Lord Of The Secret Dimension

Lord Of The Secret Dimension
Ramalan Yang Tidak Masuk Akal


__ADS_3

"Sekarang giliranku, Heilox! Percayakan saja padaku." Ucap Ravettha dengan mengambil kendali tubuhnya.


"Baiklah, sepertinya aku bisa mempercayaimu kali ini." Ucap Heilox.


Ravettha yang telah mengambil kendali atas tubuhnya langsung melanjutkan rencana yang telah dilakukan oleh Heilox.


Saat ini, Scott yang telah menyelesaikan tanggung jawabnya sedang mencari ketenangan di sela-sela waktunya.


"Aku akan keluar untuk mencari udara sebentar. Jangan sampai keributan terdengar di telingaku. Kau mengerti maksudku, bukan?" Ucap Scott kepada Joeyladh.


"Ya, Tuan." Ucap Joeyladh dengan menganggukkan kepala.


Scott yang merasa yakin bahwa Joeyladh akan mengatasi apapun yang terjadi selama ia pergi mencari udara segar, memutuskan untuk menenangkan diri dahulu di luar ruangan.


"Dimana Irene dan Blacky? Kenapa dia belum kembali?" Gumam Joeyladh.


"Kau sedang mengkhawatirkan temanmu?" Tanya seseorang yang baru saja muncul dari balik bayangan.


Orang tersebut adalah Nathan.


"Siapa kau? Ah! Aku tahu! Kau pasti penyusup!" Ucap Joeyladh.


"Kurasa kau salah besar. Aku adalah temannya Scott. Apa kau bisa panggilkan dia?" Tanya Nathan.


"Tidak bisa. Dia sedang tidak ingin diganggu saat ini." Ucap Joeyladh.


"Kenapa tidak ingin? Padahal dia sedang berdiri seperti patung hanya karena ingin mencari udara segar." Ucap Nathan dengan nada yang meremehkan.


Joeyladh yang merasa tersinggung hampir saja terpancing amarahnya, tetapi ia ingat dengan pesan terakhir tuannya.


"Apa ada yang ingin kau bicarakan pada tuanku? Jika ada, kau bisa katakan padaku. Aku akan menyampaikannya setelah ia selesai kegiatannya." Ucap Joeyladh dengan tegas.


"Ah...! Kau tidak menyenangkan! Aku hanya akan buang-buang waktu jika berbicara denganmu." Ucap Nathan dengan mendengus kesal.


Joeyladh yang hanya bisa bersabar, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya bisa menjalankan tugasnya.


Ia langsung membungkam mulut Nathan dengan paksa dan menatap tajam ke arah matanya.


Melalui hal tersebut, Joeyladh langsung membiusnya dengan sebuah hipnotis yang dapat membaca, menghilangkan sekaligus menggerakkan seluruh milik Nathan.


"Sudah kuduga! Dia benar-benar telah mengetahui rencana yang dibuat oleh tuan melalui Irene dan Blacky." Pikir Joeyladh dengan membuka portal menuju sarang eksperimen rahasia milik Nathan.


Tidak lupa juga dengan membawa Nathan untuk dijadikan alat penyelamat Irene dan Blacky.


"BRUK!!!"

__ADS_1


Joeyladh yang telah keluar dari portalnya langsung melempar tubuh Nathan seperti benda.


Ia yang telah tiba disana, melihat banyak sekali korban yang dimasukkan ke dalam 'Extroyeal Froth'.


'Extroyeal Froth' adalah kumpulan gelembung hitam yang digunakan untuk menyimpan sesuatu yang memiliki massa, dan kekuatan.


"Hm... Anak ini boleh juga ternyata." Pikir Joeyladh dengan sedikit menyeringai.


"Lapor, tuan! Hamba telah menemukan Irene dan Blacky di lokasi yang telah kukirimkan di pesan. Apakah anda mau melihat keadaan yang ada disini?" Tanya Joeyladh melalui pesan audionya.


Setelah mengirimkan pesan, ia langsung membebaskan Irene dan Blacky dengan caranya sendiri.


"TRING!!! TRING!!!"


Sebuah alat komunikasi yang berbentuk hologram antar majikan dan bawahan yang terdapat di Scott berdering.


"Anda mendapatkan dua buah pesan yang belum terbaca." Bunyi pesan notifikasi.


"Sepertinya pesan ini berasal dari Joeyladh. Dia tidak membuat keributan, kan?" Pikir Scott dengan mengambil alat komunikasi dan mulai membaca isi pesannya.


Ia yang telah membaca pesan tersebut langsung menyadari sesuatu yang menarik baginya untuk ditelusuri.


"Aku yakin hari ini akan ada pertunjukan yang meriah dan juga sangat menarik!" Pikir Scott dengan bersiap-siap untuk menuju tempat yang ditunjukkan oleh Joeyladh melalui pesannya.


Untuk mempercepat waktu tibanya, ia pergi dengan menggunakan portal.


"Tempat apa ini? Apa ini juga penjara? Atau tempat eksploitasi sumber daya?" Tanya Scott dengan mata yang berbinar-binar.


"Lebih tepatnya, tempat ini adalah ruang pengumpulan bahan eksperimen bocah ini." Ucap Joeyladh.


"Sungguh? Bagus! Kau sangat jenius, Joeyladh! Aku bangga sebagai majikanmu! Ini akan sangat memudahkan kita untuk meraih itu." Ucap Scott dengan tersenyum bangga sekaligus memberikan tepuk tangan sebagai bentuk penghargaan.


"Ini bukan apa-apa, tuan. Anda terlalu berlebihan." Ucap Joeyladh dengan telinga yang memerah karena penghargaan yang diberikan oleh tuannya.


"Kau bisa meminta kenaikan gaji atau yang lainnya jika kau mau. Sekarang kita urus dulu yang ini. Bangunkan Irene dan Blacky, dan jangan lupa untuk menjelaskan apa yang terjadi padanya. Sementara aku yang akan membuka gelembung-gelembung itu." Ucap Scott.


"Baik, tuan." Ucap Joeyladh yang langsung menjalankan tugasnya.


"CTAK!!!"


Joeyladh langsung membangunkan Irene dan Blacky dengan cepat.


"Urghh!!" Ucap Irene yang bangun dari tidur dan masih memegangi kepalanya karena terasa sedikit sakit.


Ia dan Blacky langsung membuka matanya dan melihat Joeyladh di hadapannya.

__ADS_1


"Sudah bangun? Kau masih ingat denganku?" Tanya Joeyladh.


"Ya. Berapa lama aku tertidur?" Tanya Irene dengan penasaran.


"Belum sampai sejam." Ucap Joeyladh.


"Oh! Syukurlah... Dimana tuan?" Tanya Irene dengan rasa senang yang berubah menjadi rasa khawatir karena kegagalannya dalam menjalankan tugas.


"Disana! Ia sedang membuka gelembung-gelembung itu." Ucap Joeyladh dengan jari telunjuk yang menunjuk ke arah tuannya.


Irene dan Blacky yang mendengar hal tersebut langsung bangun dari tempatnya dan berlari ke arah tuannya.


Akan tetapi, sebelum ia benar-benar bangun, Joeyladh menghentikan pergerakan Irene dan Blacky dengan menggunakan penghenti waktu untuk menghentikan langkah Irene dan Blacky.


"Apa kau masih merasakan kekuatanmu? Apa kau merasa ada yang aneh atau kurang dari biasanya?" Tanya Joeyladh dengan berjalan mendekati Irene dan Blacky untuk memastikan sesuatu.


"Apa maksudmu? Aku masih... Eh? Tunggu! Ada apa dengan kekuatanku? Kenapa hanya terasa sedikit?" Tanya Irene yang hampir panik.


"Bukan anda saja, aku juga begitu." Ucap Blacky yang tetap tenang.


"Jika gelembung-gelembung hitam itu menyerap kekuatan kalian... Itu artinya...!" Ucap Joeyladh yang belum menyelesaikan perkataannya karena ia tahu apa yang telah dan juga yang ingin dilakukan oleh sanderanya.


Ia langsung menghampiri sanderanya untuk menjawab yang ia tanyakan.


"Apa yang kau rencanakan?" Tanya Joeyladh yang masih mengaktifkan kemampuan hipnotisnya kepada Nathan.


"Aku hanya melakukan seperti yang telah diramalkan." Ucap Nathan yang berada di bawah pengaruh hipnotis.


"Apa isi ramalannya?" Tanya Joeyladh dengan penuh penasaran.


"Kekalahan, Kematian, dan Kehancuran." Ucap Nathan dengan menyimpulkan apa yang ia katakan.


"Apa? Apa maksudmu?" Tanya Scott yang berada di samping Joeyladh.


"Eh, tuan?" Tanya Joeyladh yang terkejut dengan kedatangan tuannya.


"Saat aku mencoba untuk membukanya, ada yang salah dari gelembung itu. Oleh karenanya, aku ingin memastikan apa yang terjadi dan kebetulan kau sedang mencarinya juga." Ucap Scott.


"Akan datang seorang yang akan menghancurkan dunia ini." Ucap Nathan.


"Apa hanya itu saja?" Tanya Scott.


"Benar." Ucap Nathan dengan menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu... Siapa dia?" Tanya Scott dengan penasaran.

__ADS_1


Nathan hanya menggelengkan kepalanya karena tidak tahu sama sekali.


BERSAMBUNG


__ADS_2