Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Kutukan Bulnouf


__ADS_3

Awalnya tidak ada yang menarik di 'Bulnouf', kecuali seluruh langitnya yang berwarna kelabu layaknya seperti langit di seperempat malam dan daratannya yang dipenuhi beragam jenis dan warna batu kristal.


Terdapat stalagmit yang mengarah ke atas dan stalaktit yang mengarah ke bawah.


Batu-batu kristal tersebut terus memancarkan refleksi cahaya ke jangkauan sekitarnya hingga membuat para pengunjungnya terpesona akan keindahan para kristal tersebut.


Sangat terlihat jelas di antara keempat sahabat tersebut belum pernah menginjakkan kakinya disana.


"Hm... Jika perkiraanku benar, tempat ini hanya dihuni sedikit makhluk hidup dan sebagian besarnya adalah pemakan batu-batuan itu. Tidak ada makanan lagi disini dan jika memungkinkan, mereka akan memangsa sesamanya!" Pikir Vicenzo dengan mengamati lingkungan sekitarnya.


"Hei, Vicenzo! Sepertinya kau juga baru kemari?" Tanya Levord dengan memperhatikan sikap kewaspadaan Vicenzo yang melebihi teman lainnya.


"Ya. Ini pertama kalinya aku kemari. Oleh karena itu...!" Ucap Vicenzo dengan melemparkan sebuah jarum berdiameter 1,5 cm yang ada di tangannya ke udara.


"BWOOOSSSHHH!"


Tepat saat jarum tersebut berada di udara, ia langsung mengaktifkan kemampuan pemindaian dan analisisnya untuk memeriksa kembali perkiraan persentase racun, sihir, dan zat partikel kehidupan.


Sebuah hologram merah miliknya yang masih terhubung dengan perangkat lainnya termasuk jarum tersebut berhasil mengeluarkan hasil analisisnya.


"TRING!"


Hasil analisis tersebut bertuliskan, "Persentase kandungan racun\= 17%; Persentase kandungan sihir\= 81%; Persentase kandungan zat partikel kehidupan\= 2%."


"Ini artinya pengaruh sihir lebih mendominasi yang tentunya bersifat eksternal alami. Dengan kata lain, ada pihak yang memberikan perlindungan pada wilayah ini dengan harapan tingkat kematian rendah, sayangnya mereka salah perhitungan yang akhirnya menyebabkan wilayah ini terkutuk! Tunggu! Jika wilayah ini terkutuk, bukankah ini juga sama artinya dengan memasuki zona terlarang? Zona terlarang? Aku bahkan tidak melihat papan tandanya! Atau...!" Pikir Vicenzo yang terkejut dengan minimnya ekspresi.


"Ada apa, Vicenzo? Kau terlihat panik saat ini! Bisakah kau ceritakan apa yang terjadi hingga membuatmu terburu-buru seperti itu?" Tanya Levord yang sedang membuka percakapan lebih dalam terhadap temannya yang sama-sama tertutup tersebut.


"Berhentilah penasaran dan jangan mencari tahu lebih lanjut! Kalian bertiga cepat makan ini!" Ucap Vicenzo dengan memberikan tiga buah obat kapsul berwarna merah.


"Dasar pembunuh! Kau pasti ingin membunuh kami dengan obat itu, kan?" Tanya Sorayna yang telah kehilangan kesabaran dan setengah kontrol atas dirinya.


Mendengar hal tersebut, tanpa menyangkal ataupun mengakuinya, Vicenzo langsung menyadari efek samping yang ditimbulkan jika melewati batas 3 menit selama berada di 'Bulnouf'.


Ia dengan cepatnya memasukkan tiga buah obat kapsul tersebut ke dalam masing-masing mulut Levord, Kalvetno, dan Sorayna.

__ADS_1


Tidak lupa juga ia memberikan botol minumnya yang berisikan air putih dari tas penyimpanannya.


"Minumlah!" Ucap Vicenzo yang menyerahkan tiga buah botol minum kepada Levord, Kalvetno, dan Sorayna


"Jika aku telat, mereka bisa mati dan aku tidak akan pernah bisa menebak apa yang akan ia lakukan kedepannya!" Gumam Vicenzo dengan berpikir keras dan sedikit menyeringai.


Perlahan-lahan ketiga temannya mendapatkan kontrol atas dirinya sendiri dan metabolisme mereka semakin membaik.


Vicenzo yang masih memiliki satu obat kapsul yang tersisa di tangannya langsung memanggil Namiya.


Tidak ada yang menanyakan alasan dibalik tindakannya tersebut sehingga ia yakin bahwa tindakan yang ia lakukan sudah benar.


Ia membuka tas penyimpanannya dan mengeluarkan 'Prison Pill' miliknya.


"CRACK!"


Pintu sel 'Prison Pill' terbuka yang memungkinkan dua tawanan di dalamnya berlari keluar dan meninggalkan Vicenzo di dalamnya.


Vicenzo yang mengetahui akal busuk milik kedua tawanannya langsung memanfaatkan kesempatan tersebut sehingga tidak ada seseorang yang dapat menghilang dari pandangannya.


"Sudah puas bersandiwaranya? Rupanya kalian keras kepala juga, hm?" Tanya Vicenzo dengan tersenyum hambar di depan kedua tawanannya demi menahan diri dari hal yang tidak disukainya.


"Argh! Apakah masih kurang dengan sikapku yang berpura-pura menjadi tawanan? Kau tidak layak mendapatkan penghormatan dari siapapun!" Ucap Namiya dengan meninggikan suaranya sekaligus menahan rasa sakit akibat rambut yang tertariknya tersebut.


"Sayang sekali kesempatanmu sudah habis! Mau mengucapkan kata-kata terakhir? Atau salam perpisahan? Kuberikanmu waktu 5 detik dari sekarang!" Ucap Vicenzo dengan tersenyum senang.


"5...!" Ucap Vicenzo yang sedang menghitung mundur dengan santainya.


"4...!" Ucap Vicenzo dengan tersenyum kecil.


"3...!" Ucap Vicenzo yang sedang menunggu respon terakhir yang sangat ingin ia dengar.


"2...!" Ucap Vicenzo yang mulai bosan karena ia tidak mendapatkan respon tersebut.


"Lakukan semaumu dan impianmu akan segera lenyap!" Ucap Namiya dengan berteriak kencang dengan tujuan meminta tolong kepada siapapun yang mendengarnya.

__ADS_1


"1...!" Ucap Vicenzo dengan mengeluarkan senjata eksekusi mati miliknya yang berupa 'Tuton'.


'Tuton' adalah mahkluk tidak bernyawa yang bekerjasama dengan Vicenzo demi tercapainya tujuan mendapatkan alat pertukaran berharga tinggi.


"Waktu habis! Sungguh sia-sia ia masuk ke dalam 'Prison Pill' terbaikku!" Ucap Vicenzo dengan menatap 'Tuton' yang sedang sibuk merenggut nyawa serta berbagai aset milik Namiya.


Eksekusi mati tersebut sangatlah rapih tanpa meninggalkan jejak darah di lantai dan hanya tersisa debu yang berterbangan keluar.


"Apa yang ingin anda tukar, Tuan?" Tanya 'Tuton' dengan sangat bersemangat.


"Tukarkan semua itu dengan 'Honiet'!" Ucap Vicenzo dengan tatapan tajamnya yang memerintahkan 'Tuton' agar cepat melakukannya tanpa bertanya kembali.


"Baiklah, Tuan...! Anda kuberikan dua kali pertukaran gratis tanpa batas. Hubungi saya jika anda telah berubah pikiran!" Ucap 'Tuton' dengan mengambil seluruh pertukaran yang diberikan oleh Vicenzo dan juga menyerahkan 'Honiet' kepada sang Pelanggan Setianya.


Ia langsung pergi dan menghilang dari hadapan Vicenzo bersamaan dengan menghilangnya seluruh jejak eksekusi yang telah ditentukan oleh sang Pelanggan Setianya.


Bawahan Namiya yang masih di dalam sel tersebut hanya bisa mendengar dan berprasangka secara berlebihan terhadap apa yang telah terjadi terhadap atasannya.


"T-T-Tidak mungkin n-nona...!" Gumam bawahan Namiya yang masih tidak mempercayai kematian atasannya.


Tubuhnya bergetar hebat hingga keringat dingin di seluruh tubuhnya.


Rasa takut yang tidak terkendali tersebut membuat dirinya tidak dapat melakukan apapun selain menunggu kematiannya.


Vicenzo yang tidak memiliki urusan lagi di dalam 'Prison Pill' langsung mengunci kembali pintu sel, meningkatkan keamanan secara otomatis dan berjalan keluar menghampiri ketiga temannya.


"Urgh! Apa yang telah kulewatkan?" Tanya Sorayna yang baru saja bangun dari tempat duduknya dengan disertai kepala yang masih sedikit pusing.


"Sepertinya... Tidak?" Tanya Kalvetno dan Levord yang tidak yakin terhadap peristiwa yang terjadi pada dirinya sendiri.


"Apa di antara diri kalian ada yang merasakan menjadi seseorang yang tidak kalian kenal?" Vicenzo dengan memperhatikan berbagai dampak dan kemungkinan yang akan terjadi akibat kutukan 'Bulnouf'.


"Aku bahkan tidak merasakan apapun!" Ucap Sorayna dengan sangat yakin karena ia sangat mencintai dirinya sendiri melebihi siapapun, meskipun dirinya sering kali terkesan aneh.


"Ya, aku juga!" Ucap Levord dan Levord secara bersamaan.

__ADS_1


"Kalau begitu, kalian telah lulus dari kutukan 'Bulnouf' ini. Aku ucapkan selamat!" Ucap Vicenzo dengan memastikan kembali bahwa tidak ada sisa partikel parasit yang tersembunyi di balik sistem koordinasi tubuh ketiga temannya melalui salah satu fungsi layar hologramnya.


BERSAMBUNG


__ADS_2