
Sorayna yang memiliki selera yang bagus dalam makanan langsung memilih meja makan mereka dengan sangat cepat, bahkan ia berhasil mengalahkan kecepatan dalam memilih meja pesanannya dengan pembeli lainnya.
Hal tersebut terjadi karena meja yang bernomor 48 adalah meja khusus VIP.
"Teman-teman! Kita duduk di meja nomor 48 ini saja! Tempatnya sangat tepat untuk berkumpul bersama dan juga menghadap pemandangan luar restoran ini. Bagaimana menurut kalian?" Tanya Sorayna dengan penuh keyakinan bahwa hanya inilah tempat terbaik.
"Menghadap pemandangan luar restoran, ya? Apa pemandangan patung yang kau maksud? Sungguh mengesankan, Sorayna! Aku tidak menyangka bahwa hobimu sangat langka!" Tanya Cedric dengan tatapan yang tidak percaya bahwa temannya sangat menyukai seni patung.
"B-Bukan itu yang kumaksud, Vicenzo! Lupakan saja! Mari kita pesan makanannya~!" Ucap Sorayna dengan berubah menjadi bahagia dengan cepat.
"Apa kita tidak salah tempat? Kurasa ini bukan meja para pembeli biasa?" Tanya Ravettha yang sedari tadi bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri.
"Tentu saja tidak! Kalian akan tahu nanti! Silahkan duduk dimana saja yang kalian inginkan~!" Ucap Sorayna dengan mempersilahkan kedua temannya duduk.
Pelayan di restoran tersebut datang dengan membawakan 3 buku daftar hidangan yang tersedia dengan disajikan masing-masing nominal harganya.
"Silahkan pilih apa saja yang kalian inginkan! Jangan sungkan-sungkan!" Ucap Sorayna dengan memberikan dua buku lainnya kepada kedua temannya.
Ia langsung memikirkan hidangan apa yang cocok untuknya dan juga keempat temannya dengan lumayan cepat.
Ravettha dan Cedric langsung mengambil buku tersebut.
Ravettha hanya mencari makanan kesukaannya, yaitu Blueberry Pie, sedangkan Cedric hanya melihat-lihat dengan sekilas dan sangat terlihat bahwa ia tidak tertarik untuk memesannya.
"Tidak mengherankan jika harganya mahal. Lihat saja, kebanyakan para pembelinya berasal dari kalangan atas. Hm... Apa tabunganku yang di dapatkan dari tempat itu bisa digunakan disini juga?" Pikir Ravettha dengan melirik para pembeli yang ada disana.
"Ketemu! Sepertinya makanan kesukaanku ini populer, ya? Bahkan disini juga ada! Jika aku tahu dari dahulu, mungkin aku sudah membelinya dengan sangat banyak!" Pikir Ravettha dengan menyeringai saat melihat makanan kesukaannya berada di dalam daftar menu.
Cedric menjadi sangat terkejut karena melihat kekasihnya tersenyum saat ia sedang menatap sesuatu dengan serius.
Ia yang menjadi sangat penasaran dengan apa yang dipikirkan oleh kekasihnya langsung mengambil tindakan.
Walaupun ia tidak bisa membaca pikiran orang lain dengan mudah, ia menggunakan cara lain untuk mendapatkan keinginannya, yaitu dengan cara memperhatikan apa yang sedang ditatap kekasihnya, apa yang menjadi keinginannya, dan mencoba menebak jalan pikirannya dari ekspresi wajah, mata, gerakan bibir, gestur tubuh, posisi tangan dan kaki, serta postur tubuhnya.
__ADS_1
Saat Sorayna telah mengetahui apa yang ingin ia pesan, ia langsung memanggil pelayan tersebut untuk menuliskan pesanannya.
"A-A...!" Gumam Sorayna yang sangat terkejut karena berhasil menangkap basah perilaku Cedric terhadap Ravettha.
"Hoho...! Tidak kusangka ada hal menarik yang harus disaksikan! Fufufu!" Pikir Sorayna dengan menahan diri untuk tidak tertawa terbahak-bahak.
"Kau sudah memilihnya, Vett?" Tanya Sorayna dengan mencegah Cedric melakukan hal yang diluar batas kepada satu teman perempuannya.
"Ya. Aku memilih dessert saja. Aku pilih Blueberry Pie dengan extra buah blueberry di dalamnya." Ucap Ravettha dengan menutup buku daftar menunya dan memberikannya kepada pelayan tersebut.
"Maaf, Nona. Kami telah kehabisan buah blueberrynya. Bagaimana dengan Raspberry Pie?" Tanya pelayan tersebut dengan memeriksa persediaan bahan yang terdapat di buku catatannya.
"Tawaran yang menarik! Anda hebat sekali menarik hati pelanggan, Nona! Baiklah! Aku memesan satu Raspberry Pie dengan extra buah raspberry di dalamnya saja!" Ucap Ravettha dengan menatap pelayan tersebut dan memberikan senyuman ramahnya.
"Baik, satu Raspberry Pie. Ada lagi?" Tanya pelayan tersebut dengan membalas senyuman ramah tersebut.
Cedric yang diam-diam menatap senyuman ramah kekasihnya, wajahnya langsung memerah walaupun ia tahu bahwa senyuman tersebut bukan untuknya.
"Ehem! Aku juga pesan satu Raspberry Pie!" Ucap Cedric dengan menghilangkan lamunannya.
"Ya, itu maksudku!" Ucap Cedric dengan mengangguk setuju.
"Baiklah! Kalau begitu aku pesan 3 Large Lasagna, 5 Corn Soup, 2 Hot Barbaque Pizza, dan 5 Lava Ice." Ucap Sorayna.
Pelayan tersebut mencatat seluruh pesanan tersebut dengan teliti dan cermat sehingga tidak ada kesalahan.
"2 Raspberry Pie dengan extra buah raspberry di dalamnya, 3 Large Lasagna, 5 Corn Soup, 2 Hot Barbaque Pizza, dan 5 Lava Ice?" Tanya pelayan tersebut dengan membaca kembali hasil catatannya untuk diperiksa oleh Sorayna, Ravettha, dan Cedric.
"Ya, benar." Ucap Sorayna sementara Ravettha hanya mengangguk setuju dan Cedric hanya diam saja.
"Apa ada yang ingin ditambahkan?" Tanya pelayan tersebut.
"Tidak ada." Ucap Sorayna setelah melihat pendapat kedua temannya yang sama-sama diam.
__ADS_1
"Baik! Hidangan akan diantarkan secara berurutan. Dimohon untuk bersabar menunggu~!" Ucap pelayan tersebut dengan berjalan cepat menuju ruang koki untuk memberitahu pesanannya.
Sepuluh menit kemudian, Kalvetno dan Levord datang dengan para pesanannya.
Hidangan yang masih panas dan aroma yang lezat membuat kelima murid tersebut langsung lapar walaupun sudah ada yang makan terlebih dahulu sebelum memesannya.
Pramusaji datang dengan menyebutkan satu per satu hidangan dan langsung menghidangkannya di atas meja.
"Woah! Terlihat sangat lezat!" Ucap Kalvetno dan Levord secara bersamaan.
"Selamat makan, teman-temanku!" Ucap Sorayna dengan sangat bersemangat menyantap hidangan yang ada di depan matanya.
Ia langsung mengambil minumannya dan meminumnya dengan cepat karena ia sungguh haus.
"Minuman ini sungguh lezat dari yang kubayangkan!" Ucap Sorayna dengan sangat bahagia hingga menghabiskan satu gelas minumannya lalu memesan kembali.
"Selamat makan juga semuanya!" Ucap Ravettha, Cedric, Levord, dan Kalvetno secara bersamaan.
"Sudah kami cari-cari, ternyata kalian ada disini!" Ucap Kalvetno dengan menarik keluar kursi dari tempatnya agar ia bisa duduk dengan nyaman.
"Hm... Sepertinya kau kenal dekat dengan Sorayna, ya?" Tanya Levord dengan sangat penasaran.
Kalvetno dan Sorayna yang masih sibuk dengan urusannya langsung terkejut dan dengan spontannya mereka menyanggahnya.
"Kenal? Kau barusan mengatakan kami sudah lama kenal dekat? WOAHAHAHA! Itu sangat mustahil!" Ucap Sorayna dan Kalvetno secara bersamaan dan menjawabnya dengan tegas.
"Mengapa sangat mustahil? Ah! Kalian sedang berbohong, ya?" Tanya Levord dengan mengintrogasi lebih lanjut.
"Dia bertemu denganku saat aku ikut lomba festival seni drama di kotaku dahulu. Dan aku berhasil mendapatkan kemenangannya." Ucap Sorayna dengan penuh bangga atas dirinya.
"Jangan percaya padanya! Jangan!" Ucap Kalvetno dengan sangat tegas.
"Kenapa?" Tanya Levord dengan sangat penasaran.
__ADS_1
"Kau ini!" Ucap Kalvetno dengan menutup mulut Levord supaya tidak melanjutkan pertanyaan yang terlalu mendalamnya.
BERSAMBUNG