Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Penyerahan Tugas


__ADS_3

Sementara itu, Annie sedang menyiapkan sesuatu.


"Aku akan memberikan ini kepada Nona Ravettha! Aku yakin dia pasti akan menyukainya, dan aku akan dapat pengakuan darinya sebagai pelayan setia!" Ucap Annie dengan menyiapkan sesuatu.


"Hoi! Mau sampai kapan kau akan menjilatinya, lalu menusuknya?" Tanya seseorang yang tiba-tiba muncul dan duduk di pinggiran jendela.


"Kenapa kau selalu mengganggu rencanaku?" Tanya Annie yang menjadi sangat kesal.


"Kan aku cuma memberitahumu saja. Tidak salah, bukan?" Tanya seseorang yang duduk di pinggiran jendela dengan tersenyum licik.


"Coba saja kau mengganggu rencanaku! Aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan rencana yang ini!" Ucap Annie dengan sangat kesal.


"Pft!" Ucap seseorang yang menahan tawanya.


"Selesai! Sekarang adalah waktunya menemui Nona Ravettha!" Ucap Annie.


"Semoga persiapan yang sudah kau buat tidak disukai oleh majikanmu! Hahaha!" Ucap seseorang yang duduk di pinggiran jendela.


Annie langsung pergi untuk menjemput pulang Ravettha.


"Nona Ravettha masih didalam, bukan?" Tanya Annie kepada Tuan Zeilux.


"Iya. Kau harus menemuinya di dekat rak yang bernomor 143! Dia sudah menunggumu disana!" Ucap Tuan Zeilux.


"Baik! Terimakasih banyak, Tuan Zeilux!" Ucap Annie yang langsung menghampiri Ravettha.


"Nona!" Ucap Annie dengan memanggil Ravettha dari jauh.


"Dari mana saja kau? Untungnya ini adalah perpustakaan!" Ucap Ravettha.


"Aku hanya keluar untuk menyiapkan sesuatu. Bagaimana jika anda pergi bersamaku untuk memeriksanya?" Tanya Annie.


"Firasat ini... Sepertinya aku tahu apa yang akan terjadi! Sebuah kejutan yang berupa hadiah lagi. Aku yakin jika dia punya keinginan lain dibalik perbuatannya! Hm... Bagaimana jika aku mengikuti permainannya dahulu? Ini akan sangat menyenangkan!" Pikir Ravettha.


"Baiklah." Ucap Ravettha.


"Ayo!" Ucap Annie dengan menarik tangan Ravettha.


Setibanya di kamar Ravettha, Ravettha melihat sebuah benda yang lumayan besar ditutupi oleh kain.


"Nona! Aku membuatkan khusus untukmu! Bukalah!" Ucap Annie dengan menunjuk ke arah hadiah yang telah dibuatnya.


Ravettha langsung membuka hadiah yang diberikan oleh Annie.


Hadiah tersebut adalah sebuah rak buku yang dapat dikeluarkan dan dimasukkan kedalam kotak buku yang bertuliskan 'Rak Buku Ajaib'.


Ia terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"A-Apa maksudnya, Annie?" Tanya Ravettha yang tidak mengerti dengan hadiah yang diberikan oleh Annie.


"Ini adalah sebuah 'Rak Buku Ajaib'! Rak buku ini akan muncul saat anda mengaktifkan kotak buku ini." Ucap Annie.


"Wah...! Terimakasih banyak, Annie!" Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.


"Benar kan perkiraanku! Nona pasti suka dengan hadiahku!" Pikir Annie yang ikut tersenyum.


"Baiklah! Kalau begitu, aku akan pergi untuk mengumpulkan tugasku ini. Apa kau mau ikut dan menunjukkan tempatnya kepadaku?" Tanya Ravettha.


"Tentu saja, nona!'' Ucap Annie dengan sangat senang.

__ADS_1


Mereka berdua menghampiri satu per satu seniornya yang telah memberikan tugas soal tertulis.


"Ini adalah kamar Tuan Rai Scounfel, murid pertama Yang Mulia Raja Kourtnef." Ucap Annie.


"Tok! Tok! Tok!"


Annie langsung mengetuk kamar Rai tanpa ragu.


Rai pun langsung membuka pintunya.


"Maaf mengganggu anda, senior. Saya hanya ingin mengantarkan tugas yang telah anda berikan." Ucap Ravettha dengan memberikan beberapa lembar kertas yang telah berisi jawaban dari pertanyaan yang diajukan.


"Cepat juga dia! Padahal aku baru memberinya sekitar dua jam yang lalu dan juga soal ini sangat susah untuk ukurannya. Aku jadi penasaran apakah dia telah menjawabnya dengan benar?" Pikir Rai dengan mengambil seluruh kertas tersebut.


"Bagus! Kau bisa pergi!" Ucap Rai dengan sangat dingin.


"Baik, terimakasih." Ucap Ravettha.


Ravettha tidak peduli dengan sikapnya, yang terpenting adalah dia sudah mengumpulkan tugasnya.


Ia dan Annie pergi menuju kamar murid kedua yang ternyata kamarnya berseberangan.


"Ini adalah kamar Tuan Upton Baines Poncelle, murid kedua Yang Mulia Raja Kourtnef." Ucap Annie.


Annie langsung mengetuk kembali kamar kedua tersebut.


Upton langsung membuka pintunya setelah ketukan pertama.


"Ya. Ada apa?" Tanya Upton dengan ekspresi yang sedang marah.


"Maaf mengganggu anda, senior. Saya hanya ingin mengantarkan tugas yang telah anda berikan." Ucap Ravettha dengan memberikan beberapa lembar kertas yang telah berisi jawaban dari pertanyaan yang diajukan.


"Baik, terimakasih." Ucap Ravettha.


Ia dan Annie langsung pergi menuju kamar ketiga.


"Ini adalah kamar Nona Marigold Apael Calogeus, murid ketiga Yang Mulia Raja Kourtnef." Ucap Annie.


Sebelum ia mengetuk pintunya, Marigold kebetulan ingin keluar dari kamarnya sehingga mereka bertemu.


"Maaf mengganggu anda, senior. Saya hanya ingin mengantarkan tugas yang telah anda berikan." Ucap Ravettha dengan memberikan beberapa lembar kertas yang telah berisi jawaban dari pertanyaan yang diajukan.


"Baiklah. Terimakasih atas kerja kerasnya!" Ucap Marigold yang senang karena juniornya telah menyelesaikan tugas darinya dengan cepat.


"Tidak. Seharusnya saya yang berterimakasih kepada anda karena telah memberikan soal yang dapat menambah pengetahuan." Ucap Ravettha dengan sangat meyakinkan.


"Hoo... Menarik juga!" Pikir Marigold dengan tersenyum senang.


"Ya, ya. Kalau begitu aku boleh dong memberikanmu tugas soal yang sangat sulit?" Tanya Marigold.


"Tentu saja. Semakin sulit pertanyaannya, maka akan menjadi semakin menantang untuk menjawabnya!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.


"Bagus! Kunantikan jawabanmu di lain waktu! Kau bisa pergi sekarang!" Ucap Marigold.


Ravettha dan Annie langsung pergi menuju kamar keempat.


"Ini adalah kamar Tuan Nathaniel Rothschild Hawthorne, murid keempat Yang Mulia Raja Kourtnef." Ucap Annie.


Annie langsung mengetuk pintu kamar tersebut.

__ADS_1


Nathaniel langsung membuka pintunya setelah mendengar ada suara yang mengetuk pintu kamarnya.


"Apa lagi sih? Tidak bisa diam sehari sa..." Ucap Nathaniel yang kesal karena diganggu tidurnya.


"...Ja!" Ucap Nathaniel yang menjadi terkejut karena yang ia temui bukanlah Upton melainkan juniornya.


"Maaf mengganggu anda, senior. Saya hanya ingin mengantarkan tugas yang telah anda berikan." Ucap Ravettha dengan memberikan beberapa lembar kertas yang telah berisi jawaban dari pertanyaan yang diajukan.


"Oh, baiklah! Kau boleh pergi! Aku masih ngantuk! Hoam!" Ucap Nathaniel dengan mengambil kertas jawaban tersebut.


Ravettha dan Annie langsung pergi ke kamar kelima.


"Ini adalah kamar Sarah Azhari, murid kelima Yang Mulia Raja Kourtnef." Ucap Annie.


Annie langsung mengetuk kamar tersebut.


"Oh, hai Ravettha! Kau ingin mengumpulkan tugasmu, ya?" Tanya Sarah yang telah membuka pintu kamarnya.


"Benar, kak." Ucap Ravettha.


"Baiklah! Kau mau kubantu untuk memanggil sisanya? Mereka sangat pemalas loh kalau disuruh untuk berkumpul apalagi jika makan malam!" Ucap Sarah.


"Benarkah?" Tanya Ravettha dengan sangat terkejut dan penuh heran.


"Itu benar! Perhatikan ini, aku akan memanggil mereka dengan cepat!" Ucap Sarah dengan sangat percaya diri.


Ravettha hanya mengangguk setuju untuk memperhatikannya.


"Bagi para murid keenam sampai keempat belas, diharapkan berkumpul di depan kamar murid kelima!" Ucap Sarah melalui alat komunikasi yang biasa ia pakai.


Para murid yang dipanggil langsung merespon dan memenuhi panggilan Sarah dengan cepat.


"Ya, ada apa kak Sarah?" Tanya para murid.


Sarah langsung memberikan kode kepada Ravettha untuk segera memulainya.


Ravettha yang mengerti hal tersebut langsung melaksanakannya.


"Maaf mengganggu anda sekalian, senior. Saya hanya ingin mengantarkan tugas yang telah kalian berikan." Ucap Ravettha dengan memberikan beberapa lembar kertas yang telah berisi jawaban dari pertanyaan yang diajukan.


"Kukira apaan! Ternyata kita hanya dipanggil untuk mengambil tugas junior ini! Huh! Kukira ada sesuatu yang sangat penting!" Ucap murid kedelapan yang sangat kesal.


"Aku juga berpikir demikian, tetapi dia sudah mengatakan maaf kepada kita. Kita harus memaafkannya!" Ucap murid keenam.


"Benar!" Ucap murid yang lainnya.


Mereka langsung menerima kertas jawaban dan permintaan maaf dari Ravettha karena telah mengganggu waktunya.


Mereka pun langsung kembali ke kamarnya masing-masing.


"Terimakasih banyak, kak Sarah!" Ucap Ravettha.


"Tidak perlu begitu! Kita sesama murid harus saling membantu, mendukung, dan memberi nasihat." Ucap Sarah dengan mengacak-acak rambut Ravettha.


"Kalau begitu, aku duluan ya!" Ucap Sarah.


"Ya!" Ucap Ravettha dengan senang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2