Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Pembunuhan Massal


__ADS_3

Sementara itu, Tuan Tesla dikirim oleh Ravettha untuk memasuki ruang pelatihan rahasianya.


"Falext!" Ucap Ravettha.


"Ya, master?" Tanya Falext.


"Tolong jaga dan awasi dia! Jangan sampai dia mengacaukan apapun!" Ucap Ravettha.


"Maksud anda... Orang itu?" Tanya Falext dengan menunjuk ke arah Tuan Tesla.


"Ya. Itu benar! Mohon bantuannya." Ucap Ravettha dengan senang.


"Baiklah. Semoga berhasil menyelesaikan misi di lantai ke-10!" Ucap Falext yang menyemangati Ravettha.


Ia pun langsung dikirim ke lantai kesepuluh oleh sistem di Tower Oltorn tersebut.


Saat tiba di sana, ia langsung berdiri di tengah-tengah perperangan yang akan dimulai.


Peperangan tersebut telah dipersiapkan oleh para pasukan yang berasal dari ras elf.


Dilihat dari ekspresi wajah mereka, terlihat rasa kebencian, dendam, dan penyesalan.


Mereka akan membunuh siapapun yang memasuki wilayahnya tanpa mengenal status.


Jumlah mereka yang ikut serta dalam peperangan adalah 79.000 elf.


Suasana tersebut terasa sangat panas, tetapi Ravettha sangat menikmatinya.


"Peperangan, ya? Apa aku harus menghabisi semuanya? Hm..." Pikir Ravettha yang menjadi semangat dan tertarik untuk membunuh mereka yang menghalangi jalannya.


"Pemberitahuan: Misi di lantai ke-10 adalah membunuh seluruh 'Makhluk Tidak Berdosa'. Hadiah dari misi ini adalah pemulihan energi, artefak legendaris 'Sturridge', 50.000 koin emas, dan 45.000 koin perak." Bunyi pesan sistem yang tiba-tiba muncul.


"Makhluk tidak berdosa? Yang benar saja! Makhluk sekecil apapun juga pasti punya dosa! Mungkin saja mereka telah diampuni? Sungguh menarik! Mari kita lihat situasi lebih detailnya!" Pikir Ravettha.


Ia melangkahkan kakinya sebanyak satu langkah.


Sayangnya sebelum ia sempat menapakkan kaki berikutnya, ia langsung diberikan tanda peringatan terakhir melalui busur panah yang sengaja melesat dan tidak membidik langsung Ravettha.


Ia yang melihat busur panah tersebut berisi peringatan yang ditulis dengan kertas kecil.


"Diam disana dan jangan bergerak sedikitpun! Satu kali gerakan, maka kau akan mati di tempat!" Isi pesan tersebut.

__ADS_1


"Yang Mulia!" Ucap Rufino yang tiba-tiba muncul.


Para elf yang melihat sesosok makhluk mengerikan bagi mereka langsung memerintahkan para pasukannya untuk menyerang Ravettha dan Rufino.


"Ya?" Tanya Ravettha kepada Rufino.


"Berikan perintah anda langsung, Yang Mulia! Saya akan membereskan mereka dengan cepat!" Ucap Rufino yang sudah tidak sabar untuk membunuh mereka yang mengganggu Ravettha.


Ravettha yang mendengarnya sedikit terkejut karena ia melihat Rufino yang sangat bersemangat untuk menghabisi mereka sama seperti dirinya.


Ia pun tersenyum senang dan menyetujui permintaan Rufino tersebut.


"Baiklah. Kita akan menyelesaikannya bersama-sama!" Ucap Ravettha dengan sangat bersemangat.


"Para pasukanku! Mari kita langsung habisi kedua musuh itu bersamaan! Jangan berikan mereka celah kemenangan! Mengerti?" Tanya para pemimpin pasukan tersebut.


"Baik!" Ucap para anggotanya dengan bersamaan.


"Serang!" Ucap para pemimpin pasukan tersebut.


Mereka memulai penyerangannya dengan menyerbu dari berbagai arah.


Ada yang menggunakan sihir terkuat mereka, persenjataan yang lengkap dan memiliki kerusakan yang tinggi pada target yang mengenainya.


Mereka berdua juga menggunakan kemampuan terkuatnya yang memiliki kerusakan terbesar dengan penggunaan energi yang sangat sedikit serta menyerap seluruh kekuatan dari target yang terkena serangannya.


Mereka berdua bagaikan pedang bermata dua yang telah siap untuk membunuh musuhnya dengan rencana yang sangat rapih, tepat, dan sempurna.


Tidak lupa juga, Rufino mengumpulkan seluruh jiwa dan arwah mereka yang telah terbunuh olehnya dan menyerahkan seluruhnya kepada Ravettha.


Begitupun dengan Ravettha yang sangat suka mengumpulkan jiwa dan arwah mereka.


Ia bahkan tidak meninggalkan satupun jiwa dan arwah dan mengambilnya dengan senang hati.


Tiga menit kemudian, mereka berdua telah membunuh seluruh pasukan yang ikut serta dalam peperangan untuk menyerang mereka berdua.


"Rufino! Rufinoku sangat hebat!" Ucap Ravettha dengan langsung memeluk Rufino dengan perasaan yang sangat senang dan bangga atas keberhasilannya.


"Terimakasih, Yang Mulia. Saya ingin menyerahkan seluruh jiwa dan arwah mereka." Ucap Rufino dengan mengeluarkan seluruh jiwa dan arwah para elf tersebut. Jumlah yang telah dikumpulkan oleh Rufino adalah 39.190 elf.


Sedangkan Ravettha telah mengumpulkan sebanyak 39.850 elf.

__ADS_1


"Rufinoku sangat pintar! Kau bahkan langsung tahu apa yang kuinginkan tanpa mengatakannya dahulu kepadamu." Ucap Ravettha yang masih memeluk erat Rufino.


Menurutnya, Rufino sangat imut sama seperti para bawahan yang lainnya.


Bisa dikatakan, Rufino juga memiliki kecerdasan yang tidak kalah jauh tingginya seperti bawahan setia Ravettha yang lainnya.


Karena seluruh jiwa dan arwah para elf tersebut telah dikumpulkan, Ravettha langsung menyimpannya ke dalam tas penyimpanannya.


Setelah menyimpan seluruh jiwa dan arwah tersebut, ia merasakan sedang diperhatikan dengan tatapan kecemburuan dari beberapa orang.


Saat ia menoleh ke sekitarnya, ia melihat Falext, Nicholas, Leonardo, Lartson, Tuan Glendy, Layla, dan Tuan Tesla yang sedang menatap tajam dengan penuh kecemburuan.


"Master! Kami juga ingin dipeluk dan diperhatikan oleh anda seperti Rufino! Kami selalu menunggu anda untuk menghabiskan waktu bersama! Seperti bermain, belajar, dll!" Ucap Lartson dengan perasaan yang kesal.


"Kau benar! Aku berjanji bahwa kalian akan mendapatkan seperti yang kalian katakan setelah aku menyelesaikan urusanku disini. Lalu... Kita akan menghabiskan waktu bersama-sama!" Ucap Ravettha dengan senang.


"Yey!!! Master adalah yang terbaik!" Ucap Lartson dengan memeluk Ravettha dengan senang.


Ravettha pun membalas pelukannya dengan perasaan senang juga.


"Bagaimana rutinitas kalian selama berada di ruang pelatihan rahasia?" Tanya Ravettha yang khawatir dengan kondisi para bawahannya.


"Kami melakukannya seperti biasanya. Semuanya telah kami urus dengan baik, termasuk orang baru itu." Ucap Tuan Glendy dengan menunjuk ke arah Tuan Tesla yang sedang berada di sampingnya.


"Syukurlah, jika kalian suka!" Ucap Ravettha.


"Oh ya, Rufino! Apa kau kelelahan?" Tanya Ravettha yang menjadi khawatir dengan kondisi Rufino.


"Selama saya menjadi pelayan setia anda, saya tidak pernah merasakan kelelahan apapun. Jika saya merasakan kelelahan, artinya saya tidak akan pernah lagi menjadi pelayan setia anda." Ucap Rufino yang sangat bersemangat dan tidak menunjukkan kebohongan apapun dari perkataannya.


Walaupun seperti itu, Ravettha mengetahui isi pikiran dan jiwa sebenarnya yang sedang sedikit kelelahan.


Ia tidak marah atau kesal meskipun Rufino menyembunyikannya, justru ia kembali menyemangati Rufino yang telah bekerja keras selama ini.


"Tenang saja. Kau tidak akan pernah kubuang sama seperti yang lain. Beristirahatlah sejenak jika kau kelelahan. Jangan memaksakannya! Mengerti?" Tanya Ravettha yang menyemangati Rufino agar lebih terbuka kepadanya.


"Terimakasih. Saya sangat senang bisa berada bersama anda, Yang Mulia." Ucap Rufino.


"Ya, aku juga." Ucap Ravettha dengan tersenyum senang.


"Selamat! Anda telah berhasil membunuh seluruh 'Makhluk Tidak Berdosa'. Anda mendapatkan pemulihan energi, artefak legendaris 'Sturridge', 50.000 koin emas, dan 45.000 koin perak." Bunyi pesan sistem yang kembali muncul.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2