Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Taman Pusat Aishwarya


__ADS_3

Setelah mereka berkenalan, Ravettha memutuskan untuk keluar dari ruang pelatihan rahasianya dan melanjutkan perjalanan untuk berkeliling bersama Margaretha di Pulau Aishwarya.


"Kalau begitu, aku akan pergi dahulu. Rufino, kau bisa menunggu disini bersama mereka." Ucap Ravettha yang sedang membujuk Rufino supaya menuruti perkataannya.


Rufino menatap teman-teman barunya tersebut.


Mereka sangat senang dan bersedia untuk menemani Rufino di tempat tersebut.


"Baiklah. Saya akan menunggu anda disini." Ucap Rufino yang sedikit kecewa karena ia sebenarnya sangat ingin bersama Ravettha lebih lama lagi.


"Tenang saja. Aku akan sering-sering kemari, jika urusanku sudah selesai." Ucap Ravettha yang kembali membujuk Rufino supaya menjadi senang kembali.


Ia melangkahkan kakinya menuju pintu keluar.


Dengan sekejap salah satu dari pikiran alam sadarnya kembali menyatu dengan keadaan yang aslinya.


Ia melihat Margaretha yang sedang menatap tajam kepadanya dan memanggil sekali namanya.


"Nona Ravettha." Ucap Margaretha.


"Ya?" Tanya Ravettha yang menoleh dan membalas kembali tatapannya dengan serius.


"Ayo ke tempat selanjutnya saja! Masih banyak tempat yang harus kita kunjungi, loh!" Ucap Margaretha dengan sangat bersemangat.


"Tentu. Ayo kita kesana!" Ucap Ravettha yang juga bersemangat kembali.


Ia melangkahkan kakinya menuju tempat selanjutnya, yaitu sebuah taman yang bernama Taman Pusat Aishwarya.


Di taman tersebut, terdiri berbagai macam tumbuhan dari seluruh wilayah Aishwarya.


Semua tumbuhan tersebut merupakan tumbuhan yang sangat jinak karena tumbuhan tersebut bisa dimanfaatkan dan dibudidayakan dengan sangat baik tanpa menguras tenaga dalam merawatnya.


Taman tersebut tidak diperbolehkan untuk digunakan untuk bahan pangan karena tumbuhan tersebut hanya dapat digunakan sebagai penambah keindahan bagi taman tersebut.


Para penduduk yang ingin mengunjungi taman tersebut harus memiliki tiket masuk yang menggunakan sebuah kartu tanda pengenal penduduk Aishwarya.


Dengan kata lain, para penduduk yang tidak memiliki kartu tanda penduduk tidak dapat memasuki dan menikmati keindahan taman tersebut.


Untuk mendapatkan kartu tanda pengenal penduduk, mereka harus mendaftarkan dirinya kepada Badan Pengurus Kependudukan di Pulau Aishwarya tersebut.


Mereka yang melanggar peraturan tersebut akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.


"Kita telah tiba di Taman Pusat Aishwarya. Taman ini menyimpan seluruh tanaman dari seluruh wilayah Aishwarya." Ucap Margaretha dengan menunjukkannya dengan senang kepada Ravettha.

__ADS_1


"Woah! Benar-benar menakjubkan!" Ucap Ravettha yang sangat kagum dengan keindahan yang ditunjukkan oleh taman tersebut.


"Tunggu... Apa tidak masalah memasuki tempat ini?" Tanya Ravettha.


"Tidak masalah. Anda adalah seorang tamu istimewa disini. Jadi, anda harus berkeliling daerah ini terlebih dahulu sebelum menemui seseorang yang ingin menjamu anda." Ucap Margaretha dengan tersenyum senang.


"Bertemu seseorang?" Tanya Ravettha yang berpura-pura tidak tahu apapun dihadapan Margaretha.


"Ya. Itu benar." Ucap Margaretha.


"Mereka memang berkerjasama, ya? Sayang sekali mereka tidak menyembunyikannya dengan benar. Pura-pura tidak tahu juga bukan masalah yang besar untuk sekarang." Pikir Ravettha.


"Yang Mulia!" Bisik seseorang di dekat telinga Ravettha dengan nada suara yang lembut.


Ravettha dengan spontan terkejut setelah mendengar hal tersebut.


"Ini saya, Yang Mulia." Ucap seseorang tersebut di dekat telinga Ravettha.


Ravettha langsung menoleh ke arah suara tersebut, ternyata itu adalah Rufino.


Ia sedang tidak menampakkan wujudnya di depan orang lain, hanya Ravettha yang bisa melihatnya secara langsung dengan mata kepalanya sendiri.


"Rufino?!" Tanya Ravettha dengan mengingat suara yang ia telah dengar.


"Kau benar. Aku juga merasakan yang sama." Ucap Ravettha yang menyetujui saran dari Rufino.


"Itu artinya, anda adalah bawahan dari orang yang ingin menyambutku, benar begitu?" Tanya Ravettha kepada Margaretha.


"Tidak juga. Aku bukanlah bawahan setianya." Ucap Margaretha yang tiba-tiba menunjukkan ekspresi kesal dari raut wajahnya.


Seketika hal itu membuat Ravettha menyadari tentang sesuatu yang terjadi pada Margaretha sebelum ia datang berkunjung ke Pulau Aishwarya.


"Yah, baiklah. Aku minta maaf karena telah menyinggungmu dengan orang itu." Ucap Ravettha.


"Kau tidak perlu berminta maaf. Apalagi anda baru mengenalku. Besar kemungkinan aku akan menyakitimu dimasa depan." Ucap Margaretha dengan serius.


"Pft!" Ucap Ravettha yang tiba-tiba sedikit tertawa karena mendengar perkataan yang diucapkan oleh Margaretha.


"Kenapa anda tertawa? Apakah saya mengatakan hal yang lucu?" Tanya Margaretha.


"Anda tidak mungkin mengaku bahwa akan menyakitimu dimasa depan. Anda sedang membohongi diri anda sendiri, bukan?" Tanya Ravettha dengan tatapan serius.


"A-A-Anda benar..." Ucap Margaretha yang tiba-tiba menangis dan merinding ketakutan saat mendengar hal tersebut yang tepat pada kenyataannya.

__ADS_1


"Dia sampai merinding dan menangis karena sungguh takut dengan orang itu? Yang benar saja! Aku penasaran, seberapa kuatnya dia hingga mengundangku ke acara jamuannya?!" Pikir Ravettha dengan tersenyum licik yang telah disembunyikan dengan sangat baik.


"Bangunlah, antarkan aku ke tempat orang itu!" Ucap Ravettha yang telah menyiapkan berbagai rencana untuk bersiap-siap dalam menghadapi orang tersebut.


"Tunggu! Mengapa anda ingin pergi menemui atasannya? Dia telah berbohong kepada anda dan ia akan mengkhianati anda!" Ucap Rufino yang khawatir akan keselamatan Ravettha.


"Aku senang kau memperhatikanku. Tenang saja, aku tidak akan mati dan terluka semudah itu." Ucap Ravettha kepada Rufino.


"Saya mengkhawatirkan keselamatan anda. Saya akan mengikuti dan melindungi anda selamanya!!!" Ucap Rufino dengan tatapan yang tajam dan seriusnya.


"Ya. Baiklah." Ucap Ravettha.


"Terimakasih, Yang Mulia." Ucap Rufino yang kembali senang.


"Apa? Anda sungguh ingin menghadiri undangan dari orang itu?" Tanya Margaretha.


"Tentu saja." Ucap Ravettha.


"Kenapa ia sangat yakin ingin menemuinya? Bahkan ia bisa menebak apa yang sedang kusembunyikan! Ia benar-benar tamu yang sangat berbakat. Wajar saja orang itu menargetkan anak ini. Ada bagusnya juga sih bagiku. Aku akan dapat bonus tambahan dari orang itu." Pikir Margaretha yang menjadi sangat senang dan bersemangat saat memikirkannya.


Ravettha melirik sedikit ke arah Margaretha, lalu ia tersenyum kecil kepadanya.


"Baiklah! Saya akan mengantarkan anda ke kediaman Tuan Zhulfarias. Orang itu bernama Zhulfarias Moelgard Ucarious." Ucap Margaretha.


Ia pun berjalan mengikuti Margaretha, sedangkan Rufino tetap mengikuti Ravettha pergi.


Sesampainya disana, ia melihat bangunan yang besar dan penuh dengan lukisan yang sangat indah dan artistik.


"Selamat datang, anak muda." Ucap seorang pria tua yang sedang berdiri di depan pintu.


Seseorang tersebut adalah Tuan Zhulfarias yang sedang berdiri menyambut Ravettha di depan pintu rumahnya.


"Akhirnya aku bisa melihatmu! Kau adalah anak berbakat yang sangat istimewa. Maukah kau menjadi muridku?" Tanya Tuan Zhulfarias.


"Kenapa tiba-tiba? Mencurigakan!" Pikir Ravettha.


"Rufino! Bagaimana menurutmu? Apa pria tua ini berbahaya?" Tanya Ravettha yang sedang menguji sedikit kemampuan Rufino.


"Maafkan saya, Yang Mulia. Saya tidak merasakan apapun darinya." Ucap Rufino.


"Ya, tidak masalah." Ucap Ravettha.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2