Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Pertemuan Ketiga Sahabat Lama


__ADS_3

Heilox langsung memasuki pintu tersebut bersama Dewa Iblis yang berada di sampingnya.


Saat pintu tersebut terbuka, terlihat sebuah pemandangan yang sangat indah untuk disaksikan secara langsung.


Sebuah pulau tidak berpenghuni yang hanya dipenuhi dengan pohon yang daunnya berguguran karena mereka tiba saat musim gugur.


Hanya ada satu pohon yang daunnya tidak sedang berguguran.


Pohon itu adalah Pohon Donahue yang menjadi tujuan Heilox dan juga tempat kedua sahabatnya berada.


Pohon Donahue memiliki ukuran yang terbesar dibandingkan pohon-pohon lainnya.


Walaupun berukuran sangat besar, tetapi apabila kayunya disentuh atau tidak, sangat terasa bahwa pohon itu sudah berumur sangat tua melalui banyaknya lingkaran tahun yang ada di dalam pohon tersebut.


"Jadi ini pohon yang kau maksud itu?" Tanya Heilox dengan memeriksa dimana tempat penyimpan peninggalan milik kedua sahabatnya.


"Benar...!" Ucap Dewa Iblis dengan mengendap-endap kabur dari cengkeraman Heilox.


"PUK!"


"Hei! Siapa yang mengatakan bahwa kau boleh pergi sekarang?" Tanya Heilox dengan menepuk pundak Dewa Iblis sehingga ia dapat menghentikan rencana melarikan dirinya.


"Aku sendiri." Ucap Dewa Iblis dengan tersenyum senang tanpa adanya rasa bersalah.

__ADS_1


"Kau harus bersamaku sampai urusanku disini selesai!" Ucap Heilox dengan nada yang memaksa Dewa Iblis menuruti perintahnya.


"Sejak kapan ada peraturan yang melarang untuk tidak boleh keluar dari tempat ini? Aku merasa tidak enak badan sejak memasuki tempat ini. Lagipula aku tidak harus mematuhi semua perkataanmu, bukan? Berterimakasihlah kepadaku karena kau telah kuberi tahu keberadaan kedua sahabatmu! Jangan lupa bahwa urusan di antara kita belum selesai!" Ucap Dewa Iblis dengan langsung membuka portal khusus miliknya sendiri.


Heilox hanya menatap dan mendengarkan perkataan Dewa Iblis tersebut tidak berniat sama sekali untuk melaksanakan ataupun berurusan dengan Dewa Iblis sehingga ia mengabaikannya dan menganggap bahwa ia tidak pernah mendengar peringatan tersebut.


"Hm... Apa mereka ada disini? Disini? Ah! Disana! Tidak ada? Sudah kuduga dia akan berbohong kepadaku!" Gumam Heilox dengan sedikit kecewa karena ia tidak berhasil menemukan kedua sahabatnya.


"Maksudmu dia yang berbohong kepadamu?" Tanya sebuah suara yang tidak diketahui asal-usulnya, tetapi selalu menggema di dalam kepala Heilox.


Saat suara itu menghilang, Dewa Iblis kembali muncul dengan keadaan sudah terikat erat dengan rantai putih yang bercahaya terang.


Setengah kesadaran Dewa Iblis juga menghilang bersamaan dengan kemunculannya.


Karena ia 100% percaya bahwa perkiraannya benar, maka semua itu berjalan lancar hingga pada suatu saat dimana ia kekurangan bahan yang berupa wadah bagi tubuh kedua sahabatnya.


"Ortiz! Kenesis! Aku tahu kalian ada di sekitarku saat ini dan aku tahu bahwa kalian berdua bisa melihatku, tetapi tidak denganku. Aku hanya punya tiga permintaan kepada kalian saat ini. Maukah kalian mendengarkannya?" Tanya Heilox dengan mengaktifkan 'Invisible God Eyes' untuk melihat keberadaan kedua sahabatnya, tetapi tidak dapat terlihat dengan jelas karena yang ia lihat hanyalah cahaya terang terang yang sangat menyilaukan matanya.


"Kau tidak perlu mengatakannya sekarang karena kami tahu apa yang ingin kau dengar. Sebelum kami mengatakannya kami penasaran dengan satu hal. Mengapa kau memilih anak ini sebagai wadah sementaramu? Apa karena dia memiliki kekuatan yang hampir setara denganmu?" Tanya Kenesis dan Ortiz secara bergantian sekaligus memperhatikan jiwa dan tubuh Ravettha.


"Entahlah. Awalnya aku memilihnya karena tidak ada wadah yang cocok untukku. Waktu telah berganti dan semua rencanaku berjalan lancar termasuk saat aku memilihnya. Kupikir wadah yang kupilih saat ini hanyalah pengguna sihir yang biasa-biasa saja, tetapi semakin kuselidiki ternyata ada yang aneh dengannya sehingga membuatku bingung dan meragukan keputusanku. Semakin lama aku menempati wadah ini, semakin banyak sesuatu yang kurasa hilang dan aku tidak tahu apa yang hilang itu. Semakin lama aku memikirkan penyebabnya, semakin banyak rasa aneh yang menyelimuti tubuh ini. Jadi aku berusaha untuk tidak memikirkannya terlalu dalam sehingga aku tidak melupakan kenangan-kenangan penting kita bersama." Ucap Heilox dengan mengingat alasan dirinya sampai memilih Ravettha sebagai wadah sementaranya.


"Apa? Kau serius mengalami itu, Heilox sahabatku? Ini sudah terlambat dan kau baru menemui kami sekarang? Baiklah! Panggil anak itu sekarang dan hubungkan semua indera untuk melihat kebenaran dan itu juga termasuk apa yang ingin kau dengar!" Ucap Kenesis dan Ortiz secara bersamaan.

__ADS_1


"Tunggu! Apa ada yang salah dengan keputusanku saat itu?" Tanya Heilox dengan sangat penasaran mengapa keputusannya salah di mata kedua sahabatnya karena saat ini sangat berbeda dengan kedua sahabatnya di masa lalu.


"Ya. Kau salah besar! Kau ingat saat kejadian itu?" Tanya Kenesis.


"Kejadian itu... Maksudnya kematianku?" Tanya Heilox.


"Tepat sekali! Maaf aku telah mengingatkan kenangan buruk itu. Sejujurnya sangat menyedihkan untuk diingat, tetapi semua itulah yang menjadi peristiwa penting." Ucap Ortiz.


"Saat hari kematianmu terjadi, banyak sekali kelompok-kelompok yang berebut kekuasaan dan juga kekuatan 'Gonzalez'. Semua itu berakhir hingga kematian kami berdua. Walaupun peperangan sudah berakhir, mereka yang masih hidup dan juga yang merupakan keturunan nenek moyangnya merubah peperangan menjadi jalur politik. Aku mengetahui bahwa keputusanmu yang telah dibuat dan direncanakan secara matang ini salah besar karena aku dan Ortiz melihat semua rencana Gonzalez." Ucap Kenesis.


"Jadi Gonzalez itu juga bagian dari kaum kita?" Tanya Heilox dengan terkejut saat mendengar perkataan sahabatnya.


"Tidak. Lebih tepatnya dia adalah salah satu anggota penjelajah waktu. Saat itu, kami berdua sedang mencari bahan bakar yang dapat digunakan sebagai pengganti sumber daya alam dan kekuatan buatan. Pertemuan kami dengan Gonzalez terjadi pada saat tengah malam tempatnya berada di bawah bukit 'Highdif', bukit yang dekat dengan tempat tinggalmu dahulu. Dia mengatakan hal yang aneh layaknya seorang peramal tua." Ucap Ortiz.


"Memangnya apa yang ia katakan?" Tanya Heilox yang sudah tidak sabar untuk mendengarkan lanjutan ceritanya.


"Ehm! Dengarkan dahulu sebelum bertanya, Heilox! Haduh...!" Ucap Kenesis dengan menepuk dahinya.


"Maaf, maaf. Aku akan menyimaknya lagi lalu bertanya." Ucap Heilox.


"Kulanjutkan lagi... Ia mengatakan bahwa di masa depan akan datang seorang anak perempuan yang sedang melaksanakan misi rahasianya. Anak itu mendapatkan ramalan di tempat kelahirannya yang sangat baik, tetapi tidak dengan disini karena dunia iblis terhubung dengan sebuah tempat yang dinamakan 'Tower Oltorn'. Ia juga mengatakan di dalam sebuah surat yang sekarang menjadi rumor. Isi dari surat yang ia tulis menjelaskan akan adanya bahaya yang sangat besar menanti di dunia ini. Karena surat itu telah menjadi sebuah rumor, tidak ada satupun yang percaya bahwa isi surat maupun rumor yang beredar disekitarnya." Ucap Ortiz dengan menjelaskan panjang lebar, tetapi singkat dan padat.


"Ini semakin merepotkan!" Ucap Heilox dengan memikirkan rencana selanjutnya yang akan ia gunakan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2