
"Kurasa kau salah sasaran loh~!" Ucap Ravettha dengan tetap melangkahkan kakinya yang terakhir.
"Berhenti!" Teriak Ornella dengan berusaha mendorong Ravettha untuk membatalkan langkah terakhirnya.
Untungnya Ravettha yang telah memiliki persiapan penuh sebelum melaksanakan rencananya sehingga ia tidak perlu mengkhawatirkan gangguan yang ditujukan kepadanya.
"Tap!"
Ia akhirnya berhasil menapakkan kakinya di langkah keempat.
"Tidakkkkkk!" Teriak Ornella dengan histeris.
Ketiga rekannya langsung menghampiri Ornella yang sedang meratapi kehancuran dimensi tersebut.
"Ayo kita pergi, Ornella! Seharusnya aku yang kesal karena tempat ini hancur bukan kau!" Ucap Fanefaust dengan memapah rekannya dan langsung pergi bersama kedua rekan lainnya menuju keluar.
Dimensi tersebut langsung runtuh dengan seketika.
Retakan-retakan yang telah tercipta di langkah kedua hingga ketiga menjadi semakin banyak dan sampailah di puncaknya, yaitu kehancuran dan kerusakan yang menimbulkan kerugian besar.
"Mau kemana? Kita belum selesai loh~!" Ucap Ravettha dengan menangkap keempat musuhnya menggunakan 'Plasma Bubbles'.
'Plasma Bubbles' merupakan sebuah kemampuan yang hampir tergolong langka untuk tipe 'Bubbles' karena kemampuan tersebut dapat mengubah apapun yang ada di dalamnya sesuai keinginan penggunanya.
Selain itu, 'Plasma Bubbles' juga memiliki tekstur dan fungsi yang serupa dengan 'Plasma'.
"Ck! Sialan!" Gumam Zordy dengan mencoba melarikan diri dari kejaran 'Plasma Bubbles', tetapi ia tidak berhasil seperti ketiga rekannya.
"Sudah kubilang, kalian tidak bisa lari dariku!" Ucap Ravettha dengan meninggalkan dimensi yang telah hancur total tersebut.
"Tunggu dulu utusanku! Saat kau berhasil tiba di luar dimensi ini, kau akan menemukan jebakan. Aku sangat yakin dengan seluruh kemampuan dan kekuatanmu. Selain itu, aku juga yakin kau masih mengingat tujuan utamaku. Oleh karena itu, izinkan aku meminjam sebentar tubuhmu untuk yang terakhir kalinya dan aku akan membalaskan dendammu sendiri. Mungkin sekitar kurang lebih 5 jam." Ucap Heilox.
"Yah... Tidak peduli kau sedang berbohong atau tidak karena kau sudah terikat denganku, jadi tidak ada untungnya kau mengkhianatiku. Lagipula kau juga telah berbaik hati untuk memberikanku petunjuk jebakan dan kau telah berhasil memenuhi janji bertukar tempat sebelumnya. Sudah kuputuskan aku akan meminjamkannya kepadamu." Ucap Ravettha dengan mengingat ulang peristiwa yang pernah terjadi.
__ADS_1
"Baik. Terimakasih! Aku jadi malu karena berhutang budi kepadamu, aku akan membalasnya setelah urusanku selesai dengan dia." Ucap Heilox dengan sangat tulus untuk menepati janjinya.
"Ya, kalau begitu... Semoga berhasil, Heilox!" Ucap Ravettha dengan melepaskan kendali atas tubuhnya dan memberikannya kepada Heilox.
"Akhirnya... Waktunya telah tiba setelah aku menunggu dengan penuh kesabaran!" Ucap Heilox dengan penuh semangat untuk segera memulai urusannya.
Seperti perkataan sebelumnya yang pernah ia ucapkan kepada Ravettha, sebuah jebakan bersembunyi tepat di bawah pintu portal dimensi yang telah hancur tersebut.
Apabila Heilox tidak menyadari sebelumnya, ia beserta Ravettha akan kehilangan kesadaran dan kemungkinan terburuknya mereka berdua akan menjadi sebuah eksperimen Dewa Iblis.
"Hm... Untung saja perkiraanku tepat." Pikir Heilox dengan melewati jebakan tersebut.
Sementara itu, Marsden, Lettice, dan Aloysius sebagai anggota pertahanan cadangan yang telah membuat jebakan tersebut merasa sedikit kecewa karena jebakan yang mereka buat dilewati begitu saja oleh musuhnya.
"Dia melewatinya begitu saja?" Tanya Aloysius dengan rasa kesal yang penuh membara dan sangat ingin menghajar Heilox tepat di depan jebakan tersebut.
"Tenang Aloysius! Aku tahu kau sedang kesal dan begitupun kami, tetapi jika kita mengutamakan rasa kesal kita maka semua usaha yang telah kita buat akan sia-sia. Apa kau menginginkan hal itu terjadi?" Tanya Lettice dengan mengharapkan Aloysius mengerti kerjasama yang telah mereka usahakan untuk mewujudkan tujuannya.
"Huh! Kau selalu saja berpikiran seperti itu. Terserahlah! Aku mengikutimu. Jika rencana yang kau buat kali ini gagal seperti anggota barusan depan, maka aku yang akan mengambil kendali kelompok ini!" Ucap Aloysius dengan menahan dirinya sehingga ia tidak lepas kendali dan merusakkan rencana yang telah mereka buat.
"Marsden! Apa kau sudah menyiapkan semua keperluannya?" Tanya Lettice.
"BRUK!"
"Tentu saja!" Ucap Marsden yang telah memindahkan semua keperluan rencana tersebut dan memberikannya kepada Lettice.
"Bagus! Ayo kita mulai!" Ucap Lettice dengan menyeringai lebar.
Ia langsung mengambil alat-alat yang telah disiapkan oleh Marsden dan membuat 'Ravine Ice'.
'Ravine Ice' tersebut membentuk sebuah jurang es dan beberapa dinding es yang masing-masingnya memiliki jarum es.
Apabila target mengenai jarum es tersebut, maka target tersebut akan terkena serangan 'Dark Electricity'.
__ADS_1
Hasil serangan akan bergantung pada seberapa besar jarum es tersebut.
Dengan kata lain, apabila jarum es tersebut kecil maka hasilnya pun akan kecil dan begitupun sebaliknya.
Karena 'Ravine Ice' tersebut hampir sepenuhnya mengelilingi Heilox, ia langsung memanfaatkan jebakan yang telah dibuat ketiga musuh tersebut.
"Sungguh mengganggu!" Gumam Heilox dengan menggunakan kemampuan asli yang pernah dipakai dan dikembangkan di kehidupan sebelumnya, yaitu 'God Of Chaos'.
Saat kemampuan tersebut diaktifkan, seluruh 'Ravine Ice' menjadi sangat kacau dan tidak terkendali.
Hal tersebut mengakibatkan 'Ravine Ice' dan kekuatan 'Dark Electricity' menjadi lebih besar serta lebih berbahaya.
Karena telah berubah menjadi sangat berbahaya, jarum es yang berisi 'Dark Electricity' langsung menyerang para penonton yang ada disana secara acak.
Seluruh para penonton yang menyaksikannya menjadi terkejut bukan kepalang dan menyaksikan satu persatu nyawa melayang yang berhasil diambil oleh Heilox.
Ada yang berteriak ketakutan, ada yang bersungguh-sungguh memohon pertolongan kepada yang berkuasa untuk membiarkan nyawanya, ada juga yang mengangkat kedua tangannya karena mereka tahu bahwa itu sudah menjadi takdir mereka.
Sementara itu, Heilox yang menyadari besarnya jumlah kekuatan yang terdapat dari tubuh para penonton tersebut memberikannya banyak ide, yang salah satunya adalah eksploitasi besar-besaran.
Ia langsung menumbuhkan 'Emerald Shards Tree' yang dapat menumbuhkan sebuah pohon terbesar dari seluruh dunia dan dapat mengeluarkan banyak buah batu Emerald yang berbentuk sangat runcing dan tajam.
Batu Emerald tersebut bukanlah batu permata Emerald biasa karena buah yang dikandung dari 'Emerald Shards Tree' adalah racun penyiksaan yang bersifat abadi.
Sebagian besar dari racun tersebut menyebabkan krisis zat-zat kehidupan utama di Dunia Iblis tersebut, seperti kehilangan kecerdasan, akal, pikiran, kekuasaan, harga diri, kekuatan, dan juga kehidupan.
"Ini sudah keterlaluan!" Ucap Ratu Quinasy dengan sangat sangat kesal.
"Benar!" Ucap Raja Yulius dan Raja Willought dengan menyetujui perkataan Ratu Quinasy.
"Lalu apa yang akan kalian lakukan? Kita tidak bisa apa-apa lagi karena semuanya sudah terlambat." Ucap Raja Leighton yang menjadi frustasi dan kecewa yang berlebihan karena kehilangan para rakyat tercintanya.
"Tidak! Ini belum terlambat! Selama akarnya belum tercabut, maka semuanya belum berakhir!" Ucap Raja Osmond dengan memperhatikan pola pergerakan Heilox.
__ADS_1
BERSAMBUNG