Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Malam Yang Sunyi


__ADS_3

"PUK!"


Levord yang turun dan menapakan kakinya di tanah bersamaan dengan perubahan wujud manusianya kembali langsung menepuk pundak Vicenzo dengan secepat mungkin.


Dirinya yang melakukan hal tersebut karena tidak ingin kesempatan berbicaranya menghilang, sedangkan Vicenzo yang mendapatinya justru menjadi semakin waspada.


"Ada apa?" Tanya Vicenzo yang ingin melanjutkan langkah kakinya menuju tenda peristirahatannya.


"Tidak perlu basa-basi seperti itu! Bagaimana hubunganmu dengan Ravettha?" Tanya Levord yang menatap langsung Vicenzo dari jarak dekat.


"Dia, ya? Kau bertanya untuk memastikan seluruh hasil pengamatanmu, bukan?" Tanya Vicenzo dengan tersenyum kecil dan sorot matanya yang menunjukkan ketidakpedulian terhadap lawan bicaranya.


"Ya! Mengapa kau tidak mengungkapkannya kepada dia? Jika kau mau mendengar saranku, maka akan kuberikan saat kau menginginkannya." Ucap Levord dengan mengakhiri pembicaraan bersama Vicenzo.


Sorot mata yang tajam mengarah ke wajah Levord.


Levord yang mendapati tatapan tersebut menjadi tidak lagi terpengaruh akan hal tersebut.


"BWOOOSSSHHH!!!"


Dengan tiba-tibanya ia merasakan hembusan angin yang cukup kencang dalam sekali hembusan.


Tidak ada sesuatu yang terjadi, kecuali selembar kertas yang berisikan pesan dari Vicenzo, "Akan kudengarkan saran yang kau maksud nanti. Sekarang giliranmu yang menjaga kalian berempat disana. Aku percayakan kepadamu! Salam hangat dari Vicenzo."


Levord yang telah membaca isi pesan tersebut hanya terdiam sejenak lalu tersenyum.


"Haah! Dasar...! Seperti inikah rasanya tanggung jawab? Yah... Kita lihat saja bagaimana mereka membuktikan tindakannya!" Gumam Levord dengan berulang kali menghembuskan napasnya.


Jauh di dalam lubuk hatinya menyatakan sangat bergembira akibat banyak perubahan yang terjadi pada dirinya.


Ia berjalan menuju tenda peristirahatan Sorayna dan Ezcha yang saling bersebelahan dengan tenda peristirahatan miliknya.


Tanpa mengeluarkan suara, ia memasuki tenda temannya tersebut dan berencana membangunkannya.


"Sorayna! Ezcha! Aku tahu kalian mendengarkan percakapan kami diluar. Cepatlah bangun! Kita tidak boleh kehilangan jejak Vicenzo!" Ucap Levord dengan menggunakan telepatinya.


Suara yang muncul di pikiran Sorayna dan Ezcha membuat keduanya terbangun dengan mata yang melotot lebar tanpa berkata sepatah katapun.


"Kuberikan 5 menit untuk bersiap-siap dari sekarang! Aku akan ke sebelah membangunkan Kalvetno." Ucap Levord dengan berjalan keluar dari tenda peristirahatan milik Sorayna dan Ezcha.


Sorayna dan Ezcha dengan spontannya langsung membentuk tim khusus agar dapat memudahkan masing-masing pekerjaannya.

__ADS_1


Seluruh anggota tubuh mereka berdua bergerak secara teratur dan terorganisir.


Mereka dengan penuh ketulusan hati menyiapkan segala kebutuhan yang tentunya dibutuhkan dalam jangka panjang.


Sedangkan Levord menggunakan cara terbaik untuk membangunkan Kalvetno yang masih terbuai dengan alam bawah sadarnya.


"Kalvetno! Lihat apa yang kutemukan? Aku menemukan rahasia tersembunyi dibalik 'Redfish Jelly', loh!" Ucap Kalvetno dengan membuat suara seperti orang yang sedang sibuk bekerja.


"Apa?! 'Redfish Jelly'? Ubur-ubur merah menyala dengan tubuh yang sangat kenyal itu?" Tanya Kalvetno yang baru terbangun dengan ekspresi wajah yang benar-benar tidak percaya terhadap apa yang dikatakan oleh Levord.


"SRET!"


"Ikut aku dan jangan banyak bertanya! Jangan malas bangun karena yang lain sudah menunggu di luar!" Ucap Levord dengan menarik kerah belakang baju Kalvetno dan membawanya menggunakan kemampuan terbangnya.


Ia dan Kalvetno terbang dalam kurun waktu tidak sampai semenit hingga tiba di sebuah pintu portal yang telah disiapkan oleh Sorayna beserta bantuan Ezcha.


"Kupikir rahasia 'Redfish Jelly' akan benar-benar terbongkar!" Ucap Kalvetno dengan mendengus kesal.


"Jadi kau tidak ingin ikut pergi?" Tanya Sorayna dengan menyiapkan hukuman agar satu temannya tersebut menjadi jera.


"Oh ya ampun...! Kau mulai lagi dengan kebiasaan burukmu itu! Aku yakin Vicenzo sedang bernegosiasi dengan para penguntit itu!" Ucap Kalvetno dengan memalingkan wajahnya dari Sorayna.


"Jangan terlalu naif, Levord! Apa kau tidak pernah berpikir tentang alasanku membujuk kalian untuk beristirahat disini? Ini adalah alam bebas dimana semua hal dapat terjadi! Kita adalah pendatang yang hanya bersinggah sementara disini! Jika Ezcha saja adalah hewan yang tinggal disekitar tempat ini, bukankah akan ada beragam makhluk hidup lainnya?" Tanya Kalvetno dengan menyesuaikan diri senyaman mungkin agar ia dapat mengutarakan seluruh pendapatnya.


"Baik. Aku yang salah memperhitungkannya. Jadi, sekarang kita sudah bisa bertemu Vicenzo disana? Kita harus memastikannya!" Ucap Levord dengan bersemangat.


"Aku setuju denganmu walaupun hasil akhirnya adalah dia tetap berada di pihak kita!" Ucap Sorayna dengan mengangguk setuju.


Levord, Kalvetno, Sorayna, dan Ezcha langsung memasuki pintu portal yang mengarah ke sebuah rumah terbengkalai.


Tidak ada suara selain langkah kaki mereka berempat.


Hal tersebutlah yang berhasil membuat keempat pengunjung menjadi sangat penasaran.


"Dimana dia? Mengapa tidak ada tanda-tanda batang hidungnya?" Tanya Sorayna yang mulai kesal.


Ia yang sedang tidak ingin membuat masalah menjadi rumit langsung mengalihkan perhatiannya kepada Ezcha yang tetap berada di dekatnya.


"Telusuri saja jalan ini lalu kita simpulkan!" Ucap Kalvetno yang mulai melihat kekecewaan di masing-masing kedua sahabatnya.


Lantai kayu berderit setiap kali mereka menapakan kaki di atasnya.

__ADS_1


Sejauh kaki melangkah, hanya ada bayangan hitam yang mengikutinya tanpa sedikitpun penerangan.


Mereka hanya mengandalkan seikat tali tambang polyethylene yang telah tersedia di dalam pertendaan.


Kalvetno berjalan di paling depan dan menuntun ketiga temannya sesuai intuisi yang dimilikinya.


"Sorayna! Kudengar kau yang membawa para kebutuhan. Apa kau punya seutas tali?" Tanya Kalvetno dengan memintanya kepada Sorayna.


"Kurasa masih ada disini...? Benar! Ini talinya! Kau tidak menggunakannya untuk mengikat sesuatu, bukan?" Tanya Sorayna yang memberikan tali yang tersimpan dengan baik di dalam tas penyimpanannya.


Ia sungguh sangat penasaran dengan apa yang akan dilakukan temannya tersebut.


"Lebih tepatnya, aku akan membawa kalian ke tempatnya! Satu per satu dari kalian genggamlah tali ini dan kita akan jalan bersama-sama!" Ucap Kalvetno dengan menjulurkan tali yang panjang tersebut kepada ketiga temannya.


"Bagus! Dengan begitu, kita bisa mengetahui sedikit kebenaran tentang dirinya!" Ucap Levord dengan menyetujui inisiatif dari tindakan Kalvetno.


Malam yang begitu sunyi dan hembusan angin yang dingin berhasil membuat bulu kuduk mereka berdiri.


"HATCHI!"


Hanya Sorayna yang menggigil kedinginan membuat Ezcha ikut khawatir.


"Em... Seharusnya aku bawa penghangat tubuh tadi!" Gumam Sorayna yang tidak ingin melepaskan genggaman tangannya dari tali tersebut karena ia tidak ingin terpisah sendirian dengan yang lainnya.


"Mamaaa!"


Ezcha mengeluskan badannya dan menempel demi menunjukkan perhatiannya kepada Sorayna yang ia anggap sebagai ibunya sendiri.


"Jangan khawatir, Ezcha kecil! Suhu ini tidak seberapa jika dibandingkan kota asalku." Ucap Sorayna dengan tersenyum senang.


Meskipun ia telah mengatakan demikian, Ezcha justru langsung memberikan penghangat tubuh sesuai yang pernah Sorayna pikirkan sebelumnya.


Hal tersebut membuat Sorayna terkejut dengan asal penghangat tubuh yang ia miliki.


Kedua sahabat laki-lakinya hanya dapat menyanggah pertanyaan yang diberikan oleh Sorayna, tetapi tidak dengan Ezha.


Ia benar-benar disambut dengan senyuman manis dan terimut dari Ezcha kecil.


"Aku tidak tahu siapa yang memberikannya, tapi aku menyukainya! Aku akan mengucapkan terima kasih jika aku bertemu dengannya!" Ucap Sorayna dengan cepatnya memeluk Ezcha.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2