
"Bagaimana? Apa kau bisa mencari tahu identitas Ezcha?" Tanya Sorayna dengan berusaha melepaskan ekor Ezcha yang masih melingkari lehernya.
"Aku tidak bisa." Ucap Vicenzo dengan nada yang sangat dingin dan sorot mata yang tajam menatap ke arah Ezcha.
"Sungguh mengecewakan! Padahal aku sangat ingin melihat koleksi teknologimu!" Ucap Kalvetno dengan mendengus kesal.
Keempat sahabat tersebut dan Ezcha kembali melanjutkan perjalanannya.
Jauh di dalam 'Pure Crystal Palace' terdapat seorang ratu yang sedang memperhatikan kondisi wilayah-wilayahnya melalui kristal sihir khususnya, secara tiba-tiba merasa cemburu dengan kehangatan persahabatan, teman yang royal, dan ambisi terkuat yang pernah ia saksikan untuk yang kesekian kalinya.
Ratu tersebut bernama Yang Mulia Ratu Arcesfia Defogmine Ocheliux.
Ia seorang ratu yang sangat berkuasa di bawah kekuasaan rajanya, Yang Mulia Raja Ocheliux.
Dirinya yang dipenuhi rasa kecemburuan akan hal yang telah lama tidak ia miliki akhirnya berhasil membuat dirinya bersemangat kembali.
"Ini akan menjadi hal yang menarik!" Ucap Ratu Arcesfia dengan tersenyum senang.
Ia dengan cepatnya berjalan keluar dari ruangan kerjanya dan pergi menuju ruang singgasana demi menemui suami sekaligus rajanya.
Para penjaga kerajaan sedang melakukan masing-masing tugasnya.
Tidak ada yang tidak memberikan salam hormat terbaiknya kepada Yang Mulia Ratu meskipun mereka tidak sengaja bertemu.
Beberapa koridor kerajaan telah dilewati hingga tibalah Yang Mulia Ratu di ruang singgasana.
Penjaga pintu yang terus berdiri disana langsung membukakan pintu selebar-lebarnya tanpa menunggu perintah dari Yang Mulia Ratu.
Saat pintu dibuka, tidak ada seorangpun di dalam ruangan tersebut termasuk Yang Mulia Raja Ocheliux.
"Ratuku!" Ucap Raja Ocheliux dengan tersenyum senang yang baru saja muncul dari belakang punggung Ratu Arcesfia.
"Anda sedang tidak ada waktu bekerja lagi di hari ini, bukan? Mari makan siang bersama!" Ucap Raja Ocheliux dengan sangat bersemangat.
"Tentu!" Ucap Ratu Arcesfia yang ikut senang karena melihat suaminya masih baik-baik saja.
Mereka berdua berjalan berdampingan menuju ruang makan tanpa didampingi oleh para ksatria khususnya.
__ADS_1
"Ratuku... Anda terlihat sedang mencemaskan sesuatu dan kuharap kita dapat membicarakannya bersama-sama!" Ucap Raja Ocheliux yang tampak terlalu khawatir terhadap permaisurinya.
"Apakah kamu masih ingat dengan cerita itu?" Tanya Ratu Arcesfia dengan menatap serius kepada suaminya.
"Menghilangnya putra mahkota kita, ratuku?" Tanya Raja Ocheliux yang sudah tidak sabar untuk mendengar informasi terbaru dari permaisurinya.
"Ya, itu benar! Ada yang ingin kutunjukkan setelah makan siang ini, jadi jangan terburu-buru pergi!" Ucap Ratu Arcesfia dengan tersenyum hambar.
"Jangan bercanda, ratuku! Semua milikku adalah milikmu." Ucap Raja Ocheliux dengan menggenggam kedua tangan Ratu Arcesfia dengan lemah lembut dan mendekapkannya di dekat jantungnya.
"Aku tahu itu." Ucap Ratu Arcesfia yang perhatiannya teralihkan oleh para koki dan pramusaji terbaik di kerajaannya.
Terdapat banyak hidangan yang telah tersedia di atas meja makan yang panjang dan cukup lebar.
Para hidangan tersebut sungguh menggugah selera bagi yang melihatnya.
"Selamat datang Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu! Hidangan makan siang telah kami sajikan. Silahkan dinikmati!" Ucap para pramusaji dengan membungkuk hormat dan langsung kembali ke ruang dapur koki.
Sang Raja dan Ratu langsung mengambil tempat duduk yang terdekat dan saling berhadapan satu sama lain.
"Telur Jiquousy masih tersisa! Telur itu baru saja menetas di pedalaman hutan 'Foretialst'. Keberadaannya saat ini berada di genggaman empat anak penjelajah. Awalnya aku ingin mengerahkan orang profesional yang dapat menyamar dan membantunya. Sayangnya aku berubah pikiran, akan lebih baik jika kita menjalin hubungan kerja sama dengan mereka!" Ucap Ratu Arcesfia dengan meminum minumannya di akhir perkataannya.
"Ide yang cemerlang, ratuku! Kapan kita akan bertemu dengan mereka? Kuharap kedatangan mereka menjadi lebih cepat dari biasanya." Ucap Raja Ocheliux dengan memperhitungkan seluruh persiapan penyambutannya.
"Tidak perlu terburu-buru memanggil mereka kemari karena mereka akan datang dengan sendirinya." Ucap Ratu Arcesfia yang berencana menutup makan siangnya.
"Empat anak penjelajah...! Seperti biasanya, anda membawa berbagai kejutan yang menakjubkan!" Ucap Raja Ocheliux dengan memuji permaisurinya.
"Terima kasih." Ucap Ratu Arcesfia.
Dibandingkan wajahnya, kedua telinga Yang Mulia Ratu mulai memerah secara spontan.
Raja Ocheliux yang telah selesai menutup makan siangnya langsung mengulurkan tangannya kepada Ratu Arcesfia.
Uluran tangannya disambut baik oleh sang Ratu sehingga mereka berdua saling setuju berjalan kembali menuju ruang singgasana dan menunggu kedatangan empat tamunya tersebut.
Sementara itu, Vicenzo, Levord, Kalvetno, Sorayna, dan Ezcha telah tiba di sebuah lembah yang luas dan sangat dalam.
__ADS_1
"Teman-teman! Bisakah kita istirahat sejenak disini? Disana ada rumah tua, mungkin kita bisa menempatinya sebentar dan melanjutkan perjalanan lagi!" Ucap Kalvetno yang terlihat sangat lelah dan jari telunjuknya yang menunjuk ke arah sebuah rumah tua yang berukuran sedang dengan dikelilingi oleh pekarangan tumbuhan liar yang sudah tidak terurus.
"Aku juga! Memakai wujud ini benar-benar menguras tenaga." Ucap Levord dengan tatapan yang sangat meyakinkan bagi ketiga sahabat yang melihatnya.
"Baiklah! Kita akan mendapatkan tempat istirahat yang nyaman dan aman di malam ini! Istirahatlah yang sebaik mungkin agar tidak ada yang kelelahan di hari esok!" Ucap Vicenzo dengan mengeluarkan empat buah tenda yang berukuran besar dan berdiri kokoh di tepi pinggir lembah.
Mereka berempat yang telah sepakat untuk beristirahat di sana menjadi sedikit merasa puas.
Vicenzo, Levord, Kalvetno masing-masing memiliki satu tendanya sendiri, sedangkan Sorayna diharuskan berbagi tempat tidur dengan Ezcha yang tetap mengikutinya kemanapun Sorayna pergi.
Terkadang terdapat pertengkaran di antara Sorayna dan Ezcha, meskipun begitu, mereka berdua dapat kembali bersatu dan saling melengkapi.
Jam semakin berputar dengan cepat dan waktu sudah memasuki tengah malam.
Levord yang merasa tidak dapat tidur untuk yang kedua kalinya memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar disekitar tenda peristirahatan ketiga sahabatnya sebagai peralihan rasa terjaganya tetap tidak di luar kendali.
Ia yang baru saja selesai membuka pintu tenda tersebut menjadi benar-benar terkejut saat melihat salah satu teman laki-lakinya mengeluarkan setetes air mata.
Vicenzo terlihat melamun dengan kepala yang mengarah ke langit-langit malam.
Levord yang terkejut tersebut kembali berfokus kepada urusannya.
Ia terbang dengan sayapnya mengitari lingkungan tenda peristirahatan seperti orang yang sedang berpatroli.
Lima belas menit kemudian, Levord telah mengitari 105 kali tenda peristirahatan tersebut, sayangnya ia masih belum ingin kembali tidur.
"Sepertinya dia sudah selesai?" Pikir Levord dengan menatap lokasi menghilangnya Vicenzo dari pandangannya.
"Belum tidur, Levord?" Tanya Vicenzo yang muncul di sebelah kanan Levord.
"Ya, begitulah." Ucap Levord dengan menatap wajah Vicenzo dari samping.
"Jangan terlalu lama sendirian di luar! Apa kau tidak menyadari keberadaan mereka?" Bisik Vicenzo di telinga Levord dan dirinya langsung pergi meninggalkannya.
"Aku akui aku tidak menyadarinya! Bisakah kau menungguku di sana?" Tanya Levord dengan mengikuti Vicenzo.
BERSAMBUNG
__ADS_1