleh Tuan Tesla.
Tidak ada satupun yang menyadari keberadaan Ravettha.
Hal itu membuat Tuan Tesla menjadi kesal dan memutuskan untuk beristirahat sejenak.
Ia tetap memerintahkan bawahannya, yaitu para tumbuhan untuk menangkap Ravettha dengan batas waktu yang lebih cepat daripada sebelumnya.
"Ugh! Dimana anak itu sebenarnya? Jika saja aku berhasil menemukannya, aku akan langsung menangkap dan membuat eksperimenku! Lihat saja dia! Dia pasti sangat ketakutan sekarang! Hehe!" Ucap Tuan Tesla yang berjalan menuju lemari khusus penyimpanan makanannya.
"Daripada pusing dan kesal, aku harus makan terlebih dahulu. Setelah itu aku akan melanjutkannya lagi hingga selesai!" Ucap Tuan Tesla yang tiba-tiba menjadi semangat dan tidak sabar untuk menunggu.
Ia pun memakan hampir setengah dari lemari khusus penyimpanan makanan tersebut dengan sangat lahap.
Ravettha yang melihatnya menjadi tidak terkejut sama sekali dan tetap bersikap tenang supaya tidak ada yang mengetahui tindakannya tersebut.
Tuan Tesla yang telah kekenyangan dan tidak sanggup untuk menghabiskan makanannya lagi memutuskan untuk tidur sebentar di ruangan pribadinya.
Saat ia berencana menuju ruangannya, ia justru langsung pingsan dengan seketika.
Ia bahkan tidak sadar akan penyebabnya hilang kendali karena ia tidak lagi mengingat apapun setelah itu.
Ravettha yang datang kembali ke tempat pingsannya Tuan Tesla memastikan apakah dia sudah benar-benar tidak memiliki kesempatan hidup kembali.
"Sayang sekali dia sudah mati." Pikir Ravettha dengan kecewa karena ia masih ingin bermain-main dengan Tuan Tesla.
Ia memberikan kesempatan sebanyak lima detik kepada Tuan Tesla.
"Bangunlah! Kau kuberikan lima detik untuk segera berlutut dan tunduk kepadaku!" Ucap Ravettha dengan sangat tegas.
Kata-kata tersebut terdengar sangat erat dan disimpan oleh otak milik Tuan Tesla dengan sangat cepat.
Kata-kata tersebut juga membuat Tuan Tesla dibuat untuk mematuhi perintah yang diberikan oleh Ravettha.
"Baik. Saya akan mematuhi segala perintah anda. Anda adalah Yang Mulia saya. Segala milik saya adalah milik anda sepenuhnya." Ucap Tuan Tesla dengan penuh khidmat dan sangat serius.
"Baiklah." Ucap Ravettha yang telah memperpanjang kesempatan hidup Tuan Tesla karena ia telah menjadi bawahannya Ravettha.
"Selamat! Anda berhasil menemukan dan mendapatkan pengakuan dari Tesla Higlert Avondale. Anda mendapatkan 20.000 koin emas, 30.000 koin perak, dan 'Pengakuan Tesla Higlert Avondale' sebagai bawahan anda." Bunyi pesan sistem yang tiba-tiba muncul.
"Apakah anda ingin menaiki lantai ke-10?" Bunyi pesan sistem tersebut.
__ADS_1
"Ya." Ucap Ravettha.
BERSAMBUNG