
Roosevelt, Ravettha, dan Lartson mandi bersama-sama di dalam bak mandi yang sangat luas.
"Kenapa aku disini?" Pikir Ravettha yang menjadi kecewa.
"Hehe. Aku tahu kau tidak menyukainya. Aku tahu jika kita bertiga tidak bisa melakukannya lagi di kesempatan berikutnya. Untuk menghabiskan waktu, maka mandi bersama adalah hal yang menyenangkan! Lihatlah Lartson, dia sangat menyukai bermain air. Besok kau bisa melanjutkan urusanmu lagi. Tidak ada salahnya beristirahat sejenak." Ucap Roosevelt dengan menasehati adiknya.
Ravettha langsung melirik ke arah Lartson.
Saat ia melihatnya, Lartson terlihat sangat menyukai bermain air seperti perkataan kakaknya.
"Master, ayo bermain denganku!" Ucap Lartson yang sibuk bermain air.
"Kakak benar. Tidak ada salahnya beristirahat sejenak, lalu melanjutkan pekerjaanku kembali! Aku sangat tidak sabar untuk menunggu hari esok dan melanjutkan kunjungan di desa ini lagi!" Pikir Ravettha yang langsung menjadi senang dan bersemangat.
Mereka bertiga melanjutkan mandinya bersama-sama kembali dan juga bermain air disana.
Setelah mandi, mereka langsung mengganti pakaiannya dengan pakaian yang telah disiapkan oleh Eleanor.
"Hei, aku punya pertanyaan yang ingin kutanyakan kepadamu! Kau harus menjawab pertanyaanku!" Ucap Lartson kepada Roosevelt dengan tatapan mata yang tajam.
"Silahkan. Sepertinya pertanyaan yang kau akan tanyakan itu sangat penting." Ucap Roosevelt dengan melihat ekspresi wajah Lartson.
"Masterku menemukan beberapa informasi tentangmu bahwa kau telah meninggal. Lalu, bagaimana kau bisa berada disini? Kau tidak menggunakan kemampuan 'Immortality', bukan?" Tanya Lartson dengan sangat curiga kepada Roosevelt.
"Entahlah, aku juga bingung. Yang kuingat hanyalah kegelapan yang tidak berujung sebelum aku benar-benar mati. Setelah itu, aku tiba-tiba bangun di rumah itu dengan tubuhku yang masih utuh. Anehnya tidak ada satupun efek samping pada tubuh ini." Ucap Roosevelt yang menjelaskan berdasarkan apa yang ia ingat saja.
"Haah... Kuanggap kau sedang berkata jujur! Jangan sampai kau mengecewakanku! Kau sudah tahu, bukan?" Tanya Lartson dengan tersenyum licik kepada Roosevelt.
Roosevelt hanya diam dan mencari tahu maksud dari perkataan Lartson tersebut.
Sementara itu, Ravettha menaiki kasurnya dan berencana untuk tidur.
"Selamat tidur, master!" Ucap Lartson yang menyapanya dengan ramah.
"Seharusnya aku yang mengatakan itu duluan!" Ucap Roosevelt yang menjadi sedikit kesal karena telah didahului oleh Lartson.
"Pft. Baiklah, selamat tidur semuanya!" Ucap Ravettha yang membalas sapaan mereka berdua.
Roosevelt dan Lartson langsung tertidur di masing-masing kasurnya dengan sangat nyenyak.
Sementara itu, Ravettha sedang melatih dan meningkatkan seluruh kemampuannya di ruang pelatihan rahasianya.
"Selamat datang, master!" Ucap Falext, Nicholas, Leonardo, Tuan Glendy, dan Layla dengan ramah dan bersamaan.
"Selamat datang, Yang Mulia!" Ucap Rufino dengan bertekuk lutut kepada Ravettha.
"Bangunlah. Aku ingin memulai pelatihannya dan melanjutkan beberapa eksperimen saja." Ucap Ravettha dengan melirik ke meja eksperimennya.
__ADS_1
Dilihatnya, tidak ada satupun yang berani mengganggu ataupun menyentuh barang-barang miliknya.
"Oh ya! Bagaimana kabar kalian semua?" Tanya Ravettha kepada seluruh partner dan bawahannya yang ada disana.
"Kami semua baik-baik saja." Ucap Tuan Glendy.
Yang lainnya pun ikut menganggukkan kepalanya dan menyetujui perkataan yang telah diucapkan Tuan Glendy.
"Syukurlah kalian baik-baik saja." Ucap Ravettha.
"Aku sedang butuh teman berlatih, ada yang mau berlatih bersama denganku?" Tanya Ravettha dengan penuh berharap.
"Saya." Ucap Tuan Glendy dan Leonardo secara bersaman.
"Bagus! Aku yakin pelatihan kali ini akan lebih menyenangkan dari sebelumnya!" Ucap Ravettha dengan tersenyum senang dan sangat bersemangat untuk memulai pelatihannya.
"Karena kami adalah seorang mantan raja dan putri yang pernah mengalami pelatihan yang berat, maka kami akan mengajarkan anda hingga menjadi yang terkuat dan juga mewarisi ilmu kami." Ucap Tuan Glendy yang telah bersepakat dengan Leonardo.
"Benarkah? Aku sangat menginginkannya!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.
"Tentu saja. Kami semua sudah terikat denganmu jadi tidak ada alasan untuk tidak mengajarimu." Ucap Leonardo.
"Terimakasih banyak!" Ucap Ravettha dengan membungkuk hormat kepada kedua partnernya tersebut yang akan membantunya berlatih.
"Baiklah, kita tidak perlu membuang-buang waktu dan langsung mulai pelatihannya! Sekarang dengarkan perintah kami! Mengerti?" Tanya Tuan Glendy dengan tegas.
"Untuk menguji tingkat pelajaran pertama, kami akan menyerangku disaat yang bersamaan. Responmu dan tindakan selanjutnya akan menjadi tambahan nilai jika kau berhasil menyelesaikannya." Ucap Leonardo.
Dengan sangat cepatnya, mereka berdua mengeluarkan beberapa serangan yang dapat digunakan untuk menguji kemampuan Ravettha.
Pergerakan yang sepuluh kali lebih cepat yang digunakan oleh Tuan Glendy dan Leonardo sengaja dilakukan sebagai bentuk peralihan yang dapat mengganggu konsentrasi Ravettha.
Tuan Glendy mengeluarkan serangan petirnya yang besar secara mendadak di hadapan Ravettha.
"Pergerakan yang sangat cepat, petir yang besar... Ini adalah sebuah jebakan!" Pikir Ravettha dengan menghindari serangan petir milik Tuan Glendy.
"Hoo... Kau masih bisa menganalisanya, ya? Bagus, bagus, bagus! Mari kita lihat kemajuannya!" Ucap Tuan Glendy dengan tersenyum.
"Tidak heran dengan kemampuan membaca pikiran yang anda sembunyikan." Ucap Ravettha.
"Jangan kagum begitu, kau masih ada yang harus kau selesaikan." Ucap Tuan Glendy.
Sebuah bola kekuatan yang telah disiapkan oleh Leonardo sama besarnya dengan serangan petir milik Tuan Glendy telah menunggu untuk diledakkan tepat di tubuh Ravettha.
Ravettha sama sekali tidak terkejut karena ia yakin bahwa didalam pertarungan akan ada banyak sekali kejutan tidak terduga yang telah disiapkan oleh musuh.
"JDOR!!!"
__ADS_1
Bola kekuatan tersebut meledak tepat mengenai di tubuh Ravettha.
Bola kekuatan tersebut berasal dari kekuatan simpanan dari alam yang pernah ia serap setelah keluar dari gerbang ketiga.
Tuan Glendy dan Leonardo sangat yakin jika Ravettha telah berhasil menghindarinya.
Ledakan tersebut telah menghilang dan meninggalkan bekas ledakkannya di lantai ruang pelatihan rahasia.
Tanpa diketahui, Ravettha telah berhasil menghindari serangan kedua dan menyerap seluruh kekuatan dari serangan yang telah dihasilkan dari serangan pertama dan kedua ke dalam penyimpanan kekuatannya.
Hal yang menguntungkan dari penyerapan kekuatan milik musuh adalah pengguna dapat mempelajari secara instan dari kemampuan yang telah diberikan musuh melalui serangan yang di arahkan ke pengguna tersebut.
Penggunaan kemampuan penyerapan tersebut sama sekali tidak menimbulkan efek samping apapun kepada penggunanya, justru kemampuan tersebut dapat digunakan kembali dengan jumlah yang sangat besar dari sebelumnya.
Ravettha hanya berencana untuk menggunakan kemampuan miliknya dan mempelajari semua kemampuan hasil penyerapannya.
"Anda tidak berniat bersembunyi dan menyerang dari belakang, bukan?" Tanya Leonardo yang seakan tidak percaya jika itu akan terjadi.
Ravettha tidak menjawab satu kata pun dari pertanyaan yang Leonardo berikan.
Ia memfokuskan perhatiannya ke dalam kemampuannya untuk menghasilkan daya serang yang kuat dan besar.
Terbentuklah dua buah kristal yang berukuran sedang dan satu buah kristal yang berukuran besar.
Satu buah kristal pertama mengeluarkan beberapa serangan berupa empat buah pilar utama, yaitu kekuatan 'Holy Magic', 'Dark Magic', 'Cosmo Magic', dan 'Chrono Magic'.
Ravettha memutuskan untuk menggunakan 'Holy Magic' karena Tuan Glendy dan Leonardo sangat mahir menggunakan sihir kegelapan.
Ia pun menyerangnya tanpa adanya keraguan.
"Ugh!" Ucap Tuan Glendy dan Leonardo.
"Wah, baiklah! Kau sudah lulus di pengujian ini! Selamat!" Ucap Tuan Glendy yang sudah sepakat dengan Leonardo.
Ravettha pun terkejut setelah mendengarnya dan tidak percaya karena terlalu cepat untuk proses pengujian ini.
"A-Apa? Apa aku tidak salah dengar? Sudah lulus? Yang benar saja! Bukankah ini terlalu cepat?" Tanya Ravettha dengan dipenuhi rasa penasaran.
"Ya. Itu benar. Walaupun pengujian ini sangat singkat, kau sudah berhasil menyelesaikannya. Kau tahu alasannya? Itu karena kau telah menunjukkan kemampuan dan salah satu bakat terpendammu. Kau harus mengasah seluruhnya! Ingat! Akan ada pelatihan yang lebih keras dari ini. Jadi jangan berharap untuk meminta belas kasihan saat pelatihan selanjutnya!" Ucap Leonardo dengan tegas.
"Baik. Aku tidak akan pernah menyerah di pelatihan ini dan juga yang akan datang! Dan juga... Aku sangat menantikan pelajaran selanjutnya yang menantang dan sulit!" Ucap Ravettha dengan bersemangat.
Tuan Glendy dan Leonardo sedikit terharu dan langsung terpikirkan rencana yang dapat digunakan untuk pelatihan selanjutnya.
"Hohoho...!" Ucap Tuan Glendy dan Leonardo dengan tersenyum licik karena rencana yang telah dibuatnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1