Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Permulaan Dari Rencana Sang Utusan


__ADS_3

Sementara itu, di masing-masing wilayah, para raja dan ratu menjadi kebingungan dengan para rakyatnya.


Mereka melihat para rakyatnya kehilangan seluruh akal sehat, kekuatan, kemampuan baik yang alami maupun yang tidak alami.


"Delux!" Ucap Raja Willought yang mengharapkan kepastian dari perdana menteri pertahanan dan keamanannya.


Tidak ada satupun respon dari perdana menteri tersebut, hal tersebut membuat pikiran Raja Willought hampir kacau karena dipenuhi emosi yang tidak terkontrol.


"Siapa yang berani melakukannya kepada seluruh rakyatku?" Tanya Raja Willought dengan mencari pelaku melalui kemampuan pelacaknya.


Kemampuan pelacaknya dapat melacak seluruh wilayah iblis yang terbagi menjadi tujuh wilayah.


Tujuh wilayah tersebut terdiri dari Artedic yang berada di bawah kekuasaan Raja Willought, Finceoz yang berada di bawah kekuasaan Raja Yulius, Murciedge yang berada di bawah kekuasaan Ratu Quinasy, Edelmar yang berada di bawah kekuasaan Raja Haxley, Priestley yang berada di bawah kekuasaan Raja Osmond, Jefford yang berada di bawah kekuasaan Raja Leighton, dan Iverness yang berada di bawah kekuasaan Raja Kourtnef.


"Apa-apaan ini? Kenapa tidak bisa terlacak pelakunya? Hanya ada satu kemungkinan, yaitu iblis yang belum mati berpeluang besar sebagai pelakunya! Dan tentunya itu bukan diriku." Ucap Raja Willought yang masih terkejut dengan apa yang baru saja ia rasakan dari hasil pelacakannya.


"Willought! Apa maksudnya ini? Kau yang melakukannya, bukan?" Tanya Ratu Quinasy yang baru saja tiba dengan dipenuhi rasa kesal.


"Melakukan apa? Apa maksudmu rakyat yang kehilangan kendali atas dirinya?" Tanya Willought.


"Benar! Mengaku saja! Kau kan melakukannya karena sangat membenci Kourtnef, bukan?" Tanya Raja Haxley yang baru tiba dengan memanaskan suasana.


Satu persatu para raja datang dengan harapan untuk mendapatkan penjelasan dan kronologinya.


Awalnya mereka saling beradu pendapat demi kepentingan pribadi dibandingkan mencari solusi.


"Bisakah kau menjelaskan apa yang terjadi pada rakyat-rakyat kita?" Tanya Raja Leighton dengan menatap tajam ke arah Raja Willought seakan sudah siap untuk membunuhnya jika mengatakan apapun yang tidak diinginkan olehnya.


Begitupun dengan para raja dan ratu lainnya.


"Kenapa kalian menatap tajam dan mencurigai begitu kepadaku? Huft! Baiklah! Aku akan menjelaskan semuanya. Awalnya sangat berjalan baik sampai aku menghadiri pertemuan antara para raja dan ratu dengan dewa iblis. Aku yang tidak tahu apapun setelah pulang dari pertemuan kita dengan dewa. Kalian juga melihatku pergi dan pulang, bukan? Saat aku sudah tiba di wilayah kekuasaanku, aku merasakan ada yang aneh dengan para rakyatku. Bahkan mereka tidak merespon panggilanku saat aku memanggil nama mereka! Aku yang sangat kesal, marah, dan dipenuhi rasa penasaran tentang pelakunya langsung mencoba melacak keberadaannya melalui kemampuan pelacakku, tetapi tidak berhasil." Ucap Raja Willought.


"Pft! Kau tidak berhasil melacaknya? Hahahaha! Willought kita kenapa jadi lemah seperti ini?" Tanya Raja Yulius dengan tertawa kegirangan dengan nada yang mengejek.


"Tutup mulutmu, Yulius! Sekali lagi kau menertawakanku, kucabut lidah dan pita suaramu supaya tidak bisa berbicara lagi!" Ucap Raja Willought dengan tatapan yang dipenuhi kemarahan.


"Sudah, sudah! Kalian berhenti bersikap seperti anak kecil. Ingat! Kalian sudah tua loh... Hoho!" Ucap Ratu Quinasy.

__ADS_1


"Dirinya sendiri sudah 8.650 tahun dan lebih tua dari kami berenam." Ucap Raja Willought dan Raja Yulius secara bersamaan.


"Apa? Jadi kau mau mengatakan bahwa aku sangat tua, ya?" Tanya Ratu Quinasy dengan memukul kepala Raja Willought dan Raja Yulius.


"Haduh! Gak yang tua, gak yang muda sama aja kelakuannya!" Ucap Raja Kourtnef dengan menepuk dahinya.


"Begini saja, kita rundingkan saja daripada berbicara yang tidak perlu. Kita pakai saja tempatmu dahulu, Willought!" Ucap Raja Osmond kepada Raja Willought.


"Baiklah." Ucap Raja Willought.


Para raja dan ratu langsung memasuki istana milik Raja Willought untuk mendiskusikan peristiwa tersebut.


Sesampainya di dalam istana, mereka langsung disambut oleh keheningan yang sangat sunyi.


"Masuklah!" Ucap Raja Willought dengan membukakan pintu istananya.


Permadani yang sangat halus dan berlapis emas menghampar di lantai utama, tangga, dekat ruangan-ruangan dan lorong-lorong istana.


Perpaduan vintage pada dinding, perabotan menambah nuansa keindahan istana tersebut.


Para raja dan ratu lainnya mengikuti Raja Willought menuju ruang yang nyaman untuk berdiskusi.


"Istanamu tidak berubah-ubah ternyata...! Mungkin seleramu juga tidak berubah-ubah juga?" Ucap Ratu Quinasy dengan melihat-lihat perabotan yang berada disekelilingnya dalam sekali lihat.


"Kuanggap itu pujian." Ucap Raja Willought dengan tersenyum ramah sekaligus bangga dengan seleranya.


"Ah! Kita sudah sampai!" Ucap Raja Willought dengan membukakan pintu ruangannya.


Sebuah ruangan yang sangat nyaman untuk berdiskusi dan juga berkumpul antar bangsawan.


"Baiklah! Karena semuanya sudah berkumpul disini, kita mulai saja diskusinya." Ucap Raja Willought.


Para raja dan ratu lainnya langsung menyetujui hal tersebut dan memulai pendiskusian.


"Melalui yang kau katakan sebelumnya, bisa kita simpulkan bahwa Willought tidak bersalah karena peristiwa ini terjadi saat kita berada di 'Grosvenor'. Aku yakin ada seseorang yang melakukannya!" Ucap Raja Leighton.


"Ya, kau ada benarnya juga!" Ucap Ratu Quinasy.

__ADS_1


"Tapi siapa?" Tanya Raja Haxley.


"Tok, Tok, Tok!"


Pintu ruangan yang mereka pakai untuk berdiskusi justru didatangi tamu.


"Hm... Kita kedatangan tamu yang spesial." Ucap Raja Yulius dengan menyeringai.


"Siapa lagi tamu yang datang di keadaan seperti ini?" Tanya Raja Kourtnef dengan sedikit kesal.


"Biar aku saja yang menyambutnya." Ucap Raja Willought.


Saat Raja Willought membukakan pintu untuk menyambut tamu tersebut, ia dan lainnya dibuat terkejut sekaligus tidak percaya dengan kehadiran Scott, Nathan, Joeyladh, Irene, dan Blacky.


Scott datang sebagai orang yang melaporkan, dan Nathan sebagai bukti sekaligus sanderanya.


Joeyladh, Irene, dan Blacky hanya mengikuti sekaligus melindungi tuannya dari belakang.


"Scott? Nathan? Apa kalian baik-baik saja? Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Raja Kourtnef dengan menghampiri dan langsung memeriksa keadaan kedua muridnya.


Tidak ada satupun kesalahan maupun keanehan dari tubuh kedua muridnya sehingga ia merasa sedikit lega.


"Kami baik-baik saja, guru. Aku datang karena ada hal yang ingin disampaikan kepada semuanya." Ucap Scott.


"Hah? Tunggu! Apa yang ingin kau bicarakan?" Tanya Raja Kourtnef dengan penuh penasaran.


"Jangan sungkan untuk berbicara, nak." Ucap Raja Willought dengan ekspresi wajah yang sangat ramah.


Para raja dan ratu lainnya ikut merasa penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh Scott dan sorot mata mereka memusat ke Scott yang sedang berbicara.


"Sepertinya aku tahu siapa yang telah menyebabkan semua ini! Ucap Scott dengan penuh keyakinan bahwa rencananya kali ini akan berhasil.


"HATCHI!!!"


Ravettha yang melakukan aktivitasnya tiba-tiba bersin dan merasakan orang yang sedang membicarakannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2