
Mereka berdua langsung dikirim ke lantai dua belas secara bersamaan.
Saat Ravettha melihat ke sekelilingnya, ia ternyata berdiri di atas hamparan salju yang tebal.
Ia menyadari bahwa tempat tersebut sedang turun salju yang lumayan lebat.
Diperhatikannya dengan seksama, ia juga menyadari bahwa daratan tersebut hanya sedikit penduduk yang menempatinya.
Daratan tersebut bernama 'Wynciouft Land'.
Daratan tersebut adalah sebuah daratan yang setiap harinya diselimuti dengan salju.
Suhu rata-rata diseluruh daratan tersebut adalah -98,5°C.
Mereka yang tinggal di daratan tersebut hanyalah pengguna elemen es murni saja.
Mereka telah hidup di daratan tersebut selama 5.794 tahun yang lalu.
Walaupun hidup di tengah-tengah hamparan salju yang tebal dan suhu yang sangat dingin, mereka tetap dapat menikmati hidup yang bahagia disana.
Mulai dari membangun rumah, mengumpulkan makanan, berkebun, berdagang, dll.
Mereka melakukan seluruh pekerjaannya dengan memanfaatkan kekuatan mereka sebagai unsur pendukung keberhasilannya.
"Sungguh menarik! Misi apa yang akan diberikan di lantai ini, ya? Hm..." Pikir Ravettha yang tiba-tiba bersemangat untuk menyelesaikan misi di lantai kedua belasnya.
Setelah mengetahui hal tersebut, ia teringat dengan Tuan Ananta yang telah bersedia menaiki lantai ini bersama-sama.
"Tuan Ananta!" Ucap Ravettha yang khawatir dengan keadaannya karena ia tiba-tiba menghilang dari pandangannya.
"Hei! Aku disini, bocah!" Ucap Tuan Ananta yang berdiri di atas pohon besar yang sudah tua tanpa memiliki satupun helai daunnya.
Ravettha yang mendengar hal tersebut langsung menatap tajam ke arah Tuan Ananta.
Saat ia menatap tajam ke arah Tuan Ananta, ia menggunakan kemampuan 'Eye Sighting' miliknya untuk mengetahui seluruh informasi tentang 'Wynciouft Land' yang ia dapatkan darinya.
"Jadi... Para penduduk tersebut termasuk keturunan Ratu Es yang bernama Ratu Ophelia Elirtson Fiothelbert. Sangat masuk akal jika mereka telah hidup ribuan tahun dengan menggunakan kekuatannya. Yang pastinya, mereka memiliki cadangan sumber kekuatan sebagai kebutuhan utama. Sangat berguna juga orang ini!" Pikir Ravettha dengan tersenyum senang.
"Kenapa kau bisa-bisanya tersenyum senang dikeadaan seperti ini?" Tanya Tuan Ananta yang sedikit bingung.
Setelah mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Tuan Ananta, Ravettha melirik ke arahnya sejenak.
__ADS_1
"Diluar dugaan! Kau ternyata kekurangan pekerjaan, ya? Kau bahkan memperhatikan urusan yang tidak penting." Ucap Ravettha dengan tersenyum senang kembali.
"A-A-Apa kau bilang?!" Tanya Tuan Ananta yang sedang menutupi kebenarannya.
"Kebohongan anda kelihatan jelas! Ternyata anda benar-benar diluar dugaanku! Pft!" Ucap Ravettha yang sedang menahan tawanya.
"Jangan ketawa! Sama sekali tidak ada yang lucu!" Ucap Tuan Ananta yang merasa malu.
"Ding~"
Pesan dari sistem tersebut muncul dengan seketika.
"Pemberitahuan: Misi di lantai kedua belas ini adalah bertahan hidup selama tiga hari di 'Wynciouft Land'. Hadiah dari misi ini adalah 3 botol 'Desire Fluid', 45.250 koin emas, dan 57.500 koin perak." Bunyi pesan sistem tersebut.
Pesan tersebut juga muncul pada jendela misi milik Tuan Ananta dengan misi dan hadiah yang sama.
Ravettha yang telah membaca dan menerima misi tersebut langsung melirik ke arah Tuan Ananta.
Ia ingin mengetahui ekspresi apa yang akan dibuatnya.
"Aku yakin dia tidak akan mengeluarkan ekspresi apapun kecuali ekspresi dinginnya. Tentu saja ia akan memasang ekspresi tersebut karena ia telah mengalami misi yang berulangkali dengan hadiah yang sama dan kemampuan yang terus meningkat. Baginya, misi ini adalah misi yang sangat mudah." Pikir Ravettha.
"Hei bocah! Kau menerima misi itu juga, bukan?" Tanya Tuan Ananta.
"Ah... Sebenarnya aku tidak membutuhkan seluruh hadiah ini. Jadi, kau bisa mengambil semua bagianku setelah misi ini selesai." Ucap Tuan Ananta dengan tatapan seriusnya.
"Kenapa kau berubah menjadi baik? Kau tidak terbentur sesuatu hingga hilang ingatan, bukan?" Tanya Ravettha yang sedang menguji Tuan Ananta.
"Tentu saja tidak! Apakah aku terlihat sedang bercanda?" Tanya Tuan Ananta yang memasang ekspresi lebih seriusnya.
"Tunggu, mengapa anda ingin memberiku yang jelas-jelas milikmu?" Tanya Ravettha dengan penasaran.
"Aku sudah sangat bosan berada di tempat ini selama 500 tahun. Sudah kulakukan berbagai macam cara untuk keluar dari tempat ini. Sayangnya, aku tidak pernah berhasil. Kupikir bahwa aku telah dikutuk, atau seseorang yang sengaja mengurungku disini sehingga aku ingin segera keluar dan mencari orang yang sengaja melakukannya kepadaku!" Ucap Tuan Ananta yang tiba-tiba menjadi kesal.
"Jadi, kau mau kan menerimanya?" Tanya Tuan Ananta dengan sedikit berharap.
"Ya, baiklah." Ucap Ravettha.
"Aku mengerti sekarang! Dia ingin aku menyimpan bagian miliknya karena apabila aku melanggar kesepakatan tersebut, maka ia akan membunuhku dan mengambil seluruh milikku termasuk itu! Untuk mengurangi kecurigaannya, aku terpaksa menerimanya. Yah... Tidak masalah. Lagipula hal itu tidak merugikanku." Pikir Ravettha.
Setelah memikirkannya, ia berencana mencari sebuah peta yang berisikan tempat-tempat penting yang terdapat di 'Wynciouft Land'.
__ADS_1
"Falext!" Ucap Ravettha.
"Ya, master?" Tanya Falext.
"Apakah kau mempunyai peta 'Wynciouft Land'?" Tanya Ravettha.
"Tentu saja." Ucap Falext yang langsung mencari peta tersebut dengan sangat cepat.
"Ini peta yang anda cari, master." Ucap Falext dengan memberikan segulung kertas yang merupakan peta wilayah 'Wynciouft Land'.
Saat Ravettha membuka gulungan peta tersebut, ia sedikit terkejut dengan isi peta tersebut.
Di dalam peta tersebut terdapat banyak bangunan penting, seperti kerajaan, perpustakaan, gedung penyimpan cadangan bahan pokok, toko-toko, dan rumah penduduk yang lumayan banyak.
"Jika mereka pernah membangun sebanyak ini... Mungkinkah populasi mereka juga termasuk sangat banyak?" Pikir Ravettha.
"Falext! Berapa jumlah seluruh populasi penduduk di 'Wynciouft Land'?" Tanya Ravettha dengan sangat penasaran.
"Jumlah mereka sekitar 28.465 orang." Ucap Falext.
"Ternyata jumlah mereka lumayan banyak." Pikir Ravettha.
Setelah memikirkan hal tersebut, Ravettha melihat Tuan Ananta yang berencana pergi ke suatu tempat.
"Hei, ikut aku! Akan kutunjukkan tempat yang bagus untuk bertahan hidup selama tiga hari kedepan!" Ucap Tuan Ananta.
"Tentu!" Ucap Ravettha yang langsung mengikutinya dengan cepat.
Mereka berdua pergi dengan melewati hamparan salju yang tebal.
Saat mereka berdua berjalan melewati hamparan salju tersebut, tiba-tiba badai salju yang besar muncul dengan sangat cepat.
"Hei, pakai ini! Cepat!" Ucap Tuan Ananta yang memberikan sebuah jubah kepada Ravettha dan memakai jubah miliknya juga.
Dengan spontannya, Ravettha langsung mengambil jubah tersebut dan memakainya dengan cepat.
Setelah memakai jubah tersebut, ia langsung menarik tangan Tuan Ananta untuk berteleportasi menuju tempat yang banyak penduduknya.
Tuan Ananta yang terkejut setelah mengetahui bahwa Ravettha dapat berteleportasi dengan jarak yang cukup jauh dari badai tersebut.
"Anak ini... Ternyata cukup hebat juga! Dia bahkan bisa berteleportasi dengan kecepatan tinggi tanpa serpihan badai salju yang ikut terpindahkan!" Pikir Tuan Ananta dengan melirik ke arah Ravettha dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG