
Mereka pun memasuki rumah tersebut bersama-sama.
Rumah tersebut lumayan besar yang terdiri berbagai macam ruangan yang memiliki kejutan yang berbeda di masing-masing ruangan tersebut.
Kejutan tersebut adalah sebuah hiburan yang dibuat menyeramkan dengan berbagai cara untuk menakuti para pengunjungnya.
Apabila para pengunjung berhasil ditakuti dan menyerah kepada permainan tersebut, pengunjung itu akan dipersilahkan keluar dari area secepatnya.
Hal tersebut memberikan keuntungan kepada pemilik rumah hantu karena mendapatkan poin dari hasil panen ketakutan para pengunjung terhadap hantu yang terdapat di rumah tersebut.
"Hoo... Ada pengunjung baru lagi. Tunggu... Bukankah itu adalah pangeran dari 'Wientirly Village'? Hehe! Mari kita buat pertunjukan yang menakjubkan!" Ucap seseorang yang berada di suatu ruangan.
Orang tersebut sedang mengawasi para pengunjungnya termasuk Tuan Calhoun, Tuan Ananta, Eleanor, Ravettha, dan Lartson yang telah memasuki rumah tersebut.
"Hei, apa kalian merasakan ada yang mengawasi kita?" Tanya Tuan Ananta yang merasakan kejanggalan dari tempat yang ia kunjungi.
"Aku tidak merasakan apapun!" Ucap Tuan Calhoun yang tidak peduli dengan hal tersebut.
Ravettha hanya diam sejenak dan tidak mengucapkan satu kata pun kepada mereka.
"Ada yang mengawasi, ya? Maksudnya pemilik rumah ini? Wajar saja dia sangat menantikan pertunjukan yang menakjubkan karena ia sudah bosan mendengar jeritan ketakutan dari para pengunjung." Pikir Ravettha dengan melihat seluruh peristiwa yang telah terjadi menggunakan 'Eye Sighting' miliknya.
"Pertunjukan menakjubkan? Itu artinya ia akan membuat beberapa peristiwa yang akan mengubah sedikit dari tujuan asli pembangunan rumah ini. Menakuti dengan lebih menyeramkan? Pembunuhan? Eksploitasi?" Pikir Ravettha yang mencurigai rencana yang akan dilakukan oleh pemilik rumah tersebut.
"Semuanya! Dengarkan aku! Karena kita berada di tempat ini, kita harus berhati-hati dan selalu waspada! Aku yakin akan ada hal yang lebih menegangkan daripada para hantu yang akan muncul di rumah ini!" Ucap Ravettha dengan menggunakan kemampuan telepatinya.
Tuan Ananta, Tuan Calhoun, dan Eleanor langsung terkejut karena mereka tidak menyangka bahwa Ravettha bisa menggunakan kemampuan telepati.
"Tidak ada yang perlu ditakutkan! Selama kita bersama, kita akan menyelesaikan permainan ini bersama-sama!" Ucap Tuan Calhoun dengan menggunakan kemampuan telepatinya.
Ravettha, Lartson, Eleanor, dan Tuan Ananta menyetujui hal tersebut.
Mereka berjalan bersama untuk menyusuri satu persatu ruangan yang ada disana.
Mereka juga berjalan melewati lorong-lorong yang sempit dan lembab.
Lorong tersebut hanya memiliki lebar 38 cm dan panjang 4,2 km.
"Urgh! Kenapa lorong ini begitu sempit?" Tanya Tuan Ananta yang mulai kesal dengan tempat tersebut.
__ADS_1
"Semakin menakutkan, maka semakin menyenangkan permainan ini, ya kan master?" Tanya Lartson dengan tersenyum senang.
"Ya, kau benar." Ucap Ravettha yang ikut tersenyum senang.
"Oh ya, Lartson! Mau kah kau bermain 'Mencari Pemilik Tempat Ini'? Jika kau menang, ku kuizinkan kau untuk bermain bersamaku di festival ini. Tenang saja! Jika kau kalah, kau akan tetap dapat bermain denganku di lain waktu." Ucap Ravettha dengan tersenyum senang dengan menggunakan telepatinya khusus dengan Lartson.
"Benarkah?" Tanya Lartson yang menjadi sangat senang dan bersemangat dengan menggunakan telepatinya.
"Tentu! Tapi, tunggu perintah dariku untuk mulai permainan ini, ya?" Tanya Ravettha dengan menggunakan telepatinya.
"Baik, master!" Ucap Lartson dengan menggunakan telepatinya.
Mereka pun melanjutkan penjelajahannya dan berhasil melewati lorong-lorong sempit tersebut.
"Fyuh! Untungnya tidak ada jebakan apapun disana!" Ucap Tuan Ananta
"Yah. Kau benar! Aku penasaran isi ruangan yang pertama kita kunjungi!" Ucap Calhoun.
"BRUK!"
Terdengar suara sesuatu yang terjatuh di dalam gelapnya rumah tersebut tanpa adanya penerangan sedikitpun.
Tuan Calhoun yang mendengar hal tersebut langsung menoleh ke arah tersebut yang terdengar dekat dengannya.
Saat ia menghampiri asal suara tersebut, ia tidak dapat melihat sesuatu disana.
Semuanya kosong dan menghilang ke dalam kegelapan yang menakutkan.
Tuan Calhoun yang kebingungan tersebut langsung teringat dengan teman-teman yang ikut bersamanya ke rumah tersebut.
"Tuan Ananta, Ravettha, Eleanor, dan... Siapa satu lagi? Ah! Aku melupakan namanya! Sial! Dimana mereka semuanya?" Tanya Tuan Calhoun yang menjadi panik.
Kepanikan yang berasal dari Tuan Calhoun terlihat jelas oleh pemilik rumah tersebut saat melakukan pengawasannya.
"FUFUFU! Bagus! Bagus! Aku suka itu! Teruslah panik! Aku akan segera menghampirimu, sayangku!" Ucap pemilik rumah tersebut dengan terus mengawasi pergerakan Tuan Calhoun.
"Nona, saya sudah membawakan yang telah anda perintahkan." Ucap bawahannya.
"Woah! Mari kita lihat hasil tangkapan kita!" Ucap pemilik rumah tersebut.
__ADS_1
Saat ia melihat hasil tangkapannya, ia menjadi kecewa karena hanya menemukan seorang pelayan tidak berguna dari 'Wientirly Village'.
Pelayan itu adalah Eleanor Rigby Tomlinson.
Seorang pelayan yang sedang ditugaskan untuk melayani segala kebutuhan milik Ravettha.
"PLAK!"
Pemilik rumah tersebut langsung menampar wajah bawahannya tersebut karena telah mengecewakannya.
"Apa-apaan kau? Kau masih berani menatap dan menghadapku setelah gagal menyelesaikan tugas?" Tanya pemilik rumah tersebut.
"Maafkan saya, nona. Saya mengaku salah." Ucap bawahannya tersebut dengan penuh penyesalan.
"Tangkap orang itu sekarang! Jika kau gagal kembali, kau sudah tahu bukan?" Tanya pemilik rumah tersebut dengan tersenyum licik.
"B-Baik, nona." Ucap bawahannya tersebut dengan penuh kekhawatiran yang berlebihan.
Ia pun pergi meninggalkan majikannya dan berusaha untuk menangkap orang yang dimaksud oleh majikannya.
Sementara itu, Ravettha dan Lartson berada di tempat yang sama setelah melarikan diri dari sesuatu yang akan merugikannya.
Tempat tersebut adalah sebuah ruangan kosong dan berdebu.
Ruangan tersebut terlihat penuh misteri bagi Ravettha dan Lartson yang ikut menyadarinya saat bersembunyi disana.
"Huh, baguslah kita sudah ada disini bersama! Dengan begitu, kita hanya harus menyelamatkan yang lainnya! Kau masih ingat dengan yang kukatakan sebelumnya, bukan?" Tanya Ravettha kepada Lartson yang berada disebelahnya.
"Tentu saja saya masih ingat dengan itu, master! Tidak mungkin saya melupakan perintah yang anda berikan!" Ucap Lartson dengan tersenyum senang.
"Bagus! Permainan akan dimulai sekarang juga! Katakan padaku jika kau sedang berada di dalam bahaya, ya?" Tanya Ravettha dengan Lartson dengan tatapan seriusnya.
"Baik, master! Kalau begitu, saya akan memulainya dari sana saja. Sampai bertemu di akhir permainan, master! Jangan lupakan hal itu, ya master?" Tanya Lartson dengan tersenyum senang dan sangat bersemangat untuk langsung memulai permainan tersebut hanya bersama masternya.
"Akan ku buktikan bahwa aku dapat memenangkan permainan ini!" Pikir Lartson dengan penuh kepercayaan.
Mereka berdua pun memulai permainan tersebut untuk mencari pemilik rumah tersebut hingga dapat tertangkap.
Mereka memulai permainan tersebut dengan mencari petunjuk dari seluruh informasi yang tersembunyi di dalam rumah tersebut.
__ADS_1
Tidak lupa juga Ravettha untuk mencari teman-temannya yang akan dan yang telah ditangkap oleh pemilik rumah tersebut.
BERSAMBUNG