Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Dua Jiwa Yang Saling Bekerjasama


__ADS_3

Serpihan kekuatan dari seseorang yang telah mengirimi pesan tersebut justru tersenyum dengan senang seperti terdapat keinginan tersembunyi di dalamnya.


"K-K-Kau! Kau itu... Iblis terkuat pada masa 79.000 abad yang lalu, Heilox!" Ucap Ravettha yang terkejut saat melihatnya.


"Tepat sekali! Ternyata aku sangat terkenal, ya? Bahkan terkenal hingga ke utusanku! Hohoho!" Ucap Heilox dengan penuh kebanggan.


"Woah! Mengagumkan! Tidak kusangka aku bisa melihat iblis pendahulu! Hm... Kenapa ukuranmu kecil?" Tanya Ravettha dengan memasang ekspresi kecewa.


"Itu terlalu menyakitkan bagiku setelah bangun dari kebangkitan! Memang benar jika tubuhku mengecil, tetapi ini hanyalah permukaannya saja." Ucap Heilox dengan menatap ke arah utusannya.


Ia melihat Ravettha sedang sibuk melukis secara asal-asalan di buku catatannya.


"Kau mendengarkanku tidak sih?!!!" Ucap Heilox yang merasa kesal dengan sikap Ravettha.


"Hm... Sebentar-sebentar! Anda bilang sebelumnya bahwa aku 'Utusan' mu? Apa maksudnya? Ah! Aku mengerti! Kau ingin..." Ucap Ravettha yang belum selesai mengucapkan perkataannya karena mulutnya ditutup secara paksa oleh Helios.


Heilox dengan cepatnya langsung merasuki tubuh utusannya secara paksa tanpa mempedulikan resikonya.


Karena kekuatannya sangat besar dari Ravettha, hal tersebut memudahkannya untuk memasuki dan meminjam sementara tubuh utusannya.


"Bagus! Sudah kuduga! Utusanku ini memang berbakat! Akan kuberikan imbalan besar sebagai balasannya nanti!" Gumam Heilox dengan menyeringai lebar.


"Kalau begitu langsung saja selesaikan!" Pikir Heilox dengan berjalan keluar dari wilayahnya.


Ia mencoba untuk berkeliling sebentar dan menghirup udara segar.


"Hah...! Jadi dia juga telah menyiapkannya ya? Walaupun begitu, aku yakin dia tidak akan pernah memiliki banyak waktu!" Gumam Heilox dengan melanjutkan perjalanannya menuju suatu tempat spesial baginya.


Tempat itu adalah Grosvenor.


Sebuah tempat khusus yang hanya bisa dimasuki oleh dewa iblis.


Grosvenor juga merupakan sebuah tempat bagi segala kegiatan pribadi dewa iblis.


Seluruh kepentingan harus memiliki izin dari dewa iblis secara langsung.


Oleh karenanya, Grosvenor sangat dilarang untuk dimasuki oleh orang asing.


Heilox yang telah memasuki Grosvenor yang berada tepat di inti bumi.

__ADS_1


Saat ia ingin memasukinya, ia justru melihat ketujuh raja yang sedang memasuki pintu masuk dari kejauhan.


"Kupikir tempat ini sangat sunyi, tetapi sebaliknya! Sungguh menyebalkan melihat banyak orang yang sibuk dengan pekerjaan yang tidak berguna itu!" Pikir Heilox dengan mencoba untuk mengendap-endap masuk kedalam.


"CTAK!"


Ia justru tidak sengaja menginjak sebuah rantai yang berkarat.


"Apa aku akan ketahuan? Sepertinya tidak." Pikir Heilox.


Karena Heilox tidak pintar mengendap-endap masuk, ia hampir saja ketahuan oleh Raja Kourtnef.


"Apa itu?" Gumam Raja Kourtnef yang sedang menatap ke arah patung yang sedang berdiri tegap dengan menggenggam sebuah obor api di tangan kirinya dan serpihan sihir api di tangan kanannya.


"Hah? Kau mengatakan sesuatu, Kourtnef?" Tanya Raja Osmond dengan menoleh ke arah Kourtnef.


"Tidak. Itu bukan apa-apa." Ucap Raja Kourtnef dengan berjalan memasuki Grosvenor.


"Hm... Baiklah." Ucap Raja Osmond yang ikut memasuki Grosvenor.


"Huft! Syukurlah! Sedikit lagi habislah tamat riwayat kita!" Pikir Heilox.


"Untungnya kau tidak hilang kesadaran lagi! Aku izinkan kau mengambil alih sekarang!" Ucap Heilox di alam bawah sadarnya.


"Jangan salah paham! Aku hanya melakukannya karena ini adalah tubuhku! Mau bagaimanapun kau ada di bawah kontrolku!" Ucap Ravettha dengan tatapan tajamnya.


"Iya, iya, cerewet!" Ucap Heilox dengan acuh tak acuh.


Ravettha langsung mengambil alih tubuhnya sekarang.


"Waktunya kita bermain!" Ucap Ravettha dengan memilih sebuah rantai yang telah berkarat di lantai.


"Tidak masalah! Ini akan sangat bermanfaat!" Gumam Ravettha dengan menggunakan sebuah topeng sebagai penyamarannya.


Topeng tersebut memiliki kekuatan untuk menyamarkan, mengganti, dan menghilangkan seluruh jejak yang dibuat oleh penggunanya secara otomatis.


Ravettha langsung berjalan masuk dengan santai tanpa adanya khawatir sedikitpun.


Saat Ravettha berhasil memasuki pintu masuknya, ia langsung meretas seluruh kemampuan dan kekuatan yang digunakan untuk pengamanan Grosvenor.

__ADS_1


Dengan sangat cepat, teliti, tepat, dan cekatan, ia akhirnya berhasil meretas hal tersebut sehingga ia tidak akan mudah untuk ditangkap.


Ia melanjutkan berjalan menuju pertemuan antara para raja dengan dewa iblis tersebut.


Sesampainya disana, ia langsung duduk santai dan mengamati seluruh isi percakapan mereka.


"Aku yakin kalian tidak tahu mengapa kalian dipanggil. Oleh karena itu, aku akan menjelaskannya. Pertama, perlombaan akan dimajukan menjadi hari esok. Aku tidak punya waktu lagi selain hari esok. Kuharap kalian tidak mengecewakanku! Kedua, aku memerintahkan kepada kalian untuk mengumpulkan seluruh penduduk di satu tempat! Tenggat waktunya hanya tiga hari setelah perlombaan selesai. Ketiga, aku ingin kalian membawakan wanita yang paling muda dan terbaik dari berbagai bidang sebanyak-banyaknya!" Ucap dewa iblis dengan menatap tajam ke arah seluruh raja.


Tatapannya membuat para raja yang melihatnya terbius dengan kata "Segera lakukan atau mati!".


"Baik!" Ucap seluruh raja yang telah terbius oleh tatapan dewa iblis tersebut secara bersamaan.


"Bagus! Akan kunantikan hasil kerja keras kalian!" Ucap dewa iblis.


Ketujuh raja langsung mengundurkan dirinya dan kembali ke masing-masing wilayahnya untuk melakukan apa yang telah diperintahkan oleh dewa iblis.


Setelah seluruh raja keluar dari Grosvenor, Ravettha langsung memunculkan dirinya secara sengaja.


"Kupikir kau hanya berpura-pura tidak tahu, ternyata memang tidak tahu keberadaanku, ya?" Tanya Ravettha dengan memancing dewa iblis tersebut.


Yang hanya Ravettha inginkan hanyalah satu, yaitu respon yang diberikan oleh dewa iblis.


"Kau ingin membuat kita mati konyol bersama?" Tanya Helios dengan nada yang tidak percaya dengan apa yang baru saja Ravettha lakukan.


Ravettha yang mendengarnya hanya bisa menyembunyikan senyum kecilnya saja.


"Ternyata itu kau, ya? Lagi-lagi ada pengganggu, sayangnya aku suka sifat pemberontakmu itu!" Ucap dewa iblis dengan menyeringai.


"Dunia tahu jika kau sedang bercanda! Jangan menggodaku karena kau bukan tipeku!" Ucap Ravettha dengan tatapan tajamnya yang sangat menusuk dan dingin.


"Hah! Lupakan saja apa yang barusan kita bicarakan!" Ucap dewa iblis dengan membalikkan tubuhnya.


"Tidak habis pikir jika dewa iblis adalah seorang utusan iblis!" Ucap Ravettha dengan berpura-pura sedang berpikir keras.


"Apa yang kau katakan barusan?" Tanya dewa iblis dengan ekspresi terkejut dan penuh keheranan yang terlihat jelas oleh Ravettha walaupun dirinya hanya berwajah datar dan dingin.


"Bukankah kau sudah mengingat apa yang kukatakan sebelumnya? Ayolah! Semua orang tidak ada yang suka mengulang perkataannya!" Ucap Ravettha dengan menghampiri dewa iblis dan tersenyum senang.


"Pergilah! Aku tidak mau berbicara padamu!" Ucap dewa iblis dengan berjalan meninggalkan Ravettha di tempat.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2