
"Ternyata benar anda adalah Tuan Kalsein Wilberd." Ucap Rencouff berbicara empat mata dengan Tuan Kalsein, pemilik toko dan keluar masuk barang incarannya.
"Senang anda menemukanku di tengah keramaian ini, Tuan...?" Tanya Tuan Kalsein belum mengetahui nama tamunya ini.
"Alton. Kudengar beberapa tahun terakhir 'Demon Queen Horn' keluar dari sarangnya. Aku terpukau anda dan anggota tim anda berhasil memperoleh atribut berharga dari sana." Ucap Rencouff memperhatikan respon yang akan Tuan Kalsein tunjukkan.
"Mereka baru kutugaskan 3 hari yang lalu dan kembali dengan selamat pagi tadi. Dari banyak sumber, kami berhasil mendapatkannya meskipun tidak mudah. Satu wilayah 'Nouv Range' punya 3 ratu federasi. Sejarahnya mengatakan sang Raja wafat sehari sebelum tanduk ratu sempurna." Ucap Tuan Kalsein bangga dengan pencapaian karyawannya.
Mendengar apa yang ingin didengarnya, baik Rencouff ataupun Tuan Kalsein menikmati pembicaraan ini.
Waktu demi waktu terus berjalan hingga satu jam berlalu, Rencouff akhirnya mendapatkan barang incarannya dengan harga khusus.
Baginya, tidak ada hal menyenangkan selain menikmati caranya berperan.
"Benar-benar mengasyikan! Koneksi dapat, harga dapat, kerjasama jangka panjang juga dapat. Jika aku tidak mencari tahu dan mendengarkan apa yang ingin ia dengar, mungkin ketiganya tidak akan dapat satupun." Pikir Rencouff dengan melompat kegirangan.
"Kemarilah barangnya!" Ucap Tuan Kalsein memerintahkan bawahannya membawa sepasang 'Demon Queen Horn' untuk Rencouff.
"Baik, boss!" Ucap seorang bawahan berlari dengan cepat dan mengambil barang sesuai permintaan atasannya.
Secepat mungkin ia mengambil 4 persediaan 'Demon Queen Horn' yang awalnya sengaja tidak ingin dijual.
Atasan dan bawahan ini sangat senang dengan penjualannya.
Meskipun memiliki alasan tertentu agar tidak menjualnya, akhirnya Tuan Kalsein berubah pikiran dan tanpa khawatir menjualnya.
"Baiklah! Terimakasih sudah meluangkan waktu anda, Tuan Kalsein. Aku akan kemari menemuimu lagi di masa depan." Ucap Rencouff pamit undur diri dengan wajah yang berseri-seri.
"Tentu saja! Datanglah kemari, Tuan Alton." Ucap Tuan Kalsein puas atas kunjungan pelanggan barunya ini.
'Demon Queen Horn' telah berada di tangan Rencouff dan ini adalah saat bagi dirinya agar mencari bahan kedua, yaitu 'Morypelm Groove'.
Ia menggunakan peta persebaran tumbuhan lalu pergi menuju tebing yang sempit.
"Tidak habis pikir mengapa tumbuhan semacam ini bisa hidup di tempat menyesakkan!" Pikir Rencouff mencoba paksa memasuki celah tersebut.
__ADS_1
Butuh beberapa menit dirinya menyesuaikan bentuk tubuhnya dengan ukuran celah tebing.
Meskipun tubuhnya tidak terlalu berlemak danĀ juga tidak terlalu kurus, ia tetap merasa direpotkan dalam mengerjakan tugasnya.
"Dapat! Kamu masuk dulu ke tas penyimpananku dulu ya!" Ucap Rencouff secepat mungkin tidak ingin terjebak di tempat sempit dan menyesakkan.
Kebahagiaan dua kali beruntun datang bersamaan dengan kesialan pertamanya.
Bagaimanapun juga tubuhnya kalah saing jika dihadapkan Penjaga Tanah Suci 'Morypelm Groove'.
"Apa aku tidak salah lihat? Samar-samar melihat benda kedua. Duh, terserah apa namanya!" Pikir Rencouff memeriksa dan menyamakan barang incarannya dengan sebuah benda di dalam perut Penjaga Tanah Suci 'Morypelm Groove'.
"SNIFF! SNIFF! SNIFF!"
"Jadi itu kau, anak muda?" Tanya penjaga pertama telah selesai mengendus bau tubuh Rencouff.
"Siapa lagi jika bukannya? Tidak ada makhluk rendahan sengaja datang menghantarkan nyawanya kesini, kecuali si Bodoh ini." Ucap penjaga kedua baru saja menyelesaikan tranformasi wujud asli tubuhnya.
Mereka berdua sama sekali tidak memberikan musuhnya waktu untuk menjauh dari jangkauannya.
"Sialan! Guru memang ingin muridnya ini mati, ya? Tunggu sebentar...! Jika pak tua itu punya alasan, maka aku punya cara." Pikir Rencouff yang kesal langsung berubah menjadi senang.
"Saudaraku, jangan biarkan dia berpikir! Satu hal yang ia incar adalah semua yang kita miliki. Kau pasti tau maksudku." Ucap penjaga kedua melangkahi tubuh Rencouff yang kecil.
"Semua yang kita miliki? Cobalah ambil dari kami, anak muda!" Ucap penjaga pertama memperkuat pertahanan.
"Benar itu dia!" Gumam Rencouff yang terkejut melihat peningkatan musuhnya.
Ia terkejut juga karena di saat yang sama diperlihatkan bagian terlemah dan kurang diperhatikan oleh dua musuhnya.
Mengingat pesan terakhir Ravettha, dirinya langsung bersikap hati-hati dan berusaha memperhitungkan seluruh kemungkinan buruk.
"Yang benar saja?! Jalan ini tidak diberi jebakan? Aku heran mengapa benar-benar bersih dan memperketat pengawasan di luar saja." Pikir Rencouff melompat setinggi mungkin lalu merangkak masuk ke perut penjaga pertama dengan diterangi cahaya kedua matanya.
Ia yakin pada saat rencananya hampir mendekati kata 'Berhasil', ia akan ditemani kemarahan dua musuh yang kebingungan.
__ADS_1
"Saudaraku, apa kau melihat anak muda itu?" Tanya penjaga pertama merasa ada keanehan di sekitarnya.
"Anak itu mungkin ada di kepalamu. Kekuatan manusia lebih bagus jika berada di ketinggian." Ucap penjaga kedua yang tidak mampu melihat apa yang ada di kepala saudaranya.
"1... 2... 3...! Dapat! Ah, aku harus cepat teleport ke tempat selanjutnya." Gumam Rencouff mengambil langkah secepat yang ia bisa dan berniat keluar dari masalah.
Dari awal, dirinya sudah merasa keanehan sehingga hal itu ia manfaatkan agar tidak ada satupun yabg mengetahui identitas aslinya.
Baginya sungguh setimpal jika para penjaga itu bertingkah seperti monster.
"Ha...! Akan merepotkan jika mereka mengejarku sampai sini. Aku harus menemukan benda ketiga lalu kirim barangnya ke guru dan yang terpenting adalah menikmati bonusnya. Hahahaha!" Pikir Rencouff menyeringai lebar begitu ia membuka pintu portal tepat di tujuan yang ia inginkan.
"DUARRR!!!"
Sebuah ledakan berhasil dijatuhkan dan asapnya mengenai wajah Rencouff.
Melalui ledakan itu, akhirnya ia kembali diingatkan bahwa yang mengincar 'Aegaflast' bukanlah dirinya sendiri.
"Aku telah membantumu. Seharusnya kita bagi dua hasilnya. Berikan setengahnya padaku!" Ucap pria berambut merah dengan warna lensa dan bola matanya berubah hitam pekat.
"Tidak bisa! Lihatlah dirimu di cermin! Kau bahkan telah terkena kutukan!" Ucap pria lainnya yang menentang rekannya demi kesucian.
"Menjijikkan! Berhentilah berbicara seolah kau makhluk suci." Ucap pria berambut merah benar-benar membenci sikap rekannya.
Serangan demi serangan diluncurkan, sementara Rencouff memperhatikan kondisi selagi dirinya mencari barang incaran terakhirnya.
Meskipun memperhatikan dua musuhnya ini hanya membuang-buang waktu, tetapi kegiatan ini sangat berguna baginya.
Ia mengaktifkan 'Wind Speedy' agar dapat berlari dengan kecepatan tinggi tanpa menimbulkan suara, jejak, dan pengaruh angin.
"Yoohuuu! Berlari secepat kilat ini menyenangkan. Gerakan tubuhku ringan dan tentunya jiwaku bebas! Oh! Aku harus menunjukkan kemampuan ini ke Ravettha setelah selesai. Aku yakin ia pasti terkesan dengan kejeniusanku." Ucap Rencouff tanpa khawatir suaranya didengar oleh orang lain termasuk dua saingannya.
Terlihat dengan jelas saat ini ia sangat puas dengan kemampuannya hingga tidak lagi menyadari lokasi yang harus dihindarinya.
BERSAMBUNG
__ADS_1