
Selama mereka jalan menuju rumah mereka, ternyata seseorang yang bersembunyi mendengar semua pembicaraan mereka.
"Apakah kakak menyadari ada yang mendengar pembicaraan kita?" Tanya si Ahli Sihir.
"Ya, Aku sudah menyadarinya saat kita bertemu. Ikut aku! Aku punya ide." Ucap kakak si Ahli Sihir.
"Apa itu? Kakak berencana untuk memberinya pelajaran, kan?" Tanya si Ahli Sihir.
"Benar sekali." Ucap kakak si Ahli Sihir.
"Baiklah. Aku ikut, tetapi kita akan kemana?" Tanya si Ahli Sihir.
"Didekat hutan Haurgeulis." Ucap kakak si Ahli Sihir.
"Kakak, tempat itu sangat berbahaya, bagaimana kalau ke hutan Hautfel?" Tanya si Ahli Sihir.
"Tidak apa-apa, itu akan sesuai dengan perbuatannya. Kita akan pancing orang itu masuk ke hutan Haurgeulis. Tenang saja kakak akan bertanggungjawab dan membantumu menyembunyikan bayi yang kau gendong itu." Ucap kakak si Ahli Sihir.
"Kakak tidak berubah, ya? Bisa menebak apa yang disembunyikan orang lain. Baiklah, Aku percayakan kepada kakak. Kita akan melakukannya bersama." Ucap si Ahli Sihir.
"Karena kau sudah setuju, ayo kita pergi!" Ucap kakak si Ahli Sihir.
Mereka berdua menuju hutan Haurgeulis.
Hutan Hautfel adalah salah satu dari dua hutan yang terdapat di Tscaxius.
Hutan ini merupakan memiliki pesona alam yang sangat indah dan memiliki persediaan energi yang melimpah untuk digunakan kultivasi dan kegiatan yang lain.
Banyak tumbuhan indah yang memiliki banyak khasiat tumbuh disana, serta penduduk yang memiliki suku dan ras tinggal disana.
Tumbuhan yang hidup disana antara lain, yaitu bunga Szodcelf, bunga Qustred, bunga Dafgerd, daun Hiotxan, dan daun Asqank.
Penduduk yang mendiami disana antara lain, yaitu siluman ras serigala, ras elf, dan ras kelinci.
Oleh karena itu, banyak sekali pengunjung yang umumnya merupakan penduduk Tscaxius mengunjungi hutan tersebut.
Dibalik pesona indah dari hutan Hautfel, terdapat hutan terlarang untuk dimasuki karena sangat berbahaya yaitu hutan Haurgeulis.
Disebut hutan terlarang karena hutan tersebut merupakan tempat tinggal makhluk hidup yang mematikan dan beracun, seperti tumbuhannya, air, udara, tanah, dan penduduk yang mendiami hutan tersebut.
Tumbuhan yang hidup disana antara lain, yaitu bunga Erdfoxt, dan bunga Gyostfen.
Penduduk yang mendiami disana antara lain, yaitu ras vampir, dan ras naga.
Mereka berdua berhasil memancing orang tersebut.
Ternyata orang tersebut adalah sahabat sekaligus rekan kerja seangkatan Ellievont yang tinggal di Tscaxius.
__ADS_1
Ia bernama Victor Karl Gilderoy.
Ia mengikuti sahabatnya dan ke rumah mereka.
Dahulu ia merupakan mantan perawat panti asuhan di Tscaxius.
Panti asuhan itu bernama Panti Asuhan Kautcfel Terrence.
Sekarang ia bekerja sebagai guru di Sekolah Akademi Percy Thaddeus.
Saat Victor mengikutinya, bukan ke rumah sahabatnya, ia baru sadar bahwa kakak sahabatnya menggiring Victor untuk masuk perangkapnya di hutan Haurgeulis.
"Tunggu..., bukankah jalan ini menuju hutan Haurgeulis? Kenapa mereka kesana?" Pikir Victor yang penasaran.
"Ini sangat berbahaya. Jangan bilang mereka yang merencanakan semuanya?" Tanya sahabat si Ahli Sihir.
Sahabat si Ahli Sihir itu menyadari adanya banyak perangkap disana, ia segera menghindari perangkap-perangkap tersebut.
"Apakah hanya segini saja perangkapnya?" Tanya sahabat si Ahli Sihir.
Kakak sahabatnya itu mengagetkan Victor dengan menepuk pundak dari belakang tubuhnya.
"Tepat. Kau masih sama seperti dulu, ya? Naif dan sangat polos." Ucap kakak si Ahli Sihir.
Si Ahli Sihir itu terkejut melihat sahabatnya yang ternyata menguping semua pembicaraan nya.
"Benar. Lama tidak berjumpa, sahabat lamaku." Ucap sahabat si Ahli Sihir.
"Seberapa banyak kau mendengar percakapan kami?" Tanya si Ahli Sihir.
"Eh...? Apa kau mencurigaku?" Tanya sahabat si Ahli Sihir.
Sebelum si Ahli Sihir itu sempat menjawab pertanyaan dari sahabatnya, putri kecil, sang Putri Keempat tiba-tiba menangis.
Si Ahli Sihir yang menggendong bayi tersebut menjadi kebingungan karena ia belum pernah merawat seorang bayi.
"Kakak, apa yang harus kulakukan?" Tanya si Ahli Sihir.
"Berikan bayi itu padaku! Mungkin aku bisa menenangkannya." Ucap kakak si Ahli Sihir.
Sahabat si Ahli Sihir itu terkejut setelah melihat apa yang digendong oleh sahabatnya dan mendengar suara bayi menangis.
"Jadi yang kau gendong itu bayi? Bayi siapa? Kau kan belum menikah? Jangan bilang... itu putri dari raja Rubeus dan ratu Lucretia?" Tanya sahabat si Ahli Sihir dengan menggunakan telepati.
"Benar. Jadi maukah kau membantuku merahasiakannya dari semua orang? Saat ini yang tau hanya aku, kakakku, dan kau. Bagaimana?" Tanya si Ahli Sihir menggunakan telepati.
"Karena kau sahabat terbaikku, maka aku akan membantumu." Ucap sahabat si Ahli Sihir menggunakan telepati.
__ADS_1
"Aku sangat senang kau mau membantuku." Ucap si Ahli Sihir menggunakan telepati.
"Itulah gunanya sahabat, jadi jangan sungkan-sungkan, ya? Kau bisa meminta bantuan ku, akan kulakukan semuanya untukmu." Ucap sahabat si Ahli Sihir menggunakan telepati.
"Kau memang sahabat terbaikku." Ucap si Ahli Sihir dengan memeluk sahabatnya.
Putri kecil itu masih saja menangis yang membuat kakak si Ahli Sihir kebingungan.
"Sudah selesai? Cepat bantu aku!" Tanya kakak si Ahli Sihir.
"Tentu. Sepertinya dia lapar? Aku punya beberapa makanan dan susu, mungkin dia suka?" Tanya sahabat si Ahli Sihir.
Sahabat si Ahli Sihir tersebut menyiapkan semua makanan dan minuman untuk putri kecil.
Kemudian ia memberinya kepada putri kecil.
Putri kecil langsung berhenti menangis dan langsung tertidur setelah makan dan minum.
"Benar, kan? Dia langsung tenang lagi." Ucap sahabat si Ahli Sihir.
"Benar, kau hebat dalam mengurusi anak kecil, ya?" Tanya si Ahli Sihir.
"Itu bukan masalah besar, kau sudah pernah mendengar, bukan? Bahwa aku pernah menjadi perawat panti asuhan." Ucap sahabat si Ahli Sihir.
"Ya. Tentu saja." Ucap si Ahli Sihir.
"Baiklah, karena sudah diketahui siapa yang mengikuti kita, bagaimana jika kau berkunjung ke rumah kami saja?" Tanya kakak si Ahli Sihir.
"Baiklah. Terimakasih atas kemurahan hati anda." Ucap sahabat si Ahli Sihir dengan sopan.
"Tidak, ini untuk rasa terimakasih kami karena sudah membantu kami merawat putri kecil." Ucap si Ahli Sihir.
"Kalian tidak perlu berterimakasih. Aku senang bisa membantu kalian." Ucap sahabat si Ahli Sihir.
Mereka bertiga pergi menuju rumah kakak dan si Ahli Sihir tersebut.
Rumah mereka berada di pusat wilayah Tscaxius.
Di pusat merupakan tempat yang paling padat penduduk setiap harinya dari pada tempat yang lainnya.
Di wilayah tersebut biasanya merupakan wilayah perkotaan yang terdiri dari, rumah penduduk, sekolah akademi, museum, gedung pusat penyihir, pasar, dan perpustakaan.
Di bagian depan wilayah pusat perkotaan dibatasi oleh tembok yang membatasi dengan wilayah-wulayah lainnya di Tscaxius.
Tembok tersebut dibatasi oleh dua orang penjaga yang masing-masing memiliki pasukan.
BERSAMBUNG
__ADS_1