
"Apakah anda ingin menaiki lantai ke-8?" Bunyi pesan yang kembali muncul dari jendela misi.
"Tentu." Ucap Ravettha.
"Baiklah." Bunyi pesan tersebut.
Ia pun langsung dikirim dan tiba di lantai kedelapan.
"Pemberitahuan: Misi khusus di lantai ke-8 adalah mencari yang bernama Pulau Aishwarya. Pelajari dan pahami kebudayaan yang ada disana. Selesaikan seluruh misi yang terdapat disana. Hadiah dari misi khusus ini adalah 500.000 koin emas dan 500.000 koin perak." Bunyi pesan tersebut.
"Hm... Mencurigakan! 500.000 koin emas dan 500.000 koin perak? Jangan bilang bahwa misi ini memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi hingga 0,05% daripada sebelumnya!" Pikir Ravettha yang sedikit terkejut.
"Sangat menarik! Aku penasaran, misi yang akan diberikan saat disana." Pikir Ravettha dengan tersenyum licik.
"'Eye Sighting'!" Ucap Ravettha.
Ia berencana menggunakannya untuk mencari petunjuk melalui orang lain yang ada disekitarnya.
Ia pun berjalan dihamparan padang bunga yang luas.
Disana ia melihat beberapa orang yang sepertinya warga penduduk disekitar wilayah ini.
Ada kedua anak yang masih kecil dan seorang pria dewasa yang merupakan ayahnya sedang menuntun dan menggendong anaknya.
"Ada orang! Kalau begitu aku akan bertanya kepada mereka saja." Pikir Ravettha.
Ia menghampiri beberapa warga tersebut.
"Permisi... Apakah anda mengetahui dimana Pulau Aishwarya?" Tanya Ravettha.
"Pulau Aishwarya? Saya tidak pernah mendengarnya, nak." Ucap pria dewasa tersebut.
"Baiklah. Terimakasih banyak, tuan." Ucap Ravettha yang langsung meninggalkan mereka.
Ia mencari kembali pulau tersebut hingga menemukannya.
Para warga penduduk tinggal di sebuah desa yang bernama Vhentiasya.
Sebuah desa yang terkenal dengan keindahan alam yang memukau.
Satu persatu Ravettha menghampiri para warga penduduk di wilayah tersebut.
"Permisi... Apakah anda mengetahui dimana Pulau Aishwarya?" Tanya Ravettha kepada seorang gadis di desa tersebut.
"Aku tidak tahu!" Ucap gadis tersebut yang terlihat sedang kesal.
"Baiklah. Terimakasih banyak, nona." Ucap Ravettha yang meninggalkan gadis tersebut.
"Huh! Dasar anak aneh! Kenapa dia berterimakasih? Aku kan tidak memberikan informasi apapun kepadanya!" Ucap gadis tersebut.
__ADS_1
"Kalian telah banyak memberiku informasi yang banyak. Itu mengapa aku berterimakasih saat kalian tidak menjawab pertanyaan dengan benar." Pikir Ravettha yang telah melihat seluruh informasi yang ia inginkan hanya dengan melihatnya secara langsung tanpa membutuhkan waktu yang lama.
"Master sangat hebat!" Ucap 'Demon Sword' yang tiba-tiba muncul.
"Benar! Anda bahkan tidak melakukan kontak fisik dengan target master." Ucap Leonardo dan Nicholas yang tiba-tiba muncul dan hinggap di pundak Ravettha.
"Tapi... Kemampuan master masih sangat kurang! Anda harus meningkatkan lagi." Ucap Tuan Glendy yang tiba-tiba muncul tepat dihadapannya.
"Kalian benar. Kenapa kalian tiba-tiba muncul? Dimana Lartson dan Falext?" Tanya Ravettha.
"Lartson sedang sibuk tidur sedangkan Falext sibuk dengan pekerjaannya." Ucap Tuan Glendy.
"Anda akan kemana selanjutnya, master?" Tanya Leonardo yang sangat penasaran.
"Ke Pulau Aishwarya. Kalian bersembunyi saja di Ruang Pelatihan Rahasia bersama Falext dan Lartson." Ucap Ravettha.
"Baik, master." Ucap 'Demon Sword', Nicholas, Leonardo, dan Tuan Glendy secara bersamaan.
Mereka pun mematuhi perintah dari Ravettha karena mereka memahami perasaan yang sedang dirasakan oleh Ravettha tanpa membantah sedikitpun.
Ravettha berjalan mengikuti petunjuk yang telah diberikan oleh kedua orang yang ditemuinya tersebut.
Pulau Aishwarya adalah sebuah pulau yang tersembunyi sejak dunia ini terbentuk.
Hanya yang memiliki darah keturunan leluhur di Pulau Aishwarya saja yang dapat memasukinya.
Pulau Aishwarya memiliki sebuah rumor kuno yang mengatakan bahwa siapapun yang berencana memasukinya akan dihadapi sesuatu yang paling ditakuti oleh seseorang yang memasukinya.
Ia berencana untuk mengetahui ketakutan terbesarnya dengan cara merenungi sejenak sebelum pergi memasuki Pulau Aishwarya.
Akan tetapi, sebelum ia memulai perenungannya, ia justru terisap oleh sesuatu dibawahnya.
Ternyata itu adalah sebuah portal yang sering disebut dengan 'Black Hole Portal'.
Sebuah portal yang digunakan untuk memindahkan sesuatu dengan kecepatan yang sangat cepat dan efektif baik dalam jumlah besar maupun kecil.
"Apa yang akan menungguku, ya? Hm..." Pikir Ravettha.
"BRUK!"
Tubuh Ravettha yang terlempar dari portal tersebut.
Ia membuka matanya dengan cepat untuk mengetahui apa yang sedang menunggunya.
"Hai! Selamat datang di wilayahku!" Ucap seorang pria yang berpakaian serba hitam dan matanya yang terpancar ketakutan kepada yang menatapnya.
Ravettha yang menatap pria tersebut tidak merasakan apapun darinya.
Hal itu membuat pria tersebut merasa tertarik untuk menakuti Ravettha dengan kekuatannya.
__ADS_1
"Tunggu sebentar! Apakah anda adalah penjaga Pulau Aishwarya yang dirumorkan?" Tanya Ravettha.
"Rumor? Rumor apa? Rumor penjaga yang akan mengevaluasi ketakutan terbesar bagi pengunjungnya?" Tanya pria tersebut.
"Ya, benar." Ucap Ravettha.
"Pft. Hahahaha." Pria tersebut tertawa dengan keras setelah mendengar perkataan dari Ravettha.
"Kukira rumor tersebut sudah hilang sehingga masih ada yang nekat memasuki Pulau Aishwarya. Kau ini naif dan bodoh, ya? Pft." Ucap pria tersebut.
"Yah... Karena itu bukan urusanku. Bagaimana jika kita mulai pengevaluasiannya? Jika kau beruntung, mungkin kau bisa memasukinya dengan selamat." Ucap pria tersebut dengan tersenyum licik.
"Hm..." Ucap Ravettha.
"Bagaimana jika kita bertaruh?" Tanya pria tersebut dengan sangat yakin bahwa Ravettha tidak akan berhasil mengalahkannya.
"Jika kau berhasil melewati evaluasi, memasuki dan keluar dari Pulau Aishwarya dengan selamat, maka aku akan mengabulkan segala permintaanmu. Jika sebaliknya, kau akan dijadikan makanan peliharaan kesayanganku." Ucap pria tersebut.
"Tentu." Ucap Ravettha.
"Tenang saja, sayang. Dia benar-benar naif dan bodoh. Hehe. Ini akan menjadi sangat mudah. Aku yakin akan memenangkannya dan memberikannya kepadamu." Ucap pria tersebut yang berbicara dengan hewan peliharaan kesayangannya yang bernama Molly Weasley.
"Baiklah. Mari kita mulai saja!" Ucap pria tersebut.
Pria tersebut memulai pengevaluasiannya kepada Ravettha.
Ia menggunakan kemampuan 'Nightmare Illusions' untuk memanipulasi suatu keadaan yang dapat membuat seseorang yang merasakannya menjadi berselisih tentang ketakutan terbesarnya.
Ia membuat Ravettha berselisih tentang ketakutan terbesarnya.
"Kau salah membuat kesepakatan, nak. Sayang sekali diumur yang masih sangat muda akan mati disini." Ucap pria tersebut.
Ravettha merasakan bahwa ia memasuki suatu tempat yang sebenarnya hanyalah ruangan kosong.
Ia melihat berbagai macam kejadian yang terjadi disana.
Ia tidak dapat terperangkap oleh pria tersebut karena ia tidak memiliki satupun ketakutan baik itu kehilangan orang tercinta, kekuasaan, kekuatan, pengetahuan, kematian, dll.
"Tidak ada yang perlu ditakuti, Ravettha. Bukankah kau sudah mengetahui dan merelakannya jika terjadi? Ada suatu saat kau bisa mengubah segalanya. Jadilah anak yang kuat dan dapat berdiri sendiri." Pikir Ravettha dengan dirinya sendiri.
Setelah memikirkannya dengan sangat dalam, semangatnya untuk bangkit dan menyelesaikan seluruh misi di Tower Oltorn kembali muncul.
Ia berhasil sadar dari pikirannya sendiri dan mengakhiri 'Nightmare Illusions' milik pria tersebut.
"A-Apa? Ini tidak mungkin! Tidak ada seseorang yang dapat melakukannya kecuali orang itu." Ucap pria tersebut.
"Huh. Kau beruntung, nak. Kutunggu saat kau akan keluar dari Pulau Aishwarya dan kita lihat siapa yang akan memenangkan taruhan ini." Ucap pria tersebut dengan tersenyum senang.
"Oh ya, namaku adalah Alastor Vanderbilt. Senang bertemu denganmu, nak Ravettha. Semoga kita bertemu lagi!" Ucap Alastor dengan senang.
__ADS_1
"Baiklah. Aku pergi dahulu." Ucap Ravettha.
BERSAMBUNG