Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Terlambat Bangun Tidur


__ADS_3

"Tenaga makhluk hidup di ketiga dunia memiliki rata-rata daya tahan tubuh yang kuat. Tubuh mereka kebal terhadap radioaktif. Hal ini akan lebih berguna jika kita merekrut mereka agar menjadi karyawan kita di bidang penelitian, perindustrian, dan perusahaan." Ucap Tuan Glendy menyerahkan hasil pengamatannya bersama Lartson.


"Ya. Mereka juga lebih pantas menjadi sumber pendapatan kita. Bukankah begitu, Leonardo?" Tanya Ravettha dengan menyeringai karena ia tahu bahwa mereka bertiga memiliki pandangan yang sama di bidang ini.


"Tidak ada yang salah tentang perekrutan karyawan dan sumber pendapatan. Akan salah apabila mereka menyadari kita telah memonopoli, mengontrol, mengeksploitasi, dan mempengaruhi mereka. Itu sangat berbahaya karena mata pedang berbalik menyerang kita!" Ucap Leonardo mengangguk setuju dengan perkataan majikannya.


"Yeah, melalui itulah kita juga berjuang! Situasi ini mirip dengan 'Hanya ada dua pilihan. Karyawan pintar dan akan meninggalkanmu begitu mereka telah mendapatkan manfaatnya, atau karyawan bodoh dan setia terus berada di sisimu. Kegagalan itu mahal!'" Ucap Ravettha mengingat kembali isi pesan dari buku yang pernah dibacanya.


Ruangan menjadi sunyi dalam sekejap.


Tidak ada yang berani menyangkal ataupun membantah pernyataan milik majikannya.


Hal itu bukan hanya karena Ravettha adalah majikannya, tetapi pernyataan yang baru saja diberikan cukup masuk akal.


"Jadi, apa yang ingin kau laporkan, Leonardo?" Tanya Ravettha menatap partnernya ini melamun seperti kedua partner lainnya.


"Ini master! Dibandingkan kita memonopoli perdagangan secara brutal, kita bisa melakukan pendekatan sama seperti yang dilakukan Nicholas. Mereka mungkin hidup secara individu, tetapi kami yakin mereka juga membutuhkan kita." Ucap Leonardo tiba-tiba teringat perintah pertama majikannya untuk Nicholas.


"Ho! Kita bisa menggunakan cara itu sebagai opsi rencana kita. Tentu saja kita bisa bebas mengganti berapapun rencana, tetapi tidak untuk tujuan utama kita!" Ucap Ravettha memberikan penekanan pada kalimat terakhirnya.


Ia sungguh ingin ketujuh partnernya mampu bersaing dan menciptakan kondisi stabil dan harmonis.


Melalui hal itu juga, dirinya dapat memperoleh pertunjukan gratis yang cukup langka untuk dilewatkan.


"Seluruh pasukan telah kembali dengan selamat, master. Apa yang selanjutnya kita lakukan?" Tanya Falext bertanya-tanya tugas selanjutnya yang akan diberikan.


"Tingkatkan 7 sektor yang telah kalian pandu, ketujuh partnerku! Begitu pasukan kita telah meningkat hingga 10 kali lipat dalam seminggu, kita akan lanjutkan mengambil alih 11 dunia." Ucap Ravettha memberikan perintah baru ke tujuh partnernya.


"Berapa waktu yang kita butuhkan untuk memberikan tenaga kerja kita istirahat, master?" Tanya Rufino memperhatikan kemungkinan para muridnya melakukan perlawanan dengan motif tersembunyi.


"Cukup berikan 45 menit per 3 sesi. Itu sudah sangat mungkin mereka menggunakannya secara bebas. Pastikan juga semangat mereka bukan hanya menikmati istirahat selepas bekerja!" Ucap Ravettha memahami maksud partnernya ini.

__ADS_1


"Satu hal lagi, master! Mereka yang mulai menyalahgunakan kekuasaan kita, haruskah memberinya pelajaran dengan cara itu?" Tanya Lartson terburu-buru menanyakannya sebelum pertemuan mereka diakhiri.


"Nicholas lebih tau hal ini. Kau bisa menjelaskannya, Nicholas!" Ucap Ravettha tersenyum bangga.


Ia sungguh menyukai pembagian peran, dengan begitu dirinya tidak perlu terlalu banyak turun tangan dalam situasi yang tidak ia kuasai.


Sekalipun menguntungkan, ada banyak timbal balik yang mereka dapatkan dan ini sangat berguna untuk dikembangkan.


"Menggunakan cara itu bagi warga kita hanya mengurangi kepercayaan mereka terhadap kita. Begitu kepercayaannya turun drastis hingga mendekati 0, mereka akan berontak dibandingkan pasrah menerimanya! Kita bisa gunakan cara lain dan ini lebih memberi mereka perasaan penting." Ucap Nicholas melirik ke arah majikannya.


"Langsung saja katakan bagaimana caranya!" Ucap Lartson sedikit kesal perhatian rekannya tidak tertuju padanya saat berbicara.


"Memberinya pujian dari pandangannya secara tulus dan buatlah dirinya berbicara lebih banyak tanpa kau minta." Ucap Nicholas menuruti perkataan Lartson.


"Kau lebih berpengalaman dalam hal ini, maka aku akan mencobanya!" Ucap Lartson dengan meyakini kemampuannya.


Tepat setelah ketujuh partner tersebut mengadakan pertemuan melalui layar hologramnya, Ravettha langsung memanfaatkan waktunya untuk lebih banyak latihan.


Sedangkan di dunia lain, para warga justru berfokus pada peningkatan masing-masing dunianya.


Bahkan mereka yang terlalu berfokus itu tidak lagi melihat waktu untuk banyak bersenang-senang.


"Huh?! Yang benar saja! Ini sudah jam 4:45, hari keenam? Aku tidak menyangka latihan itu membuatku lupa waktu!" Ucap Ravettha terkejut dan langsung bangun dari kasurnya.


"Nona, anda sudah bangun. Biarkan saya menyiapkan sarapannya!" Ucap sistem hologram sesigap mungkin menghubungkan energi listriknya ke alat pemanggang roti.


"Ya, terimakasih! Aku harus mandi terlebih dahulu!" Ucap Ravettha bergegas mengunyah sepotong rotinya dan berjalan cepat ke kamar mandi.


Ia bahkan mandi, sarapan, dan olahraga pagi dengan terburu-buru.


Mengelilingi bukit tiga kali dan menikmati pemandangan di gedung pencakar langit telah membuatnya tetap bersyukur.

__ADS_1


"Dunia yang luas terlihat kecil dari lantai atas. Ini berarti kita harus memperluasnya lagi!" Pikir Ravettha kembali bersemangat hingga berniat terjun bebas.


"Hosh! Hosh!"


"Master! Akhirnya hamba menemukanmu! Pasukan kita telah siap di tempat, master. Apa anda berniat melakukannya sekarang?" Tanya Falext mengembalikan tenaganya yang terkuras karena mencari majikannya ke seluruh penjuru dunia.


"Benarkah? Aku menyukainya, terlebih lagi mereka telah mengerahkan energinya untuk peningkatan ini." Ucap Ravettha sungguh tidak sabar melihat kondisi pasukan barunya.


"Ya, hamba juga tau anda akan menyukainya. Mari kita menyapa mereka sejenak, master!" Ucap Falext mengulurkan tangannya.


Ravettha yang menerima ajakan tersebut langsung dibawa ke lapangan luas yang mengambang di langit.


Para pasukan baru telah memenuhi tempat tersebut dengan penuh kedisiplinan.


"Rufino! Selamat! Kau berhasil mengubah tantangan menjadi kenyataan. Akhirnya kita juga memiliki 10 kali lipat dari pasukan awal." Ucap Ravettha memberi tepuk tangan bersama dengan Falext.


"Ya, itu benar. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi jika pada awalnya diriku meragukan kemampuan tim ini dan menolak perintahmu, master." Ucap Rufino sangat senang mendapati pencapaian mereka dihargai.


"Baiklah! Kami akan mengatur strategi penyerangannya. Apa kau mau ikut ke ruanganku, Rufino?" Tanya Ravettha berniat pergi bertiga ke ruangan kerjanya.


"Tentu saja mau, master!" Ucap Rufino terbang menggunakan sayapnya dengan kegirangan.


Mereka bertiga langsung pergi menuju ruang kerja Ravettha.


Ruangan kerja yang begitu luas dan damai benar-benar menentramkan hati pengunjungnya.


"Duduklah! Aku akan menyediakan teh hijau dan beberapa camilan untuk kalian berdua. Jadi, jangan pergi dulu ya?" Tanya Ravettha berjalan menuju ruang makan yang terdapat di dalam ruangan kerja.


"Kami bisa mengambilnya sendiri. Anda hanya perlu memberi perintah pengambil alih 11 target dunia." Ucap Falext dan Rufino menahan majikannya melakukan terlalu banyak untuk mereka berdua.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2