Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Percobaan Pertama


__ADS_3

Ravettha melihat sekelilingnya yang dipenuhi dengan ramuan-ramuan dan buku-buku.


"Bolehkah saya bertanya? Apa nama dari ramuan yang ini?" Tanya Ravettha dengan menunjukkan ke arah sebuah ramuan yang berwarna merah.


"Nama ramuan itu adalah Syringe." Ucap Tuan George.


"Ada beberapa peraturan yang harus dipatuhi bagi pengunjung dan pengguna tempat ini. Pertama, dilarang membawa hewan peliharaan. Kedua, dilarang menyentuh seluruh barang yang ada disini tanpa memiliki izin dari pemilik tempat ini. Ketiga, hanya pengguna yang memiliki izin untuk menggunakan seluruh fasilitas yang ada disini." Ucap Tuan George dengan tegas.


"Siapa pemilik tempat ini? Saya tertarik untuk mempelajarinya." Ucap Ravettha dengan penuh harapan dan sangat bersemangat.


"Saya. Saya adalah pemilik tempat ini. Kau tidak kuberikan izin untuk menggunakan tempat ini. Jadi, pergilah berkeliling ke tempat lain saja dan jangan kemari lagi." Ucap Tuan George dengan tatapan serius dan tajam.


"Baiklah. Apa boleh buat." Ucap Ravettha dengan sedikit kecewa.


Akan tetapi, di dalam pikirannya telah tersimpan banyak cara untuk mewujudkan keinginannya.


Ia menggunakan kemampuan menduplikat seluruh fasilitas yang ada disini sesuai dengan aslinya, bahkan dapat melipatkan dua puluh kali kualitas dari hasil asli penduplikatannya.


Hal itu tidak dapat mengakibatkan kerusakan atau penurunan kualitas karena penggunaan untuk kemampuan ini hanya membutuhkan 0,075% dari seluruh kekuatannya.


Setelah berhasil melakukan penduplikatannya, ia langsung memindahkannya ke dalam ruang pelatihan rahasianya yang berada di ruang dimensi saat pertama kali bertemu dengan Falext.


Karena kemampuan miliknya telah meningkat sebanyak 80%, ia dapat berbicara dan bertemu dengan Falext tanpa harus menggunakan ilusi bayangannya.


Dengan meningkatnya kemampuan miliknya, ia juga dapat berinteraksi secara langsung dengan Falext baik itu di alam bawah sadarnya atau langsung memasukinya melalui portal sebagai pintu masuk ke ruang pelatihannya.


"Hai, Falext! Lihat apa yang kudapatkan!" Ucap Ravettha.


"A-Apa?! Apa ini? Apa yang anda lakukan disini? Bukankah Anda sedang melakukan misi di lantai ke-8?" Tanya Falext.


"Aku hanya ingin mempelajari sesuatu. Hm... Apa kau tidak senang bertemu denganku?" Tanya Ravettha yang telah menangkap maksud tersembunyi dari Falext.


"Tidak! Bukan itu maksud saya, master." Ucap Falext.


"Lalu?" Tanya Ravettha dengan sedikit tersenyum sinis.


"Saya hanya ingin anda fokus pada misi. Apa anda ingin kehilangan ingatan masa lalu yang anda cari?" Tanya Falext.

__ADS_1


"Aku sudah terjebak disini. Karena aku sudah memutuskannya, kalau begitu aku akan memulai pelajarannya." Ucap Ravettha.


Ia kembali mengurusi seluruh barang yang telah ia duplikatkan.


"Hm... Di tempat alchemist itu hanya terdapat banyak ramuan dan buku ramuannya. Dan juga... Buku rahasia tentang kumpulan dari berbagai ramuan yang ada di Pulau Aishwarya?" Pikir Ravettha yang melirik ke seluruh benda yang telah ia duplikatkan tersebut.


"Menarik!" Pikir Ravettha dengan sangat senang dan bersemangat.


Ia memulai membaca seluruh isi yang terdapat di dalam buku rahasia tersebut dengan teliti dan cepat.


Tidak lupa dengan memahami dan menghapalkannya satu persatu dengan sangat cepat.


"Hm... Bagaimana jika membuat sebuah percobaan? Akan menarik jika benar-benar berhasil!" Pikir Ravettha dengan sangat senang dan bersemangat.


Ia mencoba melakukan sebuah percobaannya dengan sabar.


"Masukkan Earthshatter, Zettaflare, Windstorm, Electrolux, dan Airfortion. Lalu tunggu beberapa menit, maka akan keluar sesuatu yang menakjubkan? Entahlah, coba buat saja dahulu. Jika tidak berhasil, aku akan membuat yang lain saja." Pikir Ravettha yang berencana untuk melakukan percobaan mandiri berdasarkan pemahaman dan pengamatan dari buku yang telah ia baca.


Ia pun membuatnya dengan sangat hati-hati dan teliti.


Setelah ia telah berhasil mencampurkan bahan-bahannya di dalam sebuah tungku, ia menunggu dengan menghabiskan waktunya untuk membaca dan memahami buku yang lainnya.


Setelah menghabiskan waktunya untuk menunggu percobaan tersebut hingga berhasil, ia masih diselimuti dengan rasa penasaran akan keberhasilan dari percobaannya tersebut.


"Hush..."


Sesosok makhluk bersayap hitam dan bertubuh bulat kecil yang berwarna merah segar seperti darah muncul dari tungku tersebut yang diselimuti dengan kabut yang tebal.


Makhluk itu membuka matanya perlahan-lahan hingga bisa melihat dengan jelas.


Hal yang pertama kali ia lihat adalah seseorang yang membuatnya berada di tempat yang tidak ia kenal.


Hanya satu yang berada dipikirkannya bahwa Ravettha adalah penciptanya.


Hal itu membuat makhluk kecil berwarna merah tersebut langsung bertekuk lutut dan meminta ampunan dari penciptanya.


"Hormat kepada Yang Mulia. Terimakasih karena telah menciptakan saya ke dunia ini. Segala milik saya adalah milik anda sepenuhnya. Saya mohon ampunan dan izin dari anda, Yang Mulia." Ucap makhluk berwarna merah tersebut.

__ADS_1


"Tunggu! Dia bilang Yang Mulia? Hanya karena aku menciptakannya? Yang benar saja! Tapi akan lebih baik jika dia bisa berguna, bukan? Bagus! Sudah kuputuskan untuk menjadi majikannya." Pikir Ravettha dengan sedikit tersenyum senang.


"Baiklah. Siapa namamu?" Tanya Ravettha.


Makhluk merah tersebut tidak mengeluarkan satu kata pun untuk menjawab pertanyaan tersebut.


"Kau benar! Aku kan belum memberimu nama. Bagaimana dengan Rufino?" Tanya Ravettha.


"Nama yang indah, Yang Mulia. Terimakasih banyak, hamba sangat senang sekali." Ucap Rufino dengan sangat senang.


"Falext! Lihat apa yang kutemukan!" Ucap Ravettha dengan sangat senang dengan mengguncangkan tangan Falext.


Falext pun langsung menoleh karena penasaran apa yang akan dilihatnya.


Ia terkejut karena melihat sebuah spesies terlangka yang pertama kali ditemukan.


"Ini... Adalah spesies terlangka! Ia adalah spesies yang memiliki kekuatan kejahatan dan kebaikan. Anda harus menjaganya dengan sangat baik! Karena anda adalah orang yang pertama kali ia lihat, jadi anda harus mengajarinya dengan penuh perhatian." Ucap Falext.


"Hei, hei! Tunggu dulu! Kami kan juga mau diperhatikan oleh master!" Ucap Lartson, Leonardo, Nicholas, dan 'Demon Sword' secara bersamaan.


Tuan Glendy dan Falext sebenarnya juga cemburu dengan makhluk spesies terlangka ini, hanya saja mereka tidak mau terlihat sedang cemburu dan hanya bersikap biasa-biasa saja.


"Hehe. Aku paham perasaan kalian. Tenang saja, aku akan memperhatikan kalian semuanya karena kalian adalah teman sekaligus partner terbaikku." Ucap Ravettha.


"Woah!" Ucap Nicholas yang sangat kagum dengan pujian yang diberikan oleh Ravettha.


"Kyaaaaa!!! Master mengatakan bahwa kita adalah teman sekaligus partner terbaiknya! Kami berjanji akan melakukan yang paling terbaik dan berusaha dengan keras untuk menjadi partner master selamanya." Ucap Leonardo dan Lartson secara bersamaan.


"Ehem... Ya itu benar." Ucap Tuan Glendy, Falext, dan 'Demon Sword'secara bersamaan.


"Ya, baiklah. Mohon kerjasama semuanya." Ucap Ravettha dengan senang.


"Oh ya, Rufino. Perkenalkan mereka semua adalah teman-temanku sekaligus partnerku. Ini adalah Falext. Ia sangat pintar dalam teknologi. Ini adalah Tuan Glendy Velt Hepworth. Ia adalah seorang Raja Naga. Ini adalah Nicholas. Ia adalah seorang burung Phoenix. Ini adalah Leonardo Dilavesia. Ia adalah seorang ular kobra raksasa. Ini adalah Lartson Emely Greenace. Ia adalah seorang singa bersayap. Sedangkan yang ini adalah 'Demon Sword'. Ia adalah sebilah pedang." Ucap Ravettha dengan memperkenalkan seluruh temannya kepada Rufino.


"Senang bertemu dengan anda sekalian. Perkenalkan namaku Rufino. Mohon bantuannya." Ucap Rufino yang menjadi sangat senang saat berbicara dengan yang lainnya.


"Ya." Ucap Falext, Leonardo, Nicholas, Lartson, 'Demon Sword', Tuan Glendy secara bersamaan.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2