
Tuan Glendy dan Leonardo langsung mengobati memarnya dan menutupnya dengan menggunakan perban.
Setelah itu, mereka berdua langsung bersedia untuk melanjutkan pelatihannya kembali.
"Baiklah! Pelatihan ini akan menjadi lebih sulit dari sebelumnya. Jadi, jangan menyesal saat melakukan pelatihan ini!" Ucap Leonardo dengan tegas.
"Pelatihan ketiga ini sama seperti pelatihan pertama, yaitu memahami dan mempelajari seluruh isi di buku ini! Batas waktunya sebanyak 2 jam." Ucap Leonardo dengan memberikan sebuah buku tipis kepada Ravettha.
Sebuah jam yang telah melayang kembali tersebut mulai bergerak setelah Leonardo mengucapkan batas waktunya.
"Baik!" Ucap Ravettha dengan mengambil buku yang telah diberikan oleh Leonardo.
Ia pun langsung membuka buku tersebut.
Sebuah hologram raksasa keluar dari buku yang dibukanya.
Hologram tersebut berisi 50 file yang masing masing file memiliki 450 pembelajaran, baik itu kumpulan teknik, penjelasan, sejarah, mantra, dan cara membuat sesuatu menggunakan sihir.
"Woahhh! Jumlahnya ternyata lebih banyak dari sebelumnya! Menarik!" Pikir Ravettha dengan tersenyum senang.
Ia pun membaca, memahami, menghapal, dan mengulang seluruh isi buku tersebut dengan teliti, detail, dan lengkap.
Tanpa disadari, waktu telah berjalan dengan sangat cepat dan tentu saja Ravettha telah menyelesaikan tugasnya dengan sangat cepat karena ia sangat menyukai proses belajar dengan seperti itu.
"Baik! Waktu yang kuberikan sudah habis! Sekarang adalah waktu penilaian! Penilaiannya sangat mudah, kau harus mengeluarkan kekuatanmu untuk menyerang kami. Jika kau berhasil membuat kami bergerak sedikitpun dari garis ini, maka kau lulus. Kelulusan penilaian ini berada pada seberapa mampu, dan besar kekuatanmu untuk mendekat, menghancurkan, dan menyentuh kami." Ucap Leonardo yang sudah siap untuk pengujian di pelatihan ketiga ini bersama Tuan Glendy.
Tuan Glendy dan Leonardo telah berada di satu lingkaran yang sama dan mengelilingi tubuh mereka.
Mereka berdua hanya berdiam diri disana.
Ravettha yang berada diluar lingkaran tersebut langsung mengeluarkan kekuatannya melalui apa yang telah ia pelajari sebelumnya.
Ia mengeluarkan kemampuan 'Guard Void' dan menyerangnya ke arah Tuan Glendy dan Leonardo.
Kemampuan tersebut dapat membatalkan seluruh perlindungan, kemampuan, serangan, pemulihan pada targetnya.
Hasil pembatalan yang telah dilakukan oleh kemampuan tersebut dapat menjadi kekuatan tambahan yang diambil dari targetnya untuk penggunanya.
Apabila serpihan 'Guard Void' tersebut menyentuh target baik diketahui ataupun tidak, hal tersebut dapat menyebabkan mereka masuk ke dalam dampak yang bersifat negatif.
Dampak tersebut dapat menyebabkan kesialan, ketidaktahuan, kekosongan, dan kepatuhan pada penggunanya.
__ADS_1
Akan tetapi, efek kemampuan tersebut sama seperti kemampuan yang lainnya, yaitu tidak menimbulkan efek apapun kepada penggunanya.
Saat Ravettha menggunakan serangan 'Guard Void' tersebut, serangan tersebut berhasil bekerja sesuai kegunaan dan instruksinya.
"Apa ini? Kenapa serangannya tidak dapat berhenti? Lalu, serangan apa ini? Ini sama sekali tidak ada di buku yang kau berikan! Dan juga aku belum pernah melihat kekuatan sebesar ini!" Tanya Tuan Glendy dengan berusaha menahannya menggunakan sihir pelindung dan ia menjadi semakin penasaran tentang apa yang digunakan oleh Ravettha.
"Itu benar! Apa kau menyadarinya? Serangan ini biasanya akan semakin menguras tenaga penggunanya jika pemakaiannya terlalu besar!" Ucap Leonardo.
"Huh! Jika saja tidak ada peraturan yang diharuskan untuk tetap diam di dalam lingkaran ini, aku mungkin sudah menghentikan dia." Ucap Tuan Glendy dengan sangat kesal.
Ravettha justru tidak mempedulikan hal yang dialami oleh mereka berdua.
"Kenapa kesal? Padahal kalian yang berstatus tinggi diperbolehkan untuk melanggar peraturan yang telah kalian buat. Hm... Jika dipikir-pikir, lingkaran itu sama dengan pembatas, ya?" Pikir Ravettha yang masih berfokus dengan kemampuan yang akan ia keluarkan selanjutnya.
Karena sudah cukup mendapatkan kekuatan tambahan dari Tuan Glendy dan Leonardo yang tanpa disadari oleh mereka berdua, Ravettha langsung membuat mereka terpojok untuk menyerah.
Ia mengeluarkan kemampuan 'Devil Vibration'.
Kemampuan tersebut adalah sebuah kemampuan yang dapat mengeluarkan getaran berskala 18,9 SR.
Getaran sebesar 18,9 SR tersebut sebenarnya masih berada ditingkat terendah dalam kemampuan jenis 'Vibration'.
Seluruh lantai di ruang pelatihan rahasia tersebut menjadi hancur dalam hitungan 0,000001 detik sehingga mengakibatkan kedudukan posisi Tuan Glendy dan Leonardo menjadi keluar dari garis lingkaran tersebut.
Untungnya mereka semua berhasil menghindari tumbukan antar pecahan lantai tersebut sehingga mereka tidak ada yang terluka satupun.
"Ada apa ini? Seluruh lantai menjadi hancur dalam sekejap? Siapa yang mengeluarkan kekuatan sebesar ini?" Tanya Falext yang sedang sibuk mengutak-atik keyboard hologram yang biasa ia pakai untuk mengatur segala kebutuhan milik Ravettha.
"Kurasa master sedang marah?" Tanya Nicholas yang salah paham.
"Tidak! Master sama sekali tidak marah. Dia hanya ingin mengeluarkan Tuan Glendy dan Leonardo dari lingkaran yang menjadi peraturan dalam pengujiannya." Ucap Lartson yang lebih mengetahui apa yang dirasakan oleh masternya.
"Bukankah ini sama saja menyulitkannya? Mengapa master sengaja melepaskan sepasang singa yang sangat siap menerkam mangsanya?" Tanya Nicholas dengan sangat khawatir.
"Kurasa master sengaja memancing mereka untuk mengeluarkan kekuatan mereka berdua dan bertarung hingga salah satu pihak kalah seperti di pelatihan kedua." Ucap Layla yang sedang menebak apa yang dipikirkan oleh Ravettha.
Sayangnya pendapat mereka masih kurang benar.
Ravettha justru sengaja untuk membuat Tuan Glendy dan Leonardo marah supaya ia mendapatkan pengalaman dan juga pengetahuan dari yang sangat berpengalaman dalam bertarung dan bertahan.
"Hm... Baiklah. Karena anda yang menginginkannya, saya akan membuat anda menyesal setelah mengeluarkan kami." Ucap Tuan Glendy dengan tersenyum senang.
__ADS_1
"Ya. Silahkan mencobanya!" Ucap Ravettha yang ikut tersenyum senang juga.
Tuan Glendy memberikan sebuah 'Infraction Of Law' kepada Ravettha karena telah melanggar peraturan di kesempatan pengujiannya.
'Infraction Of Law' adalah kumpulan hukum dari peraturan yang telah ditetapkan dan juga memberikan hukuman kepada pelanggarnya tanpa mengenal batas.
Hukuman dari 'Infraction Of Law' adalah hukuman yang dapat diberikan dan sesuai keinginan penghukumannya.
"Menarik!" Pikir Ravettha setelah mengetahui akan ada hukuman yang diberikan kepadanya.
'Infraction Of Law' milik Tuan Glendy langsung menghukum Ravettha dengan sebuah tuntutan.
"Hamba, Glendy Velt Hepworth menjatuhkan sebuah hukuman kepada Ravettha Toftrelnd Seinoray untuk mengijinkanku pergi kunjungan ke gedung penelitian bersamanya sekarang juga." Ucap Tuan Glendy dengan sangat serius.
Hal tersebut membuat Ravettha terkejut tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Tuan Glendy.
"Pergi kunjungan ke gedung penelitian bersamaku? Yang benar saja! Kukira hukumannya yang berat dan memiliki jangka waktu yang panjang!" Ucap Ravettha yang terkejut setelah mendengar hukuman yang diberikan oleh Tuan Glendy kepadanya.
"Baiklah. Itu bukan masalah besar." Ucap Ravettha dengan mengangguk setuju dengan permintaan dari hukuman tersebut.
"Hukuman telah diterima! Pelanggar telah bersedia untuk melaksanakan hukumannya. Hukuman akan berakhir setelah Tuan Glendy Velt Hepworth berhasil menyelesaikan kunjungannya di gedung penelitian bersama Ravettha." Suara yang berasal dari kertas pengakuan 'Infraction Of Law'.
Dengan sigapnya, Falext langsung membersihkan dan menata ulang lantai ruangan tersebut yang telah rusak karena Ravettha dengan sangat penuh ketelitian.
Sementara itu, Ravettha dan Tuan Glendy keluar dari ruang pelatihan rahasia tersebut melalui pintu keluar.
Ravettha langsung terbangun dari tidurnya, dan dilihatnya Tuan Glendy yang sedang berdiri menatap Ravettha dengan penuh harapan.
Di samping kasurnya terdapat kakaknya yang masih tertidur pulas di kasurnya.
Ia melihat ke arah jam miliknya.
"Ternyata masih jam 2 pagi." Ucap Ravettha.
Ravettha pun beranjak dari tempat tidurnya dan menyiapkan segala kebutuhan untuk mereka berdua.
"Cepatlah! Jangan sampai membuatnya bangun!" Ucap Ravettha dengan suara pelan dan keluar dari kamarnya melalui jendela kamar.
"Baik!" Ucap Tuan Glendy dengan mengikuti Ravettha.
Ravettha langsung menghilangkan jejak mereka berdua.
__ADS_1
BERSAMBUNG