
Para raja dan ratu yang telah kehilangan jejak Heilox berencana untuk membagi tugas pencarian dan penangkapannya.
"Sial! Beraninya dia meninggalkan kita tanpa memberikan etika atau salam perpisahan! Kita harus mendapatkannya walaupun itu merepotkan!" Ucap Ratu Quinasy dengan sangat kesal.
"Bukannya dia sudah mengatakan "Kalau begitu sampai jumpa di lain waktu!"? Itu yang kudengar walaupun dia kurang sopan kepada yang lebih tua." Ucap Raja Osmond dengan mengingat kembali percakapan-percakapan yang pernah ia dengar.
"Huh! Benar juga, tetapi aku masih kesal melihat apalagi mengingat wajah anak itu!" Ucap Ratu Quinasy dengan rasa kesal yang telah terkumpul banyak.
"Kalau begitu kau tidak perlu melihat ataupun mengingat anak itu, bukan?" Tanya Raja Osmond.
"Fufufu! Kali ini aku setuju dengan pendapatmu!" Ucap Ratu Quinasy dengan menyikut lengan Raja Osmond sebagai bentuk keakrabannya.
"Kali ini kau setuju denganku? Sepertinya ingatanmu menjadi sangat buruk, ya? Aku kan selalu berkata sesuai fakta! Quinasy! Sering-seringlah memperhatikan sekitarmu supaya kau tahu apa yang telah kau lewatkan!" Ucap Raja Osmond dengan mengkritik kepribadian Ratu Quinasy.
"Ya, ya, ya. Kourtnef dan Haxley ikut aku! Kalian tidak boleh pergi kemanapun tanpa pengawasanku!" Ucap Ratu Quinasy dengan tatapan yang serius dan dipenuhi amarah yang selalu ditahan.
"Cih!"
Raja Haxley menjadi sangat kecewa karena tidak dapat leluasa untuk melakukan keinginan maupun kegiatannya karena ia dan Raja Kourtnef berada dibawah pengawasan ketat oleh Ratu Quinasy.
Sementara Raja Haxley sedang kecewa, Raja Kourtnef justru menjadi tenang seperti air yang mengalir tanpa adanya ombak.
Ia seakan-akan telah merencanakan semuanya sehingga ia tidak punya alasan untuk panik maupun khawatir dengan masa depannya.
"Masuk dan duduk diam disana! Kalian harusnya bersyukur karena aku tidak memenjarakan kalian!" Ucap Ratu Quinasy dengan memerintahkan Raja Kourtnef dan Raja Haxley untuk duduk di kursinya masing-masing dan berencana untuk memasang pengekang kekuatan dan pergerakan yang berupa 'Kapsul Ruang'.
"TAP!!!"
Seseorang datang dengan terbang menggunakan sayap hitamnya yang lebih besar dari ukuran para raja dan ratu iblis.
Siapa lagi jika bukan Dewa Iblis?
__ADS_1
Ia terlihat sangat berwibawa saat sedang melaksanakan apapun yang ia lakukan termasuk saat ia terbang, berjalan, berbicara, dan memberikan hukuman kepada para bawahannya.
"Kalian benar-benar melupakan perintahku?" Tanya Dewa Iblis dengan nada yang sangat datar.
"Ah! Tidak! Tentu saja kami tidak melupakannya, tetapi semuanya berubah setelah seorang mantan murid Kourtnef mengambil para penonton dan menghancurkan tempat ini. Apa kami harus menghabisinya, Yang Mulia?" Tanya Raja Willought yang baru teringat dengan tujuan utamanya.
"Tentu saja, bodoh! Apa aku harus menjelaskan ulang perintahku?" Tanya Dewa Iblis yang menepuk dahinya karena pusing melihat kekacauan yang telah terjadi.
Keempat raja yang sedang berkumpul di hadapan Dewa Iblis menjadi tersinggung dan mulai khawatir tentang batas waktu perintah atasannya.
"Cepatlah kerjakan sebelum aku mengubah kalian menjadi batu itu!" Ucap Dewa Iblis dengan menunjuk ke sebuah pecahan batu lempengan tanah.
"B-Baik, Yang Mulia!" Ucap keempat raja tersebut dengan langsung berlari terburu-buru dan mulai melaksanakan tugas yang telah diperintahkan.
"Tidak peduli sekuat apa anak itu, kita harus mendapatkannya sekarang juga!" Ucap Raja Yulius dengan penuh tekadnya.
"Huh! Merepotkan!" Gumam Raja Willought.
Suara tersebut berasal dari Dewa Iblis dengan menggunakan 'Sound Of Heartlessly'.
"Akh! Anda mengagetkan hamba, Yang Mulia! Maksud hamba yang merepotkan itu adalah anak murid Kourtnef. Meskipun dia adalah salah satu murid Kourtnef, seharusnya dia punya sopan santun dan tunduk kepada para guru maupun atasannya! Sekarang dia sudah menyusahkan kita, benar kan saudara-saudaraku?" Tanya Raja Willought kepada Raja Leighton, Raja Osmond, dan Raja Yulius.
"Lebih baik kau tutup mulutmu sebelum kau bantu kami menyelesaikan tugas ini!" Ucap Raja Leighton dengan tatapan yang sangat serius dalam menjalankan perintah yang diberikan kepadanya.
"Iya, iya." Ucap Raja Willought dengan memahami keadaan maupun yang dimaksud Raja Leighton.
"Baiklah! Semoga beruntung para bahawanku!" Ucap Dewa Iblis dengan menonaktifkan 'Sound Of Heartlessly'.
Setelah 'Sound Of Heartlessly' dinonaktifkan, mereka berempat akhirnya berhasil menemukan Ravettha asli.
"Hei! Kita menemukannya...! Dia anak murid yang asli!" Ucap Raja Leighton dengan memperhatikan identitas asli musuhnya.
__ADS_1
"Tunggu! A-Apa? Anak murid asli?" Tanya Raja Osmond dengan penuh penasaran.
"Kau masih ingat dengan perkataan Quinasy saat kita bertujuh menyamar dan bertemu anak itu bukan? Dia berkata 'Heilox', itu berarti perkataannya memanglah benar! Di dalam tubuh itu ada dua jiwa, yang pertama itu asli dan yang kedua adalah Heilox! Karena kita sedang bertemu dengan yang asli, kemungkinan besar dia sangat mudah dikalahkan! Aku yakin hal itu, percayalah kepadaku!" Ucap Raja Yulius yang sangat yakin dengan intuisinya.
"Hoooooo...! Kau bisa serius juga ya? Xixixi!" Ucap Raja Willought dengan tertawa kecil.
"Seriuslah kawan!" Ucap Raja Osmond.
"Hei, nak! Ikutlah bersama kami! Kami akan membawamu ke tempat yang aman." Ucap Raja Leighton dengan berubah sifat menjadi sangat ramah dan penyabar.
"Siapa ya? Ah! Aku tahu! Kau ingin membawaku ke tempat yang aman maksudmu penjara atau ruang penghukuman?" Tanya Ravettha dengan menyembunyikan senyumnya.
"Bukan begitu maksudku. Kau juga tahu bukan? Saat ini dunia kita sedang diserang oleh seorang pengkhianat. Dia akan menghancurkan kita disini juga jika kita terlihat di matanya! Oleh karena itu, ikutlah bersama kami dan kami berjanji akan memberikan keamanan dan fasilitas secara gratis." Ucap Raja Leighton.
"Wah! Wah! Wah! Perkataanmu sangat persuasif dan tawaran itu sangatlah menarik! Tapi siapa yang akan menyangka jika semua itu hanyalah omong kosong belaka?" Tanya Ravettha dengan tersenyum senang.
"Dasar anak tak sopan! Sudah diberi hati malah minta jantung! Seharusnya kau bersyukur dan memohon ampun kepada kami karena hanya kami yang akan menolongmu!" Ucap Raja Willought yang terpancing emosinya oleh perkataan Ravettha.
"Lupakan saja yang barusan dikatakannya, ya? Mari kita pergi...!" Ucap Raja Leighton dengan mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah.
Ravettha dan Heilox yang sebenarnya tidak setuju untuk ikut bersamanya langsung menyetujui tawaran tersebut.
"Hm... Kau pasti memiliki rencana lain seperti rencana cadangan, darurat, dan palsu, bukan?" Tanya Heilox di alam bawah sadarnya.
"Tentu saja dan kita hanya perlu bekerja sama untuk kedepannya. Anda bersedia untuk itu, bukan?" Tanya Ravettha di alam bawah sadarnya.
"Hoho! Tentu! Selama itu menguntungkanku, aku akan melakukan apapun sampai dapat dan tentunya aku akan terus melibatkanmu! Hahahaha!" Ucap Heilox dengan sangat bersemangat.
Ravettha yang mendengarnya hanya bisa tersenyum dan kembali mengerjakan tugasnya.
Untuk itu ia harus keluar dari alam sadarnya dan mengendalikan seluruh miliknya.
__ADS_1
BERSAMBUNG