Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Pesan Tersembunyi


__ADS_3

Intuisi Kalvetno mengarah ke sebuah ruangan dengan berkas cahaya yang bagus melewati jendela-jendela.


Ia berhenti sejenak di tempat tanpa mengeluarkan sedikitpun suara hanya untuk memeriksa kondisi dan situasi yang sebenarnya sedang terjadi di ruangan tersebut.


Sorayna yang berada tepat di belakang punggungnya tersentak dengan tiba-tiba hingga menabrak tubuh temannya yang keras layaknya dinding besi.


"Sshhht! Diamlah! Aku yakin di dalam sana ada Vicenzo!" Bisik Levord dengan tangan yang memanggil-manggil ketiga teman lainnya agar dapat mendekat dan mendengar dengan jelas perkataannya.


Sorayna, Ezcha, dan Levord, yang melihat sinyal panggilan tersebut langsung menyetujui perkataan yang telah diucapkan oleh Kalvetno.


"Maafkan atas ketidaksopanan yang telah saya buat sebelumnya. Sebelum menyampaikan tujuanku kemari, saya ingin memperkenalkan diri terlebih dahulu. Namaku adalah Gelliert de Qioderald. Saya diutus untuk mengundang anda dan keempat teman anda yang sedang menuju kemari." Ucap Gelliert dengan menunjukkan sikap ramah tamahnya kepada pelanggannya sekaligus memberikan sebuah undangan dari Raja dan Ratu 'Pure Cristal Palace'.


Tanpa menaruh kecurigaan berlebih, Vicenzo dengan tenangnya membuka dan membaca isi undangan tersebut.


Undangan tersebut bertuliskan, "Kepada Tuan Vicenzo Cedric Gervais. Kepada Tuan Levord Vanschtexion Aieralef. Kepada Tuan Kalvetno Heinry Dalfatch. Kepada Nona Sorayna Eucaston Geoverra. Kepada Ezcha. Saya telah mendengar kedatangan ananda sekalian ke wilayah terpencil ini dari pembawa surat istana. Saya yakin ananda sekalian sedang letih akan perjalanan yang panjang. Saya harap ananda sekalian dapat bersinggah di kediaman istana kami. Salam hormat, Raja Ocheliux dan Ratu Arcesfia Defogmine Ocheliux."


"Tidak mengejutkan jika dikirim melalui surat. Katakanlah sekali lagi, apa perintah atasanmu hanya untuk mengundang kami?" Tanya Vicenzo dengan tatapan matanya yang berubah menjadi setajam mungkin dan nada suaranya yang dingin.


"Maafkan saya. Saya hanya menjalankan tugas dan tidak diperkenankan menanyainya lebih lanjut." Ucap Gelliert dengan membungkuk dan kepala yang ikut menunduk karena kesalahan yang telah ia buat.


"Kau benar, teman-temanku sudah kemari! Aku ragu jika kau adalah utusan terbaiknya!" Ucap Vicenzo dengan berjalan semakin mendekati tubuh Gelliert.


"Utusan terbaik akan melayani masyarakat layaknya majikannya sendiri." Bisik Vicenzo dengan sedikit tersenyum dan berjalan meninggalkan Gelliert di ruangan tersebut dengan penerangan cahaya yang langsung terputus satu per satu.


Mendengar perkataan tersebut membuat Gelliert sebagai pengantar undangan membatu sejenak di kegelapan malam yang tidak menentu.


Undangan yang telah dibaca Vicenzo masih berada digenggaman tangan kirinya.


Ia berjalan melewati beberapa ruangan kosong yang tidak lagi mempunyai tanda-tanda kehidupan di dalamnya.


Cepat tapi pasti itu adalah prinsip dasar sekaligus terkuat yang pernah dimiliki Vicenzo.


"Itu Vicenzo?" Tanya Levord dengan mengulang sebuah pertanyaan yang muncul di dalam kepalanya.

__ADS_1


"Waktu sudah habis, jadi bertindaklah seperti biasa!" Bisik Kalvetno kepada Levord dan Sorayna.


"Tepat! Dengan begitu, pihak istana akan mengabaikan kita." Ucap suara yang berasal dari arah belakang tubuh Kalvetno, Levord, Sorayna, dan Ezcha.


Saat suara tersebut menghilang dalam sekejap dan di saat yang bersamaan, muncullah Vicenzo yang sedang berdiri di tengah jalan menghadap ke arah mereka berempat.


Kemunculannya yang begitu tiba-tiba berhasil membuat ketiga temannya mengucapkan sumpah serapahnya, kecuali Ezcha.


"Vicenzo sialan!" Ucap Sorayna dengan berubah menjadi sesosok manusia yang emosional.


Ezcha yang berada di sampingnya hanya dapat terkejut dengan respon yang diberikan oleh Sorayna.


"Bagaimana kita mau melakukannya jika kau muncul seperti pembunuh bayaran?!" Teriak Kalvetno yang menjadi orang kedua setelah menunjukkan rasa kekesalannya.


Ia yang terlalu kesal karena rencananya gagal, tanpa sadar telah berteriak kencang tepat di telinga kanan Levord.


"Bukannya kau duluan yang mengeluarkan ide itu? Lalu kenapa kau yang berteriak di telingaku?" Tanya Levord dengan memeriksa sistem pendengarannya sampai ia mendapati keadaannya sungguh baik-baik saja.


"Loh? Kupikir Ezcha yang berada di sampingku. Kalau begitu, aku minta maaf, Levord." Ucap Kalvetno yang kembali menjadi bertanggung jawab atas kesalahannya.


"Kalian bacalah undangan ini!" Ucap Vicenzo dengan menyerahkan undangan yang berada di tangannya kepada Levord, Kalvetno, dan Sorayna.


Ketiga sahabat tersebut sangat serius dalam menanggapinya hingga berhasil membuat Ezcha ikut penasaran terhadap undangan tersebut.


"Maaa!" Ucap Ezcha dengan menarik kertas undangan yang masih berada di tangan Levord dan Kalvetno, sayangnya ia justru mendapatkan pelukan erat dari Sorayna.


Ia yang bermaksud agar Sorayna dapat mengambilkan kertas untuk dirinya menjadi ikut kesal.


"Kamu pintar sekali, Ezcha kecil! Main denganku saja, ya?" Tanya Sorayna yang sudah tidak dapat lagi melepaskan Ezcha dari pelukannya.


Karena Ezcha tidak suka, ia langsung menggelengkan kepalanya dan jari telunjuk kristalnya yang runcing mengarah ke kertas undangan.


"Em? Kamu mau aku mengambil kertas itu untukmu? Tidak bisa! Dua sahabatku sedang membacanya." Ucap Sorayna dengan menenangkan tubuh Ezcha yang sangat ingin memberontak.

__ADS_1


Kristal-kristal runcing yang ada di tubuhnya memberikan hantaman keras kepada Sorayna agar dirinya tidak menimbulkan kecelakaan baru.


"Urgh! Apa aku terlalu keras padanya?" Pikir Sorayna dengan membersihkan debu yang menempel di pakaiannya sekaligus kembali bangkit dari tempat terjatuhnya.


Ezcha dengan cepatnya terbang dan tangannya yang mencengkeram undangan tersebut melayang mendekati atap rumah tua tersebut.


Sorayna, Levord, Vicenzo, dan Kalvetno, yang menyadari akan hal tersebut berusaha mengambil kembali dengan caranya masing-masing.


Sorayna menggunakan kemampuan 'Folk Steps' miliknya, Levord menggunakan 'Earth Selection', Kalvetno hanya bermodal tali tambang polyethylene yang masih berada di dekatnya, sedangkan Vicenzo hanya berdiri di tempat hingga membuatnya terkesan tidak membantu.


Meskipun terkesan tidak membantu, mereka berempat dapat berbagi pekerjaan secara rata dan sesuai kemampuan yang dimiliki masing-masingnya.


"Ezcha kecil...? Kemari dan berikan kertas itu kepadaku, ya?" Tanya Sorayna dengan berusaha menenangkan Ezcha.


"GHROOO!!!" Teriak Ezcha hanya untuk membuat semuanya menjauh dari dirinya.


Dirinya yang tidak didengarkan menjadi terpaksa harus menggunakan cara lain.


"1, 2, ...!" Ucap Kalvetno yang mengajak Levord bekerja sama menangkapnya pada hitungan ketiga.


Tepat pada detik-detik terakhir, Ezcha langsung mengeluarkan semburan api ungunya hingga melahap satu-satunya kertas undangan tersebut.


Saat ketiganya hampir terbawa emosi, mereka langsung disadarkan dengan hasil tindakan Ezcha.


Kertas undangan yang berhasil hancur menghasilkan dua buah goresan kata melalui api ungu milik Ezcha, yaitu "Senang berjumpa!".


"A-Apa? Senang berjumpa dengan siapa?" Tanya Sorayna dengan menghampiri Ezcha.


"Mungkinkah ini permulaan dari permainannya?" Tanya Levord dengan melirik ke arah Vicenzo.


"Tentu saja ya! Jika bukan, kita sudah sampai ke tujuan dengan cepat!" Ucap Kalvetno dengan memperhitungkan kembali jarak yang sebenarnya harus mereka tempuh bersama-sama.


"Tidak. Ini hanyalah permainan biasa." Ucap Vicenzo dengan ekspresi wajah yang tenang tanpa sedikitpun terlihat panik.

__ADS_1


"Kuharap yang kau katakan itu benar, Vicenzo!" Ucap Kalvetno dengan menarik napas dalam-dalam dan berusaha menjernihkan emosinya.


BERSAMBUNG


__ADS_2