
Tibalah mereka di sebuah desa yang sangat padat penduduknya.
Desa tersebut bernama 'Wientirly Village'.
Sebuah desa terpadat penduduknya dibandingkan desa lain disekitarnya.
Desa tersebut juga merupakan jantung dari 'Wynciouft Land' karena desa ini memiliki seluruh fasilitas terlengkap yang digunakan sebagai pemasok seluruh kebutuhan para penduduknya di seluruh wilayah 'Wynciouft Land'.
Di desa tersebut juga merupakan tempat kelahiran Ratu Ophelia Elirtson Fiothelbert.
Sayangnya, di desa tersebut hanya memiliki 5% dari total penduduk di seluruh wilayah Wynciouft Land'.
Mereka memilih tinggal di desa lainnya untuk menghindari adanya diskriminasi antara para penduduk dari desa yang satu dengan yang lainnya.
Hal itu membuat seluruh penduduk tetap hidup harmonis dan damai walaupun hidup di tengah-tengah lebatnya salju.
Para penduduk yang sebelumnya sibuk dengan kegiatannya masing-masing langsung menatap ke arah kami dengan tatapannya yang penuh kebingungan dan keraguan.
"Saudaraku, bukankah pria itu sahabatnya dari saudara Lawton?" Bisik salah satu penduduk di desa tersebut.
"Aku juga berpikir seperti itu." Bisik salah satu penduduk lainnya.
"Dimana Calhoun Xavicier Lawton?" Tanya Tuan Ananta kepada para penduduk di desa tersebut.
Ravettha dan para penduduk lainnya sedikit terkejut setelah mendengar pertanyaan yang diberikan oleh Tuan Ananta tersebut.
"Ternyata benar... Dia punya kenalan disini. Baguslah!" Pikir Ravettha.
"Kau... Adalah Tuan Ananta Radcliffe Gyllenhaal?" Tanya seorang penduduk yang tiba-tiba menghampiri Tuan Ananta.
Orang tersebut adalah Tuan Calhoun Xavicier Lawton.
Ia adalah sang Pewaris Tahta selanjutnya dari Ratu Ophelia Elirtson Fiothelbert.
Ia juga adalah putra tertua dari ratu tersebut yang memiliki berbagai macam bakat yang menakjubkan.
Ia bahkan bisa membangkitkan sihir alaminya di umur yang belum genap dua tahun.
__ADS_1
Ia dikenal seorang super jenius dari seluruh kalangan baik itu anggota kerajaan, sekolah, masyarakat, dll.
Walaupun ia adalah seorang pewaris tahta, ia memiliki perangai yang buruk saat tidak ada yang mengetahuinya.
"Tentu saja. Siapa lagi jika bukan aku?" Tanya Tuan Ananta kembali dengan terapan tajamnya.
"Aku hanya bercanda, saudaraku. Mari kuantarkan ke rumahku!" Ucap Tuan Calhoun.
"Aku hampir lupa jika telah membawa bocah ini! Namanya..." Ucap Tuan Ananta yang tiba-tiba lupa dengan nama Ravettha.
"Siapa namamu, nak? Aku jadi lupa untuk mengetahui namamu!" Ucap Tuan Ananta dengan sengaja membuat Ravettha kesal karena ia telah melupakan nama Ravettha.
Ravettha yang mengetahui alasannya tersebut memilih untuk menjawabnya dengan tenang dan juga tegas.
"Perkenalkan namaku Ravettha Toftrelnd Seinoray." Ucap Ravettha dengan tatapan seriusnya.
"Tunggu... Mengapa anak ini terdengar sangat sopan? Padahal dia bukan siapa-siapa jika Tuan Ananta saja melupakan nama anak ini? Kalau seperti ini... Lagipula bukan urusanku! Mau dia mati atau tidak, aku tidak akan peduli karena dia bukanlah tamu penting! Menurutku... Dia lebih baik jika menjadi musuhku!" Pikir Tuan Calhoun dengan melirik ke arah Ravettha.
Ravettha yang telah mengetahui seluruh isi pikirannya tersebut hanya tersenyum senang sejenak kepada Tuan Calhoun.
"Menarik sekali! Aku yakin tiga hari kedepan akan ada banyak sekali permainan yang menyenangkan!" Pikir Ravettha.
Setelah Tuan Ananta memberikan perintah kepada pelayan pribadi miliknya, ia langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi menuju ruangan pribadinya yang telah disiapkan oleh Tuan Calhoun.
"Aku tahu jika sahabatku akan datang lagi kemari, jadi aku menyiapkan semua kebutuhanmu. Buatlah dirimu nyaman, ya?" Tanya Tuan Calhoun dengan tersenyum senang.
"Ya, terimakasih. Kau tetap sahabat sejati ku!" Ucap Tuan Ananta dengan sangat senang.
"Kau juga, haha!" Ucap Tuan Calhoun yang ikut senang, lalu melirik ke arah Ravettha dengan tatapan dinginnya dan juga keinginan membunuh seseorang dengan sangat kuat.
Ravettha yang hanya mengetahui hal tersebut langsung membuat berbagai rencana untuk menyelesaikan misi di lantai kedua belasnya ini.
"Jika dia adalah sang Pewaris Tahta selanjutnya, kebiasaan membunuh orang lain tanpa diketahui orang lain adalah hal yang buruk untuk masa depannya termasuk seluruh wilayah ini! Meskipun ada beberapa orang dalam yang mengetahui hal tersebut, mereka hanya bisa menutup mulut dan menyebarkan kebohongan yang persuasif saja! Tunggu... Jika seluruh wilayah 'Wynciouft Land' ini sangat berkehidupan harmoni dan damai, itu artinya mereka telah terbiasa untuk bertoleransi dengan kebohongan yang tidak didasari kebenaran!" Pikir Ravettha.
"Aku punya ide!" Pikir Ravettha dengan tersenyum senang.
"Nona... Nona...! Nona!" Ucap seorang pelayan yang ingin mengantarkan Ravettha ke kamarnya.
__ADS_1
"Ya?" Tanya Ravettha dengan melirik ke arah pelayan tersebut.
"Apakah anda hanya ingin berdiam diri di luar yang dingin ini? Kau pasti tidak mau, ikut aku!" Ucap pelayan tersebut dengan sedikit kesal karena telah tiga kali memanggil Ravettha dan juga menarik tangan Ravettha dengan kuat.
Ravettha pun mengikuti pelayan tersebut.
Saat mereka berdua telah tiba di tujuan, pelayan tersebut memberikan suatu aturan yang harus dipatuhi oleh pendatang baru.
"Selama anda berada disini, anda harus melaksanakan lima aturan yang telah dibuat oleh Yang Mulia Ratu! Pertama, anda harus menghormati para bangsawan dan penduduk yang ada di 'Wynciouft Land'. Kedua, anda tidak boleh menyebarkan rumor apapun kepada sesama penduduk 'Wynciouft Land'. Ketiga, anda harus membantu pembangunan yang ada disini dengan suka rela. Keempat, anda hanya diizinkan untuk menempati sebuah rumah kecil sebagai hadiah karena telah mematuhi peraturan disini. Kelima, jika anda beruntung, anda akan dapat menemui Yang Mulia Ratu." Ucap pelayan tersebut.
Saat pelayan tersebut sedang menjelaskan seluruh peraturan yang ada, ia tidak lupa mencatat seluruh penjelasan tersebut dengan sangat detail dan jelas di buku catatannya.
"Hm... Aku jadi penasaran siapa sebenarnya Ratu Ophelia Elirtson Fiothelbert itu! Untuk mengetahuinya, aku harus mencari informasi yang banyak tentangnya!" Pikir Ravettha yang tiba-tiba menjadi sangat bersemangat.
"Apakah anda telah memahami semua peraturan yang saya beritahukan?" Tanya pelayan tersebut.
"Ya, ya." Ucap Ravettha.
"Apakah kau bisa menjelaskan tentang ratu?" Tanya Ravettha dengan penasaran.
"Hei, jangan memanggilnya dengan seperti itu! Kau harus memanggilnya dengan Yang Mulia Ratu! Mengerti?" Tanya pelayan tersebut.
"Kutanya sekali lagi. Apakah kau bisa menjelaskan tentang ratu?" Tanya Ravettha dengan tatapan yang tajam.
"Kau ini! Sudah kuberitahu, tetap mengulang kesalahan ya?! Kau bertanya tentang ratu? Kau pikir kau siapa? Kau bahkan telah melanggar peraturan pertama! Kau harus diberi hukuman!" Ucap pelayan tersebut yang langsung menjadi sangat marah setelah menyadari hal tersebut.
"Yah... Tidak masalah jika kau tidak memberitahuku. Kalau begitu, aku pergi dahulu!" Ucap Ravettha yang sudah menyiapkan kebutuhan untuk mencari berbagai macam informasi tentang 'Wynciouft Land'.
"Oh, ya! Jangan biarkan siapapun memasuki kamarku termasuk dirimu! Aku hanya akan pergi sebentar, jadi jangan mencarimu!" Ucap Ravettha dengan senang dan bersemangat.
Ia langsung meninggalkan kamarnya dan pergi keluar.
"Urgh! Kenapa dia suka memerintah tetapi tidak ingin mendengarkan orang lain? Sangat menyebalkan! Dia pikir siapa dia?! Hanya anak kecil pemberontak dan tidak mau diatur!" Ucap pelayan tersebut dengan kesal dan menahan amarahnya supaya tidak meledak-ledak.
Pelayan tersebut langsung merapihkan kamar Ravettha.
Saat ia merapihkan kamar tersebut, ia tidak melihat satupun barang kebutuhan milik Ravettha.
__ADS_1
"Aneh! Dia melarang orang lain untuk memasuki kamar miliknya termasuk diriku, pergi keluar di saat cuaca yang selalu dingin, dan tidak membawa satupun barang pribadinya? Apa yang sebenarnya kau rencanakan? Aku harus mengikutinya!" Pikir pelayan tersebut dengan penuh penasaran dan kebingungan.
BERSAMBUNG