
“Berikan kepada kami semua yang kau punya! Setelah itu, aku akan memberikan seluruh informasi yang kau inginkan.” Ucap ketua kelompok tersebut dengan tersenyum ramah.
“Benarkah?” Tanya Heilox yang ikut tersenyum.
“Tentu saja! Kau bisa mengandalkan kami!” Ucap ketua kelompok tersebut dengan menganggukkan kepalanya.
“BWOOSH!”
Heilox yang tidak percaya dengan orang lain kecuali dirinya sendiri langsung mengeluarkan sebuah mata milik ketua kelompok tersebut dengan cepat.
“Masih tidak tahu diri, ya? Beraninya meminta imbalan dariku? Cepat katakan seluruh informasi yang kau punya tentang peristiwa yang sebelumnya kau bicarakan atau aku akan mengambil 5 buah mata kalian secara acak! Silahkan dipilih! Aku hanya punya dua pilihan loh~!” Ucap Heilox dengan tersenyum ramah.
“Heh! Kau pikir kami siapa? Rakyat jelata yang tidak tahu diri dan bertekuk lutut hanya untuk mendapatkan kekuasaan yang selalu didambakan?” Tanya ketua kelompok tersebut dengan mengembalikan matanya yang telah dirampas.
Ketua kelompok tersebut dan para anggotanya langsung mengubah penyamarannya untuk kembali ke wujud semula yang tidak lain adalah Ratu Quinasy sebagai ketua kelompoknya, Raja Kourtnef, Raja Leighton, Raja Osmond, Raja Haxley, Raja Yulius, dan Raja Willought.
Heilox yang menyaksikan hal tersebut sama sekali tidak memberikan respon apapun kecuali senyum senangnya.
“Hm... Diluar dugaan! Kau bahkan tidak terkejut setelah mengetahui keberadaan kami!” Ucap Ratu Quinasy dengan menyeringai dan memberikan tatapan yang sangat tajam.
“Memangnya harus ada alasan untuk terkejut, takut, dan bertekuk lutut pada saat musuh menampakkan wujudnya?” Tanya Heilox.
“Wah! Terang-terangan sekali! Bahkan perkataanku dilempar kembali kepadaku! Sepertinya petunjuk-petunjuk itu ada benarnya juga, ya?” Tanya Ratu Quinasy dengan sedikit menyeringai.
“Baiklah! Langsung ke intinya saja! Aku tahu kau adalah dua jiwa yang berbeda di satu tempat yang sama. Aku yakin kau pasti bertanya-tanya darimana aku mendapatkan informasi ini...!” Ucap Ratu Quinasy yang belum selesai mengucapkan perkataannya karena ia langsung berteleport menuju tempat Heilox berada.
“Keluarlah, wahai Jiwa Kegelapan! Kau tidak pantas berada disini dan menyakiti orang yang tidak berdosa!” Ucap Ratu Quinasy dengan menarik keluar jiwa Heilox secara paksa.
Seluruh daya upaya dikerahkan oleh Ratu Quinasy dengan harapan bahwa jiwa asli Heilox keluar dari tubuh inangnya, sayangnya hal tersebut menjadi sia-sia.
“Pft! Kau pikir siapa aku tadi? Jiwa Kegelapan? WOAHAHAHA! Leluconmu sangat lucu! Biar kuperjelaskan, aku bukanlah jiwa kegelapan seperti yang kau kira.” Ucap Heilox dengan berusaha menghentikan tertawanya.
__ADS_1
“Lalu apa tujuan utamamu? Aku tahu bahwa ada yang kau sembunyikan dari kami!” Ucap Ratu Quinasy dengan menatap tajam Heilox.
Karena Heilox menyadari bahwa ia sedang dicurigai, ia hanya bisa menggunakan satu cara.
“Aku tidak mengerti apa yang baru saja kau katakan.” Ucap Heilox.
“Huh! Berhentilah berbohong kepada kami! Aku tahu siapa kau dan apa motifmu melakukannya! Kau itu telah bekerja sama dengan Scott dan Raja Haxley untuk mengubah tatanan dunia ini dan aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi! Jika kau bertanya kepada diriku darimana aku mendapatkannya maka akan kuberi tahu sekarang juga. Semuanya berasal dari mantan gurumu, benar kan? Saat kami semua berkumpul di Grosvenor, aku yang pertama kali menyadari bahwa ada seseorang yang membuntuti kami untuk masuk ke kawasan Grosvenor. Kupikir itu tidak akan menjadi masalah besar sehingga aku mengabaikannya. Kecurigaanku semakin besar saat aku dan para raja lainnya sedang berdiskusi tentang kejadian yang kau buat itu! Scott yang ingin berbicara tiba-tiba dipotong oleh Kourtnef seakan-akan ia sedang menyembunyikan informasi penting dari kami semua. Aku juga menyadari bahwa Scott yang bekerja sama dengan Haxley mencoba untuk berbagi peran yang dapat mengadu domba kami. Bukankah begitu, Heilox?" Tanya Ratu Quinasy dengan sangat yakin bahwa ia akan memenangkan debatnya.
"Kepintaranmu ternyata sama dengan kelakuanmu, ya?" Bisik Heilox dengan mengayunkan pedangnya ke arah raja lainnya.
"SRAT!"
Seluruh raja dan Ratu Quinasy yang menyadari akan hal tersebut langsung menghindar.
Ayunan pedang tersebut menghasilkan retakan tanah yang sangat besar, tetapi tidak mengenai sasaran.
"Kenapa dia? Apa dia marah ke kita karena telah membongkar kejahatannya?" Tanya Raja Willought.
"Kurasa bukan, dia seperti sengaja memancing kita." Ucap Raja Leighton dengan memperhatikan hasil serangan dari lawannya.
Ia langsung pergi meninggalkan para raja dan ratu beserta kerusakan yang ia timbulkan.
"Hei! Siapa yang menyuruhmu untuk pergi? Kita belum selesai berbicara!" Ucap Ratu Quinasy yang kesal karena perbuatan Heilox.
"Permainan dimulai!" Gumam Heilox yang telah berada di tempat yang sangat jauh dari jangkauan para raja dan ratu.
Sementara itu, di tempat lain, Scott yang sedang ditemani dengan para pelayan setianya telah menyaksikan pertunjukkan yang menarik.
Pertunjukkan tersebut berhasil menaikkan kepuasan batin Scott.
"PROK! PROK! PROK!"
__ADS_1
Scott yang merasa sangat senang dengan spontannya memberikan tepuk tangan kepada pertunjukan yang ia nikmati.
"Pertunjukan ini sangat mengesankan! Bisakah kalian menebak apa yang akan terjadi selanjutnya?" Tanya Scott kepada Joeyladh, Irene, Blacky, dan Nathan.
"Menurutku akan datang seorang tamu yang sangat dihormati oleh para pemerannya, Tuan." Ucap Irene dengan berpikir sungguh-sungguh.
"Kurasa dunia akan hancur setelah kedatangan seorang tamu itu, Tuan." Ucap Joeyladh.
"Daripada dunia hancur, kemungkinan terbesar adalah tamu itu akan mengincar pemeran utamanya dan dia akan memberikan hukuman, Tuan." Ucap Blacky.
"Hm... Bagaimana denganmu, Nathan?" Tanya Scott.
Nathan tidak memberikan respon apapun dan hanya duduk diam di ujung tanah yang telah retak.
"Yah... Tidak masalah jika kau tidak ingin mengeluarkan pendapatmu. Akan kuanggap kau setuju." Ucap Scott dengan tersenyum senang.
"Baiklah! Mari kita lanjutkan pekerjaan kita yang belum selesai!" Ucap Scott kepada Joeyladh, Irene, Blacky, dan Nathan.
Mereka langsung pergi menuju 'Extroyal Froth' dan melanjutkan kegiatan eksploitasinya.
Sesampainya di 'Extroyal Froth', Joeyladh, Irene, Blacky, dan Nathan langsung memulai pekerjaannya.
"Bagaimana perkembangannya?" Tanya Scott yang berencana untuk duduk dan mengamati jalannya kegiatan tersebut.
"Saat ini baru 80%, setengah jam lagi persiapannya akan 100% selesai, Tuan." Ucap Joeyladh melalui Nathan.
"Lanjutkan sampai selesai! Setelah itu, kita akan pergi ke medan perang dan membuat tujuan kita terwujud. Kalian berempat jangan lupa untuk mempersiapkan apapun yang kalian perlukan." Ucap Scott dengan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan mendekati para pelayannya.
"Baik, Tuan!" Ucap Joeyladh, Nathan, Irene, dan Blacky dengan penuh semangat dan penuh keyakinan bahwa mereka akan memenangkan perang tersebut.
"Aku senang kalian bersemangat saat mendengarnya." Ucap Scott dengan tersenyum senang.
__ADS_1
"Kuharap kita tidak terpecah belah saat waktunya tiba." Pikir Scott.
BERSAMBUNG