
Karena Ravettha memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi terhadap sekitarnya, ia langsung menekan tombol 'Seeing And Listening' tersebut.
Tujuh layar langsung muncul secara berurutan dan memulai masing-masing rekaman 'Pengakuan Para Raja Dan Ratu Iblis'.
Di dalam rekaman-rekaman itu mereka menunjukkan sisi terbaiknya, ramah, penuh kasih, pengertian, dan ada juga yang menyebarkan rasa takut, kebencian, dan keputus asaan.
Hal tersebut tidak membuatnya terpengaruh oleh pikiran negatif karena ia tahu bahwa hal itu akan menyakitinya di masa depan.
Rekaman pertama dimulai dengan 'Pengakuan Dari Raja Kourtnef'.
"Dimanapun kau berada dan sudah berapa kali kau mencoba untuk mengkhianatiku, kau tetaplah salah satu murid kebanggaanku! Aku tahu dan mengerti semua alasan yang ada di benakmu sehingga melakukannya sampai sejauh ini. Satu pesan dariku adalah lakukanlah apa yang kau sukai, tetapi jangan terlalu berlebihan!" Ucap Raja Kourtnef di dalam rekamannya.
Walaupun Ravettha tidak tahu kapan video rekaman tersebut dibuat, ia sungguh merasa terharu karena ia bisa memetik banyak pesan di dalamnya.
Rekaman kedua dimulai dengan 'Pengakuan Dari Raja Leighton'.
"Aku sungguh terkesan padamu! Kupikir kau adalah murid biasa dari Kourtnef ternyata tidak! Kau tahu mengapa aku sungguh terkesan kepadamu? Mungkin kau tidak menyadarinya, tetapi kau sangat jenius dan memiliki hati yang bagaikan malaikat. Aku sangat terkejut pada pemikiran yang dimiliki anak termuda sepertimu pada saat peristiwa itu terjadi. Kau tidak perlu khawatir dengan kami karena kami bisa menjaga diri. Satu pesan dariku adalah tetaplah bijak pada hidupmu." Ucap Raja Leighton dengan memasang ekspresi wajah yang sangat senang dan penuh kebanggan.
Mata Ravettha masih menatap satu persatu layar yang sedang muncul, sedangkan tangannya selalu bergerak dengan cepat menuliskan seluruh isi pesan tanpa mengkhawatirkan apakah tulisannya akan jelek atau rapih karena semua itu adalah tulisannya sehingga ia yakin pasti bisa membacanya.
"Ravettha...! Nama yang sangat indah! Seperti artinya, kau juga sangat berbakat! Satu pesan dariku adalah cari tahu apa saja bakat yang kau miliki lalu kembangkan hasilnya di kemudian hari." Ucap Raja Osmond sebagai rekaman ketiga.
"Kuharap kita bisa bertemu lagi. Ingatlah kedua temanmu ini yang selalu setia menyambutku kembali disini, Scott dan Nathan. Kau tahu? Sangat menyenangkan bisa bekerja sama denganmu. Aku bahkan mendapat sebuah motivasi darimu! Walaupun kau tidak mengatakannya secara langsung, aku bisa mengambil sebuah pelajaran, yaitu bersikap tenang dan gunakan pikiranmu yang dingin sehingga kau tidak mengambil jalan yang salah. Terimakasih, Ravettha!" Ucap Raja Haxley dengan tersenyum senang sebagai rekaman keempat.
"Aku sangat yakin bahwa rekaman ini sedang dilihat oleh Ravettha yang asli. Maafkan aku karena telah menuduhmu yang macam-macam dan menghancurkan nama baikmu. Sejak peristiwa itu, aku jadi mengerti apa alasan dibalik kau melakukan semua ini. Aku bisa merasakan bahwa kau sedang lelah baik fisik maupun batin. Satu pesan dariku adalah kau harus kembali bangkit dan selalu maju ke depan." Ucap Ratu Quinasy dengan semangat sebagai rekaman kelima.
"Ravettha Toftrelnd Seinoray! Akan kuingat nama itu! Jika kau masih berani menampakkan dirimu, aku dan Willought akan mencari dan langsung membunuhmu! Kuakui kau memanglah kuat, tetapi aku tidak akan membiarkanmu kabur lagi!" Ucap Raja Yulius dengan sangat kesal sebagai rekaman keenam.
__ADS_1
"Jika aku masih punya pilihan, aku sudah pasti menghukumku! Ingat itu baik-baik, Ravettha! Saat kau lengah, aku akan langsung melahapmu sampai habis! Hahahaha!" Ucap Raja Willought yang sudah tidak sabar untuk segera menghancurkan Ravettha sebagai rekaman ketujuh dan juga yang terakhir.
"Terimakasih atas semua nasihatnya!" Ucap Ravettha dengan cepat dan langsung menekan tombol 'Pause' pada video rekaman tersebut.
"Ding~!"
Sebuah pesan dari jendela misi kembali muncul.
"Anda telah berhasil menerima ⅓ ingatan masa lalu anda! Maukah anda melihatnya sekarang?" Bunyi isi pesan tersebut.
"Ya, tentu saja!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.
"Tidak peduli seberapa buruknya masa laluku karena itu hanyalah masa lalu! Jika seandainya masa lalu itu menyerang bagaikan virus jahat, maka aku tidak akan melupakannya! Semakin banyak yang kuingat maka semakin cepat aku pulih karena semakin waktu berlalu semua itu hanya akan jadi kenangan lucu dan tidak ada apa-apanya." Pikir Ravettha yang yakin bahwa keputusannya sangatlah tepat.
"Persetujuan diterima! Anda akan dipindahkan ke 'Times World' sekarang juga!" Bunyi isi pesan tersebut.
Sesampainya disana, ia langsung terkejut sekaligus kagum dengan apa yang sedang dilihatnya.
Dibandingkan kata 'World', tempat itu lebih tepat apabila disebut sebagai 'Times Ocean' karena semuanya berlatar belakang biru laut dan terdapat berkas-berkas ingatan yang berbentuk spiral sedang berputar-putar layaknya ikan di lautan yang dalam dan dingin.
Beribu-ribu berkas ingatan terdapat disana, tetapi hanya satu dari tiga berkas yang Ravettha dapatkan.
Satu berkas ingatan yang telah ia dapatkan tersebut mengelilingi tubuh Ravettha mulai naik melewati kakinya, berjalan menaiki tulang belakangnya, menyebar keseluruh tubuh, lalu meresap ke dalam kepalanya.
Resapan tersebut membuatnya dapat mengingat kembali ingatan di kehidupan pertamanya sebagai Alvina Blyhte Latoya.
"Lyth!" Ucap seorang wanita berambut ungu muda yang bergelombang dan diikat kuncir kuda.
__ADS_1
Ia juga menggunakan seragam putih laboratorium yang sama dengan Alvina.
Ia adalah sahabat Alvina yang bernama Veronica Adamson de Fitzgerald.
Mereka berdua saling bertemu saat sedang kuliah di semester pertama.
Kemanapun Alvina pergi, pasti selalu ada Veronica disampingnya.
Awalnya Alvina merasa sangat terganggu dan kesal, tetapi ia tidak bisa memarahinya dengan menggunakan kekerasan verbal karena ia tahu bahwa hal itu akan menyakiti perasaan temannya, membuat hubungannya menjadi buruk, dan juga ia tahu bahwa masih ada cara lain yang lebih positif untuk dilakukan.
Walaupun Veronica adalah seorang anak dari keluarga pengusaha ternama di negara tetangga dan pindah kemari karena pekerjaan kedua orang tuanya, ia tetap mau berteman dengan Alvina dan membuat sahabatnya tersebut sedikit memiliki kemajuan dalam mengungkapkan ekspresinya.
Tidak tahu apa alasan dibaliknya, selain ia adalah anak yang ramah, periang, dan selalu ceria menjadi lebih tertarik dan ingin berteman dengan Alvina yang mendapatkan julukan 'Ice Girl' sejak SMA nya.
Bukannya karena tidak ingin berinteraksi lebih dekat dengan teman-temannya yang lain melainkan ia hanya selalu merasa sangat malas jika harus membicarakan hal-hal yang tidak penting, seperti bergosip, dll.
Mungkin hal itulah yang membuat Veronica menjadikan Alvina sebagai sahabat terbaiknya.
"Hosh! Ha! Hah! L-Lyth! Kenapa kamu tidak memberiku waktu semenit? Aku hampir mati karena lari dari bawah bukit ke puncak bukit sambil membawa tas bahan-bahan eksperimen kita! Kenapa kau masih sanggup berlarian sampai sejauh ini?" Tanya Veronica dengan napas yang terengah-engah karena takut telat masuk kelas di jam pertamanya.
"Kemarikan tasmu itu! Aku akan mengambil setengah isi tasmu itu sehingga kau bisa berlari dengan cepat. Waktu kita tinggal 30 menit lagi sebelum kelas pertama dimulai! Itupun kita sudah terhitung telat karena belum menyiapkan persiapan terakhir eksperimennya di meja laboratorium." Ucap Alvina dengan mencoba untuk membuka isi tas ransel Veronica atas izin sahabatnya.
"Ya, baiklah. Terimakasih sudah mau menolongku, kau yang terbaik!" Ucap Veronica dengan mencoba untuk memeluk Alvina dan memberikan pelukan hangat.
"Hm..." Ucap Alvina yang masih fokus memasukkan setengah isi tas ransel Veronica ke dalam tasnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1