
"Huft! Akhirnya selesai!" Pikir ayah lalu berlari mendekati pintu untuk membukakan pintunya.
"TOK! TOK! TOK!"
Pintu rumahnya benar-benar berbunyi tepat sesuai perkiraannya.
"Tuan Ellievont Paelverd! Bukakan kami pintu! Yang Mulia Rubeus Oswald Toftrelnd ingin berbicara sebentar dengan anda!" Ucap salah satu ksatria yang telah mempersiapkan rencana pendobrakan pintu rumah apabila Tuan Ellievont tidak membukakan pintu.
Sementara itu, sang Ayah mengurungkan niatnya untuk menerima tamu-tamu tersebut langsung mengubah seluruh ruangan di rumahnya menjadi terlihat sangat usang dan tidak lagi terawat.
Dengan seketika rumahnya dipenuhi dengan tumbuhan liar yang merambat, akar-akar tanaman, dinding yang retak menjadi aksen utamanya.
Karena sang Ayah merasa masih ada sesuatu yang kurang, ia akhirnya menambahkan dekorasi yang bertemakan kegelapan.
"Kei! Kau tahu bukan apa yang harus kau lakukan sekarang?" Tanya sang Ayah dengan tersenyum.
"Tentu, Tuanku! Bagaimana mungkin hamba melupakan perintah mutlak anda?" Tanya Kei yang langsung keluar dan menunjukkan wujud aslinya dari tempat persembunyiannya.
Kei adalah salah satu dari lima pelayan setia Tuan Ellievont.
Selain berpengalaman, ia mendapatkan gelar khusus dari majikannya sebagai tangan kirinya.
Ia langsung membagi dirinya menjadi lima bayangan.
Bayangan pertama bertugas mengikuti Elliovent dan Ravettha, bayangan kedua bertugas mengatur para bonekanya, bayangan ketiga bertugas mengecoh lawan, bayangan keempat bertugas mengambil intisari, sedangkan bayangan kelima bertugas untuk melindungi majikannya.
Kelima bayangan tersebut dengan sigapnya langsung mengerjakan masing-masing tugasnya.
Bayangan ketiga dan keempat menyamar menjadi dua orang tetangga dekat Tuan Ellievont.
Lebih tepatnya, bayangan ketiga sedang menyamar menjadi seorang kakek tua renta dan bayangan keempat menyamar menjadi seorang wanita remaja yang sedang memapah kakeknya.
__ADS_1
Dilihatnya terdapat lebih dari dua kelompok ksatria yang mengawal dua buah kereta bangsawan.
"Hm... Mereka sedang memberikan informasi yang salah, ya? Ya, tidak mengapa! Kita bisa melakukan dengan cara yang sama!" Pikir wanita remaja tersebut dengan tersenyum licik sekaligus melirik ke kakeknya.
Seperti yang dilihat, kakeknya merespon hal yang sama karena itu adalah ide yang cemerlang daripada menunggu jejak mereka terhapus oleh waktu.
"Permisi! Ada apa ini? Mengapa banyak sekali ksatria datang kemari?" Tanya kakek dengan nada yang serak.
"Kakek! Apakah rumah kita akan digusur? Kita akan tinggal dimana?" Tanya wanita remaja tersebut dengan penuh khawatir dan panik.
"Maaf, Nona. Anda sedang salah paham kepada maksud kedatangan kami. Yang Mulia Raja kami ingin berbicara langsung dengan Tuan Ellievont Paelverd. Apakah benar dia masih tinggal disini?" Tanya salah satu dari para ksatria tersebut dengan meluruskan kesalah pahaman yang sedang terjadi.
"Huft! Syukurlah! Kami jadi merasa lega...! Terimakasih pak ksatria!" Ucap wanita remaja tersebut dengan menggenggam tangan ksatria yang telah meluruskan kesalah pahaman tersebut.
"Kalian sedang mencari rumah Tuan Ellievont? Dia adalah tetangga kami. Sayangnya kalian telah terlambat, ia telah meninggal karena bunuh diri akibat penyakit yang dideritanya." Ucap kakek tersebut dengan menunjukkan ekspresi sedihnya yang sangat natural, begitupun dengan cucunya.
"A-Apa? Tuan Ellievont telah bunuh diri karena suatu penyakit yang dideritanya? Memangnya apa yang ia derita sampai-sampai bunuh diri? Lalu dimana kakaknya dan anak curiannya? Siapa namanya... Ah! Tuan Elliovent Paelverd!" Ucap seorang ksatria lain yang sedang membaca sebuah data dan informasi detail mengenai kehidupan Tuan Ellievont dan keluarganya.
"Ya. Kalian sungguh ingin tahu alasannya?" Tanya kakek dengan mengernyitkan alisnya karena ia tidak percaya bahwa musuh yang berada dihadapannya sangat naif, tetapi memiliki intisari yang lumayan besar.
Kakek dan cucunya tersebut yang sangat tahu masing-masing tugasnya saling melirik satu sama lain sebagai sebuah isyarat untuk langsung melaksanakan perintah sang Majikannya.
"Shadow Blight!" Gumam wanita remaja tersebut dengan mengeluarkan kemampuannya dan langsung menyabotase seluruh tubuh, pikiran, dan jiwa para musuhnya tanpa pandang bulu.
Ia yang dengan cepatnya selesai menyabotase tersebut langsung menghilangkan seluruh jejak dirinya, kakeknya, pencarian, penyebaran isu, dan informasi dari seluruh dunia.
Sementara itu, sang Kakek sedang sibuk menyebarkan ketakutan melalui isu-isu yang negatif ke seluruh dunia termasuk wilayah Ocaxius, Tscaxius, serta tempat pelarian Elliovent dan Ravettha.
Selagi sang Kakek sibuk melakukan pekerjaannya, sang Cucunya menyadari seseorang yang berhasil bertahan dari kegiatan penyabotasenya tersebut menjadi sangat gembira.
"M-Mo-Monster!" Teriak ksatria tersebut dengan melindungi dirinya menggunakan sebuah papan pelindung yang terbuat dari logam.
__ADS_1
Sangat mudah untuk ditebak bahwa ksatria tersebut sedang mengasihani nyawanya sendiri kepada musuhnya.
"Hoho! Kau berusaha bersembunyi layaknya seekor serangga di dalam tanah? Sungguh hal yang membosankan!" Ucap wanita remaja tersebut dengan melemparkan pelindung musuhnya sejauh mungkin agar ia bisa dengan segera menyelesaikan urusannya.
"CRET! CRRUUUSSSSHH!"
Darah yang bercucuran langsung menjadi kering dan mengelupas seperti kulit ular dalam hitungan detik, begitupun dengan daging para mangsanya yang menua, berkeriput, lalu membusuk.
Karena sang Kakek, cucunya, maupun majikannya tidak suka meninggalkan jejak kejahatannya sedikitpun, sang Cucu langsung memanggil seorang bawahan setianya.
Lebih tepatnya, bawahan setia sang Cucu tersebut bukanlah makhluk hidup, seperti manusia, jin, iblis, peri, malaikat, hewan, tumbuhan, dsb.
Melainkan sebuah alat bantu yang bernama 'Nucleus Earning'.
Alat tersebut merupakan sebuah hadiah dari majikannya karena telah melayani, dan melaksanakan seluruh perintahnya selama 1 abad yang lalu.
Selain sebagai hadiah, sang Majikannya juga memberikan harapan besar kepada seluruh bawahannya sehingga mereka lebih giat dan semangat dalam menjalankan sepuh kewajiban dan tanggung jawabnya.
Sebenarnya, para bawahan Tuan Ellievont sama sekali tidak memerlukan hadiah ataupun alat tukar sebagai bentuk apresiasi karena mereka tidak pernah bisa melanggar aturan mutlak dari sang Majikannya.
"Mari kita berpesta, saudara-saudaraku!" Ucap sang Kakek, cucunya, dan 'Nucleus Earning' secara bersamaan.
Mereka yang terlihat sangat ambisius saat melakukan apapun perintah majikannya membuat Tuan Ellievont bangga memiliki bawahan setia seperti mereka.
Tanpa membutuhkan waktu yang lama, 'Nucleus Earning' telah memakan seluruh darah, daging, organ dan tulang yang telah diserahkan kepadanya, lalu mengubahnya menjadi 99 intisari per 6 korban.
"231 intisari telah berhasil didapatkan, Tuan." Ucap 'Nucleus Earning' melalui pesan suaranya.
"Bagus! Tuan besar pasti akan sangat bahagia sekarang!" Ucap sang Cucu dengan menyimpan 231 intisari yang telah berada di genggamannya.
"Aku pun berpikiran seperti itu, saudaraku! Yang paling penting adalah kita tidak boleh lengah sekarang! Karena pesta sesungguhnya baru saja dimulai!" Ucap sang Kakek dengan tersenyum senang di wajahnya.
__ADS_1
Urusan mereka yang telah diselesaikan pada tahap awal, langsung meninggalkan tempat tersebut bersamaan dengan terhapusnya seluruh jejak mereka.
BERSAMBUNG