
"Tunggu dulu! Jadi kalian semua ini saling bekerjasama?" Tanya Raja Kourtnef yang telah memperhatikan percakapan kedua muridnya, yaitu Scott dan Nathan.
"Benar!" Ucap Scott sementara Nathan hanya mengangguk setuju dengan yang dikatakan Scott.
"Benarkah? Asik! Aku sebentar lagi akan pensiun!" Ucap Raja Kourtnef dengan bertepuk tangan karena sangat senang.
"Mengapa kau sangat senang saat kau telah mengetahui bahwa sebentar lagi akan pensiun?" Tanya Raja Haxley dengan terheran-heran.
"Hoho! Kau serius bertanya kepadaku dan menginginkan jawabanku?" Tanya Raja Kourtnef dengan menguji Raja Haxley.
"Tidak jadi. Jawabanmu sudah tidak diperlukan lagi." Ucap Raja Haxley yang sedang menahan diri sehingga ia tidak perlu terpancing perkataan Raja Kourtnef.
"Yah... Kau tidak seru! Tidak mengapa! Lalu bagaimana dengan hubungan kerjasama antara kalian semua dengan Ravettha? Aku heran bagaimana kalian bisa mempercayainya!" Ucap Raja Kourtnef dengan mengaktifkan sebuah alat perekam suara yang tidak bisa dilihat oleh orang lain karena alat tersebut tertanam di bagian terdalam kedua telinganya.
Hanya dirinya yang bisa mengakses alat tersebut melalui media perantara, seperti layar hologram miliknya.
"Ah! Itu... Kami hanya saling memanfaatkan dan tidak lebih dari itu." Ucap Scott.
"Saling memanfaatkan? Aku tidak mengerti maksudnya. Bisakah kau katakan secara rinci kronologi peristiwa sebelum kalian bekerjasama?" Tanya Raja Kourtnef dengan penuh penasaran.
__ADS_1
"Anda masih ingat dengan misi berburu 'Rare Dolls'? Saat kami mencari pengguna kemampuan 'Soul Leader', aku bertemu Ravettha. Kupikir aku adalah orang pertama yang menemui petunjuk di Kediaman Ghoustord ternyata tidak seperti itu." Ucap Scott.
"Maksudmu Ravettha yang menemukan petunjuknya pertama kali di Kediaman Ghoustord?" Tanya Raja Kourtnef dengan terkejut setengah mati karena memikirkan apa rencana dan maksud Ravettha melakukannya.
"Iya, yang dia katakan memanglah benar. Aku yakin dia sebenarnya sengaja menabrak seorang pelayanku. Aku menjadi sangat heran saat mereka berdua bersedia untuk saling bekerjasama mengalahkanku. Kebanyakan orang akan saling berebut hingga mati hanya karena ingin mendapatkan imbalan dan keuntungan yang besar, tetapi semua itu sangat berbeda setelah aku melihat Ravettha secara langsung. Seolah-olah dia mengetahui bahwa jika dirinya dan Scott melakukan hal itu, hanya akan mendapatkan masalah yang sangat buruk. Padahal jika mereka bisa terjebak oleh jebakanku, aku dapat dengan mudahnya memanipulasi mereka berdua. Karena sekarang semuanya sudah berbeda, aku semakin penasaran apa yang akan terjadi jika aku bekerjasama dengan mereka berdua sehingga aku menyetujuinya dan membuat kesepakatan bersama." Ucap Raja Haxley dengan menjelaskan panjang lebar.
"Lalu bagaimana denganmu, Scott? Mengapa kau setuju dengan ajakan Ravettha untuk saling membuat kesepakatan bersama?" Tanya Raja Kourtnef yang masih sangat penasaran dengan penjelasan Scott.
"Awalnya aku terkejut dengan keberanian Ravettha. Ia adalah anak baru yang baru saja diangkat sebagai murid anda. Awalnya aku juga penasaran tentang bagaimana ia bisa mendapatkan posisi itu dengan mudah tanpa meminta langsung kepada anda. Aku langsung mencari tahu informasi mengenai dirinya dari berbagai sumber dan memilah semua informasi tersebut. Setelah berhasil mengetahuinya, aku terkejut saat mengetahuinya karena tidak terdapat apapun informasi tentangnya kecuali skandalnya sebagai murid baru. Semuanya berubah saat aku melihatnya langsung di pertemuan makan malam para murid-murid di dalam asrama. Dia mengemukakan pendapatnya yang sangat membangun dan bermanfaat bagi para murid dengan cara berlatih bersama tanpa guru di setiap selesai makan malam. Para seniornya menyetujui hal tersebut dan mengikuti pendapat Ravettha. Kupikir dia hanya mencari perhatian dari para seniornya, tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Aku berusaha mendekatinya secara langsung dan mencoba menjadi teman berlatihnya. Ia yang menyetujuiku tanpa adanya kekhawatiran bahwa semua niatan busuknya akan terungkap sama sekali tidak memperdulikan semua hal itu seolah-olah dia adalah orang baik yang suci tanpa niat buruk maupun dosa. Semakin ku amati dirinya, ia bersungguh-sungguh menunjukkan tekad yang kuatnya untuk menjadi kuat dan mewujudkan mimpinya. Dari hal itulah aku mulai mempercayainya dan membuat kesepakatan bersama." Ucap Scott dengan menjelaskan panjang lebar tentang hasil pengamatannya dan pengalamannya.
"Hm... Ternyata seperti itu. Lalu bagaimana dengan Nathan? Apa kau bekerjasama dengan Ravettha?" Tanya Raja Kourtnef dengan memperhatikan situasi yang sebenarnya terjadi.
"Lalu apa rencana yang kau punya?" Tanya Raja Haxley dengan melirik ke arah Raja Kourtnef.
"Tidak perlu sulit-sulit karena semuanya sedang berjalan saat ini. Kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat untuk mengakhirinya." Ucap Raja Kourtnef dengan tersenyum senang.
"Baiklah! Aku mempercayakannya kepada kalian semua." Ucap Raja Haxley dengan menganggukkan kepalanya dan memberikan ancungan kedua ibu jarinya kepada semua orang yang ada di markas tersebut.
"Scott! Lihat ini! Aku berhasil menemukannya!" Teriak Nathan dengan sangat kegirangan setelah berhasil mendapatkannya.
__ADS_1
Ia pun langsung menyalin file yang tersimpan dari alat tersebut dan mencetaknya di dua file miliknya, yaitu file asli dan file cadangan untuk menghindari kejadian peretasan oleh pihak yang menyalahgunakan file tersebut.
Scott langsung menghampiri Nathan dan melihat apa yang ingin ditunjukkan olehnya.
"Ya?" Tanya Nathan yang telah mendekatkan diri untuk melihat layar hologram milik Nathan.
"Lihatlah ini! Melalui alat ini, kita berhasil menemukan titik kelemahan Dewa Iblis. Tentunya kita juga akan sangat membantu Ravettha dalam mengalahkan musuh-musuhnya." Ucap Nathan dengan menunjukkan seluruh besarnya persentase kekuatan, kemampuan, dan kecerdasan serta letak kelemahan Dewa Iblis.
Melalui hal tersebut, Scott berhasil menemukannya dengan bantuan intruksi Nathan.
Ia yang telah berhasil menemukan letak kelemahan Dewa Iblis langsung terlintas sebuah ide yang sangat menguntungkan.
"Nathan! Aku punya ide bagus! Aku yakin kau dan semua yang ada disini bisa membuatnya! Baiklah! Ide yang telah terpikirkan olehku adalah membuat sebuah penemuan yang dapat mengeluarkan seluruh kekuatan yang sangat besar dan mengerikan. Kuharap penemuan ini dapat selesai dengan cepat sebelum Ravettha mengaku kalah kepada mereka." Ucap Scott.
"Heh! Kau serius berpikir seperti itu? Semua itu bukanlah sesuatu yang mudah dan kita harus punya semua modalnya!" Ucap Nathan yang terkejut setelah mendengar perkataan Scott yang berada di luar ekspektasinya.
"Ya! Tentu saja! Kurasa ini akan jadi penelitian terakhirku. Jadi, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Tidak peduli seberapa besar misalnya karena kita tidak perlu bersusah payah mencarinya lagi. Kau pastinya mengerti maksudku, bukan?" Tanya Scott dengan menatap tajam ke arah Nathan sekaligus tersenyum licik.
BERSAMBUNG
__ADS_1