
Setelah ia mendapatkan pesan, ia langsung dikirim ke lantai dua.
Saat ia sudah berada di lantai dua, ia merasakan ada hal yang aneh.
Ia tidak bisa bernapas.
Di sekitarnya, terdapat banyak tekanan yang besar.
Ia merasakan seperti tenggelam di dalam laut.
Ia membuka matanya, ternyata ia benar-benar tenggelam.
"Blub, Blub, Blub."
Ia benar-benar terkejut dan napasnya yang mulai habis.
"Tidak! Aku tidak boleh mati sekarang. Aku harus cari cara agar tidak kalah saat melakukan misi!" Pikir Ravettha.
Tiba-tiba ia teringat jika ia mempunyai suatu kemampuan untuk bernapas di dalam air.
Kemampuan itu bernama, 'God of Water'.
Ia mengaktifkan kemampuan 'Goddess of Water' nya sehingga ia bisa bernapas di dalam air dengan sangat baik.
Pesan pemberitahuan tersebut muncul kembali.
"Pemberitahuan: Selamat anda berhasil bertahan dari kesulitan bernapas. Anda mendapatkan julukan 'Manusia Air'. Apakah anda ingin menggunakannya?" Bunyi pesan tersebut.
"Baiklah." Pikir Ravettha.
Jawaban yang Ravettha pikirkan tersambung dengan sistem yang ada pada pesan tersebut.
"Pemberitahuan: Julukan 'Manusia Air' berhasil terpasang di status." Bunyi pesan tersebut.
"Pemberitahuan: Misi khusus di lantai kedua adalah menyelamatkan Ratu Bawah Laut dari kekejaman Putra Mahkota Bawah Laut. Hadiah dari misi ini adalah mendapatkan energi yang kembali penuh, 10.000 koin emas, 5.000 koin perak, dan pemulihan kesehatan." Bunyi pesan tersebut.
"Menarik." Pikir Ravettha.
"Menyelamatkan Ratu Bawah Laut? Kemungkinan ia berada di istana miliknya. Aku harus kesana secara diam-diam supaya tidak dicurigai." Pikir Ravettha.
Ia mencari dimana istana tersebut.
Selagi ia mencarinya, ia melihat pemandangan yang indah saat berada di bawah laut.
Terdapat banyak hewan dan tumbuhan yang beraneka ragam bentuk dan warna.
Tidak jauh dari tempat ia tenggelam, ia sudah menemukan istana bawah laut.
Istana tersebut sangat besar, indah, mewah, dan megah.
Sebelum berencana memasukinya, ia menggunakan 'Eye Sighting' nya untuk melihat apakah disana terdapat Ratu Bawah Laut.
Ia pun menggunakannya, ternyata sesuai dengan perkiraannya.
Ratu Bawah Laut berada di dalam istana, tepatnya berada di ruang pertemuan antara para penguasa bawah laut yang posisinya berada dibawah Ratu Bawah Laut.
Karena sudah diketahui posisinya, ia berencana memasuki istana tersebut dengan diam-diam.
Supaya ia tidak dikenali dan dicurigai lebih dalam, ia menggunakan topeng sebagai penyamarannya.
Sekarang ia berada di depan gerbang istana.
Terdapat banyak penjaga yang sedang berjaga dengan sangat ketat.
__ADS_1
Ia menghindari penjaga tersebut dengan cara menyusup ke istana melalui gerbang belakang istana.
Gerbang belakang istana tersebut tidak begitu ketat penjagaannya sehingga memudahkan menyusup.
"Halaman istananya sangat luas. Aku harus cepat sebelum ketahuan." Pikir Ravettha.
Ia berjalan dengan cepat.
Ia akhirnya berhasil memasuki istana tanpa dicurigai.
Walaupun demikian, ia tetap meningkatkan kewaspadaannya terhadap sekitar.
Setelah berhasil memasuki istana, ia sedang berada di lantai satu dalam istana.
Ia berjalan menyusuri koridor istana tersebut dengan sangat hati-hati.
Saat berada di koridor istana, ia dikejutkan oleh seorang anak perempuan yang melihat Ravettha.
Ravettha ingin sekali menghapus ingatan anak tersebut, tetapi ia tidak bisa melakukannya karena di koridor sedang ramai oleh keluarga kerajaan tersebut.
Karena sedang ramai, ia menggunakan kesempatan tersebut untuk membaur dengan yang lain dan mencari Ratu Bawah Laut tersebut.
"Apa itu? Penyusup? Aku yakin melihatnya tadi. Aku harus mencari tahu hal tersebut untuk memastikannya! Kalau begitu, aku harus mengajak kakak." Pikir anak perempuan tersebut.
Ia pergi menuju kedua kakak laki-lakinya berada.
"Kakak! Temani aku mencari sesuatu yang menakjubkan, ya?" Tanya anak perempuan tersebut dengan penuh harapan.
"Tidak mau!" Ucap kakak pertama.
"Kumohon." Ucap anak perempuan tersebut dengan mata berkaca-kaca.
"Bagaimana dengan kakak saja?" Tanya kakak kedua.
"Yey! Kakak kedua memang baik! Tidak seperti kakak kesatu! Ayo kak!" Ucap anak perempuan tersebut dengan senang dan bersemangat.
"Hm... Jadi begitu... Ayo kita cari penyusup tersebut!" Ucap kakak kedua.
"Tentu." Ucap anak perempuan tersebut.
Mereka berdua pergi mencari seseorang yang dibicarakan adik kecilnya.
Sementara itu, Ravettha sedang berada di depan pintu ruang pertemuan.
Ia melihat ruangan tersebut sedang kosong, hanya ada Ratu dan Putra Mahkota saja.
"Nak, tolong berhenti. Ibu tidak ingin kau melakukannya. Tolong jangan bunuh ibu, nak." Ucap Ratu Bawah Laut dengan suara yang lemah dan sedih.
"Tidak ada waktu lagi. Lagipula, anda sudah waktunya untuk tidur selamanya. Izinkan aku untuk membantu ibu, ya?" Tanya Putra Mahkota Bawah Laut dengan senyum yang jahat.
Ia juga melihat sebuah kejadian yang tertulis di dalam pesan pemberitahuan tersebut yang ia dapatkan setelah berhasil selamat dari tenggelam di laut.
Ia melihat Putra Mahkota Bawah Laut tersebut sedang ingin membunuh Ratu Bawah Laut yang hampir tidak bertenaga untuk melawan anaknya tersebut.
"Menyelamatkan Ratu Bawah Laut dari kekejaman Putra Mahkota Bawah Laut? Bagaimana caranya? Apa aku harus melihat pertunjukkan ini dahulu lalu menyelamatkannya? Tidak! Aku harus menyelamatkannya secepat mungkin sebelum hal tidak diinginkan terjadi!" Pikir Ravettha.
Ravettha yang melihat kejadian tersebut langsung masuk ke ruangan tersebut dan menghentikan pertikaian tersebut.
"Permisi Yang Mulia Putra Mahkota, bukankah anda sudah kelewatan?" Tanya Ravettha.
"Siapa kau? Mengganggu waktuku saja! Pergi sebelum aku membunuhmu juga!" Ucap Putra Mahkota Bawah Laut.
"Yang Mulia Ratu, saya datang untuk menyelamatkan anda dari Yang Mulia Putra Mahkota. Anda tidak perlu takut padaku. Saya tidak akan berani melukai anda." Ucap Ravettha dengan tulus.
__ADS_1
Ratu Bawah Laut kebingungan karena kedatangan seseorang yang tidak dikenalnya itu.
"Kenapa anak ini mau menyelamatkanku?" Pikir Ratu Bawah Laut.
"Anda bertanya siapa saya? Saya hanya kebetulan lewat." Ucap Ravettha kepada Putra Mahkota Bawah Laut.
"Pft. Kau berusaha ingin menghentikan ku? Kau bahkan tidak memahami dengan baik kemampuanmu. Dasar bodoh!" Ucap Putra Mahkota Bawah Laut.
Saat Putra Mahkota sedang meremehkan Ravettha, Ravettha justru menyelamatkan Yang Mulia Ratu Bawah Laut dengan membawanya ke tempat yang aman.
Karena Putra Mahkota Bawah Laut tersebut terlalu banyak berbicara dan tidak memperhatikan target yang sebenarnya, hal itu menyebabkan ia kehilangan Ratu Bawah Laut.
"Dimana sang Ratu?!" Tanya Putra Mahkota Bawah Laut.
"Dasar anak yang menyusahkan! Dimana anak itu? Jika aku bertemu..." Ucap Putra Mahkota Bawah Laut yang belum menyelesaikan perkataannya.
"Anda mau membunuhku? Silahkan saja." Tanya Ravettha dengan senyum liciknya dan bersikap santai tetapi ia sudah siap dan tahu apa yang akan dilakukan Putra Mahkota Bawah Laut tersebut.
"Apa-apaan dengan sikap santaimu itu? Kau sedang meremehkan aku, bukan?" Tanya Putra Mahkota Bawah Laut dengan tersenyum jahat dan raut wajah yang tidak percaya.
Putra Mahkota Bawah Laut tersebut sangat marah dengan tingkah laku Ravettha.
"Kau membuatku marah! Jangan harap kau mendapatkan pengampunan dariku!" Ucap Putra Mahkota Bawah Laut dengan penuh amarah.
Ravettha hanya tersenyum senang.
Semua warga kerajaan yang tinggal di kerajaan tersebut menghampiri ruang pertemuan tersebut berserta Ratu Bawah Laut.
"Hm... Anda tidak sadar dengan situasinya, ya?" Tanya Ravettha.
"Apa maksudmu?" Tanya Putra Mahkota Bawah Laut.
"Semua perilaku anda sudah diketahui seluruh warga kerajaan. Sepertinya anda akan kehilangan posisi sebagai Putra Mahkota." Ucap Ravettha.
"Bagaimana kau bisa mengetahui semuanya?" Tanya Putra Mahkota Bawah Laut.
"Tentu saja. Lihat! Mereka sudah berkumpul. Kalau begitu, saya izin undur diri." Ucap Ravettha kepada semua warga kerajaan yang telah berkumpul.
"Tunggu! Siapa namamu, nak? Darimana kau berasal? Bisakah kau memperkenalkan dirimu?" Tanya Ratu Bawah Laut.
"Perkenalkan nama saya Ravettha Toftrelnd Seinoray. Saya berasal dari suatu tempat yang kurang saya kenal." Ucap Ravettha.
"Begitu ya... Baiklah. Saya sebagai Ratu Bawah Laut ingin memberikan penghormatan kepada Ravettha Toftrelnd Seinoray karena sudah menyelamatkan nyawa saya. Saya sangat berterimakasih kepadamu, nak. Berkat kau saya bisa selamat." Ucap Ratu Bawah Laut dengan tulus dan senang.
"Terimalah beberapa mutiara dan sebuah terompet kerang raksasa bawah laut ini sebagai imbalan rasa terimakasihku, nak." Ucap Ratu Bawah Laut dengan memberikan beberapa mutiara kepada Ravettha dengan tulus.
"Tidak, tidak. Anda tidak perlu berterimakasih sampai seperti itu. Saya juga sangat senang sudah dapat membantu anda. Anda juga tidak perlu memberikan imbalan." Ucap Ravettha dengan tulus.
"Tidak apa-apa, suatu saat beberapa mutiara ini akan berguna untukmu. Terimalah." Ucap Ratu Bawah Laut dengan tulus.
"Baiklah karena anda yang meminta." Ucap Ravettha.
"Kalau begitu, saya izin undur diri kepada Yang Mulia Ratu." Ucap Ravettha dengan sopan.
"Baiklah. Kau boleh pergi. Jika kau ada waktu, jangan lupa berkunjung kemari. Kami akan menyambutmu." Ucap Ratu Bawah Laut dengan tulus dan senang.
"Terimakasih banyak, Yang Mulia Ratu." Ucap Ravettha dengan sopan.
Ia berjalan keluar istana tersebut.
Pesan pemberitahuan tersebut kembali muncul.
"Pemberitahuan: Selamat anda berhasil menyelamatkan Ratu Bawah Laut dari kekejaman Putra Mahkota Bawah Laut. Hadiah dari misi ini adalah mendapatkan energi yang kembali penuh, 10.000 koin emas, 5.000 koin perak, dan pemulihan kesehatan. Anda juga mendapatkan 5 buah Mutiara Bawah Laut dan 1 buah Terompet Kerang Raksasa Bawah Laut." Bunyi pesan tersebut.
__ADS_1
"Selamat, anda dapat naik ke lantai tiga." Bunyi pesan tersebut.
BERSAMBUNG