
Seorang pelayan mendatangi Ravettha dan keempat temannya.
"Nona Ravettha dan Tuan Scott, saya ingin menyampaikan informasi bahwa kalian berdua dipanggil untuk menghadap Yang Mulia Raja Kourtnef di ruangan kerjanya." Ucap pelayan tersebut.
"Baik." Ucap Scott yang langsung menjawabnya.
Ravettha hanya diam dan melirik ke arah Scott untuk menebak apa yang sebenarnya ia pikirkan.
"Mari saya antarkan, nona dan tuan." Ucap pelayan tersebut.
Mereka berdua mengikuti pelayan tersebut menuju ruang kantor Raja Kourtnef.
"Pssst! Kenapa mereka berdua dipanggil secara tiba-tiba dan lagi menggunakan pelayan sebagai pengantar informasinya? Bukankah ini aneh? Biasanya guru tidak memanggil para muridnya secara khusus!" Ucap Marigold dengan berbisik kepada Sarah.
"Kau benar! Apa yang sebenarnya guru ingin bicarakan kepada mereka? Sungguh mencurigakan!" Ucap Sarah dengan berbisik kepada Marigold.
"Hoi! Kedengaran tau! Kalau berbisik tuh suaranya gak kuat tau! Dasar para perempuan selalu saja berisik!" Ucap Upton yang kesal karena terganggu konsentrasinya saat bermeditasi.
"Hoho! Itu artinya seluruh latihanmu belum sempurna karena terganggu dengan hal seperti ini! Lihatlah Luzell! Dia bahkan bisa berkonsentrasi tanpa adanya gangguan!" Ucap Marigold.
"Apa yang barusan kau bilang?" Tanya Upton yang langsung terbawa emosi karena benci mendengar perbandingan antaranya dengan orang lain termasuk Luzell.
"Kenapa? Kau mau marah kepadaku? Aku hanya mengatakannya sesuai kenyataannya! Jadi jangan salahkan aku!" Ucap Marigold dengan penuh percaya diri.
"K-K-Kau...!" Ucap Upton yang hampir meluapkan seluruh amarahnya kepada Marigold.
"Hei, hei! Sudahi pertengkaran kalian! Jangan bertindak seperti anak kecil dong! Jadinya aku yang repot tau!" Ucap Rai dengan melerai mereka berdua.
Upton yang masih sangat marah memutuskan untuk berendam di kolam air panas.
"Huh! Lihat saja! Aku akan membuat kalian semua terjatuh!" Pikir Upton dengan menyembunyikan senyum jahatnya dan melangkah pergi menuju kolam air panas.
Kolam air panas merupakan salah satu dari lima kolam terkenal di dunia iblis.
__ADS_1
Empat kolam lainnya adalah Kolam Mata Air Iblis, Kolam Api Baswarld, Kolam Yuzert, dan Kolam Escoldge.
Sementara itu, Ravettha dan Scott telah tiba di ruangan kerja gurunya.
"Kalian sudah datang rupanya! Kemari masuk dan duduklah! Ada tiga hal yang kuingin bicarakan pada kalian." Ucap Raja Kourtnef dengan duduk santai di kursinya.
Ravettha dan Scott langsung duduk di kursi yang telah disediakan oleh Raja Kourtnef.
Mereka bertiga langsung mulai pembicaraannya.
"Baiklah, kita langsung ke intinya saja! Sebelum itu, aku punya pertanyaan kepada kalian berdua. Apakah kalian pernah bertatap muka langsung dengan Raja Haxley?" Tanya Raja Kourtnef dengan tatapan yang penuh rasa penasaran.
"Tidak." Ucap Scott secara singkat dan dengan menggunakan nada yang datar seperti tidak tahu apa-apa.
"Hm... Bagaimana denganmu, Ravettha?" Tanya Raja Kourtnef.
"Menurut anda?" Tanya Ravettha yang mengetahui bahwa mereka berdua telah dicurigai sebagai pengkhianat.
"Langsung saja karena waktuku tidak banyak. Hal pertama yang ingin kubicarakan adalah... Siapapun yang berani mengkhianatiku, mereka akan mati dengan cara yang sangat mengenaskan. Kedua, kalian berdua ditugaskan untuk membunuh seluruh para murid dari keenam raja lainnya. Waktu kalian hanya sampai satu hari sebelum perlombaan dimulai. Ketiga, ada yang ingin kutunjukkan kepada kalian." Ucap Raja Kourtnef dengan menjentikkan jarinya sekali.
Seluruh ruangan langsung menjadi sangat gelap gulita.
Di saat ruangan yang tanpa cahaya tersebut, muncul sesosok pria dengan pupil yang berwarna ungu dan lensa mata yang berwarna hitam.
Pria tersebut juga memakai topi hitam, kacamata, setelan jas hitam, dan tongkat.
Tepat dibawah kaki Ravettha dan Scott langsung dipenuhi dengan berbagai ikan karnivora yang selalu mengitari kaki mereka berdua.
Seluruh ikan karnivora tersebut sudah siap untuk memakan mangsa barunya setelah mendapatkan izin dari pria yang baru datang tersebut.
"Dia adalah teman lamaku, namanya adalah Brian Mcknight. Dia yang akan mengawasi kalian saat melakukan tugas saat aku pergi menemui panggilan dewa." Ucap Raja Kourtnef.
Tuan Brian hanya menatap tajam ke arah Ravettha dan Scott tanpa berbicara sedikitpun.
__ADS_1
Tatapan tajam tersebut membuat Ravettha sadar bahwa Tuan Brian bukanlah iblis biasa.
Ia adalah pemimpin sekaligus seorang 'Doppelganger'.
"Kalau begitu, aku pergi dahulu! Jadi anak baik dan turuti apa perkataanku yang sebelumnya jika kalian tidak ingin dimakan ikan itu. Semoga beruntung!" Ucap Raja Kourtnef dengan tersenyum senang dan mengeluarkan portal menuju tempat dewa berada.
"Ehm... Tuan Brian, bisakah anda menyingkirkan ikan ini?" Tanya Scott.
"Kau pelaku utamanya ternyata!" Ucap Brian dengan mencekik leher Scott dengan menggunakan cakar hiunya yang tajam dan runcing.
"Larilah! Aku yang akan menanganinya!" Ucap Scott dengan memaksakan suaranya untuk keluar.
Ravettha yang menyaksikannya menjadi takjub dan tertarik dengan kemampuan Tuan Brian.
"Baiklah!" Pikir Ravettha dengan sedikit menyeringai dan pergi menuju sebuah pohon yang dapat ia gunakan untuk mengamati sekaligus bersembunyi dari Tuan Brian.
Saat ia telah duduk di ranting pohon, ia langsung memikirkan apa yang telah ia lihat dan ingin tahu.
"Guru bilang bahwa Tuan Brian adalah teman lamanya. Itu artinya, Tuan Brian adalah pembantu sekaligus pendukung setia guru! Tentunya ia telah berpengalaman sehingga guru mempercayainya... Tunggu! Jika dia sedang membuat permainan, itu artinya ini ada kaitannya dengan rencana Scott! Sekarang aku mengerti! Jika Scott yang sangat membenci gurunya dan ingin membalaskan dendam, ia akan tetap hidup hingga pembalasannya telah terpenuhi. Saat guru mengatakan hal pertama yang sangat ia ingin katakan sebelumnya, ia juga menyinggung tentang pengkhianatan yang telah dilakukan kami bertiga. Benar! Dia membuat rencana untuk kami berdua untuk melakukan apa yang ia perintahkan. Rencana utamanya adalah menjatuhkan harga diri para raja lainnya, menyaksikan dan menikmati seluruh emosi yang telah ia manipulasi, dan juga mendapatkan keuntungan lainnya yang berupa pengakuan, jabatan, dan tahta baru yang hanya menguntungkan baginya saja! Jika kami melakukan apa yang diluar keinginannya, kami akan mendapatkan hukuman darinya melalui Tuan Brian. Sungguh menarik!" Pikir Ravettha dengan menjadi sangat bersemangat.
"HUSSHHH!!!"
Angin kencang dengan membentuk sebuah tornado yang juga disertai dengan pusaran air langsung menenggelamkan Scott ke dasar laut.
"Jangan-jangan...?" Gumam Ravettha yang terkejut karena melihat peristiwa yang berasal dari suatu dimensi.
Saat Ravettha ingin melihat apa yang terjadi di dalam dimensi tersebut, ia justru merasakan kehadiran pengganggu sekitar 567 km dari belakang tubuhnya.
Kehadiran tersebut sangatlah terasa karena mereka memiliki tujuan tersembunyi yang kuat dibalik tindakannya.
"Sial! Akan sangat buruk jika identitasku ketahuan!" Pikir Ravettha dengan mencari tempat bersembunyi lainnya.
BERSAMBUNG
__ADS_1