
"Ayo kita tangkap saja anak itu! Dia akan membuat kekacauan yang lebih besar dari ini!" Ucap Ratu Quinasy dengan rasa panik dan khawatir yang berlebihan.
"Tunggu! Kurasa itu bukan...!" Ucap Raja Osmond yang telah memperhatikan pergerakan dan pola Heilox, tetapi ia tidak sempat mengucapkan seluruh hasil pengamatannya karena ia melihat Raja Kourtnef dan Raja Haxley mencoba melarikan diri saat semua raja dan ratu sedang berdiskusi mencari solusi.
"Tunggu apa lagi? Kita sudah tidak punya waktu dan harus bertindak cepat!" Ucap Raja Willought dengan berlari menuju Heilox yang sedang berencana untuk melenyapkan Dewa Iblis.
"Lihat itu bodoh! Kourtnef dan Haxley berusaha melarikan diri! Aku bertaruh mereka akan berkhianat lagi!" Ucap Raja Osmond dengan terburu-buru untuk menangkap Raja Kourtnef dan Raja Haxley.
"Kalau begitu, aku dan Leighton akan menghentikan anak itu. Kalian bertiga urus sisanya!" Ucap Ratu Quinasy dengan membagi tugas mereka berlima.
Setelah membagi tugas, Ratu Quinasy dan Raja Leighton langsung pergi menuju tempat Heilox berada dengan menggunakan teleportasinya.
Sementara itu, Raja Kourtnef yang telah mendapatkan kesempatan emas untuk segera kabur langsung menggunakannya sekarang juga.
Begitupun dengan Raja Haxley yang telah terpikirkan beberapa rencana untuk kabur dari tempat tersebut.
"Cepatlah, Haxley! Kita bisa-bisa ketahuan oleh mereka!" Ucap Raja Kourtnef dengan bersedia menunggu Raja Haxley yang sedang sibuk membuka pengekang kekuatan yang ada di lehernya, tetapi selalu gagal karena ia terus menggunakan kekuatan fisiknya.
"Berisik! Cepat bantu aku membukanya kalau kau mau kita cepat keluar dari tempat ini!" Ucap Raja Haxley yang semakin kesal karena ia gagal lagi membuka pengekang kekuatan tersebut sekaligus merasa tertekan saat mendengarkan semua keluhan Raja Kourtnef karena menurutnya ia sangat lambat dalam bertindak.
"Huh! Merepotkan saja! Berterimakasihlah kepadaku karena telah berhasil membuka pengekangmu itu!" Ucap Raja Kourtnef dengan bangga karena telah membantu Raja Haxley.
"Enak saja! Mana sudi aku berterimakasih kepadamu!" Ucap Raja Haxley yang sudah terlanjur kesal dengan Raja Kourtnef.
Mereka lari dengan cepat menuju pintu keluar.
"Bagus! Sedikit lagi!" Ucap Raja Haxley dengan senang karena ia akhirnya akan terbebas dari Raja Kourtnef dan juga dapat menjauh untuk memulihkan dirinya.
Saat mereka membuka pintu tersebut, mereka menjadi sangat terkejut karena mereka telah ketahuan oleh Dewa Iblis.
"PUK!"
__ADS_1
Dewa Iblis langsung menepuk masing-masing satu pundak mereka berdua untuk membuat Raja Kourtnef dan Raja Haxley tidak bisa bergerak.
"Keberuntungan selalu berpihak kepadaku~! Tidak perlu susah-susah mencari tawanan yang kabur karena tawananku datang sendiri kepadaku." Ucap Dewa Iblis dengan mengeluarkan rantainya untuk memaksa kedua tawanannya berhenti melakukan perlawanan dan tunduk kembali padanya.
Raja Kourtnef dan Raja Haxley terus mencoba untuk dapat bergerak dan menghindari rantai-rantai yang selalu mengarah kepada mereka.
"Kalian sudah tahu, bukan? Tidak mematuhi perintahku sama saja mencari mati! Atau kalian sengaja mengabaikan perintahku? Cepat jawab sebelum aku kehilangan kesabaran!" Ucap Dewa Iblis yang hampir menjadi sangat marah karena ada yang berusaha mengkhianati dirinya.
Kali ini tidak ada seorangpun dari mereka berdua untuk mengatakan alasan mereka berkhianat kepada Dewa Iblis.
Mereka tidak mengatakan apapun bukan karena mereka takut kepada Dewa Iblis ataupun takut mengambil resiko, melainkan mereka sangat tahu bahwa apabila mereka mengatakannya, maka mereka hanya akan menambah rumit permasalahan dan yang terburuknya adalah mereka takut menghancurkan rencana yang telah mereka buat sebelumnya.
"Tidak ada yang mau berbicara? Seorangpun?" Tanya Dewa Iblis dengan terheran-heran saat melihat tingkah laku kedua sanderanya yang berbeda dari biasanya.
"Pft! Sepertinya tingkat keberuntunganmu semakin menurun drastis, ya? Ck! Sungguh ironis sekali!" Ucap Scott yang berdiri dengan tubuh yang bersandar di dinding, satu kaki yang terangkat dan menyentuh dinding, serta tangan yang menyilang di depan dada.
"Siapa lagi kau? Pengkhianat? Atau bawahan kedua pengkhianat ini?" Tanya Dewa Iblis dengan menyelidiki asal usul Scott melalui kemampuan mengidentifikasinya.
Ia langsung memulai penyerangannya dengan penuh perhitungan, keakuratan, dan hasil penelitiannya.
Masing-masing kemampuan terbaiknya dikeluarkan dengan penuh kesungguhan.
Sementara itu, Dewa Iblis menanggapi serangan Scott dengan sangat santai karena baginya tidak ada siapapun yang lebih kuat darinya.
Karena terlalu santai menanggapinya, ia bahkan tidak menyadari bahwa dirinya telah dimanfaatkan oleh kelemahan Scott.
"Sungguh membosankan! Kau pikir kau adalah seorang pahlawan yang dapat menyelamatkan kedua tawanan itu? Jangan bermimpi! Kau terlalu lemah untuk mengalahkanku dan juga menyelamatkan mereka!" Ucap Dewa Iblis dengan nada yang merendahkan lawannya.
"BAK! BUK! BUK!"
Scott yang tidak kenal menyerah langsung mencoba kekuatan fisiknya, seperti meninju wajah, perut, titik vital tubuh, dan menghancurkan pertahanan lawan, sayangnya ia kembali mengalami kekalahan.
__ADS_1
Walaupun telah mengalami kekalahan, ia berhasil menempelkan sebuah alat kecil yang multifungsi dan tidak kasat mata tepat di jantung Dewa Iblis tersebut secara diam-diam.
Ia yang kehabisan tenaga memutuskan pergi bersama Raja Kourtnef dan Raja Haxley dengan menggunakan satu alat peledak berkekuatan besar.
"BOOOOOMMMMMMM!!!"
Sebagian stadion tersebut meledak termasuk tempat Dewa Iblis tersebut berada.
Scott yang telah berhasil keluar dari stadion tersebut bersama Raja Kourtnef dan Raja Haxley langsung pergi menuju 'Extroyal Froth' dan tempat Nathan berada.
Setelah tiba di tempat Nathan berada, mereka bertiga disambut dengan Nathan, dan ketiga pelayan Scott.
"Tuan! Anda terluka! Mari saya pulihkan anda!" Ucap Irene dengan sangat khawatir kepada majikannya.
"Ini hanya luka kecil. Pakai perban saja, nanti juga sembuh sendiri!" Ucap Scott dengan mengambil perban.
"Jangan keras kepala, Scott! Walaupun kau mendapatkan itu kau tidak bisa seenaknya membiarkan lukamu membesar!" Ucap Nathan yang baru muncul dari ruangan laboratoriumnya.
"Hm..." Ucap Scott yang hanya mendengarkan saran Nathan sekali lewat, lalu meminta Irene menyembuhkannya.
"Irene! Bantu aku memulihkan diri dari luka ini!" Ucap Scott dengan membuka pakaian atasnya.
"Baik!" Ucap Irene dengan senang karena ia diperbolehkan untuk melaksanakan kewajibannya.
"Hampir saja kita terkena ledakannya! Terimakasih, muridku!" Ucap Raja Kourtnef dengan merasa sedikit lega karena ia berhasil kabur dari stadion tersebut.
"Kau tidak perlu berterimakasih kepadaku. Kau seharusnya berterimakasih kepada Ravettha karena dia yang mengalihkan perhatian para raja dan ratu. Kau tidak perlu khawatir karena dia yang akan mengurus itu." Ucap Scott dengan melepaskan jaketnya dan menggantinya dengan jaket laboratorium.
"Bagaimana hasilnya, Scott?" Tanya Nathan kepada Scott.
"Ya, aku berhasil mendapatkannya. Tunjukkan kepadaku apa saja yang kita dapatkan dari alat itu." Ucap Scott dengan menyerahkan alat multifungsi yang digunakannya kepada Dewa Iblis.
__ADS_1
BERSAMBUNG