Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Latihan Bertarung Tanpa Sihir


__ADS_3

"Pelatihan selanjutnya adalah hapalkan seluruh isi buku ini dan juga gerakannya! Aku tahu kau itu punya ingatan yang kuat. Jadi kau harus melakukannya tanpa kesalahan! Jika tidak, hukuman akan terus meningkat setiap kau mengalami kesalahan. Batas waktunya adalah satu jam dari sekarang!" Ucap Leonardo dengan tatapan dinginnya dengan memberikan sebuah buku yang tipis.


Sebuah jam langsung melayang dan mulai bergerak setelah Leonardo menjelaskan aturan di pelajaran pertama.


Ravettha langsung mengambil buku yang telah diberikan oleh Leonardo tersebut.


Saat Ravettha membuka buku tersebut, sebuah hologram yang berisi ribuan tata cara gerakan beserta penjelasannya secara lengkap dan jelas.


Lebih tepatnya terdapat 12.694 total gerakan.


"Woahhh! Buku ini sangat canggih! Pantas saja bukunya tipis karena didalamnya hanya ada beberapa file. Menarik! Aku harus bisa menyelesaikannya!" Pikir Ravettha yang menjadi sangat bersemangat.


Ia langsung memfokuskan dirinya untuk mulai menghapal seluruh isi buku tersebut.


Buku tersebut hanya berisi teknik asli dan terapan yang menjelaskan seluruh gerakan bertarung, bertahan, menangkis, tendangan menggunakan fisik alami tanpa bantuan sihir.


Saat Ravettha sedang menghapal dan memahami seluruh isi buku tersebut, Leonardo memulai penjelasannya kembali.


Hal itu menjadikan Ravettha harus berfokus empat kali lipat untuk mendengarkan dan memahami seluruh penjelasan dari Leonardo serta memahami dan menghapalkan isi buku yang sedang ia baca.


"Akan ada suatu saat, dimana kita tidak bisa lagi atau telah terpaksa untuk tidak menggunakan sihir disaat kita sedang berada di ujung jalan. Jika kau hanya pasrah dan hanya menerima seluruh serangan dari lawan, itu sama saja dengan orang mati. Jadi, kau harus bisa mencari cara apapun itu untuk membalikkan keadaan. Dengan belajar dari buku ini, kau bisa menggunakannya kapan saja dan dapat menyimpan energi sihirmu. Jika kau sudah terlatih, kau tidak akan pernah merasakan kelelahan, justru sebaliknya kau akan menjadi selalu bersemangat untuk menggunakannya kembali." Ucap Leonardo dengan tatapan dinginnya.


Ravettha hanya terus menghapalkan dan memahami isi tersebut dengan sangat fokus dan detail.


"Kuharap kau tidak mengecewakan kami di pelatihan pertama ini." Pikir Tuan Glendy yang diam-diam memperhatikan Ravettha dari kejauhan.


Tanpa disadari satu jam telah berlalu, Ravettha telah menghapalkan, memahami, dan mengulang kembali hapalan seluruh isi buku baik itu penjelasan, gerakannya dengan sangat detail.


"Yah, sayang sekali waktu sudah habis! Sekarang waktunya mempraktekkan seluruh yang telah kau pelajari dan pahami tanpa melihat buku!" Ucap Tuan Glendy yang memunculkan dirinya kembali.


"Dengan kata lain, tunjukkan apa saja yang telah kau kuasai! Tenang saja, kami akan memberitahu dimana letak kesalahanmu!" Ucap Leonardo dengan sangat bersemangat.


"Baik!" Ucap Ravettha yang memulai seluruh gerakannya mulai dari halaman awal hingga akhir.


Semua gerakan yang sedang dipraktekkan oleh Ravettha melalui apa yang telah ia ingat tersebut dapat meningkatkan kelenturan, fleksibilitas, kekuatan, daya tahan tubuh, daya tahan otot, daya tahan jantung dan paru-paru, kelincahan, dan masih banyak lagi.


"Jujur saja, kemampuan daya ingatnya sangat kuat. Tidak akan menyenangkan jika ia terus menyelesaikannya tanpa hambatan. Hehe! Aku punya ide!" Pikir Tuan Glendy yang langsung memberikan sebuah kode kepada Leonardo.


Setelah mengetahui kode yang diberikan oleh Tuan Glendy, Leonardo langsung sepakat untuk mengerjai Ravettha.


"Berhenti! Kau salah di nomor 34! Ulangi lagi sebanyak 10 kali, lalu lanjutkan gerakan selanjutnya!" Ucap Leonardo dengan sangat tegas.


"Sifat mereka berdua menjadi lebih keras daripada tidak mengajariku. Ini sangat bagus untuk perkembanganku!" Pikir Ravettha yang menyadari perubahan sifat dari Tuan Glendy dan Leonardo.

__ADS_1


"Aku yakin tidak ada yang salah pada gerakanku di nomor 34! Tunggu... Sebelum Leonardo memberi tahu mana yang salah, ia melihat sebuah kode yang telah diberikan oleh Tuan Glendy. Itu artinya, mereka berdua sengaja mengerjaiku supaya aku cepat menyerah di pelatihan ini dan mendapatkan hukuman apabila menyerah! Bagus! Lagipula, dari awal aku pun tidak pernah berniat untuk menyerah pada siapapun itu." Pikir Ravettha dengan melanjutkan hukumannya.


Ia memutuskan untuk berpura-pura tidak tahu jika sedang dikerjai oleh Tuan Glendy dan Leonardo.


Ia pun langsung mengulangi dan melakukannya sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh Leonardo dan Tuan Glendy dengan sangat cepat dan tanpa mengeluh.


Sejam kemudian telah berlalu, Ravettha telah berada di bagian akhir penyelesaian di dalam pelatihan pertamanya tersebut.


"Sungguh memalukan sekali! Dia bahkan sudah menyadari kejahilan kami saat kami baru saja merencanakannya." Pikir Tuan Glendy dengan menutupi rasa malunya.


"Hahaha! Bagaimana ini? Aku ragu bahwa rencana kejahilan kita lainnya akan selalu berhasil! Master kita bahkan bisa menebak jalan pikiran kita!" Ucap Leonardo yang langsung berbicara kepada Tuan Glendy melalui telepatinya.


"Kau benar! Salah langkah bisa-bisa kita kalah telak dan dapat hukuman darinya." Ucap Tuan Glendy melalui telepatinya dan juga memikirkan hukuman apa yang mungkin ia dapatkan.


Dengan seketika ia langsung merinding saat memikirkannya padahal ia adalah mantan raja.


"Wajar saja kita takut dengannya. Lagipula kita sudah berada di pihak yang benar. Aku yakin dia akan membawa kita selalu bersamanya ke jalan benar." Ucap Leonardo melalui telepatinya dengan penuh keyakinan terhadap Ravettha.


"Ya. Aku pun berpikir demikian." Ucap Tuan Glendy dengan menggunakan telepatinya.


"Selesai!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat untuk mengikuti pelatihan keduanya.


"Apa pelatihan kedua?" Tanya Ravettha dengan sangat bersemangat.


"Tentu saja." Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.


"Bagus! Jangan pernah hilangkan semangat mengejar ilmu karena masih banyak ilmu yang menunggumu ada diluar sana. Satu lagi, jangan pernah menyombongkan diri dengan apa yang telah kita miliki. Kau harus tetap rendah hati dan pantang menyerah." Ucap Leonardo dengan memberikan beberapa nasihat kepada Ravettha.


"Baik, terimakasih. Saya akan selalu mengingatnya." Ucap Ravettha dengan sangat senang setelah menerima nasihat tersebut.


Ia langsung mengingat apa yang telah dikatakan oleh Leonardo dan memulai pelatihan keduanya.


Ia membuat gerakan tipuan di awal serangannya.


Ia memulainya dengan membuat tendangan yang menargetkan kepala lawan dan menyiapkan rencana selanjutnya dengan sangat cepat dan penuh perhitungan.


Karena Tuan Glendy mengetahui arah gerakan milik Ravettha, ia langsung berusaha menangkis tendangan Ravettha tersebut.


Sayangnya hal itu bukanlah target utama Ravettha sehingga ia menggantinya dengan menundukkan badannya dan langsung menjatuhkan lawannya dengan menggunakan kakinya.


"BUGH!"


Tanpa disadari oleh Tuan Glendy dan Leonardo, hal tersebut sangat menguntungkan Ravettha karena mereka berdua berada di posisi yang berdekatan sehingga memudahkannya untuk membuat serangan yang dapat menjatuhkan kedua lawannya.

__ADS_1


Tuan Glendy dan Leonardo yang telah bertubrukan tersebut langsung bangun kembali tanpa mempedulikan rasa sakitnya.


"Wahhh, boleh juga kemampuanmu itu! Menjatuhkan lawan dengan mengubah target serangan yang dapat membingungkan lawan. Tapi itu tidak berlaku lagi untuk yang kedua kalinya." Ucap Tuan Glendy dengan sedikit tersenyum licik.


"Tentu saja aku tahu itu." Ucap Ravettha.


Dari arah belakangnya, Leonardo yang telah siap dengan serangannya langsung menyerangnya ke arah Ravettha.


Ia menggunakan tendangan yang menargetkan perut Ravettha.


Mengetahui hal tersebut akan terjadi, Ravettha langsung menghindarinya dengan sikap meroda ke samping.


"BUGH!"


Leonardo menjadi terkejut karena ia salah sasaran.


Tendangannya justru mengenai Tuan Glendy tepat di perutnya.


Untungnya, tendangan tersebut tidaklah kuat sehingga tidak menimbulkan rasa sakit kepada Tuan Glendy.


Mereka berdua langsung bekerjasama untuk membuat serangan yang bersamaan untuk mengalahkan Ravettha.


Serangan tersebut berupa tinjuan yang tidak akan berhenti hingga lawan jatuh ataupun terluka.


Ravettha dengan spontannya menangkis seluruh tinjuan yang berasal dari berbagai arah dan menyerangnya saat celah telah terlihat tanpa disadari oleh Tuan Glendy dan Leonardo.


Leonardo menunjukkan celahnya kepada Ravettha melalui pertahanan yang terbuka tanpa disengaja di bagian kaki sehingga memudahkannya untuk menjatuhkannya langsung.


Sementara itu, Tuan Glendy telah menunjukkan celahnya kepada Ravettha melalui pertahanan yang terbuka tanpa disengaja di bagian kepalanya sehingga memudahkannya untuk menyerangnya dengan kekuatan penuh.


Tuan Glendy dan Leonardo yang telah terjatuh tersebut langsung bangun.


"PROK, PROK, PROK!"


Suara tepuk tangan berasal dari Tuan Glendy dan Leonardo dengan senyuman kebanggaan.


"Selamat! Kau lulus di pelatihan kedua!" Ucap Leonardo yang mengelus kepala Ravettha.


"Terimakasih." Ucap Ravettha.


"Ini perban dan obatnya. Pasti sakit setelah latihan bertarung ini." Ucap Ravettha dengan memberikan perban dan beberapa obat kepada Tuan Glendy dan Leonardo yang terlihat sedikit memar di tubuhnya.


"Ah. Ini bukan apa-apa, tapi terimakasih." Ucap Tuan Glendy dan Leonardo bersamaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2