Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Dimulainya Persahabatan


__ADS_3

Hidangan pembukanya adalah seluruh kekuatan milik Sorayna.


Seluruh kekuatan milik Sorayna telah habis tanpa tersisa, yang tersisa adalah tubuh dan jiwanya.


"Aku berhasil menangkapmu!" Ucap seseorang bertopeng.


"Apakah kau akan mati sekarang? Mari kita cari tahu!" Ucap seseorang bertopeng.


"J-Jangan bunuh aku! Kumohon siapa saja tolong aku." Ucap Sorayna yang gemetar ketakutan.


Tiba-tiba seseorang datang kembali secara tak terduga yang muncul dari bagian atas dinding.


Ia tidak menunjukkan seluruh wajahnya karena wajahnya ditutupi oleh penutup mata dan poninya yang sangat panjang.


"Sepertinya kau terlalu berlebihan." Ucap seseorang yang baru saja muncul.


"Sepertinya itu temannya. Apakah aku akan mati sekarang? A-Apakah aku harus menyerah sekarang?" Pikir Sorayna.


Seseorang itu turun dari bagian atas dinding dan menapakkan kakinya di lantai yang penuh darah.


"Mari nona, aku akan mengantarmu pulang dengan selamat." Ucap seseorang yang baru muncul dengan mengulurkan tangannya.


"Percayalah denganku, nona." Ucap seseorang yang baru muncul tersebut.


"Hei! Kenapa kau mau mencuri hidanganku? Dasar curang! Tidak akan kubiarkan kau merebutnya dariku!" Ucap seseorang bertopeng.


Sorayna takut memilih tetapi ia memberanikan dirinya untuk mengikuti seseorang yang baru muncul dari bagian atas dinding tersebut.


"Bagaimana?" Tanya seseorang yang baru muncul tersebut.


"B-Baiklah, aku ikut denganmu." Ucap Sorayna.


Seseorang yang baru muncul tersebut sedikit tersenyum, yang memiliki satu arti yaitu 'Bagus'.


Senyum itu tetap terlihat menakutkan menurut Sorayna hingga ia dibuat bingung dengan keputusannya.


"Semoga saja tidak terjadi apa-apa, ia menepati janjinya." Pikir Sorayna dengan melirik diam-diam ke arah seseorang yang menolongnya tersebut.


"Sudah kubilang, aku tidak akan membiarkanmu membawa hidanganku!" Ucap seseorang bertopeng.


Seseorang bertopeng tersebut menyerang mereka berdua yang ingin kabur.


Ia menyerang dengan menggunakan 'Blood of Blast'.


'Blood of Blast' merupakan suatu serangan yang menggunakan darah target baik itu berasal dari tubuh yang terluka, seluruh darah di dalam tubuh target, maupun darah di sekitar target.


Kemampuan tersebut tidak akan habis bagi pengguna karena kemampuan tersebut hanya berasal dari korban targetnya.


Kemampuan ini termasuk sulit untuk ditiru maupun dikuasai bagi seseorang yang mempunyai level kekuatan yang rendah.


Untuk bisa meniru atau menguasainya juga dibutuhkan darah dari generasi pemilik kekuatan tersebut.


Saat seseorang bertopeng tersebut menyerang secara brutal dan kejam, tetapi selalu tepat sasaran karena ia sudah terlatih menyerang seperti itu.


Mereka berdua yang ingin kabur menjadi sulit dan terpojokkan.


Kemampuan orang bertopeng itu menguras banyak energi target sehingga bisa menyebabkan mati tidak berdaya lagi.


Lalu seseorang yang ingin menolong Sorayna tersebut melindungi agar tidak melukai Sorayna.

__ADS_1


"Dengarkan perkataanku jika kau ingin pulang dengan selamat!" Ucap seseorang yang ingin menyelamatkan Sorayna.


"Akan kubuka pintu portalnya! Aku butuh waktu 5 detik untuk selesai. Sebelum itu selesai, aku akan melindunginya dari orang itu." Bisik seseorang yang ingin menolong Sorayna.


"Baiklah." Ucap Sorayna.


Seseorang yang ingin menolong Sorayna langsung membuat portal dan menunggu pintu portal tersebut terbuka.


Sementara orang bertopeng tersebut terus menyerang hingga mendesak mereka berdua.


"Selesai. Kau bisa langsung pergi." Ucap seseorang yang ingin menolong Sorayna.


"Dan lagi jangan temui aku lagi, mengerti?" Bisik seseorang yang ingin menolong Sorayna.


"Kenapa? Terimakasih banyak. Aku jadi berhutang kepadamu karena telah menyelamatkanku." Ucap Sorayna.


Seseorang yang ingin menolong Sorayna langsung mendorong Sorayna masuk ke pintu portal tersebut dan menghilang dalam hitungan sedetik.


"Urusan kita akhirnya selesai. Sebaiknya kita segera menghadap dia sebelum dia marah." Ucap seseorang yang telah menolong Sorayna.


"Benar. Kalau bukan karena dia, aku tidak perlu memakainya. Lagipula aku dapat makanan gratis tadi, loh. Hehe." Ucap seseorang bertopeng.


"Dasar kau ini. Pikirannya hanya makan saja! Ayo kita pergi!" Ucap seseorang yang telah menolong Sorayna.


"Tentu." Ucap seseorang bertopeng.


Mereka berdua pergi menghadap seseorang.


"Hormat kepada Yang Mulia." Ucap mereka berdua secara bersamaan.


"Semuanya berjalan lancar, Yang Mulia." Ucap seseorang bertopeng.


"Benar, Yang Mulia." Ucap mereka berdua secara bersamaan.


"Kalian boleh pergi." Ucap Yang Mulia.


Sementara itu, Sorayna telah kembali di kamar asramanya.


Ia melihat tidak ada seseorang pun di kamarnya termasuk Ravettha.


Ia tiba-tiba menangis dan memendam rasa sakitnya sendirian.


Saat ia menangis, ia mendengar suara langkah kaki yang menuju kamarnya dan ia juga mendengar suara ketukan pintu.


Ia langsung mengusap air matanya dan menutupi lukanya agar tidak ada yang melihat.


Pintu kamarnya terbuka.


Saat ia melihatnya, ternyata yang masuk ke kamarnya adalah Ravettha yang merupakan teman sekamarnya.


Ravettha tidak datang sendirian, tetapi ia ditemani oleh dua orang.


Seorang anak culun saat di aula dan satu orang asing yang bersama mereka.


"Sorayna!" Ucap Ravettha.


"Aku membawakan makanan untukmu. Aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku membeli semuanya. Jangan sungkan-sungkan, kita adalah teman, bukan?" Ucap Ravettha dengan memberikan semua belanjaannya kepada Sorayna.


Sorayna menatap sejenak ke arah ketiga temannya, terutama ke Ravettha.

__ADS_1


Ia melihat ketulusan yang terpancar dari teman-temannya, hal itu membuatnya terharu.


"Terimakasih banyak, teman-teman." Ucap Sorayna.


"Tidak perlu terimakasih. Jika kau butuh bantuan, aku bisa membantumu." Ucap Ravettha.


"Perkenalkan mereka berdua adalah teman-temanku. Yang ini namanya Levord Vanschtexion Aieraelf, dan yang ini namanya Kalvetno Heinry Dalfatch." Ucap Ravettha kepada mereka berdua.


"Tunggu... Sejak kapan kau mengetahui namaku?" Tanya Kalvetno.


"Aku tidak sengaja mendengar namamu saat berkenalan dengan Levord sebelum ke kantin." Ucap Ravettha.


"Cih. Aura kemisteriusanku akan hilang jika begini." Ucap Kalvetno dengan sedikit sedih.


Ravettha melihat ada sesuatu yang aneh dari Sorayna.


"Sorayna! Kau baik-baik saja? Sepertinya tidak. Kenapa kau menangis saat sebelum aku masuk ke kamar? Dan juga kenapa dirimu terluka? Aku akan mengobatimu sekarang juga." Ucap Ravettha yang khawatir dengan temannya.


"Aku baik-baik saja, kok. Kau tidak perlu mencemaskanku seperti itu." Ucap Sorayna.


"Kau itu tidak pintar berbohong dan mana mungkin kau baik-baik jika banyak luka di tubuhmu." Ucap Ravettha.


"Kau benar." Ucap Sorayna.


"Kami ingin membantu juga!" Ucap Levord.


"Aku juga!" Ucap Kalvetno.


"Ini akan selesai dalam sedetik, jadi kalian tidak perlu melakukannya." Ucap Ravettha.


Ravettha mulai menyembuhkan semua luka yang ada ditubuh Sorayna dengan waktu sedetik.


"Kau benar. Lukanya langsung sembuh dengan seketika. Kau benar-benar hebat, Rave!" Ucap Levord.


"Ini bukan apa-apa. Sekarang kau sudah sembuh total. Kau sudah bisa beraktivitas lagi." Ucap Ravettha dengan senang.


Sorayna langsung bangun dan memeluk Ravettha.


"Terimakasih, kau adalah sahabat terbaikku." Ucap Sorayna kepada Ravettha.


Ravettha terdiam sejenak dipelukan Sorayna, lalu ia ikut senang.


"Kalian juga! Kemarilah!" Ucap Sorayna kepada dua teman yang lainnya.


"K-Kami?" Ucap mereka berdua.


"Iya." Ucap Sorayna dengan menarik kedua tangan temannya yaitu Levord dan Kalvetno, lalu langsung memeluk mereka bertiga termasuk Ravettha.


"Kalian semua adalah sahabat terbaikku. Maafkan aku karena pernah menyakiti hati kalian." Ucap Sorayna, lalu ia menangis.


"Tidak. Itu tidak benar. Kami tahu kalau kau sebenarnya orang yang baik." Ucap Ravettha.


Mereka berempat saling berpelukan bersama.


"Mulai sekarang kita sahabat, kan?" Tanya Kalvetno.


"Benar." Ucap Levord.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2