Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Sekutu Tiga Serigala Kecil


__ADS_3

"Ha? Suara ini, bukankah itu milik kaum serigala?" Pikir Ravettha yang menyadari kehadiran musuh sekaligus hasil kertas penyelidikannya.


Ia akhirnya menemukan hal menarik yang telah lama didambakan.


Dari total 9 serigala biasa berhasil memberikan bantuan, yaitu 1 surat gencatan senjata.


"Anak muda, kami telah mengetahui maksud kedatanganmu. Apa yang kamu inginkan bisa didapatkan hanya di tempat ini. Begitupun kami dan anda, kita akan lakukan gencatan senjata. Tidak ada satupun pertumpahan darah di kawasan ini. Anda sejahtera." Bunyi isi surat tersebut.


"DING!"


"Temui pemimpin tertinggi, Lionheart! Ia akan memberikanmu arahan di tantangan selanjutnya. Tipe tantangan tersembunyi tingkat A+." Bunyi pesan yang muncul secara tiba-tiba.


Belum selesai ia memahami isi surat hasil penyelidikannya, Rencouff berhasil menemui rekannya.


Kedua kakinya terasa tidak bisa berlari begitupun dengan suasana hatinya.


"Ravettha! Lain kali aku harus bertanding lari denganmu!" Ucap Rencouff yang masih terengah-engah.


"Kau lari mengejarku? Aku sudah mati ketakutan karena kau mau menghajarku begitu aku berhenti lari." Ucap Ravettha memberikan sebotol air minum ke rekannya.


"Kurasa kita harus mengesampingkan itu dan urus yang ini dulu!" Ucap Rencouff dengan jari telunjuknya yang terus menunjuk-nunjuk sebuah surat.


Ravettha benar-benar tidak mengerti tingkat kepanikan rekannya ini.


Satu hal yang bisa ia lakukan untuk permulaan, yaitu memahami isi surat di tangan Rencouff.


Tidak ada hal yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu selain sebuah misteri.


Ravettha yang penasaran langsung membuka dan membaca isi surat tersebut.


"Kawasan ini adalah wilayah kami, bukan untuk kepentingan pemain 'Shark Boot Camp'." Bunyi pesan singkat, padat, dan jelas dalam satu kalimat.


"Yahh...! Bagaimanapun mereka adalah penguasanya. Menurutmu apa yang harus kita lakukan, Rencouff?" Tanya Ravettha menyerahkan surat yang ia miliki agar Rencouff tidak kehilangan informasi.


"Mengacaukannya dan buat mereka membawa kita ke penguasanya." Bisik Rencouff dengan menyeringai lebar.


Ia yakin Ravettha mengerti apa yang sedang dibicarakannya tanpa memberikan penjelasan lebih dalam.


Mendengar taktik hasil pemikiran Rencouff, Ravettha hanya bisa mendukungnya.


"Kau membuatku terkesan, Rencouff!" Ucap Ravettha berjalan lebih dahulu dan membuat cara tersendiri untuk mendukung rekannya.


Dibandingkan menelusuri kawasan hewan buas, Rencouff justru memanggil seekor serigala sebagai sekutunya.


"Kamu kelaparan?" Tanya Rencouff mendapati tiga ekor serigala meringkuk kedinginan, kelaparan, dan tidak berdaya.


Satu pertanyaan tidak dijawab oleh lawan bicaranya.


Penolakan yang diterimanya berhasil memberikan cara efektif dan lebih cepat bekerja daripada hanya menunggu respon ketiga serigala kecil ini.

__ADS_1


"Ikutlah bersama kami! Kalian pasti akan merasa hangat bersama keluarga kalian. Sebelum itu, makan dan minumlah ini." Ucap Rencouff dengan menyerahkan enam buah roti dan tiga mangkuk air berukuran sedang dari tas penyimpanan yang dimilikinya.


"Em... Tuan, anda mencari ayah kami, Lionheart?" Tanya serigala kecil yang tampak lebih tua dari kedua adiknya.


"Dia ayah kalian? Kebetulan sekali, ya!" Ucap Rencouff tersenyum senang dan menebak apa lagi yang akan dilakukan tiga teman kecilnya ini untuk mereka berdua.


"Kami bisa membawa kakak cantik dan tampan ini ke tempat ayah." Ucap serigala kedua begitu senang menemukan teman baru.


"Kami akan membantumu sebagai rasa terima kasih. Bisa kami minta satu hal?" Tanya serigala pertama memperhatikan kedua adik kecilnya.


"Katakan dulu apa permintaan kalian! Ya atau tidak, itu adalah keputusan kami." Ucap Ravettha mencegah rekannya langsung menyetujui tanpa syarat.


"Ayah tidak suka melihat kami dan ibu meninggal karenanya. Kami hanya akan mengantarkan kalian tanpa bertemu langsung dengannya." Ucap serigala kedua menghindari kakaknya kehilangan kendali seperti yang dikhawatirkannya.


"Sepadan. Baik, kita sepakat!" Ucap Ravettha tersenyum senang tanpa harus turun tangan lebih jauh lagi.


Ketiga serigala itu memandu perjalanan Rencouff dan Ravettha.


Melalui kesepakatan yang telah mereka buat, perlahan kepercayaan di antara dua belah pihak mulai meningkat.


Akhirnya ketiga serigala kecil ini dapat kembali merasakan secercah harapan yang benar-benar mereka dambakan.


"Siapa kalian?" Tanya seorang penjaga dari kaum serigala.


"Kami berhasil menangkap 2 penyusup. Mereka harus segera diadili sebelum menghancurkan negeri ini!" Ucap serigala termuda dari kedua kakaknya.


"Serigala cerdas!" Pikir Rencouff dan Ravettha secara bersamaan.


Tepat saat dirinya tiba di depan gerbang pilar, para petinggi menatap penuh kebencian.


Sangat terlihat jelas di mata Rencouff dan Ravettha bahwa tidak ada satupun yang mengharapkan kehadiran mereka disini.


"Hamba membawa yang ketua minta." Ucap seorang penjaga datang bersama ketiga serigala kecil, Rencouff, dan Ravettha.


"Bawa mereka kemari!" Ucap Lionheart berjalan turun dari kursi singgasananya.


Pesona dan wibawanya berpengaruh besar ternyata berhasil membuat siapapun yang ditemuinya tertunduk tanpa perlawanan.


Ia berjalan ke arah Rencouff dan Ravettha.


Dua tawanannya ini berbeda dari banyak tawanan yang pernah ia temui.


Tidak ada satupun dari keduanya merasakan pesona dan wibawa Lionheart.


"Manusia! Para manusia telah terjebak disini dan mereka jadi kaumku. Saat ini generasi murni kami menurun drastis." Ucap Lionheart menatap tajam ke arah Rencouff.


"Lalu? Kau, salah. Kalian membutuhkan ini, bukan?" Tanya Rencouff sungguh tidak peduli seberapa pentingnya 'Tetralurji' di mata Lionheart.


"Apa penawaran yang kalian punya, manusia?" Tanya Lionheart memastikan 'Tetralurji' milik Rencouff adalah asli.

__ADS_1


"Kau punya arahan di tantangan keenam dan ketujuh, bukan? Gunakanlah 'Tetralurji' itu semaumu setelah kau memberikan kami tiketnya." Ucap Rencouff mempersilahkan Ravettha yang menunjukkan kualitas, manfaat, dan keuntungan bagi Lionheart.


Lionheart benar-benar penasaran akan penawaran yang ditujukan kepadanya.


Ia menjadi terpikirkan rencana-rencana besar dan berniat mendominasi 'Shark Boot Camp'.


Tanpa sadar kedua tangannya bergerak lebih cepat dibandingkan pikirannya.


Ravettha menyadarinya terlebih dahulu membuat dirinya menghentikan pertunjukan barang penawaran Rencouff.


"Serahkan 2 tiket yang kami minta dan kau bisa menikmati impian terbesarmu, Ketua Lionheart." Ucap Ravettha tersenyum ramah.


Lionheart menjadi begitu kesal mendapati batasan bagi dirinya.


Secepat mungkin ia merebutnya dari tangan Ravettha.


Kepuasan, kegembiraan, dan ambisi bercampur dalam satu tempat.


Mengetahui akan hal tersebut, Rencouff berubah pikiran, memberikan 'Tetralurji' tanpa syarat, dan mengajak Ravettha kembali pulang.


"Ambil saja 'Tetralurji' untukmu! Semoga kita tidak bertemu lagi." Ucap Rencouff membawa Ravettha pergi bersamanya.


"Kalian...! Apa tidak menginginkan tiketnya lagi?" Tanya Lionheart kebingungan dan tidak menyangka dirinya mendapatkan apa yang ia inginkan terlalu mudah.


Keyakinan akan kekuasaannya ternyata telah lama membutakan dirinya.


Hal ini menjadi titik kelemahan yang Rencouff dan Ravettha lihat selama menyeledikinya secara langsung.


"Kapan itu dimulai? Teriakan, tangisan, dan ketakutan mereka sangat kunantikan. Kau tidak akan berubah pikiran lagi, bukan?" Tanya Ravettha memperhatikan Rencouff yang sibuk menyiapkan sebuah tombol merah di telapak tangannya.


"Tidak. Kita telah siap!" Ucap Rencouff menyerahkan satu tiket tantangan tersembunyi keenam dan ketujuh untuk rekannya.


Tanpa mengatakan sepatah katapun, Ravettha mengambil tiket miliknya, memindahkan dirinya dan rekannya tepat saat tombol merah ditekan, lalu menyaksikan kehancuran 97% 'Shark Boot Camp'.


"BDOOOMMMMM!!!"


Seperti yang dinantikan Ravettha, tiga reaksi alami terjadi sesuai perhitungan mereka berdua.


3% bukanlah karena kegagalannya, tetapi berkat tindakan cepat Pak Cheidon dari belakang.


"Kalian berdua ini sungguh merepotkan, ya?" Tanya Pak Chayton mendengar suara ledakan yang belum sempat dibereskan adiknya.


"Hukum mereka! Aku sangat setuju kau mencabik-cabiknya." Ucap Pak Cheidon sama sekali tidak mau berpihak kepada dua murid barunya ini.


"Kau juga termasuk dua pihak yang merepotkan!" Ucap Pak Chayton memanipulasi keadaan sekitarnya agar tidak terdengar ke telinga Yang Mulia Raja Gielco.


"Ini tidak adil! Kau kan memberiku tugas sampingan ini." Ucap Pak Cheidon mengamuk dan berniat mengutuk kakaknya hingga seluruh keturunannya.


"Itu kenyataannya. Lagipula kenapa juga kau setuju menerima perintahku? Salahkan dan periksa dirimu dahulu jika ingin melakukan hal yang sama pada orang lain." Ucap Pak Chayton menertawakan adik payahnya ini dengan tawa angkuhnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2