
"Aku tidak sabar untuk bertemu dewa kita!" Ucap salah satu bangsawan iblis.
"Aku juga! Sebuah kehormatan bagiku untuk bertemunya disaat seperti ini!" Ucap salah satu bangsawan iblis lainnya.
"Mereka selalu membicarakan dewanya? Apa ini adalah istana milik dewa iblis? Sepertinya begitu!" Pikir Ravettha dengan berjalan memasuki istana tersebut.
"Tamu undangan khusus kita telah datang! Selamat datang Nona Ravettha Toftrelnd Seinoray!" Ucap penyiar para tamu di istana tersebut.
Saat nama Ravettha diucapkan oleh penyiar tersebut, seluruh tamu yang menghadiri justru membicarakan Ravettha dibelakangnya.
"Hei, kau kenal tamu undangan itu?" Tanya salah satu tamu yang sedang bergosip.
"Tidak. Bukankah dia sangat cantik?" Tanya tamu lainnya yang memandangi Ravettha.
"Hei! Aku sedang berbicara tahu! Dengarkan aku!" Ucap salah satu tamu yang sedang bergosip dengan dipenuhi rasa kesal pada lawan bicaranya.
Lawan bicaranya tetap saja masih memandangi kecantikan Ravettha walaupun ia masih sangat kecil.
"Sudahlah, Cath! Biarkan saja dia, nanti juga bakal minta ampun!" Ucap temannya Catherine Wilson Jeniftle yang bernama Veiny Zillows Pancerra.
"Huh! Baiklah! Lagipula tidak ada untungnya berbicara sama orang ini!" Ucap Catherine dengan melirik ke arah temannya yang masih memandangi Ravettha.
Sementara itu, Ravettha hanya melirik ke arah penyiar itu selama kurang dari 0,01 detik.
Melalui hal tersebut ia dapat melihat seluruh kegiatan yang terdapat di dalam maupun diluar istana.
Kegiatan yang berasal dari dalam istana berupa kegiatan administrasi, kelas petarung murid dewa, dan kegiatan bermeditasi selama ratus ribuan tahun.
"Hm... Menarik!" Pikir Ravettha dengan tersenyum kecil.
Saat ia sedang berpikir seperti itu, dengan spontannya ia merasakan ada sesuatu yang mendekatinya.
"Hei, kawan! Apa kau tamu undangan khusus yang dibicarakan itu?" Ucap seorang wanita bangsawan dengan menepuk pundak Ravettha.
"Memangnya mereka membicarakan apa?" Tanya Ravettha yang sedang menguji bangsawan tersebut.
"Kudengar banyak gosip tentangmu. Kebanyakan mereka bingung tentang asal-usulmu, ada yang membencimu karena cemburu, dan juga ada yang terpikat dengan kecantikanmu! Hm... Aku yakin kau belum punya kursi, bukan? Kalau begitu, ayo duduk disebelahmu!" Ucap wanita bangsawan tersebut.
"Ehem! Maaf mengganggu kalian berdua, dia adalah tamu khusus yang harus kulayani!" Ucap seorang penjaga kepada wanita bangsawan tersebut.
"Oh, ternyata kau mengenalnya! Baiklah, boleh saja. Namaku adalah Zara Invern Gloucestershire. Kau bisa memanggilku dengan Zara. Temui aku jika kau butuh bantuan!" Ucap Zara dengan bersemangat.
"Hm... Aku jadi heran kenapa semuanya memakai topeng palsu hanya untuk menutupi kebenaran! Yah, aku juga termasuk karena telah menutupi seluruh kekuatanku." Pikir Ravettha.
"Nona, silahkan ikuti saya. Saya akan menunjukkan kursi yang nyaman untuk anda." Ucap penjaga tersebut.
__ADS_1
"Baiklah." Ucap Ravettha.
Penjaga tersebut menunjukkan kepada Ravettha kursi yang paling terdepan.
Kursi tersebut lebih berbeda dari kursi lainnya.
"Ini adalah kursi khusus anda." Ucap penjaga tersebut.
"Bolehkah aku bertanya?" Tanya Ravettha kepada penjaga yang telah mengantar Ravettha.
"Tentu. Silahkan!" Ucap penjaga tersebut.
"Apa ini adalah perintah raja?" Tanya Ravettha.
"Benar! Ini juga telah disetujui oleh dewa kami." Ucap penjaga tersebut.
"Baiklah." Ucap Ravettha dengan menerimanya.
Dilihatnya terdapat empat orang yang duduk di kursi yang serupa berjajar.
"Apakah mereka juga tamu undangan khusus?" Pikir Ravettha dengan menganalisis seluruh orang-orang yang hadir di pertemuan tersebut.
"Hei, siapa namamu tadi?" Tanya seorang pria yang duduk disebelah Ravettha.
"Apa kau tahu siapa kami?" Tanya seorang wanita yang duduk di sebelahnya.
"Tidak." Ucap Ravettha.
Wanita tersebut sedikit merasa kesal karena menurutnya Ravettha sangat dingin, tetapi ia berusaha untuk terlihat baik sehingga ia mendapatkan pengakuan dari sang Dewa.
"Baiklah! Aku akan memberitahumu. Kami adalah tamu undangan khusus sepertimu. Kami diundang oleh Yang Mulia Raja dan Ratu. Sementara itu, sang Dewa hanya memberikan izin dan mengharapkan kemampuan dari tamu undangannya itu. Jika berhasil mendapatkan pengakuannya, maka salah satu dari kami akan mendapatkan beberapa keuntungan yang hanya datang satu kali!" Ucap pria bangsawan yang berkacamata.
"Pengakuan? Memangnya apa yang akan menjadi tantangannya? Bertarung? Adu kekuatan? Atau ada beberapa tes? Sungguh menarik!" Pikir Ravettha.
"Perhatian seluruh hadirin! Yang Mulia Raja Willought telah memasuki ruangan! Yang Mulia Raja Yulius telah memasuki ruangan! Yang Mulia Ratu Quinasy telah memasuki ruangan! Yang Mulia Raja Haxley telah memasuki ruangan! Yang Mulia Raja Osmond telah memasuki ruangan! Yang Mulia Raja Leighton telah memasuki ruangan! Yang Mulia Raja Kourtnef telah memasuki ruangan!" Ucap penyiar istana tersebut.
Para raja dan ratu duduk di singgasananya.
Melihat para raja dan ratu, seluruh hadirin menjadi terpesona dengan kebijaksaan memerintahnya.
Bagi mereka, para raja dan ratu adalah panutan bagi seluruh penduduk.
Hal tersebut tidak membuat Ravettha terpesona sedikitpun.
Ia hanya terfokus mempelajari seluruh kemampuan para raja dan ratu yang telah memiliki banyak pengalaman hidup.
__ADS_1
"Hoo... Akhirnya kau datang juga!" Pikir Raja Kourtnef dengan tersenyum senang.
"Hei, kau tidak tertarik atau takjub kepada mereka?" Bisik pria berkacamata yang duduk sejajar dengan Ravettha.
"Menurutmu bagaimana?" Bisik Ravettha.
"Kau tidak asyik! Oh ya, namaku Feno Avondale. Kau bisa memanggilku dengan Feno." Bisik pria berkacamata uang duduk sejajar dengan Ravettha.
Ravettha hanya mengangguk setuju kepadanya.
"Terimakasih para tamu-tamu yang terhormat karena telah menghadiri pertemuan ini. Di pertemuan ini kita akan membahas beberapa sistem yang baru saja ditetapkan oleh dewa tercinta kita! Oleh karena itu, saya mewakili para raja dan ratu yang hadir disini untuk mengharapkan kerja sama bagi semuanya." Ucap Yang Mulia Raja Kourtnef dengan tegas.
Para hadirin pun langsung setuju dengan sistem yang dibuat setelah mengalami pendiskusian antara bangsawan tingkat tinggi (Raja dan Ratu) dan sedang (putri dan putra kerajaan, dan bangsawan dibawahnya).
Kegiatan tersebut selesai sekitar sejam yang lalu.
Kegiatan selanjutnya adalah perjamuan antar bangsawan.
Banyak makanan yang disediakan disana, mulai dari makanan pembuka, utama, dan penutup.
Seluruh hadirin menikmati makanannya dengan tertib.
Tidak disadari dua jam telah berlalu, seseorang memanggil nama Ravettha.
Seseorang tersebut adalah Raja Kourtnef.
"Ravettha!" Ucap Raja Kourtnef.
"Akhirnya kau datang juga! Kupikir kau hanya datang kesini tapi tidak ke pertemuan ini. Kau masih ingat aku, kan?" Tanya Raja Kourtnef.
"Siapa ya? Yang kutahu anda adalah Yang Mulia Raja Kourtnef." Ucap Ravettha.
"Haduh! Aku adalah Kent si cahaya ungu yang kau bebaskan dari dokumen rahasia itu! Aku juga yang mengundangmu!" Ucap Raja Kourtnef.
Ravettha terkejut setelah mendengar hal tersebut, begitupun dengan rekan-rekan yang duduk disebelahnya.
"Anda Kent yang itu? Yang hobinya..." Ucap Ravettha yang belum menyelesaikan perkataannya karena mulutnya langsung ditutup oleh Raja Kourtnef.
"Ssst! Jangan keras-keras bilangnya! Iya itu aku! Mau kutunjukkan wujudku lagi?" Bisik Raja Kourtnef kepada Ravettha.
"Ya, ya! Aku percaya kepadamu!" Ucap Ravettha dengan menjauhkan tangan Raja Kourtnef dari mulutnya.
"Bagus! Anak pintar!" Ucap Raja Kourtnef dengan tersenyum bangga.
BERSAMBUNG
__ADS_1