Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Historic In Aishwarya Island


__ADS_3

Setelah memberikan kain tersebut kepada pria bertopeng, Ravettha langsung memakai kain miliknya.


"Baiklah. Mari kita lanjutkan pencariannya!" Ucap Ravettha kepada pria bertopeng.


"Ya." Ucap pria bertopeng dengan mengangguk setuju.


Mereka berdua melanjutkan pencariannya dengan menyusuri hutan tersebut bersama-sama.


Sejam kemudian, mereka telah tiba di sebuah jalan yang bercabang dua.


"Menurutmu jalan yang mana?" Tanya Ravettha.


"Aku kurang yakin jika memilih jalan yang kiri. Kemungkinan bukunya ada di jalan yang kanan ini." Ucap pria bertopeng.


"Kalau begitu, kita lewat jalan yang kanan saja!" Ucap Ravettha dengan bersemangat.


"Baiklah." Ucap pria bertopeng.


Mereka berjalan mengikuti jalanan tersebut yang lumayan panjang hingga tiba di sebuah danau yang sangat luas dan berwarna merah.


Danau tersebut terentang sepanjang 76.702 mil² atau setara dengan 198.659 km² dan memiliki kedalaman 54.000 dm³ atau setara dengan 5.400.000 l.


Danau tersebut bernama 'Devil Lake'.


Sebuah danau yang memiliki kutukan bagi yang menyentuhnya.


Kutukan tersebut dibagi menjadi dua berdasarkan nasibnya, yaitu kutukan hingga mati dan kutukan sementara.


Di tengah danau tersebut terdapat sebuah benda bersinar yang melayang di atas danau tersebut.


Benda tersebut adalah buku 'Historic In Aishwarya Island'.


"Naiklah ke punggungku jika ingin kau yang mengambilnya." Ucap pria bertopeng yang telah siap untuk menggendong Ravettha.


"Baiklah. Maaf merepotkanmu." Ucap Ravettha dengan sedikit ragu untuk digendong oleh pria bertopeng tersebut.


"Tidak masalah." Ucap pria bertopeng dengan tersenyum senang.


Ravettha langsung menaiki punggung pria bertopeng tanpa ragu-ragu.


Pria bertopeng tersebut langsung menolakkan kakinya ke tanah dan melompat jauh hingga ke tepi danau tersebut.


Saat ia melompat dan mendekati buku tersebut, Ravettha langsung meraih dan menangkap buku tersebut dengan sangat cepat.


Karena telah mengambil buku yang dicari tersebut, pria bertopeng langsung bersiap mendarat di tepi danau.


"Akhirnya kita mendapatkannya!" Ucap pria bertopeng dengan menurunkan Ravettha dan menatap ke arahnya.

__ADS_1


Dilihatnya Ravettha yang sedang menatap tajam ke arah Ravettha dengan perasaan takjub yang luar biasa.


"Anda sungguh sangat hebat! Anda bahkan bisa melewati danau yang luas ini dengan sekali tolakkan!" Ucap Ravettha dengan sangat terkagum-kagum dengan pria bertopeng tersebut.


"Terimakasih. Tapi ini bukan apa-apa." Ucap pria bertopeng.


Ravettha memeriksa isi buku tersebut.


Ternyata tidak ada kepalsuan dalam isi buku tersebut.


"Jika tidak ada kepalsuan, itu artinya akan ada jebakan yang telah tersedia di sekitarnya!" Ucap Ravettha.


Dengan seketika, seseorang muncul secara tiba-tiba dari dalam air danau tersebut.


Orang tersebut menggunakan penutup mata dan rambut yang panjang untuk menutupi matanya.


"Ternyata masih ada yang berani memasuki wilayahku! Sudah seharusnya kalian memberikan nyawa sebagai permintaan maaf kepadaku! Atau... Aku yang akan datang kesana dan langsung mengambilnya? Tidak masalah juga." Ucap seseorang tersebut dengan tersenyum licik.


Orang tersebut mengeluarkan sebuah bola air yang bisa berubah menjadi apapun sesuai keinginan penggunanya.


Sayangnya, bola air tersebut berubah dari air menjadi sebuah tombak es yang mirip dengan milik Ravettha.


"Hati-hati!" Ucap pria bertopeng yang khawatir akan keselamatan Ravettha.


"BOOM!"


Suara tombak tersebut terdengar keras saat mengenai tubuh pria bertopeng yang tepat pada jantungnya.


Jantung dan seluruh tubuhnya langsung meledak dengan seketika tanpa tersisa apapun.


Ravettha menjadi sedikit terkejut setelah melihatnya.


Ia menjadi mengetahui maksud yang ada di balik serangan tersebut.


Ia menjadi sedikit tersenyum.


"Kau sengaja melakukannya, bukan?" Tanya Ravettha dengan tatapan tajam dan menyembunyikan amarahnya.


"Menurutmu?" Tanya orang tersebut dengan memakan nyawa dan jiwa yang telah dibunuhnya yang terlihat sangat kelaparan.


"Tentu saja kau sengaja! Kau sengaja melakukannya untuk mendapatkan makanan bagimu dengan cara mengumpan target mendekatimu sehingga kau hanya menunggu waktu yang tepat untuk menangkapnya." Ucap Ravettha.


"Pft. Hahahaha!"


Orang tersebut tertawa terbahak-bahak dan menganggap hal itu sangat konyol.


"Manusia yang menarik!" Ucap orang tersebut dengan mendekati tubuh Ravettha dengan tersenyum licik.

__ADS_1


Rufino yang menyadari akan hal itu, langsung mengeluarkan sihir pelindungnya dan memunculkan dirinya.


Saat orang tersebut semakin mendekati dirinya, ia langsung memecahkan sihir pelindung milik Rufino dan langsung mencekik leher Ravettha dengan sangat kuat.


Walaupun itu sama sekali tidak menyakitkan bagi Ravettha, hal tersebut sangat menguntungkan dan sesuai rencana yang ia buat.


"Bagus! Selagi dia mencekikku, aku akan mengulur waktu untuk mengalahkannya!" Pikir Ravettha dengan sedikit tersenyum licik karena tanpa disadari orang tersebut, ia telah menyalurkan seluruh kekuatan dan segala miliknya yang telah dikumpulkan beribu-ribu tahun lamanya kepada Ravettha dengan mudahnya.


Ia menyimpan kekuatan yang telah diberikan oleh orang tersebut dan berencana untuk menggunakan kekuatan miliknya.


Karena orang tersebut tidak dapat membaca pikiran dan menduplikat kekuatan Ravettha, hal itu dapat Ravettha lakukan sesuai rencananya dengan cara berpura-pura kesakitan saat dicekik orang tersebut.


Orang tersebut berencana untuk mengambil jiwa dan nyawa milik Ravettha tetapi ia merasakan kesulitan saat melakukannya seakan ada yang menghambatnya.


"Bagus! Permainan yang sebenarnya akan dimulai!" Pikir Ravettha dengan tersenyum licik dan melepaskan tangan orang tersebut dengan sangat mudah.


Orang tersebut menjadi kebingungan dan penasaran tentang mengapa Ravettha bisa berhasil lepas dari cengkeramannya.


Saat orang tersebut kebingungan, Ravettha memanfaatkan hal tersebut untuk menyerangnya dengan sengatan listrik yang lumayan besar melalui air yang ada disekitarnya.


Orang tersebut langsung tersengat listrik milik Ravettha dan membuat tubuhnya sedikit mengalami keretakan.


"Pft. Kau pikir aku mudah dikalahkan?" Tanya orang tersebut dengan tersenyum licik.


"Baiklah. Jika kau memang menginginkan kematian, maka aku akan memberikan kematian yang lebih menyakitkan! Hahahaha!" Ucap orang tersebut yang sedang menantikan untuk membunuh Ravettha dan memakannya.


"Oh ya?" Tanya Ravettha dengan tersenyum licik.


Orang tersebut mengeluarkan sisa kekuatan yang masih tersisa sedikit sebagai cadangan untuk membunuh Ravettha dengan mudah.


Ia mengubahnya menjadi sebuah pusaran air yang siap memakan Ravettha dengan hidup-hidup.


Pusaran air tersebut langsung menghisap tubuh Ravettha.


Sebelum seluruh tubuhnya terisap oleh pusaran air tersebut, ia menarik kaki orang tersebut dan memasukkannya ke dalam pusaran air tersebut.


Saat tangan Ravettha berhasil meraih kaki orang tersebut, ia berencana memasukkan orang tersebut kedalam pusaran air miliknya sendiri, ia langsung memasang rantai kutukan kepada orang tersebut dan keluar dari pusaran air tersebut.


"Sekarang tinggal menunggu kematiannya! Lalu, aku akan mengambil jiwa dan nyawanya untuk dikumpulkan! Untungnya, aku bisa melihat kematian orang itu dari sini." Pikir Ravettha yang sedang duduk di tepi danau dan menyaksikan peristiwa kematian dari orang tersebut.


Lima menit kemudian, orang tersebut telah mengalami kematiannya yang lebih mengerikan dari perkataannya sendiri, yaitu dengan tubuh yang membusuk sendiri karena kutukan dari Ravettha dan seluruh milik orang tersebut telah diambil oleh Ravettha tanpa persetujuan dari pemiliknya.


"Akhirnya selesai juga! Kalau begitu, aku akan menyimpannya di tas penyimpanan!" Pikir Ravettha.


Ia memasukkan jiwa dan nyawa orang tersebut ke dalam tas penyimpanan miliknya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2