
Pelayan tersebut langsung keluar dari kamar Ravettha setelah merapihkan kamarnya walaupun tidak ada yang dapat dirapihkan karena kamar yang telah disiapkannya telah sepenuhnya rapih dan bersih sebelum ditempati oleh Ravettha.
Kamar tersebut sama seperti kamar pada umumnya.
Disana terdapat satu buah kasur, ruang belajar, ruang tamu, kamar mandi, rak buku, lemari pakaian, beberapa pakaian, dan ventilasi udara yang baik.
Dengan cepatnya, pelayan tersebut menggunakan berbagai cara untuk menemukan Ravettha baik itu melalui pengamatan, pencarian darurat, bertanya kepada orang lain, dll.
Sementara itu, Ravettha yang telah berada jauh dari kamarnya tersebut sedang sibuk mencari-cari informasi yang dibutuhkannya.
Ia memulainya dengan menggunakan peta wilayah 'Wynciouft Land' yang telah diberikan oleh Falext sebelum memasuki desa ini.
"Mari kita lihat tempat-tempat penting yang ada disini!" Pikir Ravettha dengan membuka sekaligus membaca peta tersebut dengan seksama dan teliti.
"Woah! Disini ada istana, perpustakaan pusat, gedung penelitian pusat, pusat perdagangan, bahkan festival tahunan!" Pikir Ravettha yang sangat terkejut sekaligus takjub sehingga membuatnya menjadi bersemangat.
"Baiklah! Aku akan mengunjungi seluruh tempat penting Kunjungan pertamaku adalah perpustakaan!" Pikir Ravettha dengan sangat bersemangat karena ia sudah tidak sabar untuk bertemu seluruh buku yang ada disana.
Ia pun langsung mengunjungi perpustakaan tersebut yang berada tidak jauh dari tempat sebelumnya.
Di lain tempat, pelayan yang sedang mencari Ravettha tersebut dibuat kebingungan dengan keberadaannya.
Ia justru lebih mengkhawatirkan keadaan Ravettha yang hilang tanpa kabar daripada dirinya sendiri.
"Huh! Dimana dia sekarang? Jangan sampai ia menghilang dan tidak kembali sebelum makan siang! Atau aku yang akan dihukum mati oleh Tuan Calhoun dan Tuan Ananta!" Ucap pelayan tersebut yang sedikit kelelahan saat mencarinya.
"Aku tidak boleh menyerah begitu saja! Aku harus segera menemukannya bagaimanapun caranya!" Pikir pelayan tersebut yang kembali semangat.
Ia pun melanjutkan pencariannya kembali.
Sementara itu, Ravettha telah berada di depan pintu perpustakaan tersebut.
Perpustakaan tersebut sangat ramai pengunjung sehingga mengharuskannya menunggu untuk memasuki perpustakaan tersebut.
Para pengunjung terlihat sangat antusias untuk membaca buku disana karena memiliki koleksi buku yang sangat lengkap.
Dilihatnya beberapa pegawai perpustakaan yang sibuk dengan urusannya masing-masing, seperti mencatat peminjaman buku, merapihkan buku yang telah dipinjam, dan masih banyak lagi.
"Aku sudah tidak sabar untuk membaca seluruh bukunya!" Pikir Ravettha yang sedang menunggu dengan sangat bersemangat.
__ADS_1
"Karena masih harus menunggu, aku harus menggunakan waktuku untuk meningkatkan kemampuanku!" Pikir Ravettha dengan bersiap-siap untuk melatih kemampuannya.
Ia pun meningkatkan kemampuannya dengan cara berdiam diri di tempat dan berusaha memasuki alam bawah sadarnya.
Ia juga tidak lupa untuk memasang sihir pelindung sebagai pelindung dari orang yang tidak dikenal sekaligus serangan musuh.
Melalui ha tersebut, ia dapat menciptakan sebuah dimensi yang dapat digunakannya untuk latihan pribadi.
Di dalam dimensi tersebut sama sekali tidak memiliki gravitasi.
Walaupun tidak ada sedikitpun gravitasi, Ravettha dapat bernapas dan berjalan seperti biasa tanpa menggunakan kemampuannya.
Ukuran dimensi tersebut sangatlah luas dan tidak terbatas jangkauannya.
Ia juga mencoba untuk membangun beberapa bangunan khusus, yaitu sebuah taman yang berisi koleksi tanaman obat dan bunga, sebuah mansion, dan perpustakaan pribadi.
Ia menggunakan kemampuan 'Real Dream Conducive'.
Kemampuan tersebut merupakan sebuah kemampuan yang dapat menghasilkan kenyataan sesuai keinginan penggunanya.
Kemampuan tersebut hanya dapat berhasil apabila memiliki keinginan terbesar yang belum pernah terwujudkan oleh penggunanya.
Kemampuan 'Real Dream Conducive' tidak membutuhkan kekuatan yang besar sehingga penggunaannya dapat menyimpan sisa kekuatan miliknya tanpa mengkhawatirkan penggunaan yang berlebihan.
Sebuah taman yang sangat luas dengan berisikan koleksi-koleksi tanaman obat dan bunga, sebuah mansion yang sangat besar, dan perpustakaan pribadi yang dilengkapi dengan berbagai macam buku pengetahuan.
Hal tersebut sangat diluar perkiraan Ravettha karena ia baru mempelajari kemampuan tersebut saat menjalankan misi di lantai tiga.
"A-Apa? Aku bahkan tidak menyangka kemampuan ini akan berhasil! Ini adalah percobaan pertama dalam menciptakan beberapa bangunan dengan waktu yang sangat singkat dibandingkan menciptakan makhluk hidup!" Pikir Ravettha yang sangat terkejut dengan keberhasilannya.
"Tidak masalah! Dengan ini, aku bisa mempercepat proses pembelajaranku dan juga membuat tempat ini menjadi pelatihan yang tenang." Pikir Ravettha yang mulai melatih dirinya.
Ia memulainya dengan pemanasan tubuh, pelatihan fisik, pelatihan sihir, dan meningkatkan seluruh pengetahuannya disana.
Sejam kemudian, ia telah meningkat seluruh kemampuan miliknya dan mempelajari dan memahami hal-hal yang baru hingga menghasilkan beberapa penelitian.
Penelitian tersebut terdiri dari 'Lock Time Traveler', 'Transfer and Connector Dimension', 'Lugdictor Space', dll.
"KRING!!!"
__ADS_1
Bunyi pendeteksi keadaan yang telah terhubung dengan gilirannya untuk memasuki perpustakaan di lantai kedua belas telah berbunyi.
"Baiklah! Sudah waktunya aku mengunjungi perpustakaan di 'Wientirly Village'!" Pikir Ravettha yang kembali bersemangat.
Ia pun merapihkan seluruh barang yang telah dipakainya dan bersiap keluar dari dimensi miliknya.
Setelah keluar dari dimensi pribadinya, ia langsung terbangun dari alam bawah sadarnya dan bangkit dari tempatnya untuk memasuki perpustakaan tersebut.
Perpustakaan tersebut masih tetap ramai pengunjungnya.
Untungnya ia telah mendapatkan giliran untuk memasukinya melalui para pegawai yang telah mengatur jadwal kunjungan untuk para penduduk.
Saat Ravettha memasukinya, ia sangat takjub setelah melihat seluruh isi perpustakaan walaupun belum memeriksanya satu persatu.
Terdapat ratusan bahkan ribuan rak buku yang masing-masing terdiri dari tujuh puluh lima buku yang berada di dalamnya.
Seluruh rak dan buku yang terdapat disana telah disusun dengan sangat rapih.
Para pengunjung berusaha untuk mendapatkan buku yang mereka inginkan.
Ada yang berencana untuk membaca, meminjam, dan mengembalikan buku yang telah mereka pilih.
Semuanya berjalan dengan tertib dan suasananya menjadi sangat damai serta tenang tanpa terjadi keributan ataupun pelanggaran.
Peraturan-peraturan tersebut telah dicetak di dekat tempat-tempat penting yang sering dijumpai oleh para pengunjung, yaitu di dekat meja, tempat peminjaman dan pengembalian buku, dan juga di pintu masuk dan keluar perpustakaan.
"Para pengunjung yang ada disini ternyata sangat tertib, ya? Menarik! Kuharap akan ada yang menakjubkan dari sistem pemerintahan disini saat kunjunganku akan berakhir." Pikir Ravettha yang tersenyum senang dan menjadi lebih bersemangat kembali setelah melihat banyak buku yang terdapat banyak informasi di dalamnya.
Ia pun mengambil dan membaca seluruh buku yang ada disana dengan kecepatan tinggi.
Tidak lupa juga dengan memahami seluruh isi buku yang dibacanya tersebut.
Setelah memahami seluruh isi buku tersebut, ia menyadari hari yang hampir semakin siang.
"Huh! Padahal aku masih ingin membaca lagi! Sayang sekali waktu kunjungannya yang akan habis... Kalau begitu, aku akan mengembalikan seluruh buku ini ketempatnya! Lalu melanjutkan kunjungan selanjutnya hingga waktunya makan siang!" Pikir Ravettha yang sedikit kecewa karena ia masih ingin membaca buku yang ada disana walaupun harus mengulangnya kembali.
Ia pun bangkit dari tempat membacanya dan langsung mengembalikan seluruh buku yang telah dibacanya dengan sangat teliti sehingga tidak menimbulkan kehilangan ataupun masalah baru di tempat favoritnya.
"Selesai! Perpustakaan adalah tempat yang paling menyenangkan!" Pikir Ravettha dengan senang dan melangkahkan kakinya untuk meninggalkan perpustakaan tersebut.
__ADS_1
Ia pun keluar dari perpustakaan tersebut dengan perasaan yang sangat senang dan bahagia setelah bertemu perpustakaan.
BERSAMBUNG