
"Permainan biasa? Kau mengatakannya seperti orang yang berpengalaman dalam permainan itu, Vicenzo!" Ucap Levord dengan mengatakan secara langsung apa yang telah ia perhatikan dari Vicenzo.
"Jadi apa selanjutnya? Kalian mau keluar dari tempat ini sekarang juga atau pergi menghadiri undangan kerajaan?" Tanya Vicenzo dengan menatap penuh rasa bosan dari ekspresi yang diberikannya.
"Tidak akan pernah! Mereka berkuasa dan dapat membalikkan segalanya. Apa kalian mau diperbudak karena mengikuti jalan permainannya?" Tanya Kalvetno yang menjadi sangat kesal setelah mengetahui bahwa bukan hanya dirinya yang dimanfaatkan oleh pihak kerajaan asing.
"Kalvetno! Bukankah kau sedang berpikir bahwa kita semua ingin keluar dari permainan mereka dengan selamat?" Tanya Vicenzo dengan tersenyum senang dan melangkah menghampiri tubuh Kalvetno.
"Ikuti saran Sorayna dan Ezcha! Itu adalah kuncinya!" Bisik Vicenzo di telinga Kalvetno dengan menghentikan senyum senangnya.
"I-iku-ikuti?" Tanya Kalvetno yang terkejut saat mendengar perkataan langsung dari Vicenzo.
Bagi dirinya, itu adalah sebuah ancaman sekaligus peringatan yang paling mengerikan daripada mendapatkannya dari sekelompok penjahat kelas atas.
Hanya dengan gestur tubuh mereka berdua, dengan cepatnya Levord mengetahui isi percakapan yang dilakukan oleh kedua sahabatnya tersebut.
Di lain sisi, Sorayna merasa sedikit gugup sehingga ia melirik ke arah Ezcha untuk mengurangi rasa kecemasannya.
Tekanan yang awalnya terasa menegangkan berhasil menyadarkan dirinya bahwa ia juga harus lebih tegas dalam mengambil keputusan.
"Benar! Jika aku terus seperti ini... Aku akan membuat kerusakan fatal! Tunggu sebentar! Bukankah kita dilahirkan untuk membuat banyak kesalahan?" Pikir Sorayna dengan penuh penasaran.
Gejolak rasa ingin tahunya terus meningkat hingga menyebar ke seluruh emosi positif yang jarang ia tunjukkan kepada orang lain.
Ambisi terkuat dari dalam dirinya kembali mendominasi sikap dan pikirannya.
"Vicenzo! Dimana terakhir kali kau bertemu pengantar undangan itu?" Tanya Sorayna dengan menatap tajam dan diselimuti penuh keyakinan yang membara.
Rasa saling percaya dari masing-masing kelima sahabat tersebut yang telah dibangun memberikan kenyamanan antara satu sama lain sehingga mereka berani mengutarakan seluruh ekspresinya tanpa takut dikhianati.
"Lewati lima ruangan di depanmu dan balik arah setelah ke kanan. Kau akan menemui ruangan tergelap di antara ruangan lainnya dan disanalah tempat terakhir kami bertemu." Ucap Vicenzo dengan menunjukkan lokasi setepat mungkin.
"GREB!"
Sorayna langsung menarik tangan Kalvetno di tangan kirinya, menggendong Ezcha agar dapat bersinggah di pundak tubuhnya, lalu menarik tangan Levord secepat mungkin.
"Tunggu apa lagi? Kita harus pergi ke ruangan yang dimaksud Vicenzo!" Ucap Sorayna dengan berlari secepat mungkin dan diikuti oleh Levord dan Kalvetno, sedangkan Vicenzo berada di depan memandu para sahabatnya.
"Aku tidak tahu mengapa, tetapi aku rasa ini adalah cara yang bagus!" Ucap Kalvetno yang mulai menyetujui perkataan yang terakhir kali Vicenzo berikan kepadanya.
__ADS_1
Mereka berlari secepat mungkin dengan langkah kakinya yang sangat halus sehingga tidak menimbulkan aroma jejak sedikitpun.
Kecepatan larinya yang sangat cepat dan berpadu satu sama lain menyebabkan mereka lebih mudah mencapai tujuan.
Sesuai perkataan Vicenzo, ruangan yang dimaksudnya adalah ruangan tergelap di antara ruangan yang pernah mereka temui seolah mengatakan bahwa semakin berjalan memasuki bagian terdalam, maka semakin terasa sempurna hasil yang diperoleh.
Tidak ada satupun properti yang layak tersisa di ruangan tersebut.
Terlihat seorang pria berpakaian rapih dengan nuansa kasual dan elegan berencana pergi dari ruangan tersebut dengan teleportasinya.
Ia adalah Gelliert de Qioderald, seorang pria yang pertama kali ditemui oleh keempat sahabat lainnya dan juga kali kedua Vicenzo bertemu dengannya.
"Berhenti disana!" Ucap Sorayna yang telah tiba pertama kali tanpa merasa kelelahan, begitupun dengan keempat sahabatnya.
"Anda sedang memanggil saya?" Tanya Gelliert dengan membungkukkan badannya dan memberikan salam formalnya.
"Tidak perlu sesopan itu! Antarkan kami menemui Raja dan Ratu 'Pure Cristal Palace'!" Ucap Sorayna dengan tegas.
"Tentu. Mari ikuti langkah saya!" Ucap Gelliert dengan bersikap profesional.
Tanpa mengatakan sepatah katapun, Sorayna, Ezcha, Kalvetno, Levord, dan Vicenzo langsung mengikuti arahan Gelliert.
Mereka disambut dengan tatapan dan sorot mata penduduk 'Crystieland' yang penuh kewaspadaan dan kebencian.
Beragam gosip tentang kehadirannya meluas dengan cepat ke seluruh wilayah 'Igbonefo Stardust'.
Meskipun demikian, panorama alam yang terdapat disana tidak kalah indah jika dibandingkan dengan 'Fociant' dan 'Foretialst'.
Seluruh bangunan, benda, dan alat-alat kebutuhan hidup berasal dari kristal alami.
Hanya bahan makanan yang tidak harus menggunakan kristal alami sebagai bahan utamanya.
"Selamat datang di Crystieland, Tuan-Tuan dan Nona!" Ucap Gelliert dengan sangat senang sekaligus bersemangat.
Ezcha tidak memberikan respon apapun terhadap pemandangan bangunan kristal yang terlihat sangat familiar di ingatannya.
Ia hanya berdiam diri di pundak Sorayna dan kakinya yang kokoh berdiri dengan tegap.
"Yang Mulia Ratu memberikan sebuah villa penginapan untuk para tamunya termasuk tuan-tuan dan nona. Mari saya antarkan menuju villa penginapan!" Ucap Gelliert dengan menunjukkan keramahannya.
__ADS_1
"Ya, terima kasih. Kami jadi harus merepotkan Anda lagi!" Ucap Sorayna dengan menyetujui kemurahan hati yang telah diberikan oleh Ratu Arcesfia.
Keempat sahabatnya langsung menyetujui perkataan Sorayna.
"Tidak masalah! Selama para tamu merasakan kepuasan dan kenyamanan, itu sudah menjadi hal berharga bagi kami." Ucap Gelliert dengan tersipu malu dan tetap bersikap ramah.
Dengan senang hati, Gelliert mengantarkan para tamunya ke sebuah villa penginapan yang tidak jauh dari pusat kota.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka telah tiba di sebuah villa penginapan yang bernama 'Crystieland Jevilla'.
Saat kelima sahabat memasuki halaman depan, para pelayan sudah berada di posisinya dengan berjajar lurus dan memberikan salam penghormatan secara formal.
Meskipun mereka hanyalah para pelayan, mereka dengan sopannya menyambut para pelanggan dengan ramah dan dipenuhi kehangatan.
"Selamat datang di Crystieland Jevilla!" Ucap para pelayan villa penginapan secara bersamaan.
"Kalau begitu, saya akan menjemput tuan-tuan dan nona pada pukul 8 pagi. Silahkan nikmati peristirahatan malam ananda sekalian!" Ucap Gelliert dengan memberikan salam perpisahan kepada Sorayna, Ezcha, Kalvetno, Levord, dan Vicenzo.
"Kupikir ini sudah pagi!" Ucap Kalvetno dengan tertawa kecil setelah kembali teringat bahwa tidurnya masih belum cukup.
"Kalian semua istirahatlah dahulu! Kuharap kita tidak akan kehilangan kontak di hari esok." Ucap Sorayna dengan menurunkan Ezcha dari pundaknya.
"Itu tidak akan pernah terjadi!" Ucap Levord dan Vicenzo secara bersamaan.
Mereka berlima langsung bersiap-siap tidur di masing-masing kamarnya.
Ezcha yang tidak dapat dipisahkan dengan Sorayna akhirnya memutuskan untuk tidur di kamar yang sama.
"Ezcha kecil...? Bagaimana kau bisa mengetahui pesan tersembunyi yang ada di dalam undangan tersebut?" Tanya Sorayna dengan sangat ingin memeriksa rasa penasaran yang telah menyelimuti dirinya.
"Ma, maaaa! Khrokhron!" Ucap Ezcha dengan cepatnya memberikan jawaban yang masih membingungkan Sorayna.
Ia langsung memberikan contoh yang sama kepada Sorayna sesuai apa yang telah diperbuat oleh pihak kerajaan.
Ia mengeluarkan sebuah gambaran melalui kabut sihirnya saat sang Ratu menulis surat undangan dan memasukkan petunjuk pertamanya.
"Jadi, petunjuk pertamanya adalah 'Senang berjumpa'? Ternyata kecurigaan Kalvetno terbukti benar! Jika sang Ratu yang menuliskannya bukan bertujuan untuk memberi sapaan, itu artinya dia memiliki maksud lain! Aku tidak bisa membangunkan mereka lagi saat ini!" Gumam Sorayna dengan melirik ke arah Ezcha yang sedang duduk santai di hadapannya.
"Meskipun aku tidak bisa memberitahunya sekarang, aku yakin masih ada cara lain untuk segera menyampaikannya dengan aman dan bebas dari gangguan!" Pikir Sorayna dengan tersenyum senang kepada Ezcha.
__ADS_1
BERSAMBUNG