Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Tower Oltorn


__ADS_3

Sebelum keluar dari dimensi tersebut, Ravettha sedang merencanakan sesuatu bersama Falext.


"Falext! Kau dengar aku?" Tanya Ravettha.


"Ya, master. Ada apa?" Tanya Falext.


"Kau kenal orang asing itu?" Tanya Ravettha dengan menunjuk Cedric kepada Falext.


"Maaf, master. Kurasa saya tidak mengenalnya." Ucap Falext.


"Baiklah. Apakah dia mendengar pembicaraan kita?" Tanya Ravettha.


"Tidak, master." Ucap Falext.


"Bagus. Apakah kau bisa menonaktifkan kesadarannya untuk sementara waktu?" Tanya Ravettha.


"Tentu saja bisa, master." Ucap Falext.


"Nonaktifkan kesadarannya sementara waktu selama satu bulan kedepan! Lakukan saat aku telah keluar dari dimensi ini." Ucap Ravettha.


"Baik. Ada akan pingsan dan tubuh anda akan tetap sehat dan ternutrisi selama itu." Ucap Falext.


"Tidak masalah. Selama aku pingsan, aku akan mencari seluruh masa laluku melalui sistemmu. Apakah seperti itu juga bisa terjadi?" Tanya Ravettha.


"Tentu saja bisa, master." Ucap Falext.


"Untuk penjelasan lebih detail, saya akan memberitahukan saat di ruang pelatihan rahasia." Ucap Falext.


"Baiklah." Ucap Ravettha.


Mereka berdua berhasil keluar dengan selamat, tetapi saat keluar dari dimensi milik Cedric, Ravettha kehilangan kesadaran karena penonaktifan tersebut.


Akan tetapi, Cedric sama sekali tidak tahu akan hal tersebut.


Dengan kesigapannya, Cedric langsung menangkap tangan Ravettha, lalu ia menggendong Ravettha.


Ia membawanya ke kamar asrama milik Ravettha dengan teleportasinya.


Ia mendapati kamar yang sedang kosong saat waktunya sekolah para murid-murid.


"Jadi ini kamarmu ya, sayang? Hm... Masih bagus rumahku daripada disini." Ucap Cedric dengan tersenyum.


"Aku harus merawat dan menunggumu sampai bangun. Tenang saja, sayang. Aku disini berada disisimu." Ucap Cedric dengan senang dan bahagia.


Sementara itu di ruang pelatihan rahasia Ravettha, ia telah memasuki ruangannya.


"Selamat datang di Ruang Pelatihan Rahasia milik anda, master." Ucap Falext.


" Ya. Terimakasih. Berikan informasi detailnya, Falext!" Ucap Ravettha.

__ADS_1


"Tentu." Ucap Falext.


"Di dalam sistem ini, untuk dapat membuka semua ingatan yang terkunci atau pun sudah hilang harus melakukan tiga syarat." Ucap Falext.


"Syarat tersebut adalah... Pertama, anda harus menyelesaikan seluruh misi di Tower Oltorn. Kedua, anda harus menguasai seluruh dimensi alam semesta. Ketiga, anda harus menaiki Aeumstorb." Ucap Falext.


"Untuk penjelasan lebih detail mengenai tiga syarat tersebut, anda dapat mencarinya sendiri. Jika anda berhasil menyelesaikan tiga syarat tersebut, maka anda akan mendapatkan seluruh ingatan dan sesuatu yang lebih istimewa." Ucap Falext.


"Semoga beruntung, master!" Ucap Falext dengan melambaikan tangan kepada masternya.


Falext mengirim Ravettha ke Tower Oltorn dengan teleportasinya yang secara tiba-tiba.


Tower Oltorn berada di atas awan dan melayang di udara yang sangat tinggi.


Hanya ada Tower tersebut saja disini dan di bawahnya adalah neraka dengan api yang menyala-nyala dan siap untuk menghabiskan siapapun yang masuk kesana.


Ravettha diteleportasikan tepat di halaman Tower Oltorn tersebut yang penuh dengan bunga-bunga indah dan bermekaran.


"Dia mengirimku langsung. Mari kita lihat, tempat apakah ini?" Tanya Ravettha dengan melihat sekitarnya dengan teliti.


"Hm... Dilihat dari bentuknya, ini adalah Tower Oltorn. Tinggi sekali, ya? Aku penasaran terdapat berapa lantai? Mungkin sekitar satu miliar ke atas." Ucap Ravettha yang melihat Tower Oltorn menjulang tinggi tanpa ujung.


Tiba-tiba terdapat seseorang yang datang menghampirinya.


Orang tersebut adalah pembimbing para pengunjung Tower Oltorn.


"Peraturan disini sangat sederhana. Anda harus menyelesaikan misi di setiap lantai bagaimanapun caranya. Anda juga bisa menggunakan semua fasilitas yang ada disini. Jika anda gagal atau mati saat melakukan misi, anda akan mengulang kembali di lantai awal." Ucap Alicia.


"Saya penasaran, apakah anak kecil yang imut dan manis seperti nona ini akan menyelesaikan dengan baik? Hm... Menarik." Ucap Alicia.


"Pintu masuknya ada disini, nona Ravettha. Semoga beruntung." Ucap Alicia dengan tersenyum licik.


Saat Alicia tersenyum licik, Ravettha justru menebak apa yang disembunyikan oleh Alicia dari senyumannya.


"Aku penasaran, apakah kau ingin mengancamku saat di dalam sana? Atau mau menjerumuskanku? Hm... Mari kita lihat." Ucap Ravettha.


"Aku yakin di dalam sana akan ada misi yang seluruhnya sangat sulit, bukan?" Tanya Ravettha.


Alicia terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Ravettha.


"Wah, tidak kusangka nona kecil yang imut ini sangat pintar dalam menebak. Aku sangat suka! Akan kulihat seberapa hebat nona kecil yang imut ini." Ucap Alicia.


"Sudah cukup menggodanya, Alicia." Ucap seseorang.


"Huh! Tidak seru kalau ada kakak!" Ucap Alicia.


"Perkenalkan nama saya adalah Alicious Druella Hermione. Mari kuantar anda ke pintu masuknya." Ucap Alicious.


"Baiklah." Ucap Ravettha.

__ADS_1


"Menarik. Akan kunantikan misi-misi yang sangat sulit dari tempat ini. Aku benar-benar tidak sabar!" Pikir Ravettha dengan sangat senang.


Alicia dan Alicious melihat wajah Ravettha yang terlihat tertarik dan senang dengan Tower Oltorn tersebut.


"Kami yakin anda bisa menyelesaikannya!" Ucap Alicia dan Alicious secara bersamaan.


Ravettha terdiam sejenak karena mendengar dukungan semangat dari kedua orang tersebut.


"Baiklah. Terimakasih. Aku pergi dulu." Ucap Ravettha.


"Aku akan berusaha dengan seluruh kekuatan sampai titik darah penghabisan. Aku tidak akan menyerah di tengah jalan apapun yang terjadi." Pikir Ravettha.


Pintu tersebut sangat besar dan megah.


Saat Ravettha ingin memasuki Tower Oltorn tersebut, pintu tersebut terbuka secara otomatis.


Ravettha pun memasuki Tower Oltorn tersebut dan tiba di lantai satu yang merupakan lantai terbawah.


"Kak, aku yakin akan ada pertunjukan yang lebih menarik dari tahun sebelumnya." Ucap Alicia.


"Kau benar, adikku. Mari kita lihat pertunjukannya!" Ucap Alicious.


"Tentu." Ucap Alicia.


Saat Ravettha memasuki lantai tersebut, ia disambut oleh sebuah tempat yang sangat panas dan cuaca yang sangat ekstrim.


Tempat tersebut dinamakan 'Land of Death'.


Tempat ini dipenuhi oleh arwah-arwah yang bergentayangan.


"Selamat datang di 'Valley of Death', Ravettha Toftrelnd Seinoray. Kau akan menjadi eksperimenku yang ke nomor 10989. Hehe. Aku tidak sabar mencoba eksperimenku!" Ucap seseorang tersebut dengan senang dan memasang wajah dan senyum jahatnya.


Saat orang tersebut berbicara kepada Ravettha, ia memperhatikan informasi secara detail dengan menggunakan kekuatan miliknya, yaitu 'Eye Sighting'.


"Ternyata dia memiliki kemampuan 'Dark Magic', 'Toxic Magic', 'Psycho Magic', 'Lava Magic', 'Blood Magic', dan 'Curse Magic'. Menarik." Pikir Ravettha.


"Apakah kau penjaga lantai kesatu ini?" Tanya Ravettha.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, karena kau akan mati seperti mereka yang ada disini. HAHAHA." Ucap seseorang tersebut.


"Aku suka yang orang penurut. Jadi kau menurut saja, ya?" Tanya seseorang tersebut dengan senyum jahatnya.


"Kalau tidak mau?" Tanya Ravettha yang sengaja memancing amarah lawan bicaranya.


"K-Kau? Berani ingin melawanku? Pft. Kau tahu? Sebelum kau datang kesini, tidak ada yang berani melawanku saat berada di dalam lantai ini." Ucap seseorang tersebut dengan bangga.


"Kau tahu kenapa? Karena mereka takut padaku. Akan kubuat kau mati seperti mereka! FUFUFU." Ucap seseorang tersebut dengan bangga dan senang.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2