Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Kunjungan Ke Dunia Iblis


__ADS_3

"Wah! Sungguh manis sekali...!" Ucap sang Mata-Mata dengan tersenyum ramah.


"Berhenti! Kau Kent si Cahaya Ungu yang menyamar, bukan?" Tanya Ravettha dengan menguji sang Mata-Mata.


Sang Mata-Mata yang sebenarnya terkejut memilih untuk tidak mengungkapkannya dengan jelas.


"Kent? Cahaya Ungu? Siapa itu? Aku tidak kenal mereka. Aku hanyalah seorang pria biasa." Tanya sang Mata-Mata yang dengan berpura-pura tidak tahu.


"Pft! Ini yang dinamakan 'Maling teriak maling'! Kau itu Kent si Cahaya Ungu, tetapi justru menyangkalnya. Melalui caramu berburu, dan nafsumu yang tidak cukup puas, aku yakin kau adalah Cahaya Ungu yang telah kutemui." Ucap Ravettha dengan tegas.


"Tepat sekali! Aku jadi terharu dengan pujianmu! Kalau begitu, tunggu hadiah selanjutnya dariku, ya? Sekarang kalian bebas! Sampai jumpa di lain waktu!" Ucap Kent dengan tersenyum senang.


"Sudah tidak bisa diragukan lagi! Aku akan menantikanmu di lantai selanjutnya, Ravettha!" Pikir Kent dengan sangat tidak sabar.


"Kenapa dia? Jelas-jelas dia pembunuh, kenapa memberikan kita ini?" Tanya Eleanor dengan penasaran.


"Ding~!"


"Selamat! Anda berhasil menyelesaikan misi di lantai kedua belas ini yaitu bertahan hidup selama tiga hari di 'Wynciouft Land'. Anda mendapatkan 3 botol 'Desire Fluid', 45.250 koin emas, 57.500 koin perak, dan sebuah 'Undangan dari Para Raja Iblis'." Bunyi pesan sistem yang kembali muncul.


"Apa? 'Undangan dari Para Raja Iblis'? Yang benar saja! Memangnya apa yang telah kulakukan hingga mendapatkan undangan ini?" Pikir Ravettha dengan sangat penasaran.


"Tuan Ananta! Apakah anda mendapatkan 'Undangan dari Para Raja Iblis'?" Tanya Ravettha dengan penasaran.


"Undangan apa itu? Aku bahkan tidak mendapatkan satupun undangan!" Ucap Tuan Ananta.


"Entahlah. Aku langsung mendapatkan undangan itu saat mendapatkan pesan." Ucap Ravettha dengan kebingungan.


"Hm... Mungkin mereka tertarik denganmu? Hehe! Kau beruntung sekali! Bertemu dengan para raja iblis adalah hal yang langka! Kau harus bisa menyelesaikan misi disana!" Ucap Tuan Ananta dengan mengacak-acak rambut Ravettha.


"Anda tidak ikut naik?" Tanya Ravettha dengan penuh penasaran.


"Aku juga lulus di lantai ini berkat bantuan kau! Sayangnya, hanya kau yang bisa menghadiri undangan itu." Ucap Tuan Ananta tersenyum senang.


"Hei! Kalian ini sedang ngomongin apa? Kenapa kami tidak diajak?" Tanya Roosevelt yang kesal karena tidak di dekat adiknya.


"Ini tidak ada urusannya denganmu!" Ucap Tuan Ananta dengan tegas.


"Huh!"


Karena Roosevelt sudah terlanjur kesal, ia langsung mencubit tangan Tuan Ananta dengan kuat.


"Eh, iya iya! Ini kuberitahu! Sekarang lepasin!" Teriak Tuan Ananta.


Roosevelt pun melepaskannya.

__ADS_1


"Tapi tidak jadi! Haha! Kejar aku!" Ucap Tuan Ananta yang langsung lari menghindari Roosevelt.


"Seperti anak kecil saja!" Ucap Ravettha.


"Ding~!"


Pesan sistem tersebut kembali muncul.


"Apakah anda ingin menaiki lantai ke-13?" Bunyi pesan tersebut.


"Ya!" Ucap Ravettha.


Begitupun dengan Tuan Ananta yang mendapatkan dan juga menyetujui isi pesan tersebut.


Mereka berdua langsung dikirim ke lantai tiga belas.


Sedangkan Roosevelt dan Eleanor ditinggal berdua saja.


"Adikku! Kenapa kau meninggalkanku?" Tanya Roosevelt dengan terus menangis.


"Tenanglah! Aku yakin nona Ravettha tidak melupakan anda. Ia pasti memiliki urusan yang harus diselesaikan disana." Ucap Eleanor dengan menenangkan Roosevelt yang menangis.


"Huhu... Baiklah. Aku akan selalu menunggu adikku untuk datang menjemputku dan pergi bersama." Ucap Roosevelt dengan mengusap air matanya.


"Mulai sekarang, kau akan menjadi asistenku! Aku akan membangun tempat yang nyaman saat adikku datang menjemputku! Bukankah itu ide yang bagus?" Tanya Roosevelt yang kembali bersemangat.


"Tentu saja! Nona Ravettha pasti akan senang! Saya akan membantu anda menyiapkannya!" Ucap Eleanor yang ikut bersemangat.


Sementara itu, Ravettha dan Tuan Ananta berada di tempat yang sama, yaitu 'Dunia Iblis'.


Dunia tersebut seperti namanya, yang dominan berisi ras iblis.


Dari ras tersebut dibagi menjadi tiga tingkat, yaitu tingkat bawah, sedang, dan tinggi.


Tingkat bawah terdiri dari budak-budak iblis dan iblis yang memiliki kekuatan yang lemah.


Tingkat sedang terdiri dari iblis bangsawan dan iblis yang memiliki kekuatan besar, tetapi masih dibawah iblis bangsawan.


Tingkat tinggi terdiri dari iblis yang paling terkuat, seperti raja, ratu, dan dewa iblis.


Di dunia iblis, seluruh langit berwarna merah gelap yang seakan menerangkan dunia tersebut selalu dipenuhi peperangan.


Seluruh bangunan tidak ada yang berwarna selain abu-abu dan hitam.


"Hei, apa kau mulai merasa takut?" Tanya Tuan Ananta dengan senyuman yang penuh harapan.

__ADS_1


"Menurutmu?" Tanya Ravettha dengan tatapan dinginnya.


"Baguslah! Kurangi rasa takutmu jika ingin menyelesaikan misi ini! Semoga beruntung!" Ucap Tuan Ananta.


Ravettha hanya terdiam sejenak dan tidak membalas satu kata pun kepada Tuan Ananta.


"Ding~!"


Pesan sistem kembali muncul dengan tiba-tiba.


"Pemberitahuan: Misi khusus di lantai tiga belas ini adalah datangi 'Undangan dari Para Raja Iblis' dan dapatkan seluruh pengakuan dari masing-masing raja. Hadiah di misi ini adalah pemulihan energi, 99.989 koin perak, 175.900 koin emas, dan 'Artefak Pengakuan Raja Iblis'." Bunyi pesan sistem tersebut.


"Apa? Dapatkan pengakuan dari masing-masing raja iblis? Apakah aku harus bersiap-siap juga?" Tanya Ravettha yang sangat terkejut dan tidak percaya dengan apa yang telah terjadi.


"Benar! Kau harus bersiap-siap!" Ucap Tuan Ananta dengan menarik tangan Ravettha secara paksa menuju sebuah toko kecantikan.


"Kenapa kau menggeretku seenaknya? Memangnya kita mau kemana?" Tanya Ravettha yang mulai kesal.


"Kita sudah sampai! Ini adalah toko kecantikan! Toko yang menjual seluruh perlengkapan mulai dari pakaian, sepatu, pelayanan tata rambut, dan masih banyak lagi! Kau harus mencobanya! Tidak perlu khawatir dengan harganya karena aku yang akan membayar semuanya! Kesempatan ini tidak akan ada kedua kalinya, jadi gunakan dengan baik!" Ucap Tuan Ananta dengan sangat bersemangat.


"Anda kenapa? Apa anda sedang sakit?" Tanya Ravettha.


Tuan Ananta hanya menggeleng tidak setuju terhadap pernyataan tersebut.


"Atau karena mendengar undangan itu? Hm... Sepertinya undangan itu sangat langka, ya?" Tanya Ravettha.


Mendengar hal tersebut, Tuan Ananta langsung menganggukkan kepalanya karena setuju dengan perkataan Ravettha.


"Baiklah! Mari kita lihat seberapa langkanya undangan itu!" Ucap Ravettha yang kembali bersemangat.


"Selamat datang di toko kami!" Ucap pelayan toko tersebut.


"Apakah kau bisa mencarikan kebutuhan yang cocok padanya?" Tanya Tuan Ananta yang menunjuk ke arah Ravettha kepada pelayan tersebut.


Dilihatnya oleh pelayan tersebut, seorang anak yang berusia empat tahun dengan menggunakan pakaian seragam putih biru dengan jubah putih yang menutupinya.


"Oh, tentu saja! Mari saya antarkan nona menuju tempat pemodelan. Kami akan mencarikan seluruh kebutuhan yang sangat cocok untuk anda." Ucap pelayan tersebut dengan tersenyum ramah.


"Baiklah." Ucap Ravettha dengan melirik ke arah pelayan tersebut.


Ia sama sekali tidak melihat sesuatu yang mencurigakan maupun rencana tersembunyi dari pelayan tersebut.


Hal itu membuat Ravettha ingin mengetahui seluruh informasi yang terkumpul darinya mengenai dunia iblis ini.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2