
"Tunggu... Aku penasaran isi hadiah pemberian guru!" Ucap Ravettha.
Ia membuka hadiah pemberian gurunya itu, ia melihat sebuah kunci yang bercahaya terang seperti kelima peri bintang tersebut.
Setelah rasa penasarannya telah terungkap, ia mendengar suara bunyi notifikasi pesan dari sistem di Toer Oltorn ini.
"Selamat! Anda berhasil menyelesaikan misi khusus di lantai ke-8. Anda berhasil mencari pulau yang bernama Pulau Aishwarya; keluar dari 'Black Hole Portal' dengan selamat; memasuki Pulau Aishwarya; mempelajari dan memahami kebudayaan yang ada di Pulau Aishwarya; menciptakan spesies terlangka; diterima menjadi murid Tuan Zhulfarias; menyelesaikan latihan 1, 2, dan 3; dan menciptakan lima peri bintang. Anda mendapatkan 500.000 koin emas, 500.000 koin perak, dan kunci Windsorvious." Bunyi pesan tersebut.
"Jadi... Nama kunci pemberian guru adalah Windsorvious. Kunci ini dapat digunakan untuk membuka apa?" Tanya Ravettha kepada sistem tersebut.
"Maaf. Kunci tersebut hanya bisa digunakan saat penggunanya telah memiliki tingkat level, kekuatan, dan kemampuan yang lebih tinggi. Anda harus bisa mencapai level 198 untuk membukanya." Bunyi pesan sistem tersebut.
"Apa aku bisa melihat perkembanganku?" Tanya Ravettha yang semakin penasaran dengan perkembangannya.
"Anda baru di level 98. Kemampuan yang telah meningkat adalah mana sihir menjadi 98,9%; kelincahan menjadi 99,7%; kekuatan menjadi 100%; kecerdasan menjadi 99,9%; tipe level meningkat menjadi S++; seluruh skill yang anda miliki semakin meningkat menjadi level 75. Anda juga mendapatkan julukan yang belum digunakan oleh anda, yaitu 'Pembunuh Berdarah Dingin', 'Master Strategi', 'Pengoleksi Barang Langka', 'Pembalik Keadaan'." Bunyi pesan sistem tersebut.
"A-Apa? Yang benar saja! Aku yakin tidak pernah melakukan sesuatu hingga diberikan julukan seperti itu! Huh! Lagipula tidak masalah, sayangnya perkembangan itu belum berkembang! Aku harus meningkatkannya kembali!" Ucap Ravettha yang telah memutuskan untuk melanjutkan pelatihannya melalui seluruh keadaannya yang sekarang.
"Apakah anda ingin melanjutkan ke lantai selanjutnya?" Bunyi pesan sistem tersebut.
Sebelum Ravettha selesai memutuskannya, datang seorang pria yang sedang menggendong peliharaannya dan memutuskan untuk menghampiri Ravettha.
Ia adalah Alastor Vanderbilt dan peliharaan kesayangannya Molly Weasley.
"Hei, nak!" Ucap Tuan Alastor yang muncul di hadapannya dengan tiba-tiba.
Ravettha tidak terkejut dengan kehadirannya, ia justru teringat tentang kesepakatan yang dibuat dengan Tuan Alastor sebelum memasuki Pulau Aishwarya.
"Kau sudah berencana ingin keluar dari pulau ini, bukan?" Tanya Tuan Alastor.
"Ya." Ucap Ravettha dengan tatapan tajamnya.
"Baiklah. Kalau begitu... sebagai pengevaluasian terakhirnya, kau harus bermain bersama kami. Bagaimana?" Tanya Tuan Alastor dengan tersenyum licik dan penuh percaya diri untuk kemenangan dirinya bersama hewan peliharaan kesayangannya.
"Tenang saja! Kau hanya harus memilih satu kartu yang bergambar 'Raja'. Jika kau gagal memilihnya, maka kau akan jadi makanan Mollyku loh!" Ucap Tuan Alastor yang tiba-tiba tersenyum senang.
"Peluang mendapatkan kartu bergambar 'Raja' adalah 1/13. Itu artinya, hanya memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk memenangkannya." Pikir Ravettha.
"Bagaimana jika aku menolaknya?" Tanya Ravettha dengan membalas senyuman licik Tuan Alastor karena ia mengetahui maksud yang disembunyikan oleh Tuan Alastor dengan baik.
__ADS_1
"Ah, kau tahu? Kami tidak butuh jawaban pasti darimu karena kami yang mengendalikan semua milik kami!" Ucap Tuan Alastor dengan nada yang meremehkan Ravettha.
Tuan Alastor langsung memasukkan Ravettha ke dalam 'Black Hole Portal' miliknya untuk memulai pengevaluasian terakhirnya.
"Kalau begitu, kita mulai saja!" Ucap Tuan Alastor dengan tersenyum licik dan Molly yang ikut tersenyum licik juga.
"Tunggu sebentar... Supaya lebih adil, apa kau punya tiga buah kain?" Tanya Tuan Alastor kepada Ravettha.
"Tentu." Ucap Ravettha dengan mengeluarkan ketiga buah kain yang diminta oleh Tuan Alastor.
"Kita bertiga akan memakainya bersama-sama dan kita akan memilihnya secara bergantian dimulai darimu. Dalam hitungan tiga detik, kita sudah memakai penutup mata. Bukankah itu adil?" Tanya Tuan Alastor.
Ravettha, Tuan Alastor, dan Molly memakai penutup matanya dengan menggunakan hitungan mundur.
"3...! 2...! 1...!" Ucap Tuan Alastor yang sedang menghitung mundur.
"Waktu habis! Kalian pastinya sudah memakai penutup mata. Aku yakin itu! Waktunya pemilihan kartu!" Ucap Tuan Alastor dengan mata tertutup oleh kain penutup.
Tuan Alastor langsung mengeluarkan tiga puluh sembilan buah kartu dari tangannya.
Ketiga belas kartu tersebut langsung tersusun dengan berjajar rapi secara horizontal.
Dari tiga puluh sembilan kartu tersebut, terdapat masing-masing satu buah kartu yang bergambarkan 'Raja'.
Karena ini adalah waktu pemilihan, mereka langsung memilih satu buah kartu tersebut dengan tanpa ragu dan yakin akan memenangkannya.
Setelah memilih masing-masing satu buah kartu, tiga puluh enam buah kartu sisanya menghilang dan hanya tersisa tiga buah kartu dengan warna yang berbeda.
Ravettha memilih kartu yang berwarna biru, Tuan Alastor memilih kartu yang berwarna kuning, sedangkan Molly memilih kartu yang berwarna merah.
Ketiga warna kartu tersebut masih dengan keadaan terbalik.
Mereka pun membuka penutup matanya sehingga ia bisa melihat hasil pilihannya.
Saat ketiga kartu tersebut dibalik sehingga terlihat hasilnya, mereka bertiga benar-benar terkejut.
Tuan Alastor mendapatkan kartu yang bergambar nomor sepuluh, Molly mendapatkan kartu yang bergambar 'Ratu', dan Ravettha yang mendapatkan kartu bergambar 'Raja'.
"Kau ternyata dapat gambar 'Ratu' ya, Molly? Sudah kuduga! Mollyku sangat hebat! Aku yakin anak itu dapat kartu terburuk! Fu..., fu..., fu...!" Ucap Tuan Alastor dengan sangat yakin dan mengelus kepala Molly dengan pelan.
__ADS_1
"Yang benar saja! Bahkan aku tidak menggunakan kemampuan 'Eye Sighting' milikku!" Pikir Ravettha yang menjadi sedikit kebingungan.
"Selamat, Yang Mulia! Anda mendapatkan kartu bergambar 'Raja'! Jika orang itu tetap tidak mengakui kemenangan anda, maka bunuh saja orang itu bersama hewan peliharaannya! Aku tidak terima jika anda mendapatkan perlakuan buruk dari orang lain!" Ucap Rufino dengan tegas dan memasang tatapan yang serius.
Tuan Alastor dan Molly menghampiri Ravettha untuk memeriksa hasil kartu yang dipilih oleh Ravettha.
Mereka berdua tiba-tiba menjadi terkejut secara bersamaan.
Mereka melihat Ravettha mendapatkan kartu yang bergambar 'Raja'.
"Apa? Tidak mungkin! Huh! Baiklah! Kami akui kau adalah pemenangnya! Sebutkan apa saja permintaanmu!" Ucap Tuan Alastor.
Molly pun ikut menganggukkan kepalanya.
"Permintaan, ya?" Tanya Ravettha yang sedang memikirkan apa saja keinginannya.
"Ya. Itu benar!" Ucap Tuan Alastor.
"Hm... Kekuatan? Aku bisa mencarinya kapan saja jika aku mau! Kekuasaan? Aku tidak terlalu peduli tentang ini! Pengetahuan? Aku juga bisa mencarinya dimana saja! Satu-satunya yang kuinginkan adalah bertemu dengan ayah dan paman di rumah! Dan juga bertemu teman-teman! Aku sangat merindukannya! Kenapa aku lupa membawa satupun kenangan bersama ayah dan paman serta teman-temanku?" Pikir Ravettha yang tiba-tiba kesal saat dirinya lupa membawa kenangan tentang mereka saat ingin memasuki Tower Oltorn.
"Baiklah. Aku hanya ingin mengetahui kabar tentang kedua ayah dan pamanku serta teman-temanku." Ucap Ravettha yang sangat berharap mereka baik-baik saja tanpa dirinya yang sedang berada di Tower Oltorn.
"Pilihan yang bagus!" Ucap Tuan Alastor dengan tersenyum senang.
Ia melihat keadaan ayah, paman, dan teman-temannya yang ada di dunia asli sedang baik-baik saja dan sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Ayah, paman, dan teman-temanmu sedang baik-baik saja. Mereka sedang sibuk dengan urusan masing-masing." Ucap Tuan Alastor.
"Selamat! Kau adalah anak yang baik! Kau layak mendapatkan semuanya! Ambilah sebagian kekuatan, kekuasaan, dan pengetahuan ini! Semua ini kuberikan untukmu sehingga kau bisa menggunakannya." Ucap Tuan Alastor dengan menyerahkan sebagian miliknya kepada Ravettha dengan tulus.
"Tidak! Aku tidak perlu semua itu! Yang kubuhkan hanyalah kabar tentang keadaan mereka. Mereka sudah kuanggap menjadi bagian keluargaku. Anda bisa mengambil kembali punya anda." Ucap Ravettha dengan senang karena permintaannya telah terkabulkan.
"Tidak masalah. Kau tahu? Kami hanya mengujiku selama ini. Jadi, kau pantas mendapatkannya." Ucap Tuan Alastor dengan tersenyum senang.
Molly pun mengangguk setuju dan tersenyum senang sama seperti Tuan Alastor.
"Baiklah. Terimakasih banyak. Aku jadi berhutang budi dengan anda." Ucap Ravettha.
"Baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa di lain waktu!" Ucap Tuan Alastor dengan tersenyum senang.
__ADS_1
"Ya!" Ucap Ravettha yang melangkahkan kakinya menuju keluar dari tempat tersebut.
BERSAMBUNG