
"Hm... Ini ruangan apa, ya?" Pikir Tuan Glendy dengan sangat penasaran.
Ia pun langsung memasukinya begitu saja tanpa menaruh curiga sedikitpun.
Ia sangat yakin bahwa ia tidak akan terkena serangan hasil penelitian di gedung tersebut.
Saat ia memasukinya, ia sangat terkejut karena ia menghirup bau yang sangat busuk seperti bangkai.
"Bau apa ini?" Pikir Tuan Glendy.
Karena Ravettha tiba-tiba menyadari sesuatu yang aneh pada keberadaan Tuan Glendy, ia langsung mencarinya menggunakan 'Eye Sighting'.
Dengan memanfaatkan hal tersebut, ia berhasil mengetahui letak dan keadaan Tuan Glendy yang sebenarnya.
"Tuan Glendy! Kau bisa mendengarku?" Tanya Ravettha dengan menggunakan telepatinya.
"Ini kan suara nona Ravettha!" Pikir Tuan Glendy.
"Ya, itu aku. Cepat keluar dari ruangan yang baru saja kau masuki! Dan ikuti arahanku!" Ucap Ravettha dengan tegas melalui telepatinya.
"Seenaknya dia menyuruhku sekarang, ya?" Pikir Tuan Glendy dengan sedikit kesal.
"Yah... Terserahmu! Aku yakin kau sudah menyadari keberadaan mereka melalui bau busuk yang baru saja kau hirup itu!" Ucap Ravettha melalui telepatinya.
"Sial! Memangnya mereka siapa? Mereka hanya bahan penelitian saja! Kok terdengar seperti aku yang bakal mati?" Ucap Tuan Glendy dengan sedikit kesal melalui telepatinya.
"Mau dibantu tidak? Kau jangan berpikir bakalan mati! Kan aku juga yang akan repot!" Ucap Ravettha dengan sedikit kesal melalui telepati karena memikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Huh! Baiklah! Lihat saja! Jika aku masih bisa bertemu denganmu, kau harus memenuhi 3 permintaanku! Jika sebaliknya, maka aku akan memenuhi 3 permintaanmu!" Ucap Tuan Glendy dengan tersenyum licik melalui telepatinya.
"Oh ya? Mari kita lakukan! Waktumu hanya lima belas menit dari sekarang!" Ucap Ravettha dengan tersenyum licik melalui telepatinya.
Tuan Glendy langsung mengurus para manusia yang telah bermutasi di ruangan tersebut.
Saat ia ingin mengurusinya, para manusia yang telah bermutasi tersebut justru semakin ingin mendekati Tuan Glendy.
"Kenapa mereka kemari?" Pikir Tuan Glendy.
"Tolong bawa aku!" Ucap salah satu manusia yang telah bermutasi.
"Benar! Tolong bawa kami bersamamu!" Ucap para manusia yang telah bermutasi lainnya.
__ADS_1
"A-Apa? Kenapa harus aku yang membawa kalian?" Tanya Tuan Glendy dengan tidak peduli kepada para manusia yang telah bermutasi tersebut.
"Karena hanya kau yang mampu menyelamatkan kami dari mereka!" Ucap salah satu manusia yang telah bermutasi.
"Menyelamatkan?" Tanya Tuan Glendy yang menjadi penasaran.
"Mereka akan datang tepat saat permainan yang anda buat bersama anak kecil itu berakhir. Kumohon selamatkan kami!" Ucap salah satu manusia yang telah bermutasi.
"Apa orang itu adalah peneliti yang bekerja disini?" Tanya Ravettha yang tiba-tiba muncul dan berdiri di samping Tuan Glendy.
"Itu benar!" Ucap para manusia yang telah bermutasi secara bersamaan.
"Bagaimana kau bisa muncul dengan tiba-tiba? Kau pakai teleportasi, ya?" Tanya Tuan Glendy.
Ravettha hanya menganggukkan kepalanya yang menyatakan setuju dengan perkataan Tuan Glendy.
"Hoho... Kau sudah kalah loh! Aku berhasil bertemu denganmu, bukan?" Bisik Tuan Glendy kepada Ravettha dengan nada yang meremehkan.
"Jangan senang dahulu! Jika kita tidak menyetujui mereka, mereka akan langsung mengeluarkan tanda peringatan kepada rekannya yang ada di atas. Hal itu akan memancing para pekerja tetap untuk segera menangkap kita. Pilihannya ada tiga, yaitu mau ditangkap, atau kabur, atau mati!" Ucap Ravettha dengan menggunakan telepatinya.
"Hm... Aku jadi punya ide!" Ucap Tuan Glendy dengan tersenyum kecil melalui telepatinya.
"Serahkan saja padaku!" Ucap Tuan Glendy dengan tatapan seriusnya melalui telepatinya.
"Hei, kalian! Apa yang akan kalian berikan kepadaku sebagai kompensasinya?" Tanya Tuan Glendy yang sedang menguji para manusia yang telah bermutasi tersebut.
"Kami akan menjadi anak buah dan melayani anda selamanya, tuan!" Ucap salah satu manusia yang telah bermutasi.
"Oh! Kau berencana mengeliminasinya, ya?" Pikir Ravettha dengan tersenyum.
Sepertiga dari mereka juga mengatakan hal yang sama, sedangkan sisanya tidak menjawab apapun.
Hal tersebut membuat Tuan Glendy sangat ingin tertawa karena keputusan yang dibuat oleh seluruh manusia yang telah bermutasi.
"PROK! PROK! PROK!"
Tuan Glendy mengubah keinginan tertawanya dengan cara memberikan pujian kepada mereka.
"Baik. Bagi yang tidak menjawab pertanyaanku tadi ikuti aku. Sisanya tetap disini!" Ucap Tuan Glendy dengan tatapan tajamnya yang sangat menusuk perasaan manusia yang telah bermutasi tersebut.
Para manusia yang tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh Tuan Glendy sebelumnya langsung berjalan dengan tertib mengikuti Tuan Glendy.
__ADS_1
Sementara itu, mereka yang diberikan perintah untuk tetap tinggal di ruangan bawah tanah tersebut menjadi kebingungan dan kecewa.
"Wah! Wah! Wah! Kau telah berani meninggalkan kami di tempat yang mengerikan ini lagi?" Tanya salah satu manusia yang telah bermutasi.
Manusia tersebut langsung memberikan sebuah kode yang sangat mudah untuk dibaca oleh Tuan Glendy dan Ravettha.
Mengetahui hal tersebut, Ravettha langsung menghentikan kedua belah pihak dengan cepat.
"Berhenti!" Ucap Ravettha dengan menggunakan kemampuan 'Times Stopping'.
Kemampuan tersebut dapat memberhentikan waktu, dimensi, dan ruang antar dimensi.
Walaupun semuanya termasuk makhluk hidup telah berhenti, mereka masih dapat mendengar perkataan Ravettha dan akan menjalankannya sesuai keinginannya tanpa sedikitpun ada yang melanggar.
"Berhentilah bertarung! Bagi kalian yang tidak terima karena telah merasa dibuang oleh dia, kalian bisa mengikutiku. Mungkin kalian akan berguna?" Ucap Ravettha dengan tersenyum senang kepada manusia yang telah bermutasi tersebut.
Setelah memberi tahu hal tersebut, Ravettha langsung keluar dari ruangan tersebut.
Dilihatnya mereka yang telah dibuang langsung mengikuti Ravettha tanpa menaruh curiga sedikitpun.
"Kami semua akan melakukan seluruh perintah anda." Ucap para manusia yang telah memilih untuk menjadi pengikut Ravettha.
"Baik. Ayo semuanya keluar dari tempat ini termasuk anda juga." Ucap Ravettha kepada seluruh manusia yang telah bermutasi dan juga Tuan Glendy.
Mereka semua mengikuti rencana yang dibuat oleh Ravettha.
Sedangkan Tuan Glendy sedang sibuk dengan menghilangkan seluruh jejak mereka tanpa diketahui sedikitpun oleh orang lain.
Ravettha langsung membuka portal menuju ruang pelatihan rahasianya setelah Tuan Glendy menghilangkan seluruh jejak mereka.
Ia juga memastikan apakah sudah tidak ada lagi yang tertinggal di dalam gedung penelitian tersebut.
"Ini akan menjadi tempat tinggal kalian. Untuk penjelasan tentang peraturan lebih detailnya kalian harus bertanya kepada Falext." Ucap Ravettha dengan menunjukkan Falext kepada anggota barunya.
"Baik. Dengan senang hati saya akan mengawasi dan mengatur mereka." Ucap Falext yang berada di samping kanan Ravettha.
"Tidak perlu khawatir, kau juga akan dibantu oleh Nicholas, Leonardo, Layla, Lartson, dan Tuan Glendy. Sementara itu, Rufino akan ikut denganku." Ucap Ravettha kepada para pengikut setianya.
Ia berencana untuk bangun dari tidurnya dan melakukan hal yang akan ia lakukan di Desa Wientirly.
BERSAMBUNG
__ADS_1