
Secepat mungkin Rencouff menarik Ravettha keluar dan berencana menyelesaikan permainan 'Shark Boot Camp'.
Ia tidak tahu apakah suaranya terdengar atau tidak, tetapi ia yakin rekannya ini lebih cepat beradaptasi dan menilai keadaan.
"Airnya dingin. Kau tidak meminumnya mentah-mentah, bukan?" Tanya Ravettha yang mencurigai kemunculan misi selanjutnya.
"Entahlah. Aku tidak mengingatnya." Ucap Rencouff menepi ke danau dan menyeret rekannya agar segera mengikuti.
"Syukurlah aku tidak mengenakan pakaian ribet seperti di rumah. Jika ya, mungkin aku sudah tenggelam karena bajunya berat!" Pikir Ravettha dengan menghela napas.
Menyadari namanya dipanggil dan tangannya terus ditarik oleh Rencouff, hal ini membuat Ravettha mendengarkan keinginan rekannya.
Ia terkejut dan tidak percaya intisari buku 'Great Modish for Daytonbert' berhasil ia terapkan di kondisi ini.
"Sungguh mengejutkan! Bagaimana mungkin mereka sedangkal ini? Yah, dilihat darimanapun sepertinya aku yang terlalu menganggapnya tinggi." Pikir Ravettha menatap dengan tajam para kelelawar yang telah terjerat.
"Biarkan aku pergi ke atas dan melihat hasil buruan kita." Ucap Rencouff terlihat benar-benar menantikan imbalan kebahagiaannya.
"Ya, baiklah. Berhati-hatilah dengan jaringnya! Mungkin saja sudah terlumuri racun." Ucap Ravettha secepat mungkin mengeluarkan ramuan penetralisir dari sekantung bahan yang pernah diberikan Rencouff sebelumnya.
"Ah! Aku tidak tau mereka akan berguna juga." Ucap Rencouff tertawa gembira dan mengambil kembali ramuan penetralisirnya.
Mendengar perkataannya, Ravettha hanya bisa terdiam dan tidak menjawab apapun meskipun pikirannya tetap saja berbicara.
Ia sesekali memperhatikan pundak rekannya dari belakang dan berusaha mengalihkannya ke situasi lingkungan sekitar.
"Aku penasaran apa lagi yang akan ia keluarkan." Pikir Ravettha dengan menatap langit berwarna merah darah tergantikan menjadi ungu pekat.
"Lihat ini, Ravettha! Kita berhasil menuntaskan tantangan kedua!" Ucap Rencouff tersenyum senang, sedangkan kedua tangannya mengangkat seluruh jaring dan kumpulan kelelawar yang terjerat di dalamnya.
Kacamata khas miliknya kini hilang dan ia tidak lagi memakainya.
Kekuatan fisiknya meningkat 10 kali saat Ravettha tidak menyadarinya.
"Aku yakin terakhir kali auranya berwarna kuning. Kenapa cepat sekali berubah ke hitam?" Pikir Ravettha berusaha mencari penyebab sekaligus pengatasinya dalam satu waktu.
__ADS_1
Selagi dirinya memeriksa apa yang terjadi pada rekannya ini, secara spontan ia mematahkan tulang leher Rencouff.
Ia yakin di sanalah sarang Inti Roh Raja Kelelawar, Ballfad.
"Sakit...! Apa yang kau lakukan? K-Kau juga ingin aku mati?" Tanya Raja Ballfad menegakkan kembali lehernya.
"Terlepas dari semua itu, kau lebih membutuhkan wadah baru bagi tubuhmu. Benar begitu, Ballfad?" Tanya Ravettha yang memperhatikan keinginan terbesar dan tanpa harus mengucapkan status posisinya.
"Katakan siapa kau dan apa maumu!" Ucap Raja Ballfad merasa tersinggung karena lawan bicaranya sekalipun tidak pernah menunjukkan kehormatan kepada dirinya.
"Siapa dan apa mauku, kau tidak perlu tau. Aku bisa membantumu carikan tubuh baru dengan syarat kau harus jadi ini dulu." Ucap Ravettha mengambil paksa dan memindahkan roh Raja Ballfad ke dalam ikan kecil.
Melalui ikan kecil yang ia temui di danau berhasil membuatnya cukup tenang, tetapi tidak dengan Raja Ballfad.
Setiap detik ia terus mengeluh dan itu membuat Ravettha kesal.
Tanpa berkata apa-apa lagi, dirinya langsung mengunci mulut Raja Ballfad agar tidak bisa bicara.
"Jadilah anak penurut seperti ini." Ucap Ravettha secepatnya memasukkan tubuh ikan kecil Raja Ballfad ke dalam botol kaca.
"R-Ravettha... Ugh! Kepalaku pusing... Ku ada dimana, Ravettha?" Tanya Rencouff mencari-cari kacamata miliknya sekaligus keberadaan rekannya.
"Tentu saja aku yakin! Kita tidak bisa membiarkan pak tua itu tertawa puas!" Ucap Rencouff langsung mengenakan kembali kacamata miliknya.
Tepat setelah mengenakannya, ia menyadari botol aneh yang berisi ikan kecil tidak berdaya ini dihiasi dengan aura kebencian.
"Kapan kau menemukannya? Dia cantik sekali!" Ucap Rencouff terkagum-kagum menyaksikan sisik emas dari hewan peliharaan baru Ravettha.
"Tidak begitu lama. Menurutmu apa dia lebih bagus?" Tanya Ravettha diam-diam menguji ingatan rekannya.
"Ya! Kuharap tetap terus jadi ikan terindah." Ucap Rencouff benar-benar tidak ingin ikan kecil di hadapannya ini mati.
Mendengar Ravettha dan Rencouff mengira Raja Ballfad adalah seekor ikan biasa, hal itu benar-benar membuatnya jengkel.
Ia terlalu mudah dikendalikan emosinya, akhirnya memilih agar sekutunya segera melepaskannya.
__ADS_1
"BLURB! BLURB!"
Hanya dengan cara inilah ia dapat mengambil kembali perhatian Ravettha.
"Sepertinya dia ingin bicara. Katakanlah, Ballfad!" Ucap Ravettha yang memberi izin berbicara.
"Kau telah mempermalukan dan membuatku seperti ini! Tidak peduli penderitaanmu, kau harus memberikanku tubuh baru sesuai keinginan." Ucap Raja Ballfad meninggikan suaranya dan melampiaskan amarahnya.
"Benarkah? Kalau begitu kau juga melupakan sesuatu. Kau belum menandatangani kontrak denganku, jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak melukaimu." Ucap Ravettha sama sekali tidak tertarik melanjutkan percakapan.
Tanpa memberikan kesempatan kedua kalinya, ia mencabut izin bicara Raja Ballfad.
Sementara Rencouff yang menyaksikan ikan dapat berbicara dengan manusia itu masih tidak percaya, pesan masuk dari Pak Cheidon terus berdatangan.
"DING! DING! DING!"
"Pemain Borend Couffel dan Ravettha Toftrelnd Seinoray berhasil menemukan tantangan tersembunyi kesatu, kedua, dan ketiga. Sebagai imbalannya, waktu yang tersisa akan ditambahkan 45 menit. Total waktu kalian hanya 53 menit." Bunyi pesan masuk tersebut.
"Apa?! Kita sudah menghabiskan 27 menit? Ayo kita cari tantangan keempatnya, Revettha!" Ucap Rencouff mulai panik saat memikirkan waktu yang terus berjalan.
Mengetahui tingkat kepanikan rekannya ini semakin meningkat, Ravettha justru merasa harus menyadarkan Rencouff secepat yang ia bisa.
Sebelum Rencouff menarik rekannya demi mencari terlalu jauh, satu bahunya tercengkeram dengan kuat dan itu membuatnya berhenti lari tanpa arah.
"Aku tidak menghiburmu, tetapi kau harus tau ini lebih awal. Pak Cheidon memberikan tantangan tersembunyi di tempat yang saling berdekatan. Jika kau perhatikan, lapangan permainan ini hanyalah lapangan kecil dan sempit sebelum dirinya membuat 'Shark Boot Camp'!" Ucap Ravettha berharap rekannya mengerti kondisi masing-masing.
"Apa itu berarti kita tidak perlu mencari tantangannya dan berfokus pada cara kita selesaikan permainan ini?" Tanya Rencouff mengambil ringkasan yang ditangkap pendengarannya.
"Tepat sekali! Sekarang mereka datang kemari." Ucap Ravettha tersenyum kecil saat mendapati tebakannya benar.
Para pejabat penting di masa lalu dan juga kaki tangan Raja Ballfad datang demi menyelamatkan satu roh yang telah disandera Ravettha.
Tidak ada satupun yang menduga cara mereka terlahir kembali, kecuali hasil uji coba Pak Cheidon.
Mereka beramai-ramai turun dari langit dengan disertai sayap beragam bentuknya.
__ADS_1
"Serahkan Yang Mulia Ballfad! Serahkan Yang Mulia Ballfad! Serahkan Yang Mulia Ballfad!" Ucap para pejabat dan kaki tangan Raja Ballfad tiga kali berturut-turut bagi yang telah menampakkan kakinya ke tanah.
BERSAMBUNG